Khutbah Jum'at Edisi 29 Mei 2026 "Hikmah Berkurban" اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
Khutbah Jum'at Edisi 29 Mei 2026 "Hikmah Berkurban"
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alhamdulillah, betapa banyak nikmat Allah yang tercurah kepada kita: nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat keluarga, nikmat rezeki, dan nikmat kesempatan sehingga dua hari yang lalu kita bersama-sama merayakan Iduladha dengan penuh kekhusyukan. Ada yang menunaikan salat Id di masjid, mushala, dan lapangan; lalu dilanjutkan dengan ibadah kurban sebagai bentuk penghambaan dan ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga hari kiamat.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ibadah kurban bukan hanya penyembelihan hewan. Kurban adalah pendidikan iman. Kurban adalah madrasah keikhlasan. Kurban adalah bukti cinta kepada Allah dan bukti kasih kepada sesama.
Sejarah kurban membawa kita mengenang ketaatan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ketika menerima perintah yang sangat berat: menyembelih putra yang sangat dicintainya, Nabi Ismail ‘alaihissalam. Ketika keduanya tunduk sepenuhnya kepada Allah, Allah menggantinya dengan sembelihan yang agung. Dari peristiwa itulah umat Islam belajar bahwa tidak ada pengorbanan yang sia-sia di hadapan Allah, dan tidak ada ketaatan yang luput dari balasan-Nya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Diantara Hikmah yang terpendam dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban ini paling tidak ada lima hikmah besar yang akan didapatkan bagi siapapun yang berkorban di tengah-tengah masyarakat:
Pertama: kurban adalah wujud syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan pengorbanan dan berbagi. Kita menyadari bahwa harta, kesehatan, dan kelapangan hidup yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Maka sebagian dari titipan itu kita keluarkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: sungguh jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu kufur, sungguh azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7).
Saudara-saudaraku,
Sering kali kita ingin nikmat bertambah, tetapi lupa membuka pintu syukur. Padahal Allah sudah memberi jaminan. Maka orang yang berkurban sesungguhnya sedang mengetuk pintu tambahan nikmat dari Allah.
Kedua: kurban menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
Ada saudara-saudara kita yang mungkin selama berbulan-bulan tidak menikmati makanan bergizi. Ada keluarga yang menahan keinginan anak-anaknya karena keterbatasan ekonomi. Maka di hari kurban Islam mengajarkan kita untuk hadir bagi mereka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim).
Betapa indah ajaran Islam. Ketika kita menolong orang lain, sesungguhnya Allah sedang menyiapkan pertolongan untuk kita. Ketika kita membahagiakan saudara kita, Allah sedang membuka jalan kebahagiaan untuk diri kita.
Hari ini mungkin kita memberi. Besok bisa jadi kita yang membutuhkan. Maka siapa yang menanam kebaikan, Allah akan tumbuhkan pertolongan di saat yang paling dibutuhkan.
Ketiga: kurban memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Saat daging kurban dibagikan, bukan hanya makanan yang sampai ke rumah-rumah kaum muslimin. Tetapi cinta, perhatian, dan persaudaraan juga ikut hadir.
Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا
“Berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah bercerai-berai…” (QS. Ali ‘Imran: 103).
Persaudaraan yang kuat melahirkan ketenangan. Persaudaraan yang kuat menghadirkan keberkahan. Ketika hati bersatu, masalah terasa ringan. Ketika umat saling peduli, masyarakat menjadi damai dan harmonis.
Keempat: kurban mengajarkan kerja sama dan kekompakan.
Kita melihat panitia kurban bekerja dengan penuh semangat. Ada yang menyembelih, ada yang memotong, menimbang, membungkus, mengatur distribusi. Semua bergerak bersama.
Di situlah Islam mengajarkan bahwa umat yang bersatu akan menjadi kuat. Umat yang saling menopang akan lebih mudah menuntaskan urusan besar.
Satu orang memiliki keterbatasan. Tetapi ketika hati bersatu karena Allah, pekerjaan besar menjadi ringan dan manfaatnya meluas.
Kelima: kurban menggerakkan ekonomi umat.
Peternak mendapatkan manfaat. Pedagang memperoleh penghasilan. Banyak keluarga memperoleh rezeki dari momen Iduladha. Dari sana roda ekonomi bergerak. Dari sana lahir keberkahan. Dan ketika keuntungan itu dipakai untuk zakat, infak, membantu pesantren, membantu yatim, membantu tahfiz Al-Qur’an dan perjuangan agama—maka keberkahan semakin luas dirasakan umat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Maka jangan jadikan kurban hanya sebagai kegiatan tahunan yang berlalu begitu saja.
Jadikan kurban sebagai pelajaran besar: bahwa hidup perlu pengorbanan, bahwa iman butuh pembuktian, bahwa syukur harus diwujudkan, bahwa saudara kita membutuhkan perhatian,
dan bahwa jalan menuju Allah selalu ditempuh dengan keikhlasan.
Semoga Allah menerima ibadah kurban kaum muslimin, melimpahkan keberkahan pada harta kita, menyatukan hati-hati kita dalam iman, dan menjadikan kita hamba-hamba yang gemar berkorban demi agama dan kemaslahatan umat.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Comments
Post a Comment