Khutbah Jum'at Edisi 5 Juni 2026 "Adab di Atas Ilmu: Fondasi Karakter Bangsa yang Bermartabat
- Get link
- X
- Other Apps
KHUTBAH PERTAMA
Khutbah Jum'at Edisi 5 Juni 2026 "Adab di Atas Ilmu: Fondasi Karakter Bangsa yang Bermartabat"
Puji syukur alhamdulillah, pada Jumat kita kali ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengizinkan kita untuk hadir di masjid sebagai baitullah. Semoga ibadah salat Jumat kita hari ini diterima dan dicatat sebagai amal terbaik yang besar pahalanya di akhirat nanti.
Sholawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, juga kepada segenap keluarga dan para sahabatnya. Semoga kelak di akhirat kita mendapatkan syafaat dari beliau.
Ma’asyiral muslimin yang berbahagia rahimakumullah, Melalui mimbar yang mulia pada kesempatan ini, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian yang hadir untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari kita bersungguh-sungguh dalam istikamah melaksanakan semua perintah-Nya dan istikamah pula menjauhi larangan-Nya hingga akhir kematian kita nanti.
Sesi Isi: Akhlak dan Adab adalah Parameter Nilai Manusia
Sidang jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Islam adalah agama yang sangat mengutamakan akhlak dan adab dalam kehidupan kita sehari-hari. Siapapun di antara kita, setiap pribadi muslim, wajib hukumnya memiliki akhlak dan adab yang mulia.
Segala sesuatu memiliki keutamaan sehingga sesuatu itu menjadi mulia, terhormat, dan membanggakan. Manusia hanya akan menjadi mulia dan terhormat bila ia memiliki akhlak dan adab yang baik. Inilah yang menjadi ukuran atau parameter sejati apakah seorang manusia memiliki nilai dan harga diri yang tinggi atau tidak.
Tidak ada gunanya kepintaran dan kecerdasan yang sangat hebat, tidak ada artinya kekayaan yang tak terbatas, serta jabatan yang menjulang tinggi, bila seseorang tidak memiliki akhlak dan adab yang baik. Tanpa itu semua, ia tidak memiliki nilai, dan orang-orang akan menganggapnya sebagai manusia yang gagal hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Tujuan utama diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke muka bumi ini tidak lain adalah demi urusan mulia ini. Sebagaimana hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad (dan juga diriwayatkan oleh Ahmad):
(Innama bu’ihtu li-utammima sholihal akhlaq)
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik." (HR. Al-Bukhari, Ahmad).
Akhlak Sebagai Isu Global dan Cerminan Iman
Jamaah sekalian yang berbahagia, Hari ini, persoalan akhlak dan adab telah menjadi isu global yang melanda seluruh dunia. Ketika akhlak manusia tertata dengan rapi, kehidupan mereka akan disegani, dihormati, dan mereka akan menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Di sisi lain, akhlak mulia adalah cerminan dari kualitas iman yang tinggi. Iman dan akhlak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bila kita berakhlak baik, maka iman kita akan terlihat sebagai ciri khas yang melahirkan berbagai kebaikan di tengah-tengah kehidupan.
Bisa kita katakan:
Iman tanpa akhlak adalah kepura-puraan.
Akhlak tanpa iman adalah kesia-siaan.
Antara akhlak dan iman hendaknya saling mengisi, mendukung, dan bekerja sama. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
Artinya: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi, ia berkata: hadis ini hasan sahih).
Adab di Atas Ilmu
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Ada sebuah ungkapan populer yang sering disebarluaskan oleh para ulama kita:
(Al-Adabu Fawqal 'Ilmi)
Artinya: "Adab itu berada di atas ilmu."
Kalimat ini mengingatkan kita, betapa pun tinggi dan luas ilmu kita, jika tidak memiliki adab, maka semua itu tidak ada artinya. Sebaliknya, ketika kita menjaga adab, walaupun ilmu kita sedikit dan terbatas, kita akan menjadi sesuatu yang sangat bernilai dan berharga di tengah masyarakat. Orang menilai kita sejauh mana akhlak kita tercermin dalam kehidupan nyata.
Membangun Bangsa Melalui Karakter Adab
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menunjukkan akhlak mulia dimanapun dan kapanpun, sehingga kita menjadi pribadi yang dinantikan kehadirannya dan menjadi teladan. Terutama bagi anak-anak generasi penerus kita. Jika kita mencontohkan hal yang baik, mereka akan meniru dan melanjutkannya.
Perlu kita sadari bahwa rusaknya suatu bangsa dan hancurnya peradaban di dunia terjadi bilamana akhlak tidak lagi diutamakan dan adab tidak lagi diprioritaskan. Kalau ingin bangsa kita bermartabat dan negara kita disegani, kita harus memulainya dari fondasi adab dan akhlak ini. Inilah fondasi yang membuat sebuah bangsa menjadi kuat, hebat, langgeng, dan menjadi panutan bagi bangsa-bangsa lain di dunia.
Mari kita semua—baik sebagai orang tua, guru, teman, maupun sahabat—bahu-bahu membimbing anak-anak dan murid-murid kita agar mereka mencerminkan adab yang mulia.
Hadirin jamaah sekalian rahimakumullah, oleh karena terbatasnya waktu, ini adalah khotbah Jumat singkat yang dapat khatib sampaikan. Semoga ada manfaatnya untuk kita semua.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment