- Get link
- X
- Other Apps
Conversation with Gemini
You said
Buatkan wawancara antara kru media SinarLIMA dengan Bapak Helmi Wahyudin, M.Pd selaku konsultan pendidikan dan bilingual yayasan pendidikan acprilesma sesuai acara raker di aula graha Acprilesma lantai 1 pada Selasa, 7 Juli 2026
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Mama memperkenalkan diri ini dengan siapa konsultan apa tadi konsultan di lingkungan program di Yayasan agri Risma sekolah laboratorium Jakarta dan termasuk konsultan pendidikan ya kemudian dengan adanya tugas baru ini apa yang ada di pikiran bapak mungkin bisa di informasikan kepada pemirsa kita program ini ini menjadi satu tuntutan eh sekolah-sekolah di abad 21 jadi kalau kita bicara terkait dengan bagaimana di abad 21 tentukan global itu bahwa tidak ada lagi sebetulnya sekat-sekat negara sekat batas tertentu itu gimana kemudian semua orang bisa berinteraksi secara global ya ketika berinteraksi secara global itulah maka kemudian menjadi satu kebutuhan ya untuk orang-orang itu di manapun mereka berada bisa berkomunikasi dengan bahasa global nah sebagaimana yang kita ketahui bahasa global sejak zaman dulu yang disebut dengan lingua Frank maka bahasa Inggris itulah yang kemudian menjadi menjadi apa bahasa ini digunakan secara global sehingga ke depan saya pikir iya bahasa Inggris ini memang menjadi satu hal yang penting untuk bisa dikuasai oleh anak-anak di kita sebagai bekal mereka untuk bisa apa berinteraksi dengan masyarakat global dan juga eee satu bekal untuk mereka bisa apa memperluas cakrawala keilmuan mereka di dunia masa depan berarti untuk di lab ini baru tahap awalnya ya mulai dari mana dan bagaimana langkah strategis akan diambil dalam waktu dekat ini ehm sebetulnya proses untuk eh setup ee bilingual program di sekolah ini itu kita sudah kita mulai sejak 6 bulan yang lalu jadi 6 bulan yang lalu ini kita memang sedang eee mencet up ya mencet up memang ini yang kita sebut dengan eee apa pilotting ya kenapa faileting karena memang tidak semua kelas gitu kan ini sekolah ini bukan sekolah yang kita mulai dari awal ya tapi ini sekolah yang sudah eksisting maka karena dia sekolah yang sudah assisting ketika kemudian uang kita transformasi menjadi sebuah kita perlu proses tahapan demi tahapan maka tahapan itu kita mulai dengan pilotting nah pilotting itu dimulai di kelas 1 terus ee bapak ee insyaallah optimis bahwa ini sukses ya jadi insyaallah Bagaimana tingkat optimis bapak-bapak jadi ada rasanya dengan beberapa waktu gitu ya sebenarnya kalau berkaitan dengan eee bilingual sekarang kita sudah coba melihat ya bahwa eee apa sekolah-sekolah yang apa berbasis agama Islam walaupun gitu maka banyak sekolah-sekolah Islam yang mereka sekarang sudah mulai bergerak ke arah luar biasa nah sehingga memang ini sudah menjadi tuntutan eh zamannya zaman dan juga orang tua murid ee e yang mungkin sekarang mereka udah Genji itu mereka sudah sangat paham jadi yang dicari itu bukan cuma sekedar anak bisa baca Quran akhlaknya baik tetapi apa yang bisa dibuat kali oleh eee sekolah untuk anak-anak mereka di masa depan iya saya pikir salah satu jawabannya adalah bagaimana kemudian kita bisa menawarkan program bilingual ini jadi saya pikir bisa di sisi kita tidak mencabut apa yang sudah menjadi program-program keilmuan kita dengan agama karakter segala macam tetapi kita menambahkan satu program yang mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu nilai tambah tuh di sekolah kita dengan mudah terus terutamanya apa kira-kira dari sisi nilai jual eee terhadap program utamanya apa ke depan supaya bisa menjual lah ya sebetulnya kalau mau dibilang eee sudah ada beberapa kelas sekolah yang memang dijalankan program penelitian tapi kita ingin menjalankan produk ini tidak eee seperti sekolah-sekolah pada umumnya mungkin kalau pada umumnya mereka yang bekerjasama dengan ya katakanlah eee kurikulum internasional tapi itu kan memang berbeda tinggi dan kalau saya pikir untuk sekolahmu apa seperti sekolah dasar kita saya pikir eee kita enggak enggak perlu terlalu jauh ya untuk terlibat langsung menggunakan internasional kurikuler tetapi yang saya pikir