- Get link
- X
- Other Apps
Conversation with Gemini
Tolong tampilkan hasil dialog dengan direktur SinarLIMA Dr. H. Muslihan Habib, MA Jumat 29 Mei 2026
Berdasarkan data publikasi digital dan arsip pemberitaan Media SinarLIMA (Sinar5News.com) per Jumat, 29 Mei 2026, tidak ada rilis mengenai naskah dialog atau wawancara langsung yang dilakukan secara spesifik dengan Direktur Media SinarLIMA, Dr. H. Muslihan Habib, MA pada tanggal tersebut.
Namun, arsip pemberitaan SinarLIMA yang terbit sepanjang hari Jumat, 29 Mei 2026 berfokus penuh pada topik keagamaan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, di antaranya:
Khutbah Jum'at Edisi 29 Mei 2026 bertema "Hikmah Berkurban" yang diterbitkan oleh redaksi.
Buletin Jum'at HAMZANWADI Edisi 289 yang mengulas pelajaran tauhid agung dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Wawancara Eksklusif Redaksi SinarLIMA pada hari itu bukan bersama Dr. H. Muslihan Habib, melainkan dengan Yusmanto, SS selaku pimpinan SMP Laboratorium Jakarta, mengenai komitmen sekolah dalam menyiapkan generasi berakhlak mulia.
Jika dialog atau wawancara yang Anda maksud adalah agenda internal, diskusi tertutup yang belum dipublikasikan ke media, atau Anda memiliki detail poin pembahasan yang ingin dicari, silakan beri tahu saya agar saya dapat membantu menyisirnya kembali!
Ok buatkan sesuk narasi berikut dialog dan wawancara di kediamannya Kp. Pisangan Penggilingan Cakung Jakarta Timur
[29/5 21.21] Marolah Abu Akrom: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh salam warahmatullah wabarakatuh sebagai ketua umum pbn wdi bisa dijelaskan Apa saja program terdekat yang akan segera dilaksanakan Nahdlatul Wathan dunia islam ya saya dengarlah pergerakan mulai dari pendidikan sosial dan dakwah kemudian ekonomi kumatan dalam konteks dakwah salah satu program unggulan kita adalah penyebaran Hizib Nahdlatul Wathan sampai kemudian kita membentuk majelis Yazid Nahdlatul Wathan yang sebabnya saja bodoh tablet di sini kita bentuk struktur pengurusnya yang bertanggung jawab dan yang mengkondisikan tempat-tempat keliling melakukan ini ban Alhamdulillah sudah 2 tahun ini berjalan dan kemarin pada momentum Idul Adha mengikuti kegiatan korban di pondok Cinere Pondok ambara NW di Cinere yang kemudian sekaligus juga berisik di tempat itu nah di situ kemudian kita dari PW memberikan arahan supaya lokasi-lokasi berisik di Jabodetabek di kondisikan di data setiap bulan di mana dan di mana untuk bulan Juni sudah sepakat akan melakukan hidup Nahdlatul ulasan di masjid Koramil Matraman Jakarta Timur itu saya bilang ke seluruh pengurus bahwa tempat itu sangat strategis ya untuk kemudian kita apa mendengungkan gadget Nahdlatul Wathan di tengah jantung ibukota Jakarta terserah mau judulnya Matraman berisik kayak apa di situ yang kemudian nanti setiap orang lalu lalang yang menuju ibukota Jakarta pusatnya gitu kan akan mendengarkan lantunan hidup dari itu lokasi ke tempat yesus ini terutama dalam hal menjaga umat supaya mereka tetap kondisi imannya atau bedanya saja ya kan berhijab ini adalah berdzikir berzikir selain kita berdoa adalah berzikir ketika menyebut Yesus berzikir itu adalah menata hati sanubari kita melakukan pendekatan kemudian melindungi kepada Allah jadi banyak hal ya kalau menyebut fisik ini secara fungsional fungsinya ya fungsi-fungsi dalam berhijab itu selalu saya jelaskan bahwa berisik itu pertama dalam berdzikir setiap kita melantunkan izin dari huruf-huruf dari mulai dari awal sampai akhir itu kita berikan intinya berzikir saja iya kemudian intinya adalah kita berdoa sesuai dengan namanya sisik itu adalah kumpulan doa gitu nah begitu menyebut berzikir dulu yang pertama ingat Alquran ada lailaha illallah dengan zikir hati-hati sambil balik kita akan menjadi tenang gitu kan jadi konsep Islam dalam pencarian kebahagiaan itu salah satunya adalah dengan cara berdoa ya berzikir maksudnya berzikir hidup ini juga saya sebut sebagai metode kita pendekatan balon untuk berzikir oh gitu ya nama saya dulu dari insya Allah tanggal 6 ini kita resmikan kita akan meresmikan salah satu lokasi di hal yang Perdana Kusuma Jakarta untuk menjadi basis bersisir di wilayah itu ya di tempat kediaman Bapak dokter handuk Haji Ahmad Yani nanti kita akan sembunyikan tempat tidur memiliki cerita tersebut sebagai majelis Nahdlatul ulasan Ahmad Lutfiah nah mungkin ini bisa menjadi topik penting juga bahwa DKI bersama Bapak majelis Nahdlatul waton Jabodetabek nih atau DKI Jakarta ini juga akan memberikan sebuah tempat di wilayah Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur untuk menjadi lokasi ataupun majelis Nahdlatul ulama yaitu secukupnya berarti apa namanya ini sekop wilayah katakan wilayah-wilayah yang di mana ada tempat yang ingin menjadikan tempatnya itu sebagai tempat berhijab sehingga kita sebut sebagai majelis tetap di bawah koordinasi dari majelis Hizib gitu jadi majelis membentuk sebuah tempat-tempat ini adalah perintah Allah siapapun orangnya diperintah bahkan ketika menyebut berdoakan hal yang wajib saya sampaikan Setiap kali kita beri izin bahwa Orang yang enggan apa berdoa termasuk berhijab itu ada orang sombong 9 gitu ya jadi saya dahulu dari berdoa kepadaku nah jadi prinsip ini bukan milik NW itu enggak milih umat Islam dan ini caranya umat Islam itu konsep agama Islam itu untuk mencari kebahagiaan mencari ketenangan gitu kan saya sering saya analogikan bagaimana orang-orang non muslim yang mereka