Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

 


Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025  “Hidup Tergantung Prasangka"


بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.


اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.


اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.


Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.


Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,


Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah yang senantiasa melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada hari yang mulia ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di rumah-Nya, menunaikan ibadah Jumat dengan penuh ketenangan dan harapan.


Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umatnya yang setia meneladani ajaran beliau hingga akhir zaman.


Hadirin yang dimuliakan Allah,


Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan inilah sebaik-baik bekal dalam menapaki perjalanan hidup yang penuh ujian dan ketidakpastian.


Jamaah Jumat rahimakumullah,


Hidup di dunia ini tidak pernah lepas dari ujian. Tidak ada satu pun manusia yang benar-benar hidup tanpa masalah. Ada yang diuji dengan sempitnya rezeki, ada yang diuji dengan kesehatan, keluarga, jabatan, bahkan ada pula yang diuji dengan kegelisahan batin yang tak tampak oleh pandangan mata.


Namun, hadirin yang berbahagia, sering kali berat dan ringannya hidup bukan ditentukan oleh besarnya masalah, melainkan oleh bagaimana prasangka dan keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Rasulullah ﷺ menyampaikan sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:


أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي


“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”

(HR. Bukhari dan Muslim)


Maknanya sangat dalam, jamaah sekalian. Hidup seorang hamba sangat bergantung pada bagaimana ia berprasangka kepada Allah. Jika ia berprasangka baik, yakin bahwa Allah Maha Menolong dan Maha Mengatur segalanya, maka pertolongan Allah akan hadir, sering kali melalui jalan yang tidak disangka-sangka. Namun jika hatinya dipenuhi keraguan dan prasangka buruk, maka kegelisahanlah yang akan menguasai jiwa dan memadamkan harapan.


Hadirin yang dimuliakan Allah,


Tidak dapat dipungkiri, hidup ini tidak semudah yang kita bayangkan. Akan selalu ada rintangan, hambatan, dan kesulitan yang membuat kita lelah dan hampir menyerah. Akan tetapi, sesungguhnya semua itu adalah ujian keimanan dan kedekatan kita kepada Allah.


Allah ingin melihat: apakah kita tetap yakin kepada-Nya ketika keadaan mendesak? Apakah kita masih percaya kepada pertolongan-Nya saat jalan terasa buntu? Ataukah justru hati kita melemah dan dikuasai keputusasaan?


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ


“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

(QS. At-Thalaq: 2–3)


Ayat ini bukan sekadar nasihat, melainkan janji Allah. Janji yang pasti benar, bahwa setiap kesulitan selalu memiliki jalan keluar, selama kita bertakwa dan bersungguh-sungguh bersandar kepada-Nya.


Jamaah Jumat rahimakumullah,


Sebagai orang beriman, kita tidak boleh larut dalam kesedihan hingga membuat diri kita semakin terpuruk. Kesedihan yang tidak disertai iman hanya akan melemahkan jiwa dan menjauhkan kita dari pertolongan Allah.


Islam mengajarkan kita untuk bangkit dalam keadaan sesulit apa pun: dengan melapangkan hati, menenangkan jiwa, menguatkan keyakinan, serta memperbanyak doa dan sujud kepada Allah.


Ketika hidup terasa berat dan mengombang-ambingkan perasaan kita, yakinlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bertakwa dan bersandar penuh kepada-Nya.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ


“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. An-Nahl: 128)


Hadirin yang dimuliakan Allah,


Bukan gelar pendidikan, bukan jabatan, dan bukan pula pengalaman panjang yang menentukan kuat atau lemahnya seseorang dalam menghadapi ujian hidup. Banyak orang tampak hebat secara duniawi, namun runtuh ketika diuji karena terlalu bergantung pada dirinya sendiri.


Kekuatan sejati adalah ketika kita menyadari kelemahan kita di hadapan Allah. Kehebatan sejati adalah ketika hati ini sepenuhnya bersandar kepada-Nya.


Maka tanamkanlah dalam diri kita prasangka yang baik kepada Allah. Yakinlah akan pertolongan-Nya. Tetaplah optimis meski berada dalam kesempitan. Karena sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.


بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.


Khutbah II


اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.


أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.


اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.


عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.


Bekasi, 28 Jumadil Akhir 1447 H/19 Desember 2025 M


Penulis : Marolah Abu Akrom Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"

Khutbah Jumat: Waktu adalah Amanah, Jangan Disia-siakan