yang perlu dibuat kali Bagaimana kemudian dengan program bayi 5 ini anak-anak itu dibiasakan untuk mereka dilatih kemampuan eee dari kemampuan apa listening-nya speaking-nya gitu sehingga yang kita sebut dengan kemampuan anak berbahasa itu kan sebenarnya yang paling dasar itu di dalam kemampuan listing dan sebagainya nah itu yang saya berikan nanti akan kita biasakan dan kita budayakan di mana mata pelajaran bahasa Inggris itu bukan cuma sekedarini sebagai bahasa komunikasi sehari-hari oleh gurunya tetap bapak kan tidak berpikir sendiri apa punya teman atau rekam tim yang bisa mensuksesan kegiatan minimal secara umum sih sebenarnya ini berangkat dari pengalaman saya pengalaman saya mendampingi beberapa sekolah sebelumnya gitu dan saya pikir eh iya bilingual salah satunya yang sekarang sedang memang apa saya juga melakukan pendampingan di beberapa sekolah ini betul-betul branding itu apa mungkin bapaknya itu salah satunya adalah kompetensi gurunya jadi maka yang tentu menjadi konsen pertama kita adalah bagaimana kita bisa merekrut guru dalam program lain ini adalah guru yang punya kompetensi bahasa Inggris dan itu sudah ada gurunya Alhamdulillah guru itu sudah kita lakukan prosesnya seleksinya gitu kuncinya gitu sampai kemudian Alhamdulillah sudah ada guru baru yang bergabung dengan kita dan guru ini memang background-nya mereka dia sebelumnya sebelum bergabung dengan kita di sini dia bergabung di salah satu internasional itu nah tentunya di awal mula kan kita harapkan eee semua bisa terlaksana kecuali nanti pengawasannya pak sesuai ini bisa tercapai sesuai dengan kurikulum pengawasan hariannya Bagaimana ya betul eee salah satu yang juga penting di dalam eh prinsip-prinsip pengelolaan pembelajaran yang bermutu itu adalah bagaimana kita bisa melakukan eee supervisi supervisi aja jadi eee tentu saja eh supervisi pembelajaran akan kita lakukan silakan silakan enggak apa-apa enggak apa-apa sini pak lanjuteh lanjutkan pak tadi apa tadi iya jadi supervisi pembelajaran itu menjadi salah satu hal yang sangat penting ya untuk kita bisa memastikan pembelajaran yang kita harapkan itu berjalan dengan baik selain itu tentu saja di dalam supervisi itu nanti kan kita bisa melihat ya apa yang menjadi kendala apa yang menjadi kekurangan dan itu yang kemudian menjadi data untuk atau basis data kita untuk kemudian kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang memang diperlukan andaikata nih di tengah jalan terjadi trouble gitu ada peserta kendala yang nggak diangkat Bagaimana dengan mengatasinya kalau menurut saya tergantung ya apa kendalanya gitu ya kendala itu kan banyak lah ya karena kalau kita bicara terkait dengan satu program yang kita jalankan maka dia punya banyak faktor gitu faktor apa yang kemudian terjadi saya pikir yang harus kita cari kan adalah eh melakukan institusi terhadap apa faktor utama yang menyebabkan kendala itu muncul kemudian kan nanti kita bisa aja lakukan apa tahap-tahapannya untuk bisa menyelesaikan kendala-kendala yang kita hadapi pengalaman bapak-bapak selama ini bagaimana eee sendalnya itu dapat diatasi apa menemukan selama bapak alami pada intinya kalau bicara terkait dengan pendidikan semuanya itu berproses kita enggak mungkin menjalankan satu proses pendidikan tanpa kendala pasti akan kita ketemu gitu tinggal bagaimana kemudian kita bisa melakukan tadi gitu ya kita bisa melakukan eee apa namanya analisis terhadap permasalahan yang terjadi terus kemudian kita bisa apa secara jernih gitu untuk melihat masalah itu dan kemudian melakukan step by step eee proses untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada gitu jadi saya pikir eh dia kendala mungkin akan terjadi gitu yang penting kan adalah bagaimana kemudian kita bisa siap gitu ya secara mental untuk bisa yang menghadapi kendala apapun yang mungkin nanti muncul gitu nah kita ingin lihat nanti sejauh mana penguasaan anak itu Bagaimana itu menafsirkan kepada anak apa melalui video apa orang tua diundang apa bagaimana terlihat hasilnya lebih lebar yang selama ini kami lakukan ya tentu saja kalau menurut saya eh beling mall yang mau kita munculkan ini kan adalah eee keaktifan