itu mencari kebahagiaan salah satunya untuk pinggir pantai karena dia enggak ada konsep yang apa yang jelas yang terarah seperti Islam mencari kebahagiaan itu dengan cara seperti tadi kalau Islam udah jelas kalau di sekolah ya itu mungkin orang tenang gitu kan nah boleh saja kita Apa itu tapi dalam hadis itu baginda Rasul menyarankan kalau rela itu apa bisa hatimu itu sesuatu enggak mesti Kita nginep di pinggir pantai gitu kan nah itu bukan konseptif lah tapi rela itu adalah hal yang mubah untuk kemudian salah satu cara kita merelakan hadis yang baru kita tapi konsepnya sangat konkret dalam Alquran itu adalah dengan zikir itulah yang kemudian menjadikan hati sanubari kita tenang damai begitu sehat setiap orang yang membacanya apa ya itulah yang membuat ee mereka menjadi semangat media makanya boleh kita katakan ini seperti yang dibuat eh oleh guru besar kita ini eee ya warisan yang sangat identik dengan fenomenal masyarakat modern sekarang ya kesenangan kesenangan masyarakat modern yang dengan model apa ya seni yang kayak kita membaca Hizib itu adalah relevansinya sangat masuk sehingga kemudian eee merasa tepat ya karena tepat sekali dengan ee manusia modern yang seperti itu nah senanglah masuk makanya untuk kita manusia modern saat ini ya ya sehingga senang para pengamalnya mengamalkan itu tidak mau nonton gitu kan gitu membaca apa sudah kamu kerjanya itu kan Ya betul seperti itu dan kan sudah berlangsung 2 tahun ustaz ya yang di majelis ini sengaja kita bentuk apa sayap perjuangan dalam kontes menangani ISIS ini menangani eh pesiaran penyebaran izin nah gitu ya ee dalam menangani penyebaran hidup Nahdlatul Wathon di wilayah DKI Jakarta ini sekitar sengaja membentuk organisasi sayap sayap yang mengkondisikan khusus begitu sehingga kemudian bahkan program unggulan kita nah di situlah kemudian keliling dari satu tempat ke tempat yang lain gitu kan nah ini saya contohkan dan ini besok ini bulan Juni kita di masjid Koramil Matraman insyaallah nah itulah seperti itu nah terus bergulir bergulir ya di samping mungkin ada yang jamaah kita walaupun dari jauh mereka rela ya sampai menghabiskan waktu dan coba mungkin bisa dijelaskan apa tuh rahasianya kok mereka sampai mengorbankan waktu biaya bahkan Ustadz menurut saya Ya di samping Karena memang tadi kita udah sepakat ini sebagai mekanisme dakwah juga ya menyebarkan agama kita kita ini sebagai pengurus juga sepakat bahwa prinsip ini bagian daripada program dakwah ya kan sudah dakwahkan ke masyarakat-masyarakat umum tidak hanya masyarakat umum supaya dikenal bahwa ini hidup Nahdlatul Wathan memiliki relevansi yang sangat bagus untuk masyarakat kita yang modern saat ini nah yang kemudian yang pun datang itu panggilan jiwa ya karena pengen bersatu dengan kita majelis kita ini kemudian di situ ada struktur rahim ya kan betul ada saudara yang ada banyak hal yang membawa kepada apa ya kepentingan juga begitu kan ketemu saudara bicara tentang sesuai dengan profesinya ya kan bicara tentang yang berkaitan dengan pendidikan ekonomi macam-macam lah ya karena ketemu dia pemain Tom itu juga kan jadi setelah itu ada semacam diskusi atau biasa begitu ya biasa aja diskusi pencerahan tentang Hizib ya kan kemudian kita ramah tamah diskusi tentang perjuangan kemudian bertukar pikiran lah ya yang bertukar pikiran dan sebagainya yang kemudian mengarahkan kerabat mengarah kepada saudara lain kekeluargaan yang kemudian bersatu lagi dalam majelis pendidikan hanya dalam konteks organisasi gitu ya betul semua menyatu jadi ke depan untuk program fisiknya akan terus dijalankan terus kita tingkatkan ya ya terus kita tingkatkan karena memiliki struktur laten ini program dakwah organisasi juga saya mulai sangat strategis ya atau eee untuk kemudian kita dikenal luas oleh masyarakat umum karena ini salah satu keunikan di deskripsi kita ini lagu-lagu Hizib ini hanya dimiliki ciri-ciri khasnya ya begitu ya kita baca hidup dengan siapa e dengan lagu Hizib ini kita akan begitu setiap orang akan memahami itu orang lagi bergeser dengan Nahdlatul waton ada sehat dan memiliki ciri khas Yang tersendiri yang beda dengan yang lain gitu kan nah yang kemudian eee begitu kita kompak rame orang akan mempertanyakan itu sedang apa itu lagi lagi membaca efek Nahdlatul ulama dan terus akan bertanya karya siapa gitu kan dan kerja guru besar kita memanasnya sebagai hadirin Nahdlatul ulasan atau ke depan apa ada upaya lebih terus lagi supaya mereka mereka yang belum tergraha hati untuk supaya mereka datang mungkin ada upaya khusus untuk pengurus yang ada salah satunya adalah kita mendatangi tempat-tempat di mana yang menerima dan tempatnya mereka berangkat kadang-kadang pengurus di situ kemudian melaksanakan kegiatan di situ kita datang kemudian kita ajarkan gitu satu Rohmi datang dengan datangnya dulu kalau sudah merasakan ya di situ akan mendapatkan kenikmatan selama 8 kali kenikmatan di situlah dia akan merasa enjoy ya senang untuk gemar berhijab gitu jadi makanya kita keliling ini sudah satu strategi kalau kita diam saja dengan tidak mudah seperti ini jemput bola ya maka ya monoton nah Tempat penyebaran namanya penyebaran kan kita eee bergerak ya bergerak nah luasnya benar-benar luas terus selanjutnya sejauh mana pusatnya kini dengan prinsip ini kita memiliki energi yang kuat sehingga kita dalam berjuang ya kekuatan besar kita ini dalam hidup ada pada doa iya jadi dengan berdoa di situlah kita apa namanya satu mendapatkan ketenangan