Jaga Sanad Keilmuan, Ratusan Wisudawan Nahdlatul Wathan Jakarta Ucapkan Bai'at Setia
Jaga Sanad Keilmuan, Ratusan Wisudawan Nahdlatul Wathan Jakarta Ucapkan Bai'at Setia
JAKARTA – Suasana khidmat menyelimuti acara Tasyakuran dan Pelepasan siswa-siswi MD, TK, SD, SMP, dan SMA Nahdlatul Wathan Jakarta yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026. Bertempat di lingkungan Yayasan Mi'rajush Shibyan, acara ini menjadi momentum sakral dengan dilaksanakannya prosesi bai’at atau ikrar kesetiaan oleh Ketua Yayasan, Drs. TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ.
Prosesi bai’at ini bukan sekadar seremoni kelulusan biasa, melainkan tradisi turun-temurun yang memiliki sanad (mata rantai) hingga ke Rasulullah SAW. Dalam arahannya, TGKH. Muhammad Suhaidi menekankan bahwa bai’at ini merupakan ikatan batin yang kuat antara murid dengan para guru, khususnya kepada pendiri Nahdlatul Wathan, Al-Magfurulah Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
"Kami meminjamkan Nahdlatul Wathan ini kepada anak-anakku sekalian. Suatu saat kami akan kembali ke rahmatullah, dan kalianlah yang akan meneruskannya. Mudah-mudahan kalian menjadi bintang-bintang penuntun di bumi ini," ujar beliau dalam pesan menyentuh sebelum membacakan teks ikrar.
Di hadapan orang tua wali murid dan tamu undangan, para wisudawan dengan tegas mengucapkan lima poin janji sebagai berikut:
Taqwa kepada Allah SWT serta memegang teguh pokok NW: Iman dan Taqwa.
Berbakti kepada kedua orang tua dan guru.
Memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah ala Mazhab Imam Syafi’i melalui Nahdlatul Wathan di mana pun berada.
Mengembangkan organisasi Nahdlatul Wathan melalui jalur pendidikan, sosial, dan dakwah di bawah naungan falsafah Pancasila dan UUD 1945.
Mewariskan perjuangan Nahdlatul Wathan kepada anak cucu dan keluarga.
Penandatanganan naskah bai'at dilakukan bertepatan dengan tanggal 20 Dzulhijjah 1447 Hijriyah. TGKH. Muhammad Suhaidi menegaskan bahwa bai'at ini dilakukan atas nama pahlawan nasional dan guru besar Sultan Aulia Maulana Muhammad Zainuddin Abdul Madjid al-Fanhari.
Acara ditutup dengan doa dan pembacaan Surah Al-Fatihah, diiringi harapan agar para lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga barokah dalam kehidupan karena tetap menjaga garis perjuangan para ulama.
Comments
Post a Comment