waktu panas dalam sisi skills-nya untuk eee menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi mereka memang ini kita mulai di kelas 1 gitu ya kelas 1 SD jadi memang masih sangat dasar sekali gitu nah walaupun seperti walaupun masih dasar tapi tentu saja itu eee setiap anak kan akan ada progresnya ada progres termasuk iya kan karena tentu kita akan melihat hasil yang berbeda ketika belajar bahasa Inggris anak SD kelas 1 dengan SMA kelas 1 gitu pasti masing-masing punya progresnya walaupun bisa jadi anak kelas 1 enggak sehebat anak SMA gitu nah paling enggak di dalam prosesnya kalau menurut saya eee apa gimana kemudian nanti anak-anak itu bisa kita stimulasi untuk mereka berani untuk menggunakan bahasa Inggris itu sebagai bahasa komunis harian di sekolah gitu ya hasilnya seperti apa saja bahkan kita ingin orang tertentu merasakan langsung bahwa ini adalah hasil kami jadi bahasa Inggris itu yang saya sebut tadi dia bukan sebagai subjek belajar bahasa Inggris bukan bukan tetapi bahasa Inggris itu di sini nanti kita akan menggunakan bahasa Inggris itu di dalam semua mata pelajaran semua ya kecuali mata pelajaran bahasa Indonesia PKN PKI gitu ya ya tapi yang lain itu mereka akan menggunakan bahasa Inggris jadi bahasa Inggris itu digunakan sebagai pengantar pembelajaran dan sebagai bahasa komunikasi harian yang dihidupkan oleh guru di sekolah nah harapan dari proses yang konsisten bisa dilakukan itu adalah kemudian anak-anak jadi terlatih eh listeningnya jadi kalau kita pengin ya seperti kalau kita ngajarin anak-anak ngomong kita masih punya anak kecil di rumah bahasa Indonesia itu kalau kita ngajak belajar anak ngomong kan kita sering harus banyak ngomong sehingga kemudian anak-anak akan semakin kaya atau bendaharaan katanya sehingga kemudian akhirnya dia bisa ngomong bisa bicara nah saya pikir proses alami itu bisa kita terapkan di dalam eee lingkup pembelajaran eee bahasa Inggris bilingual kita di sekolah ini gitu jadi selama mereka belajar di sini tidak boleh berbahasa Indonesia begitu kira-kira iya jadi kalau buat eee penekanannya kita kepada si guru dulu nih sibuk dulu ya kan Bagaimana guru yang kita jadikan dia sebagai wali kelas atau Hongkong teachers dia bisa konsisten menggunakan bahasa Inggris itu kepada anak-anak gitu dalam pengantar pembelajaran dalam komunikasi harian gitu nah sementara kalau anak kan kita masih melihat ini sebagai sebuah proses gitukasih dengan bahasa Inggris gitu kan gitu ya proses-proses itu saya pikir hal yang wajar di dalam pembelajaran ya kembali ke raker tadi kan bapak menyampaikan mudah-mudahan bisa terlaksana dan bagaimana melihat asosialisme para peserta dan bagaimana bapak menilai dan bagaimana itu bisa mengamalkan atau interaksi di dalam aktivitas tranker ini cukup bagus ya jadi teman-teman bisa lihat hampir semua teman-teman itu terlibat di dalam diskusi diskusi karena sebenarnya kalau kita ngomongin diskusi enggak semua orang siap untuk mikir gitu tapi saya lihat di sini prosesnya Alhamdulillah ya nah teman-teman bisa bisa terlibat aktif gitu nah ini kan kalau menurut saya secara tidak langsung membangun kesadaran gitu ya membangun kesadaran terkait dengan apa yang masalah yang kita hadapi di sekolah dan apa yang kemudian kita bisa usulkan sebagai solusi dari permasalahan yang kita hadapi ini gitu jadi saya dengan melihat apa yang terjadi di dalam dinamika selama raker dua hari ini insyaallah mudah-mudahan kita semua sama-sama optimis ya insyaallah kita bisa kembali eh apa namanya mewujudkan cita-cita kita gitu untuk bisa memperbaiki sekolah ini dari banyak hal ya sehingga kemudian sekolah ini kembali menjadi sekolah yang EE apa lebih baik dari sisi proses dan jaminan mutunya yang mudah-mudahan itu juga kemudian akan menjadi apa memperbaiki eee minat eee orang tua atau masyarakat terhadap sekolah ini tentu di sisi kekurangannya mungkin ada apa mungkin ada masakan-masukan seberapa ke depan bisa lebih agresif lebih komunikatif mungkin ada masakan masuk ya eee kalau karakter itu kan sebenarnya salah satu yang kalau menurut saya harus di di bahas itu kan adalah kita melakukan refleksi seperti refleksi ya nah refleksi itu kan sebenarnya proses kita mengevaluasi hmm apa yang sudah kita kerjakan dan sudah sampai di mana kita eee melakukan pekerjaan-pekerjaan itu nah saya lihat memang di karakter ini belum terjadi itu eh belum ya kayak misalnya apa sih yang sebenarnya jadi jadi ukuran-ukuran yang harus dinilai dalam satu tahun kemarin yang hari ini harusnya kita evaluasi bersama jadi enggak lihat eee saya lihat hari ini memang belum ya walaupun sebenarnya mungkin lebih banyak tadi eee apa diskusi saran dan masukan Saya pikir itu juga bagian dari referensi gitu ya tetapi memang belum eee lebih tajam mengukur gitu ya karena kalau saya kebetulan saya pikir kita terbiasa ya karena tadi misalnya kita bicara qpa itu kan sesuatu yang mestinya bisa diukur gitu ya jadi ukuran-ukuran itu yang kemudian membuat kita menjadi lebih eee reliable lebih valid ketika melakukan pengukuran tidak baik memang saya lihat eee tahun kali ini yang betul-betul terlihat address sangat apresiasi Alhamdulillah mudah-mudahan bisa terlaksana jadikan kalau kita sudah bicara tentang hasil kan jangan sampai hanya sekedar karakter ya harus dibuktikan dalam kesadaran kita benar ya amin terus berikutnya kan bapak sebagai pendidikan artinya tidak hanya menangani bilingual pak ya jadi semua pendidikan yang ada juga semua yang benar ya iya meramu itu semua lah ya supaya bisa terbawalah iya hasil pengalaman bapak ya saya pikir eee pertama saya bukan superhero yang bisa menyelesaikan semuanya gitu ya tapi paling enggak di dalam kanker ini ini jadi momentum untuk kemudian saya menyampaikan dan membangun kesadaran bersama tentang apa yang terjadi dengan sekolah kita Saya pikir itu satu apa modal besar sebenarnya ya yang jadi masalahnya kan adalah ketika kita enggak tahu masalah dan kita enggak ngelihat itu masalah itu sebagai masalah itu kan layar besar jadi saya pikir ya proses kita di sini kan eee ya saya pikir bukan sederhana ya atau bukan proses yang sederhana untuk bisa melakukan perbaikan ee sekolah secara entitas yang melibatkan begitu banyak stakeholder jadi saya pikir ya bismillah gitulah ya kita mulai dari karena saya pikir fokusnya juga kan saya juga harus sebagai fokus ya enggak bisa semuanya saya kerjakan sementara saya juga punya waktu yang terbatas kan biasanya yang jelas eh mungkin komunikasi terus dibangun ya betul betul sekali Yayasan dengan sekolah ini jangan sampai betul terputus semangat silaturahminya pasti banyak ya Allah betul-betul ya pak ya speakers jos semangat untuk mengabdi Yayasan kita sebagai konsultan pendidikan kalau saya sih melihatnya pertama ini kita melihatnya sebagai bagian dari sebuah panggilan dakwah pendidikan bahwa pendidikan ya jadi minta bekerja sebagai guru di sekolah sebenarnya kita bukan cuma sekedar bekerja mengharamkan penghasilan gajian tapi mestinya itu dilandasi dari sebuah niatan yang lebih mulia gitu Karena kan kalau di dalam agama innamal a'malu bininya gitu jadi kita hanya akan mendapatkan ganjaran itu disebabkan karena niat kita kalau niat kita cuma kerja dapat gaji cuma itu doang kan sementara Allah sudah ngasih rambu-rambunya maka tergantung niat kamu apa gitu jadi kalau kita niatkannya sebagai ibadah sebagai bagian dari dakwah pendidikan menyiapkan generasi muslim generasi Indonesia masa depan yang lebih baik wah saya pikir itu kan menjadi amal jariyah yang luar biasa buat kita ya yang beraktivitas di dunia pendidikan insyaallah kan katanya tulisan atau ucapan berdoa saya yakin dengan urusan ucapan ini jadi doa yang tembus sekarang Amin sekolah kita semoga Allah Rida Amin semoga kita bisa sejahtera lah kami ada batin Amin bisa ditutup dengan doa silahkan masyaallah pesan moral lah kayaknya lebih baik eee ya kita berharap kepada Allah subhanahu Wa ta'ala semoga Allah memberikan eee keikhlasan memberikan kekuatan dan kelapangan kepada kita semua untuk bisa berkontribusi di dalam dunia pendidikan sebetulnya Allah kan enggak ngelihat kontribusi itu berdasarkan jabatannya apa karena besarnya jabatan besar dikontribusi itu bukan karena jabatannya apa tetapi bagaimana kesungguhan kita untuk bisa melakukan sesuatu memberikan yang terbaik di dalam aktivitas-aktivitas kerja saya