kedua di situlah mendapatkan harapan-harapan dari apa yang kita inginkan dari apa urusan dunia kita ya kan urusan akhirat kita apalagi sudah jelas nah jadi dalam Rizieq itu di situ ada energi yang membawa kita menggiring kita optimis dalam hidup ini selain optimis apa merasa kita pun mampu untuk mendapatkan atau meraihnya itu secara dunia tapi pada akhirnya doa adalah ibadah semua akan tercatat menjadi sebuah Amaliah ibadah pahala yang besar kita dapatkan begitu kan sebagai kekuatan batin kita kuat bergeraklah ke depan dengan segala tantangan cinta selalu saya sampaikan juga kekuatan kita di channel ini kekuatan kita untuk kemudian kita sebarkan karena orang-orang tempat penyebarannya itu begitu kenal senang bergizi di situlah akan menjadi eee menyatunya ke organisasi kita mengikuti kita kekuatan kita menambah kekuatan kita dengan personil anggota kita lah gitu dalam organisasi yang kita pimpin ini menjalani ini mungkin pesan-pesan kepada para pengurus baik mereka tuh makin bergerak lagi untuk berhijab dan berjuang di organisasi kitab terakhir kita istiqomah dalam hadis istikamah ya ya setiap orang dalam hidup ini karena dengan satu tadi kekuatan kita ya sisi lain adalah merupakan memang bagian daripada perintah Allah karena setiap pergi ke situ kita berpikir setiap berhijab itu tidak berdoa semua itu adalah perintah Allah yang kemudian ketika kita menjalankannya itu tidak akan sia-sia ya Semua akan bernilai ibadah di sisi Allah ya nah itu yang kemudian eee hikmah-hikmah dari zikir dan doa saat itu itu ya tidak bisa terurai satuannya sehingga perhatikan gambar difusi daripada doa itu ya Ya semua dari berhijab itu pun akan menjadi terurai menjadikan pengamalnya itu selalu optimis dalam hidup ini ya sudah tidak pesimis ya Dalam menggapai kehidupan terutama kehidupan dunia yang sedang kita jalani ini ya gitu kan selalu kita berharap kembali gemah qasidana kita minta kepada disampaikan apa tujuan-tujuan kita dalam kehidupan ini cita-cita-cita rencana kita gitu kan mohon kepada Allah jangan sampai tidak menjalankannya tidak memohon jadi doa itu bagian daripada ikhtiar ya berhesif itu bagian daripada ya yang kemudian jangan coba-coba apa namanya eee terjebak kepada bang Jabar ya hmm yang enggak perlu kita memohon gara-gara begitu enggak perlu kita berikhtiar gitu yang kemudian fatal lah dalam kehidupan nanti lihat paham Jabar ya yang selalu mengandalkan nasib ya hmm hmm hmm pasrah tidak perlu ikhtiar karena memang sudah nasib iya hah saya miskin nasib saya bodoh nasib ya eee saya sakit enggak perlu ke dokter nasib tidak berjuang salah satunya dengan berdoa ya kan nah doa-doa dalam hidup kita tuh lautan itu sudah jelas gitu nah satu lagi kan setiap prinsip kan meja Kita sebenarnya sama terus e informasikan nih bagaimana bapak sebagai Direktur lihat eee fungsi media kita ini terakhir media sederhana kita yang memberikan informasi terhadap umat ya masyarakat terhadap kegiatan berikut ini biasanya strategis ya eee ini bagian daripada masih Arkan kegiatan-kegiatan kita ya kan masih akan program Gramedia kita ini nggak ada yang akan tahu kegiatan penting ini tidak masuk sombong tetapi ini bagian depannya syiar perjuangan sehingga dengan syiar ini nyata bahwa dengan prinsip ini jadi program oleh PBNU Jakarta dan mendirikan program unggulan ini tanpa media ya maka akan tertutuplah kegiatan ini tidak ada yang tahu tidak ada yang yang mendukung gitu kan yang kemudian ini pun dengan banyak yang tahu pengen bergabung ya kan itu bagian-bagian daripada media untuk penyebaran dakwah itu media kita sebagai media penyebaran dakwah menindaklanjuti ataupun mengantarkan informasi kepada orang lain yang kemudian orang lain itu akan tertarik terhadap apa yang kita sebar kita lakukan yang kemudian dengan mereka ikut kepada kita maka Mandala umat Islam mengajak kepada kebaikan yang mengajak kita pun akan diberikan pahala jendela yang diajaknya itu jadi media kita itu di situ perannya dalam penguatan dakwah kita yakin senar 5 ini sangat strategis dalam bapak membantu program kita termasuk penyebaran di wilayah DKI dan sekitarnya terima kasih atas segala informasi dan jawaban yang sangat luar biasa ini Semoga perjalanan kita terus mendapatkan pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ada cita-cita-cita semoga tercapai dengan keyakinan kita wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh salam
[29/5 21.24] Marolah Abu Akrom: Peresmian nama majelis Hizib di Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur Jadi peresmian namanya majelis Nahdlatul Wathon Ahmad Lutfiah yang kedua itu diambil dari sohibul wilayah itu bapak Ahmad Yani dan istrinya ibu yang kedua bagaimana tadi program ini menjadi unggulan dari Jakarta dalam bidang dakwahnya dan sebut bahwa di Koramil ini juga Matraman Jakarta Timur Matraman Jakarta Timur
[29/5 21.26] Marolah Abu Akrom: Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman
Jl. Utan Kayu Raya No.1, Utan Kayu Utara, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13120
Baca Hizib Nahdlatul Wathan tanggal 6 Juni 2026
Berikut adalah susunan narasi berita formal yang memadukan jalannya dialog dan wawancara eksklusif bersama Direktur SinarLIMA sekaligus Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PW NWDI) DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, MA, langsung dari kediamannya di Kp. Pisangan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur pada Jum'at malam, 29 Mei 2026.
Membumikan Hizib di Jantung Ibukota: Wawancara Eksklusif Bersama Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, MA
JAKARTA, Sinar5News.com — Suasana khidmat menyelimuti kediaman Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PW NWDI) DKI Jakarta yang juga merupakan Direktur Media SinarLIMA, Dr. H. Muslihan Habib, MA, di kawasan Kp. Pisangan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Jum'at malam (29/5/2026). Di tengah kehangatan malam tersebut, wartawan senior SinarLIMA, Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM, berkesempatan melakukan dialog mendalam mengenai arah pergerakan, strategi dakwah, dan program unggulan NWDI di wilayah Jabodetabek.
Sebagai nakhoda organisasi yang bergerak multidimensi—mulai dari lini pendidikan, sosial, dakwah, hingga ekonomi keumatan—Dr. H. Muslihan Habib menegaskan bahwa PW NWDI DKI Jakarta saat ini tengah memberikan perhatian besar pada penguatan spiritualitas umat. Salah satu instrumen utama yang menjadi program dakwah unggulan adalah penyebaran dan pengamalan Hizib Nahdlatul Wathan.
Majelis Hizib: Sayap Perjuangan Dakwah dan Metode Menata Hati
Untuk mengondisikan gerakan ini secara masif dan terstruktur, PW NWDI DKI Jakarta sengaja membentuk organisasi sayap khusus berupa Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jabodetabek. Struktur pengurus ini bertanggung jawab penuh untuk mengoordinasikan tempat, mendata basis jemaah, dan mengawal kegiatan keliling (roadshow) yang telah berjalan konsisten selama dua tahun terakhir.
"Berhizib itu intinya adalah berzikir dan berdoa," ungkap Dr. H. Muslihan Habib membuka penjelasannya. "Melalui lantunan huruf demi huruf dari awal hingga akhir, kita menata hati sanubari, melakukan pendekatan (taqarrub), sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT. Sesuai tuntunan Al-Qur'an, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Ini adalah konsep konkret Islam dalam mencari ketenangan dan kebahagiaan sejati."
Beliau juga menganalogikan relevansi Hizib dengan fenomena masyarakat modern saat ini. Di tengah kejenuhan hidup, masyarakat urban kerap mencari ketenangan dengan cara berwisata ke pantai atau tempat rekreasi (refreshing). Islam tidak melarang hal tersebut selama dalam koridor mubah. Namun, bagi NWDI, warisan adiluhur dari Guru Besar Al-Magfurulah Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini menawarkan harmoni seni kelola spiritual yang sangat adaptif. Lantunan bait-bait Hizib yang berirama khas membuat para pengamalnya merasa enjoy, bersemangat, dan tidak monoton saat berzikir.
Agenda Besar Bulan Juni: Menggema di Matraman dan Ekspansi ke Halim Perdana Kusuma
Gerakan jemput bola Majelis Hizib terus bergulir dinamis. Dr. H. Muslihan Habib membeberkan dua agenda strategis yang akan segera dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang:
Gema Hizib di Jantung Ibukota (Matraman): PW NWDI DKI Jakarta telah menyepakati bahwa kegiatan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan selanjutnya akan dipusatkan di Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman, Jl. Utan Kayu Raya No.1, Jakarta Timur. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis. Matraman merupakan salah satu gerbang utama perlintasan menuju pusat ibukota. Diharapkan, lantunan doa dan zikir Hizib yang menggema dari tempat tersebut dapat mengetuk hati setiap orang yang lalu-lalang menuju pusat Jakarta, sekaligus memancarkan energi spiritual di tengah hiruk-pikuk kota.
Peresmian Majelis Tetap "Ahmad Lutfiah" di Halim: Pada tanggal 6 Juni 2026, NWDI DKI Jakarta dijadwalkan akan meresmikan sebuah basis majelis baru di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Majelis tetap berskala wilayah ini bertempat di kediaman Bapak Drs. H. Ahmad Yani. Atas restu organisasi dan pengurus, majelis tersebut resmi dinamakan Majelis Nahdlatul Wathan Ahmad Lutfiah, yang namanya diambil secara khusus dari sang sohibul wilayah (Bapak Ahmad Yani) beserta sang istri. Kehadiran majelis-majelis cabang seperti ini berada langsung di bawah koordinasi Majelis Hizib pusat guna mewadahi masyarakat yang ingin menghidupkan lingkungan rumahnya dengan zikir.
Melawan Sikap Sombong dan Paham Jabariyah
Dalam dialog tersebut, Dr. H. Muslihan Habib juga menyelipkan pesan teologis yang mendalam bagi para pengurus dan jemaah. Beliau mengingatkan bahwa berdoa dan berhizib adalah bagian dari perintah Allah yang bersifat wajib bagi hamba yang butuh pertolongan.
"Orang yang enggan berdoa, enggan mengetuk pintu langit, termasuk kategori orang yang sombong. Hizib ini bukan milik eksklusif NW, ini milik umat Islam, ini cara kita mengetuk pintu rahmat Allah," tegasnya.
Beliau juga mengkritik keras fenomena pasrah tanpa usaha atau paham Jabar (Jabariyah) yang kerap menjangkiti sebagian masyarakat modern. "Jangan sampai kita terjebak pada paham Jabar yang fatalistik—mengandalkan nasib secara mutlak tanpa mau berikhtiar. Mengatakan 'saya miskin sudah nasib, saya bodoh sudah nasib, atau saya sakit tidak perlu ke dokter karena nasib', itu adalah kekeliruan besar. Doa dan berhizib adalah bagian integral dari ikhtiar itu sendiri. Melalui untaian 'Bulugul Maqasid' di dalam Hizib, kita meminta agar rencana, cita-cita, dan urusan dunia-akhirat kita disampaikan dan diurai jalannya oleh Allah sehingga kita selalu optimis menjalani hidup."
Peran Vital Media SinarLIMA sebagai Sayap Syiar Dakwah
Menutup perbincangan malam itu, Dr. H. Muslihan Habib selaku Direktur Media memberikan pandangan strategis mengenai fungsi media internal organisasi, khususnya SinarLIMA (Sinar5News.com).
Menurutnya, media memiliki posisi yang sangat krusial dalam menyosialisasikan agenda umat. Tanpa adanya publikasi media, program-program unggulan dakwah yang dirancang oleh PBNWDI maupun PW DKI Jakarta akan tertutup dan tidak diketahui secara luas oleh masyarakat umum.
"Publikasi ini sama sekali bukan untuk kesombongan, melainkan bagian dari syiarul Islam dan syiar perjuangan organisasi. Melalui SinarLIMA, informasi dakwah diantarkan secara cepat ke ruang-ruang digital masyarakat. Ketika orang lain membaca, mereka menjadi tahu, tertarik, dan tergerak hatinya untuk ikut bergabung membesarkan barisan. Di sinilah peran ganda media: sebagai corong informasi sekaligus jembatan pelipat ganda pahala, karena ikut mengajak orang lain kepada jalan kebaikan," pungkas Dr. H. Muslihan Habib penuh optimisme.
Wawancara diakhiri dengan doa bersama bagi keselamatan dan kelancaran program-program NWDI ke depan agar senantiasa berada dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT. (Red)
Sekarang buatkan dialognya dalam bentuk tanya jawab antara SinarLIMA dengan Dr. H. Muslihan Habib, MA supaya lebih jelas pemaparannya
Berikut adalah transkrip lengkap dialog dan wawancara eksklusif dalam bentuk tanya jawab (Q&A) antara SinarLIMA (diwakili oleh Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM) dengan Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta sekaligus Direktur Media SinarLIMA, Dr. H. Muslihan Habib, MA, di kediamannya, Kp. Pisangan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
TRANSKRIP WAWANCARA EKSKLUSIF
SinarLIMA:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat malam, Pak Direktur. Sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PW NWDI) DKI Jakarta, bisa dijelaskan apa saja program terdekat yang akan segera dilaksanakan oleh organisasi? Mengingat pergerakan NWDI ini mencakup banyak lini, mulai dari pendidikan, sosial, dakwah, hingga ekonomi keumatan.
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Ya, benar sekali. Pergerakan kita memang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan ekonomi keumatan. Namun, dalam konteks dakwah saat ini, salah satu program unggulan utama kita di DKI Jakarta adalah penyebaran Hizib Nahdlatul Wathan secara masif ke tengah masyarakat.
Untuk menyukseskan program ini, kita sengaja membentuk struktur pengurus khusus yang bernama Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jabodetabek. Sayap organisasi inilah yang bertanggung jawab penuh, mulai dari mengondisikan tempat-tempat keliling (roadshow) hingga mendata jemaah. Alhamdulillah, gerakan jemput bola ini sudah berjalan konsisten selama 2 tahun. Bahkan kemarin pada momentum Idul Adha, setelah mengikuti kegiatan kurban di Pondok Ampara NW Cinere, jemaah langsung melaksanakan pembacaan Hizib secara berjemaah di lokasi tersebut.
SinarLIMA:
Luar biasa. Lalu, untuk agenda terdekat di bulan Juni 2026 ini, ke mana arah pergerakan Majelis Hizib selanjutnya, Pak Kyai?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Nah, dari evaluasi kemarin di Cinere, saya selaku pimpinan wilayah memberikan arahan agar seluruh lokasi berhizib di Jabodetabek didata dan dijadwalkan secara rapi setiap bulannya. Untuk bulan Juni ini, pengurus sudah sepakat akan menggelar pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan di Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman, Jakarta Timur.
Saya sampaikan kepada seluruh pengurus bahwa lokasi Matraman ini sangat strategis. Tempat itu berada di tengah jantung ibukota, titik lalu lalang masyarakat yang hendak menuju pusat Jakarta. Jadi, terserah mau dibuat judul "Matraman Berhizib" atau apa, yang jelas tujuannya agar lantunan bait-bait doa Hizib Nahdlatul Wathan ini menggema dan didengar oleh masyarakat luas di ibukota.
Selain di Matraman, insyaallah pada tanggal 6 Juni 2026, kita juga akan meresmikan satu basis majelis tetap baru di wilayah Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Tepatnya di kediaman Bapak Drs. H. Ahmad Yani. Tempat itu akan resmi kita kukuhkan dengan nama Majelis Nahdlatul Wathan Ahmad Lutfiah, yang diambil dari nama sohibul wilayah (Bapak Ahmad Yani) dan istrinya. Majelis tetap berskala wilayah seperti ini nantinya akan berdiri di berbagai tempat, namun tetap berada di bawah koordinasi penuh Majelis Hizib pusat.
SinarLIMA:
Terkait fungsi spiritual, sejauh mana urgensi pembacaan Hizib ini, terutama dalam menjaga kondisi iman dan hidayah umat di era modern saat ini?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Prinsip dasar yang selalu saya tekankan setiap kali memimpin majelis adalah: berhizib itu intinya adalah berzikir dan berdoa. Hizib ini adalah kumpulan doa. Ketika kita melantunkan huruf-hurufnya dari awal sampai akhir, esensinya adalah zikir kepada Allah.
Al-Qur'an sudah menegaskan bahwa dengan zikir, hati sanubari kita akan menjadi tenang dan damai. Ini adalah konsep konkret beragama Islam dalam mencari kebahagiaan sejati. Saya sering membuat analogi, masyarakat modern yang tidak memiliki konsep ketenangan spiritual yang jelas, mereka sering mencari kebahagiaan dengan pergi ke pinggir pantai untuk menenangkan pikiran (refreshing). Islam tidak melarang hal tersebut, itu perkara mubah. Baginda Rasulullah SAW sendiri menyarankan untuk mengistirahatkan hati (rahatul qulub).
Namun, Islam menawarkan cara yang jauh lebih konkret dan bernilai ibadah, yaitu dengan zikir. Hizib karya Guru Besar kita (Al-Magfurulah Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) ini adalah warisan fenomenal yang sangat relevan dengan kebutuhan manusia modern. Ritme dan seni membacanya membuat para pengamalnya merasa enjoy, bersemangat, dan sama sekali tidak monoton.
SinarLIMA:
Melihat antusiasme jemaah selama 2 tahun ini, banyak yang rela datang dari tempat jauh, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya sendiri demi menghadiri Majelis Hizib keliling ini. Menurut pandangan Anda, apa rahasia di balik militansi jemaah ini?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Pertama, tentu karena ini adalah panggilan jiwa. Jemaah merasakan adanya kebutuhan spiritual yang terpenuhi. Kedua, di dalam Majelis Hizib ini terbangun ikatan silaturahmi dan kekeluargaan yang sangat kuat. Di sana tidak hanya sekadar membaca doa, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi organisasi. Setelah berhizib, biasanya kita adakan ramah tamah, pencerahan agama, diskusi perjuangan, hingga bertukar pikiran sesuai profesi masing-masing—ada yang bahas pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. Semua menyatu tanpa sekat.
Selain itu, secara strategis, Hizib ini memiliki keunikan tersendiri. Lagu atau irama bacaan Hizib NWDI memiliki ciri khas yang berbeda dengan majelis lain. Ketika kita kompak membaca bersama-sama dalam jumlah banyak, masyarakat umum yang melihat pasti akan tertarik dan bertanya, "Itu sedang membaca apa? Karya siapa?" Dari sanalah pintu dakwah dan perkenalan organisasi kita terbuka lebar. Jadi, strateginya memang harus 'jemput bola' dengan keliling mendatangi tempat-tempat jemaah. Kalau kita pasif dan diam saja, gerakan dakwah ini akan monoton.
SinarLIMA:
Sebagai sebuah pegangan hidup, energi spiritual seperti apa yang sebenarnya ditanamkan di dalam Hizib ini agar pengurus dan jemaah tetap kuat menghadapi tantangan zaman?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Kekuatan terbesar dari Hizib ini ada pada kekuatan doa. Melalui untaian doa di dalamnya, ada energi besar yang menggiring kita untuk selalu bersikap optimis dalam hidup, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
Ini yang penting saya sampaikan: kita harus berhati-hati jangan sampai terjebak pada paham Jabar (Jabariyah) yang fatalistik. Paham yang membuat orang pasrah total pada nasib tanpa mau berikhtiar. Misalnya berkata, "Saya miskin sudah nasib, saya bodoh sudah nasib, saya sakit tidak perlu ke dokter karena sudah nasib." Itu pemikiran yang salah dan fatal dalam kehidupan!
Islam mengajarkan kita untuk berjuang, dan doa adalah bagian integral dari ikhtiar itu sendiri. Di dalam Hizib, ada doa 'Bulugul Maqasid'—kita meminta kepada Allah agar tujuan, cita-cita, dan rencana hidup kita disampaikan dan dikabulkan. Dengan rajin berhizib, problem kehidupan pengamalnya akan terurai, mentalnya menjadi kuat, dan dia akan selalu optimis melangkah ke depan menghadapi segala tantangan.
SinarLIMA:
Sebagai pertanyaan penutup, Pak Direktur, bagaimana Anda melihat fungsi dan peran media internal kita, SinarLIMA, dalam menyokong program dakwah dan penyebaran Hizib ini ke depan?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Peran media SinarLIMA ini sangat, sangat strategis. Media adalah sayap syiar perjuangan kita. Kita memublikasikan kegiatan ini bukan untuk kesombongan atau pamer, melainkan agar dakwah Islam dan program unggulan dari PW NWDI Jakarta ini diketahui luas oleh umat.
Tanpa media, kegiatan penting yang bernilai besar ini akan tertutup, tidak ada orang yang tahu, dan tidak ada yang mendukung. Dengan adanya pemberitaan dari SinarLIMA, informasi dakwah ini tersampaikan kepada masyarakat luas. Orang-orang yang membaca menjadi tertarik dan akhirnya tergerak hatinya untuk ikut bergabung dengan kita.
Dalam kaidah agama, siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya. Di sinilah peran mulia media kita: sebagai instrumen penguatan dakwah sekaligus jembatan pelipat ganda pahala perjuangan. Saya yakin SinarLIMA akan terus menjadi pilar strategis dalam menyebarkan program-program keumatan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Terima kasih.
SinarLIMA:
Terima kasih banyak atas waktu, pencerahan, dan jawaban yang sangat luar biasa ini, Pak Direktur. Semoga perjuangan dan cita-cita luhur NWDI senantiasa mendapatkan pertolongan, rida, dan keberkahan dari Allah SWT. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Amin, amin, ya Rabbal alamin.
Koreksi untuk kegiatan Hizib di Koramil pada tanggal 6 Juni 2026, untuk peresmian majlis Hizib Nahdlatul Wathan Ahmad Lutfiyah NWDI wilayah Halim Perdanakusuma akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini
Berikut adalah revisi transkrip wawancara dalam bentuk tanya jawab (Q&A) yang telah disesuaikan dengan koreksi jadwal kegiatan Anda:
TRANSKRIP WAWANCARA EKSKLUSIF (EDISI REVISI)
SinarLIMA:
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat malam, Pak Direktur. Sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PW NWDI) DKI Jakarta, bisa dijelaskan apa saja program terdekat yang akan segera dilaksanakan oleh organisasi? Mengingat pergerakan NWDI ini mencakup banyak lini, mulai dari pendidikan, sosial, dakwah, hingga ekonomi keumatan.
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Ya, benar sekali. Pergerakan kita memang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dakwah, dan ekonomi keumatan. Namun, dalam konteks dakwah saat ini, salah satu program unggulan utama kita di DKI Jakarta adalah penyebaran Hizib Nahdlatul Wathan secara masif ke tengah masyarakat.
Untuk menyukseskan program ini, kita sengaja membentuk struktur pengurus khusus yang bernama Majelis Hizib Nahdlatul Wathan Jabodetabek. Sayap organisasi inilah yang bertanggung jawab penuh, mulai dari mengondisikan tempat-tempat keliling (roadshow) hingga mendata jemaah. Alhamdulillah, gerakan jemput bola ini sudah berjalan konsisten selama 2 tahun. Bahkan kemarin pada momentum Idul Adha, setelah mengikuti kegiatan kurban di Pondok Ampara NW Cinere, jemaah langsung melaksanakan pembacaan Hizib secara berjemaah di lokasi tersebut.
SinarLIMA:
Luar biasa. Lalu, untuk agenda terdekat di bulan Juni 2026 ini, ke mana arah pergerakan Majelis Hizib selanjutnya, Pak Kyai?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Nah, dari evaluasi kemarin di Cinere, saya selaku pimpinan wilayah memberikan arahan agar seluruh lokasi berhizib di Jabodetabek didata dan dijadwalkan secara rapi setiap bulannya. Untuk agenda terdekat pada hari Sabtu, 6 Juni 2026, pengurus sudah sepakat akan menggelar pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan di Masjid Baiturrahim Koramil 02 Matraman, Jakarta Timur.
Saya sampaikan kepada seluruh pengurus bahwa lokasi Matraman ini sangat strategis. Tempat itu berada di tengah jantung ibukota, titik lalu lalang masyarakat yang hendak menuju pusat Jakarta. Jadi, terserah mau dibuat judul "Matraman Berhizib" atau apa, yang jelas tujuannya agar lantunan bait-bait doa Hizib Nahdlatul Wathan ini menggema dan didengar oleh masyarakat luas di ibukota.
Sedangkan untuk program ekspansi wilayah, insyaallah dalam waktu dekat ini, kita juga akan meresmikan satu basis majelis tetap baru di wilayah Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Tepatnya di kediaman Bapak Drs. H. Ahmad Yani. Tempat itu akan resmi kita kukuhkan dengan nama Majelis Nahdlatul Wathan Ahmad Lutfiah, yang diambil dari nama sohibul wilayah (Bapak Ahmad Yani) dan istrinya. Majelis tetap berskala wilayah seperti ini nantinya akan berdiri di berbagai tempat, namun tetap berada di bawah koordinasi penuh Majelis Hizib pusat.
SinarLIMA:
Terkait fungsi spiritual, sejauh mana urgensi pembacaan Hizib ini, terutama dalam menjaga kondisi iman dan hidayah umat di era modern saat ini?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Prinsip dasar yang selalu saya tekankan setiap kali memimpin majelis adalah: berhizib itu intinya adalah berzikir dan berdoa. Hizib ini adalah kumpulan doa. Ketika kita melantunkan huruf-hurufnya dari awal sampai akhir, esensinya adalah zikir kepada Allah.
Al-Qur'an sudah menegaskan bahwa dengan zikir, hati sanubari kita akan menjadi tenang dan damai. Ini adalah konsep konkret beragama Islam dalam mencari kebahagiaan sejati. Saya sering membuat analogi, masyarakat modern yang tidak memiliki konsep ketenangan spiritual yang jelas, mereka sering mencari kebahagiaan dengan pergi ke pinggir pantai untuk menenangkan pikiran (refreshing). Islam tidak melarang hal tersebut, itu perkara mubah. Baginda Rasulullah SAW sendiri menyarankan untuk mengistirahatkan hati (rahatul qulub).
Namun, Islam menawarkan cara yang jauh lebih konkret dan bernilai ibadah, yaitu dengan zikir. Hizib karya Guru Besar kita (Al-Magfurulah Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) ini adalah warisan fenomenal yang sangat relevan dengan kebutuhan manusia modern. Ritme dan seni membacanya membuat para pengamalnya merasa enjoy, bersemangat, dan sama sekali tidak monoton.
SinarLIMA:
Melihat antusiasme jemaah selama 2 tahun ini, banyak yang rela datang dari tempat jauh, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya sendiri demi menghadiri Majelis Hizib keliling ini. Menurut pandangan Anda, apa rahasia di balik militansi jemaah ini?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Pertama, tentu karena ini adalah panggilan jiwa. Jemaah merasakan adanya kebutuhan spiritual yang terpenuhi. Kedua, di dalam Majelis Hizib ini terbangun ikatan silaturahmi dan kekeluargaan yang sangat kuat. Di sana tidak hanya sekadar membaca doa, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi organisasi. Setelah berhizib, biasanya kita adakan ramah tamah, pencerahan agama, diskusi perjuangan, hingga bertukar pikiran sesuai profesi masing-masing—ada yang bahas pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. Semua menyatu tanpa sekat.
Selain itu, secara strategis, Hizib ini memiliki keunikan tersendiri. Lagu atau irama bacaan Hizib NWDI memiliki ciri khas yang berbeda dengan majelis lain. Ketika kita kompak membaca bersama-sama dalam jumlah banyak, masyarakat umum yang melihat pasti akan tertarik dan bertanya, "Itu sedang membaca apa? Karya siapa?" Dari sanalah pintu dakwah dan perkenalan organisasi kita terbuka lebar. Jadi, strateginya memang harus 'jemput bola' dengan keliling mendatangi tempat-tempat jemaah. Kalau kita pasif dan diam saja, gerakan dakwah ini akan monoton.
SinarLIMA:
Sebagai sebuah pegangan hidup, energi spiritual seperti apa yang sebenarnya ditanamkan di dalam Hizib ini agar pengurus dan jemaah tetap kuat menghadapi tantangan zaman?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Kekuatan terbesar dari Hizib ini ada pada kekuatan doa. Melalui untaian doa di dalamnya, ada energi besar yang menggiring kita untuk selalu bersikap optimis dalam hidup, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
Ini yang penting saya sampaikan: kita harus berhati-hati jangan sampai terjebak pada paham Jabar (Jabariyah) yang fatalistik. Paham yang membuat orang pasrah total pada nasib tanpa mau berikhtiar. Misalnya berkata, "Saya miskin sudah nasib, saya bodoh sudah nasib, saya sakit tidak perlu ke dokter karena sudah nasib." Itu pemikiran yang salah dan fatal dalam kehidupan!
Islam mengajarkan kita untuk berjuang, dan doa adalah bagian integral dari ikhtiar itu sendiri. Di dalam Hizib, ada doa 'Bulugul Maqasid'—kita meminta kepada Allah agar tujuan, cita-cita, dan rencana hidup kita disampaikan dan dikabulkan. Dengan rajin berhizib, problem kehidupan pengamalnya akan terurai, mentalnya menjadi kuat, dan dia akan selalu optimis melangkah ke depan menghadapi segala tantangan.
SinarLIMA:
Sebagai pertanyaan penutup, Pak Direktur, bagaimana Anda melihat fungsi dan peran media internal kita, SinarLIMA, dalam menyokong program dakwah dan penyebaran Hizib ini ke depan?
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Peran media SinarLIMA ini sangat, sangat strategis. Media adalah sayap syiar perjuangan kita. Kita memublikasikan kegiatan ini bukan untuk kesombongan atau pamer, melainkan agar dakwah Islam dan program unggulan dari PW NWDI Jakarta ini diketahui luas oleh umat.
Tanpa media, kegiatan penting yang bernilai besar ini akan tertutup, tidak ada orang yang tahu, dan tidak ada yang mendukung. Dengan adanya pemberitaan dari SinarLIMA, informasi dakwah ini tersampaikan kepada masyarakat luas. Orang-orang yang membaca menjadi tertarik dan akhirnya tergerak hatinya untuk ikut bergabung dengan kita.
Dalam kaidah agama, siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya. Di sinilah peran mulia media kita: sebagai instrumen penguatan dakwah sekaligus jembatan pelipat ganda pahala perjuangan. Saya yakin SinarLIMA akan terus menjadi pilar strategis dalam menyebarkan program-program keumatan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Terima kasih.
SinarLIMA:
Terima kasih banyak atas waktu, pencerahan, dan jawaban yang sangat luar biasa ini, Pak Direktur. Semoga perjuangan dan cita-cita luhur NWDI senantiasa mendapatkan pertolongan, rida, dan keberkahan dari Allah SWT. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Dr. H. Muslihan Habib, MA:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Amin, amin, ya Rabbal alamin.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment