Gema Takbir dan Semangat Kekeluargaan Warnai Idul Adha 1447 H di Masjid At-Tawwabin Villa Gading Harapan 2 BEKASI (SinarLIMA) – Suasana khusyuk, khidmat, dan penuh rasa kekeluargaan begitu terasa di Masjid At-Tawwabin, Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) 2, Blok A. Hari ini, Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah yang bertepatan dengan 27 Mei 2026, ratusan jamaah berkumpul sejak pagi untuk melaksanakan ibadah salat Idul Adha yang dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Sejak pukul 06.00 WIB, lantunan kalimat takbir yang menggema dari dalam masjid menggetarkan hati siapapun yang mendengar dan membacanya. Pukul 06.30 WIB, rangkaian acara dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua DKM Masjid At-Tawwabin, Bapak Didik Sukardi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para jamaah yang hadir. Bapak Didik juga secara khusus berterima kasih kepada para shohibul kurban yang telah memercayakan hewan kurbannya untuk dikelola oleh panitia Masjid At-Tawwabin. "Tahun ini, amanah kurban yang kami terima terdiri dari 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Insyaallah panitia siap mengelola dengan baik dan mendistribusikannya secara tepat sasaran, khususnya untuk warga Blok A, Blok B, dan sekitarnya," ujar Bapak Didik Sukardi. Beliau juga menutup sambutannya dengan doa tulus agar ibadah kurban para warga diterima oleh Allah SWT, diberkahi rezekinya, serta menjadi kendaraan menuju surga-Nya kelak. Menghayati Makna Kurban dan Ketakwaan Tepat pada acara inti, pelaksanaan salat Idul Adha berjalan dengan sangat tertib. Bertindak sebagai Bilal adalah Naufal Dzakwan Zakianto, S.Kom, yang dengan cakap memberikan aba-aba penuntun shalat khusyuk dan mengimbau jamaah untuk menyimak khotbah dengan seksama. Sementara itu, ibadah salat dua rakaat dipimpin oleh Imam sekaligus Khatib Ust. Amrullah, S.Ag, MM (yang akrab disapa Abu Akrom di media sosial). Dalam khotbahnya yang menyentuh, Ust. Amrullah menekankan bahwa Idul Adha adalah momentum syukur tahunan atas nikmat Allah yang tiada henti mengalir. "Sempurnanya syukur tersebut terwujud saat kita rela mengorbankan sebagian rezeki berupa hewan ternak. Kurban adalah simbol ketakwaan dan kepedulian sosial untuk berbagi kegembiraan lewat daging kurban yang lezat," tutur Ust. Amrullah. Beliau juga mengutip Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 37, mengingatkan jamaah bahwa yang sampai kepada Allah SWT bukanlah daging atau darah hewan kurban tersebut, melainkan rasa ketakwaan dan keikhlasan yang murni di dalam hati. Usai khotbah dan doa bersama, sebuah momen mengharukan terjadi. Para jamaah secara bergiliran membentuk lingkaran, saling berjabat tangan erat, melemparkan senyum, dan tulus saling memaafkan. Suasana haru dan bahagia ini mempererat tali silaturahmi antarwarga. Gotong Royong Tanpa Batas: Dari Ibu RT hingga Tokoh Masyarakat Aksi nyata dari nilai-nilai kurban langsung terlihat pada pukul 08.15 WIB saat prosesi pemotongan hewan kurban dimulai di halaman masjid. Ust. Amrullah, yang juga merupakan warga Blok A sekaligus pengurus DKM, turun tangan langsung bertindak sebagai jagal untuk menyembelih hewan kurban. Berdasarkan pantauan media SinarLIMA, suasana kepanitiaan berjalan sangat kompak dan penuh kehangatan. Uniknya, di tengah para panitia pria, terlihat Ibu Kasiah selaku Ketua RT 006 / RW 002 yang ikut terjun langsung membantu menyukseskan jalannya kegiatan. Seluruh elemen—mulai dari pengurus DKM, pengurus RT, hingga warga yang memiliki waktu luang—bahu-membahu membagi tugas: Ada yang menguliti kambing dan sapi. Ada yang membersihkan jeroan. Ada yang mencacah daging dan tulang. Ada yang menimbang dan mengemas daging ke dalam kantong. Guna menjaga semangat, kerja keras para panitia diselingi dengan canda tawa hangat yang mencairkan suasana agar tidak terasa jenuh atau lelah. Daftar Shohibul Kurban Masjid At-Tawwabin Tahun 1447 H / 2026 M Shohibul Kurban Sapi (1 Ekor): Almaira Niswara Alimmudin binti Eden Syaiful Noor Alimmudin Trisna Sri Mulyani binti Nazruddin Erna Dwi Putri Yanti binti Jaenal Sulastri binti Wito Wiyono (Alm) Bapak Sugiarto bin Moch Ichwan bin Sayuti Ipah Halipah binti Aman M. Sukarman bin Misman Shohibul Kurban Kambing (6 Ekor): (Alm) Kasturi bin Mat'jais Sri Hayatin / Keluarga Purwanto / Keluarga Olga Denit / Keluarga Castub Castub Berkah Idul Adha untuk Lingkungan Sekitar Dari hasil gotong royong tersebut, panitia berhasil mengemas sekitar 150 kantong daging kurban. Ba'da Dzuhur, seluruh paket daging tersebut siap didistribusikan secara langsung kepada warga Perumahan Villa Gading Harapan 2 dan sekitarnya yang berhak menerima. Atas jerih payah dan keikhlasan seluruh pihak, doa terbaik dipanjatkan agar tenaga yang disumbangkan oleh panitia dicatat sebagai ladang berkah oleh Allah SWT. Begitu pula bagi para shohibul kurban, semoga rezekinya dilipatgandakan dan mendapatkan keberkahan yang sempurna di dunia maupun akhirat. Secara keseluruhan, pelaksanaan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di Masjid At-Tawwabin VGH 2 Blok A tahun ini berjalan dengan sukses, aman, lancar, dan mantap! (SL)

 

Gema Takbir dan Semangat Kekeluargaan Warnai Idul Adha 1447 H di Masjid At-Tawwabin Villa Gading Harapan 2

BEKASI (SinarLIMA) – Suasana khusyuk, khidmat, dan penuh rasa kekeluargaan begitu terasa di Masjid At-Tawwabin, Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) 2, Blok A. Hari ini, Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriyah yang bertepatan dengan 27 Mei 2026, ratusan jamaah berkumpul sejak pagi untuk melaksanakan ibadah salat Idul Adha yang dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.

Sejak pukul 06.00 WIB, lantunan kalimat takbir yang menggema dari dalam masjid menggetarkan hati siapapun yang mendengar dan membacanya. Pukul 06.30 WIB, rangkaian acara dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua DKM Masjid At-Tawwabin, Bapak Didik Sukardi.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para jamaah yang hadir. Bapak Didik juga secara khusus berterima kasih kepada para shohibul kurban yang telah memercayakan hewan kurbannya untuk dikelola oleh panitia Masjid At-Tawwabin.

"Tahun ini, amanah kurban yang kami terima terdiri dari 1 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Insyaallah panitia siap mengelola dengan baik dan mendistribusikannya secara tepat sasaran, khususnya untuk warga Blok A, Blok B, dan sekitarnya," ujar Bapak Didik Sukardi.

Beliau juga menutup sambutannya dengan doa tulus agar ibadah kurban para warga diterima oleh Allah SWT, diberkahi rezekinya, serta menjadi kendaraan menuju surga-Nya kelak.

Menghayati Makna Kurban dan Ketakwaan

Tepat pada acara inti, pelaksanaan salat Idul Adha berjalan dengan sangat tertib. Bertindak sebagai Bilal adalah Naufal Dzakwan Zakianto, S.Kom, yang dengan cakap memberikan aba-aba penuntun shalat khusyuk dan mengimbau jamaah untuk menyimak khotbah dengan seksama.

Sementara itu, ibadah salat dua rakaat dipimpin oleh Imam sekaligus Khatib Ust. Amrullah, S.Ag, MM (yang akrab disapa Abu Akrom di media sosial). Dalam khotbahnya yang menyentuh, Ust. Amrullah menekankan bahwa Idul Adha adalah momentum syukur tahunan atas nikmat Allah yang tiada henti mengalir.

"Sempurnanya syukur tersebut terwujud saat kita rela mengorbankan sebagian rezeki berupa hewan ternak. Kurban adalah simbol ketakwaan dan kepedulian sosial untuk berbagi kegembiraan lewat daging kurban yang lezat," tutur Ust. Amrullah.

Beliau juga mengutip Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 37, mengingatkan jamaah bahwa yang sampai kepada Allah SWT bukanlah daging atau darah hewan kurban tersebut, melainkan rasa ketakwaan dan keikhlasan yang murni di dalam hati.

Usai khotbah dan doa bersama, sebuah momen mengharukan terjadi. Para jamaah secara bergiliran membentuk lingkaran, saling berjabat tangan erat, melemparkan senyum, dan tulus saling memaafkan. Suasana haru dan bahagia ini mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Gotong Royong Tanpa Batas: Dari Ibu RT hingga Tokoh Masyarakat

Aksi nyata dari nilai-nilai kurban langsung terlihat pada pukul 08.15 WIB saat prosesi pemotongan hewan kurban dimulai di halaman masjid. Ust. Amrullah, yang juga merupakan warga Blok A sekaligus pengurus DKM, turun tangan langsung bertindak sebagai jagal untuk menyembelih hewan kurban.

Berdasarkan pantauan media SinarLIMA, suasana kepanitiaan berjalan sangat kompak dan penuh kehangatan. Uniknya, di tengah para panitia pria, terlihat Ibu Kasiah selaku Ketua RT 006 / RW 002 yang ikut terjun langsung membantu menyukseskan jalannya kegiatan.

Seluruh elemen—mulai dari pengurus DKM, pengurus RT, hingga warga yang memiliki waktu luang—bahu-membahu membagi tugas:

  • Ada yang menguliti kambing dan sapi.

  • Ada yang membersihkan jeroan.

  • Ada yang mencacah daging dan tulang.

  • Ada yang menimbang dan mengemas daging ke dalam kantong.

Guna menjaga semangat, kerja keras para panitia diselingi dengan canda tawa hangat yang mencairkan suasana agar tidak terasa jenuh atau lelah.

Daftar Shohibul Kurban Masjid At-Tawwabin Tahun 1447 H / 2026 M

Shohibul Kurban Sapi (1 Ekor):

  1. Almaira Niswara Alimmudin binti Eden Syaiful Noor Alimmudin

  2. Trisna Sri Mulyani binti Nazruddin

  3. Erna Dwi Putri Yanti binti Jaenal

  4. Sulastri binti Wito Wiyono

  5. (Alm) Bapak Sugiarto bin Moch Ichwan bin Sayuti

  6. Ipah Halipah binti Aman

  7. M. Sukarman bin Misman

Shohibul Kurban Kambing (6 Ekor):

  1. (Alm) Kasturi bin Mat'jais

  2. Sri Hayatin / Keluarga

  3. Purwanto / Keluarga

  4. Olga Denit / Keluarga

  5. Castub

  6. Castub

Berkah Idul Adha untuk Lingkungan Sekitar


Dari hasil gotong royong tersebut, panitia berhasil mengemas sekitar 150 kantong daging kurban. Ba'da Dzuhur, seluruh paket daging tersebut siap didistribusikan secara langsung kepada warga Perumahan Villa Gading Harapan 2 dan sekitarnya yang berhak menerima.

Atas jerih payah dan keikhlasan seluruh pihak, doa terbaik dipanjatkan agar tenaga yang disumbangkan oleh panitia dicatat sebagai ladang berkah oleh Allah SWT. Begitu pula bagi para shohibul kurban, semoga rezekinya dilipatgandakan dan mendapatkan keberkahan yang sempurna di dunia maupun akhirat.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di Masjid At-Tawwabin VGH 2 Blok A tahun ini berjalan dengan sukses, aman, lancar, dan mantap! (SL)

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"

Khutbah Jumat: Waktu adalah Amanah, Jangan Disia-siakan