pikir eh e ya itulah ya eee pesan dari saya lupa eh bapak kan selama ini sudah mulai mengenal Yayasan kita bagaimana bapak-bapak melihat biasanya kita kan belum masih muda ini dengan bapak melihat selama ini apa eee apa bisa diajak berdiskusi atau bagaimana ya sosok beliaulah betul yang masih muda jadi kalau menurut saya sebetulnya justru eee apa ini jadi eee salah satu model besar nih sebagian besar ya karena ini bicara terkait dengan yayasan ownership atau pemegang kebijakan gitu itu kan eee dengan sosok ketua Yayasan yang masih muda open mind gitu ya berani untuk mencoba hal-hal yang baru itu kan sesuatu yang bisa dibilang enggak sembarang ya ya langkah apalagi memang beliau sendiri kan punya eee latar belakang eee sebagai dokter ya di bidang kesehatan nah itu saya mikir juga memperkaya di apa memperkaya eee apa wawasan mempercayai nilai-nilai kita di sekolah ini gitu jadi kayak tadi misalnya kalau kita jadi apa diberikan pemahaman pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kita bisa menjaga kesehatan dengan kesehatan yang kita jaga dengan baik itu bagian dari amal saleh kenapa karena dengan sehat kita bisa bekerja dengan optimal gitu spesial dengan semangat husnuzan ya amin sama-sama saling masuk pot dasar mengoreksi bisa dan semuanya ke depan bapak bisa leluasa total seperti pada di sini sehingga menjadi pahala yang sempurna amin Masya Allah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Gemini said
Berikut adalah transkrip wawancara antara Kru Media SinarLIMA dengan Bapak Helmi Wahyudin, M.Pd. (Konsultan Pendidikan dan Bilingual Yayasan Pendidikan Acprilesma).
Wawancara ini berlangsung dalam suasana yang hangat, interaktif, dan penuh semangat di Aula Graha Acprilesma Lantai 1, bertepatan dengan acara Rapat Koordinasi Panitia / Rapat Kerja (Raker) pada Selasa, 7 Juli 2026.
TRANSKRIP WAWANCARA MEDIA SINARLIMA
Kru SinarLIMA:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Bapak, mohon izin memperkenalkan diri kepada pemirsa kita. Ini dengan siapa, dan selaku konsultan apa tadi di lingkungan program Yayasan Acprilesma Sekolah Laboratorium Jakarta? Termasuk sebagai konsultan pendidikan juga, ya, Pak? Kemudian, dengan adanya amanah dan tugas baru ini, apa yang pertama kali ada di pikiran Bapak? Mungkin bisa diinformasikan kepada pemirsa kita.
Bapak Helmi Wahyudin:
Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Ya, terima kasih. Jadi, program bilingual ini sebetulnya menjadi satu tuntutan bagi sekolah-sekolah di abad ke-21. Kalau kita bicara terkait bagaimana tantangan global di abad 21, sebetulnya sudah tidak ada lagi sekat-sekat antarnegara atau batas tertentu. Semua orang bisa berinteraksi secara global.
Ketika interaksi sudah bersifat global, maka menjadi satu kebutuhan di mana pun mereka berada untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa global. Nah, sebagaimana yang kita ketahui, bahasa global sejak zaman dulu yang disebut dengan lingua franca adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris itulah yang digunakan secara global. Sehingga ke depan, saya pikir penguasaan bahasa Inggris ini memang menjadi satu hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh anak-anak kita, sebagai bekal mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat global sekaligus memperluas cakrawala keilmuan mereka di dunia masa depan.
Kru SinarLIMA:
Berarti untuk di Sekolah Laboratorium Jakarta ini baru tahap awalnya, ya? Mulai dari mana dan bagaimana langkah strategis yang akan diambil dalam waktu dekat ini, Pak?
Bapak Helmi Wahyudin:
Sebetulnya, proses untuk set-up program bilingual di sekolah ini sudah kita mulai sejak 6 bulan yang lalu. Jadi, 6 bulan lalu kita memang sedang merancang apa yang kita sebut dengan piloting (proyek percontohan). Kenapa piloting? Karena memang tidak langsung diterapkan di semua kelas. Sekolah ini bukan sekolah yang baru mulai dari nol, melainkan sekolah yang sudah existing (sudah berjalan).
Ketika sekolah yang sudah berjalan ini ingin kita transformasikan menjadi sekolah bilingual, kita perlu proses tahapan demi tahapan. Maka, tahapan itu kita mulai dengan piloting yang dimulai dari kelas 1 SD.
Kru SinarLIMA:
Melihat rentang waktu yang ada, bagaimana tingkat optimisme Bapak bahwa program ini insyaallah akan sukses?
Bapak Helmi Wahyudin:
Insyaallah kami optimis. Kalau berkaitan dengan program bilingual, sekarang kita bisa melihat bahwa banyak sekolah yang berbasis agama Islam sudah mulai bergerak ke arah luar biasa ini. Sehingga program ini memang sudah menjadi tuntutan zaman.
Orang tua murid zaman sekarang—yang mungkin sekarang sudah masuk generasi Gen-Z—mereka sudah sangat paham. Yang dicari bukan cuma sekedar anak bisa baca Al-Qur'an dan akhlaknya baik, tetapi juga apa kompetensi global yang bisa dibekali oleh sekolah untuk masa depan anak-anak mereka. Saya pikir, salah satu jawabannya adalah dengan menawarkan program bilingual ini. Di satu sisi, kita tidak mencabut apa yang sudah menjadi program keunggulan kita, seperti nilai keagamaan dan karakter, tetapi kita menambahkan satu program yang mudah-mudahan menjadi nilai tambah (value-added) di sekolah kita.
Kru SinarLIMA:
Dari sisi nilai jual ke depan, apa yang menjadi keunggulan utama dari program bilingual kita ini agar bisa bersaing?
Bapak Helmi Wahyudin:
Sebetulnya sudah ada beberapa sekolah yang menjalankan program serupa. Namun, kita ingin menjalankan program ini tidak seperti sekolah-sekolah pada umumnya yang mungkin langsung bekerja sama dengan kurikulum internasional demi label tertentu. Menurut saya, untuk tingkat sekolah dasar, kita tidak perlu terlalu jauh terlibat langsung menggunakan kurikulum internasional secara kaku.
Yang paling perlu dibekali melalui program bilingual ini adalah bagaimana anak-anak dibiasakan dan dilatih kemampuan dasarnya, yaitu listening (mendengar) dan speaking (berbicara). Kemampuan berbahasa yang paling dasar itu kan ada pada aspek tersebut. Nah, itu yang nanti akan kita biasakan dan kita budayakan. Jadi, mata pelajaran bahasa Inggris bukan cuma sekedar subjek hafalan, melainkan digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari oleh gurunya.
Kru SinarLIMA:
Tentu Bapak tidak berpikir sendiri dalam menyukseskan gerakan ini. Apakah Bapak memiliki rekan tim yang bisa menyukseskan kegiatan bilingual ini secara umum?
Bapak Helmi Wahyudin:
Secara umum, program ini berangkat dari pengalaman saya mendampingi beberapa sekolah sebelumnya. Kunci utama dari branding sekolah bilingual itu salah satunya terletak pada kompetensi gurunya. Maka, konsen pertama kita adalah merekrut guru yang memiliki kompetensi bahasa Inggris yang mumpuni.
Alhamdulillah, proses seleksi sudah kita lakukan dan saat ini sudah ada guru baru yang bergabung dengan kita. Guru ini memiliki latar belakang yang sangat baik; sebelum bergabung di sini, beliau mengajar di salah satu sekolah internasional (international school).
Kru SinarLIMA:
Di awal mula berjalan, tentu kita berharap semua terlaksana dengan baik. Namun bagaimana dengan pengawasan atau supervisi hariannya agar target kurikulum ini tercapai?
Bapak Helmi Wahyudin:
Betul sekali. Salah satu prinsip penting dalam pengelolaan pembelajaran yang bermutu adalah bagaimana kita bisa melakukan supervisi secara konsisten. Supervisi pembelajaran tentu akan kita lakukan secara berkala. Hal ini sangat penting untuk memastikan pembelajaran yang kita harapkan berjalan dengan baik di kelas. Selain itu, melalui supervisi, kita bisa melihat langsung apa yang menjadi kendala atau kekurangan di lapangan, sehingga kita memiliki basis data yang valid untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Kru SinarLIMA:
Andaikata di tengah jalan terjadi kendala atau hambatan yang tidak terduga, bagaimana langkah Bapak untuk mengatasinya?
Bapak Helmi Wahyudin:
Menurut saya, penanganannya tergantung pada jenis kendalanya. Kendala dalam program baru itu wajar dan faktornya banyak. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan assessment atau diagnosis terhadap faktor utama yang menyebabkan kendala itu muncul. Setelah tahu akar masalahnya, barulah kita susun tahapan-tahapan solusinya.
Berdasarkan pengalaman saya selama ini di dunia pendidikan, semuanya itu adalah proses. Tidak mungkin kita menjalankan satu proses pendidikan tanpa hambatan sama sekali. Pasti ketemu kendala. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa melakukan analisis masalah secara jernih, lalu melakukan penyelesaian secara step-by-step. Kita harus siap secara mental untuk menghadapi kendala apa pun yang muncul di depan.
Kru SinarLIMA:
Nanti untuk melihat sejauh mana penguasaan bahasa anak-anak, bagaimana cara menunjukkannya? Apakah melalui dokumentasi video, mengundang orang tua secara langsung, atau bagaimana, Pak?
Bapak Helmi Wahyudin:
Seperti yang kami terapkan selama ini, program bilingual yang mau kita munculkan adalah keaktifan siswa dalam aspek skills-nya untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi. Karena kita mulai di kelas 1 SD, tentu ini masih tahap yang sangat dasar. Walaupun dasar, setiap anak pasti akan menunjukkan progresnya masing-masing. Progres anak kelas 1 SD tentu tidak bisa disamakan atau sehebat anak SMA, dan itu sangat wajar.
Paling tidak, dalam prosesnya, anak-anak akan kita stimulasi agar mereka berani mempraktikkan bahasa Inggris sebagai komunikasi harian di sekolah. Kita ingin orang tua bisa merasakan langsung dampaknya. Jadi, bahasa Inggris di sini bukan ditempatkan sebagai subjek materi pelajaran, melainkan digunakan sebagai bahasa pengantar pembelajaran dan bahasa komunikasi harian yang dihidupkan oleh guru di sekolah untuk hampir semua mata pelajaran—kecuali mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, PKN, dan PAI.
Harapan dari proses yang konsisten ini adalah anak-anak terlatih kemampuan listening-nya. Sama seperti kita mengajarkan anak kecil berbicara bahasa Indonesia di rumah; kita harus sering mengajak mereka berbicara agar perbendaharaan katanya kaya, sehingga lama-lama mereka bisa bicara dengan sendirinya. Proses alami itulah yang kita terapkan di sekolah.
Kru SinarLIMA:
Berarti penekanannya dimulai dari gurunya dulu ya, Pak? Anak-anak menyesuaikan secara bertahap?
Bapak Helmi Wahyudin:
Betul, penekanan utama ada pada gurunya terlebih dahulu, terutama yang bertindak sebagai wali kelas atau home teacher. Bagaimana guru tersebut bisa konsisten menggunakan bahasa Inggris kepada anak-anak, baik saat mengajar maupun saat berkomunikasi harian. Sementara untuk anak-anak, kita melihatnya sebagai sebuah proses. Jika di awal mereka merespons atau bertanya masih menggunakan bahasa Indonesia, itu adalah hal yang sangat wajar dalam proses belajar.
Kru SinarLIMA:
Kembali ke agenda Raker (Rapat Kerja) hari ini, Pak. Tadi di dalam forum Bapak menyampaikan harapan agar program ini terlaksana. Bagaimana Bapak melihat antusiasme dan interaksi para peserta Raker dalam merespons hal ini?
Bapak Helmi Wahyudin:
Interaksi di dalam aktivitas Raker ini cukup bagus ya. Teman-teman bisa lihat sendiri hampir semua peserta terlibat aktif dalam diskusi-diskusi kelompok. Sebetulnya, kalau kita bicara soal diskusi, tidak semua orang siap untuk diajak berpikir keras. Tetapi saya lihat di Raker ini prosesnya luar biasa, teman-teman terlibat aktif.
Secara tidak langsung, dinamika ini membangun kesadaran bersama terkait masalah apa yang sedang kita hadapi di sekolah dan solusi apa yang bisa kita usulkan. Melihat dinamika selama dua hari Raker ini, insyaallah kita semua sama-sama optimis untuk mewujudkan cita-cita memperbaiki proses dan jaminan mutu di sekolah ini. Mudah-mudahan hal ini juga akan meningkatkan kembali minat serta kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap sekolah kita.
Kru SinarLIMA:
Di samping kelebihan tadi, tentu dari sisi kekurangan pasti ada. Apakah ada masukan-masukan agar ke depan tata kelola kita bisa lebih agresif dan komunikatif, Pak?
Bapak Helmi Wahyudin:
Di dalam forum Raker, salah satu poin penting yang harus dibahas adalah refleksi. Refleksi itu adalah proses kita mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan dan sejauh mana capaiannya. Jujur saya melihat di Raker kali ini proses evaluasi yang berbasis data konkret atau KPI (Key Performance Indicators) yang terukur itu memang belum sepenuhnya tajam, meskipun ruang diskusi, saran, dan masukan sudah berjalan baik.
Ke depan, kita perlu membiasakan diri mengukur capaian dengan ukuran-ukuran yang jelas agar hasil evaluasi kita menjadi lebih reliable (andal) dan valid. Namun secara keseluruhan, saya sangat mengapresiasi semangat Raker tahun ini. Semoga hasilnya tidak berhenti di atas kertas raker saja, melainkan dibuktikan dalam wujud kesadaran aksi nyata kita sehari-hari. Amin.
Kru SinarLIMA:
Menarik sekali. Selaku konsultan pendidikan, peran Bapak tentu tidak hanya menangani program bilingual saja, melainkan meramu seluruh aspek pendidikan yang ada di yayasan ini agar bisa maju bersama berdasarkan pengalaman Bapak. Benar begitu, Pak?
Bapak Helmi Wahyudin:
Ya, betul. Pertama-tama saya ingin sampaikan bahwa saya ini bukan superhero yang bisa menyelesaikan semua masalah sendirian. Tetapi paling tidak, Raker ini menjadi momentum yang tepat bagi saya untuk menyampaikan pandangan sekaligus membangun kesadaran bersama tentang kondisi sekolah kita. Tahu dan sadar akan masalah yang dihadapi itu adalah modal besar. Masalah terbesar justru terjadi ketika kita tidak tahu bahwa ada masalah di dalam rumah kita.
Memperbaiki sekolah secara entitas yang melibatkan banyak stakeholders ini tentu bukan proses yang sederhana. Jadi, bismillah, kita mulai dari skala prioritas yang bisa kita jangkau terlebih dahulu karena waktu saya juga terbatas. Dan yang paling jelas, komunikasi antara pihak yayasan dengan pihak sekolah harus terus dibangun secara intens agar semangat silaturahminya tidak terputus.
Kru SinarLIMA:
Luar biasa. Tetap semangat untuk mengabdi di yayasan kita tercinta ini, Pak. Ada pesan moral penutup sebagai motivasi bagi kita semua?
Bapak Helmi Wahyudin:
Kalau saya pribadi melihatnya, tugas kita di dunia pendidikan ini adalah bagian dari panggilan dakwah. Kita bekerja sebagai guru atau pengelola sekolah sebetulnya bukan cuma sekedar bekerja untuk mengharapkan penghasilan atau gaji bulanan saja, melainkan harus dilandasi oleh niat yang lebih mulia. Dalam agama kita diajarkan Innamal a'malu binniyat—sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Kalau niatnya cuma kerja cari gaji, ya sebatas itu yang didapat.
Tetapi kalau kita niatkan ini sebagai ibadah, sebagai bagian dari dakwah pendidikan untuk menyiapkan generasi muslim dan generasi masa depan Indonesia yang lebih baik, insyaallah ini akan menjadi ladang amal jariyah yang luar biasa bagi kita semua.
Kru SinarLIMA:
Amin ya Rabbal Alamin. Semoga ucapan dan ikhtiar ini menjadi doa yang tembus ke langit, membawa kesejahteraan lahir batin bagi kita semua, dan sekolah kita senantiasa diridai Allah SWT.
Oh ya Pak, satu hal lagi, Bapak kan sudah mulai mengenal jajaran Yayasan Pendidikan Acprilesma ini. Bagaimana Bapak melihat sosok Ketua Yayasan kita yang notabene masih representatif muda ini dalam berdiskusi?
Bapak Helmi Wahyudin:
Justru menurut saya, memiliki sosok Ketua Yayasan yang masih muda itu adalah modal yang sangat besar bagi kemajuan lembaga ini. Beliau adalah sosok yang sangat open-minded (berpikiran terbuka) dan berani untuk mencoba hal-hal baru yang inovatif. Langkah-langkah strategis seperti ini tidak sembarangan bisa diambil jika pemimpinnya kaku.
Apalagi beliau memiliki latar belakang profesional sebagai seorang dokter di bidang kesehatan. Hal itu tentu memperkaya wawasan dan nilai-nilai baru di sekolah kita. Contohnya seperti tadi, kita diberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan. Menjaga kesehatan dengan baik itu adalah bagian dari amal saleh, karena dengan tubuh yang sehat, kita bisa bekerja dan mengabdi secara optimal di dunia pendidikan ini.
Kru SinarLIMA:
Masyaallah, luar biasa sekali. Dengan semangat husnuzan, saling mendukung, dan saling mengoreksi demi kebaikan, semoga ke depan Bapak bisa semakin leluasa memberikan kontribusi total di sini sehingga menjadi pahala yang sempurna untuk kita semua. Terima kasih banyak atas waktunya, Bapak Helmi.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bapak Helmi Wahyudin:
Amin, amin ya Rabbal Alamin. Sama-sama, terima kasih kembali. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
(Kru Media SinarLIMA melaporkan langsung dari Aula Graha Acprilesma, Jakarta)
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment