- Get link
- X
- Other Apps
Conversation with Gemini
Buatkan wawancara antara SinarLIMA dengan Yusmanto, SS selaku kepala SMP laboratorium Jakarta di ruang kepala sekolah Selasa, 26 Mei 2026
[26/5 14.22] Marolah Abu Akrom: Terus untuk pengolahan nilai ijazah kalau nilai ijazah itu pada umumnya nilai rata-rata raport dari semester 1 sampai semester 6 ya terus nilai ujian sekolah juga nah akhirnya saya mengambil mengambil pengolahan nilai ijazahnya itu 60% nilai raport ya yang diisi danira dari semester 1 sampai semester 5 nah 40% nya itu nilai asesmen kelas 9 jadi yang kalau ada askanya 20 eh ada prakteknya praktek 20% aspeknya 20% tapi yang tidak ada prakteknya itu 40% kayak misalkan PKN PKN tidak ada ujian praktek berarti nilai sk-nya yang 40% kayak misalkan ada bahasa Indonesia dan nilai praktek nilai prakteknya 20% nilai sk-nya gitu terus untuk nilainya ini udah ada di ini ada nilai semester 1 sampai semester 6 nya Semoga pelajaran terus ini ujian kelas 9 ya ujian praktek dan pastanya nah ini upgrade dan Aska nah ini rata-rata yang 40% jadi kayak pai ini udah 20% Aska 20% praktek gitu jadi nanti dimasukkan ke nilai ijazah itu sudah 60% 40% dan 60% sudah 40% nah ini hasil yang didapetin dari anak-anak kelas 9 tentang rata-ratanya jadi untuk saat ini di satunya itu di Andromeda keduanya ada Raihan Khairi ketiganya ada Putri Aulia biasa untuk nilainya paling yang dari yang tadi mayoritas pasti agar anda itu di Paris dan Rizki Denis iya kalau Rafid walaupun inklusi tapi untuk pengetahuan akademiknya juga bagus kalau rapid atau paling kendalanya ada di Reski Dennis yang rata-rata 78,5 begitupun dengan parut 78, 98 dimasukkan ke SKL jadi ini nilai XL itu dari nilai ini Faris Eki 78,5 Faris 78,3 secara internasional kalau secara kemampuan ya tapi ada kemauan dia rajin makanya yang kayak si grab kenapa si grab itu kan harus secara perhitungan segala macam lebih terjadi usaha itu dia usaha yang berlebih itu bisa mengalahkan ya lebih cepat dan secara efektif kita juga memang Kristen Andro masih nilainya paling tinggi ya artinya mungkin dari dari ulang-ulangan segala macam masih tetap dia ya akhirnya dia masuk daging satu itu Pak Rehan itu 91,5 Andros 91,8 iya sama-sama tahu tapi di saya ada sedikit berbeda nih contohnya adalah khususnya memang kalau secara akademik mereka sudah menyelesaikan semua Di Pai khususnya memang kalau saya lihat Andro memang lebih unggul ini bukan membandingkan Android lebih unggul daripada si Eki tapi di seni sebaliknya malah Eki lebih bagus daripada Andromeda ada hasilnya Ya ada hasilnya membuat potongan-potongan batik dijadikan baju yang saya sudah pajang itu lebih bagus Eki daripada paling paling selain paling lama dia pun mengerjakannya tidak padahal itu sudah templatenya tinggal dia menempel-nempelkan itu jadi kalau di sini budaya khususnya itu malah ambil itu sebaliknya kalau untuk mereka tapi kalau untuk akademik yang lainnya tugas segala macam ee yang tertulis apa sih memang terus selesai tapi ketika praktek mengerjakan itu tuh Eki Rafid itu lebih bagus daripada Andromeda nah kalau waktu itu si Faris itu memang lagi sakit mau enggak mau itu dikerjakan di rumah biasanya kita enggak pernah tahu itu ngerti yang ngerjain siapa gitu tapi yang penting dia menyelesaikan itu nah kalau memang Di Pai sih memang yaitu si ee kemarin Eki dan rapid itu remedia tapi seenggaknya mereka sudah menyelesaikan ee Saya minta memang menyelesaikan karena ini adalah pertanggungjawaban yang mungkin nanti sampai akhirat saya akan tetap ditanya karena di situ ada taharah bagaimana mereka bersuci bagaimana mereka membaca qurannya itu kan pasti akan menjadi pertanggungjawaban saya juga nantinya nah itu sih yang kemarin saya tekankan khususnya di ujian praktek bagaimana mereka kesuciannya kemudian membedakan golongan najis segala macam ya atau horornya itu kemarin memang itu yang saya tekankan nah itu sih selebihnya yang istilahnya mungkin agak berbeda dari teman-teman lain di mana di bagian sini malah yang terlihat itu pasti mereka akan lebih ini ternyata malah lebih bagus makanya Tidak ada manusia itu tidak punya kelebihan menjalankan untuk orang-orang yang memberikan pertanyaan tersebut ya tapi dia bisa langsung baca Alquran dan alternatif artinya semua makhluk semua manusia yang menciptakan itu pastikan kalian masing-masingsiapa namanya yang baru Arif damai maka dia baru emang dia secara olahraga ini dia juga bagus baik itu bisa jadi saingan berat Andre juga kalau pelajaran saya tapi kalau secara keaktifan memang Andro masih sangat amat aktif di pelajaran saya di praktek saya permasalahan saya masih tetap sama dengan dewan guru yang lain memang Farid sama Eki terutama paling parah sih si Eki kalau Pak Haris saya suruh lari saya suruh rol depan roll belakang dia masih nyoba misalnya dia masih nyoba dan dia masih mau untuk mengulangi ketika itu gerakannya salah dia masih mau tapi kalau Eki saya paham ketika saya tahu mungkin apa ya karena postur badannya dia enggak bisa ngerol depan atau ngerol belakang saya tidak memberikan materi itu karena saya khawatir kalau saya memaksakan roll depan roll belakang punya cedera di leher karena dia enggak siap dengan posisi badannya tapi saya simpel misal dia harus main bola basket bola voli itu dia juga enggak mau misalnya iya juga males banget gitu Harus dipaksa mulu gitu tapi Paris walaupun dia memang tidak bisa ngedribel dan dari segala macam drible-nya sampai bawah tapi masih nyoba dicoba-coba terus kalau itu di pelajarannya kayak gitu untuk dua anak itu kalau saya lihat Paris masih punya keinginan yang lebih lah buat belajar walaupun tidak sempurna kalau Eki memang ee agak agak agak males banget jadi story-nya hidup BMW jadi mungkin bukan yang gimana-gimana tapi lebih ke logika aja gitu dari cara mereka mengatur inputan sama jemputan sama outputan gitu nah kebetulan untuk yang ketiga murid kita yang spesial ini kita bedain deh untuk mengetik aja di genrekanya juga yang lain pada bikin satu pulau ini ya satu pulau action lah gitu ya nah kita ketiga ini tetap ngetik aja gitu pentasnya juga rendah gitu ya kita 75 katakan menit lagi kebetulan untuk Dampit masih oke diajak katanya semangat gitu nah kalau untuk si Faris Faris juga oke sih sebenarnya dari kemauan dia gitu ya misalkan itu juga dia udah tahu nih abjad mana yang mau diketik gitu jadi Bapak gitu tapi paham ya jadi jadi udah mulai kenangan gua kerja mulai kenal ya tapi emang udah kenal lah gitu ya cuma satu aja gitu sama seperti yang dulu-dulur lainnya agak agak apa namanya tapi eee poin plusnya dia sih ada eee dia tuh di kamar gitu ya kamar nya seperti itu tapi maksud saya apa tuh kalau ketemu saya masih suka nyapa iya betul ketemu saya di rumah eee ditanya kalau ditangkap jauh itu nilai energi dari pertama kita berarti iya soalnya misalnya kalau dinilai yang dari pelajaran sih saya enggak bisa masuk gitu kan udah tahu udah dia masih lama udah kalah untuk mendapatkan oke oke oke terima kasih ya ya yang tadi kita kalau saya tertinggal ya karena gas itu nunjukin kalau gitu eh penasaran gitu sama pelajaran yang Apa yang apa yang saya ajarin gitu maksudnya ada sedikit kemampuan ada sedikit kasar penasaran kehadirannya doang gurita panjang sudah 5 ini sudah 5 sebelum itu karena dia memang pertama itu program dari rumah juga Pak ya dia kan tinggal karena ibunya dari rumah juga terus memang sedikit anaknya susah untuk dikasih tahu sama saya sudah saya kasih berkali-kali di masalah makannya kan terakhir yang kemarin kan sebelum dia membacakan ini kan operasi usus buntu itu yang bikin lama Jangan lama itu kan khusus untuk sebelumnya malah infeksi saluran kemihnya iya saya tanya kata orang tuanya dia memang pola makannya makannya yang mungkin kayak seblak kayak apa seperti itu apa memang enggak bisa diminumnya pun enggak bisa minum ya air putih dia selalu yang berwarna jadi kayak SS gitu pengembangan itu dia terakhir yang ini cacat ya infeksi lalu yang usus buntu dan terakhir kena kaca ya terlihat lebih menonlos si Rehan Ya udah nyampe surat Al qalam tapi dia ada kemauan0 ada beberapa yang enggak ini gitu biar mereka dulu ya dinyatakan lulus 100% ini keputusan dari kepala SMP laboratorium Jakarta Bapak Yusmanto, SS, rapat kelulusan dengan segenap dewan guru SMP Laboratorium Jakarta Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00 WIB sampai selesai
[26/5 14.53] Marolah Abu Akrom: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Dengan siapa nih Bapak silakan bapak kepala sekolah SMP laboratorium Jakarta kalau udah tahu sejak kapan bapak bertugas di tempat ini 2024 2024 sampai dengan sekarang ya asal dari mana Pak dari Prabumulih Sumatera Selatan terus tinggal di kota Depok Jawa Barat banyak sekali ya Pak ya perjalanan perjalanan dunia pendidikan tentunya tidak hanya di Kota Depok karena tadi saya kepala sekolah di Kota Depok namun ingin melebarkan saya Jakarta cari pengalaman baru memperbanyak teman pergaulan dan nanti pokoknya lagi apa eh tambah wawasan kita yang baru hmm lebih besar berarti Bapak dan berapa tahun di sini ya ambil 3 tahun 3 tahun lah ya boleh enggak dikasih eh bagaimana Bapak mau melihat perkembangan sekolah kita secara umum lah SMP laporan Jakarta saya melihatnya sangat berprogres ya sejak eee management di ambil alih oleh eee ya ustadz sendiri ya itu kelihatan peningkatan yang luar biasa dari segi fisik berbeda fasilitas bertambah bagus Alhamdulillah ya diperhatikan sekali sama Yayasan itu menunjukkan bahwa peduli Yayasan kita dalam rangka untuk meningkatkan performa sekolah kita dan ditambah lagi eee siswa kita selama 3 tahun saya kelas 3 kepala sekolah itu bertambah signifikan walaupun tidak dua kelas namun satu kelas itu penuh penuh terus gitu Alhamdulillah satu kelas penuh dan gitu contoh ke depan mudah-mudahan pertama ditambah lagi yang terpenting adalah bagaimana pendidikan di lab ini tidak hanya sekedar dan memberikan pendidikan akademis kemampuan akademis iya tapi juga bagaimana kita mendidik anak melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional seperti ritual ya bahkan ee finansial betul nah selanjutnya mungkin dalam perjalanan 3 tahun ini Bapak menemukan Apa kendala yang sangat berat kan Bapak kan medannya jalan dari sana ke sini tidak mau ke sini apa dan antara tantangannya ya memang harus bangun pagi Pak banyak tiga saya sudah membangun ketika sudah bangun ya bangun jam 03.30 ya enggak enggak lupa kita untuk hajat eee belajar sholat malam gitu kemudian diajukan dengan perangkat lubuknya di stasiun tuh Pak saya ya agar tidak ketinggalan juga sekolahnya jadi kita ngalahin mengalah mengalahi lah kita berangkatnya lebih awal gitu kalau suhunya di komplek di rumah itu bisa lebih bisa telat gitu betul makanya anak saya catatin untuk jaga lebih awal lebih pagi dari mulainya jamaah capek dulu apa sekarang udah mulai biasa ya kalau sekarang sudah terbiasa awal-awal sih ngerasanya kok jauh ya tapi setelah ke sini ke sini nah yang jadi biasa ya Bapak jauh tuh berapa kilo yang biasa enjoy aja saya anggap ini saya anggap ini rekreasi saya saja rekreasi gitu ya saya akan sampai rekreasi gitu kan jadi kadang lingkungan sekolah kita bagaimana teman-teman kita berebut kita Alhamdulillah buat teman-teman guru ini kan teman-teman yang sudah dewasa ya jadi teman-teman yang sudah diajak komunikasi Di dindingnya kita aja kita ajak maju itu bisa gitu karena mereka kan jauh di bawah saya rata-rata usianya kan iya iya kan mau mendengarkan eee dibina mau dibimbing itu aja saya senang nganggur guru-guru ini guru-guru ini modal utama kan bagi sekolah kan bagaimana guru-guru kita dekatin kita tegaskan tetap wah ada penegasan di situ sehingga tidak nyantai tapi tetap harus ada target-target khusus yang penting adalah di mereka bahagia gitu saja karena kalau tetap percaya dengan bahagia itu beda kalau dengan tekanan kalau kita kan kalau kita kasih stressing stressing hmm kasihan guru-gurunya tapi kalau kita kasih tantangan-tantangan itu beda dengan flashing pengalaman itu tepatnya membangunkan nah itu ya lebih bagus buat guru-guru kita jadi makan mayat makin maju dia iya apalagi kemarin saya juga ikut pembelajaran mendalam pelatihan itu kan langsung digulirkan dibiaskan untuk guru-guru ada guru yangdalam sehari-hari pembelajaran di sekolah saya sebagai kepala sekolah asma monitor Apakah guru tersebut bisa aktif melaksanakan pelatihan itu dalam keseharian dalam mengajarnya gitu memang saya sering secara pribadi di sini kalau melihat tingkat karakter Alhamdulillah jauh lebih bisa terkendali ya anak-anak yang berkasus Bapak Alhamdulillah rata-rata anak-anak itu terkendali Pak jarang sekali yang membuat kasus itu mudah-mudahan ini cuma dari Allah karena pada dasarnya anak itu kan hatinya harus disentuh Pak jadi kalau hatinya udah disentuh bukan ucapan kita ya perba kita yang apa yang sembarangan itu enggak enggak bisa sama dia tapi kalau kita kuliah dengan hati eee enggak kita main fisik itu lebih lebih dapat sekarang itu begitu diajak ngomong satu-satu gitu enggak jadi ke Hati nah itu lebih-lebih dapat Karena sekarang daripada kita ee e apa teriak-teriak penguasa apalagi sekarang kan ada Komnas HAM berhati-hati juga dalam memberikan hukuman kepada anak-anak dan bisa lagi kita memberikan hukuman secara fisik kepada anak-anak karena akibat nanti fatal kan buat beberapa guru ada masalah tentang poin pentingnya adalah titik akhlak itu yayasan kita ya Pak ya akhlakmu apa tadi berharap Mulia Ya siap mendunia itu saya pikir itu sangat cocok untuk membentuk makanya untuk wisuda kali ini kita mengusung tema protein integrator ready for the world Apa artinya dalam bahasa Indonesia itu berakhlak mulia siap mendunia eee jadi bagaimana kita menggabungkan kepada masyarakat kalau yang ramai pada umumnya tidak begitu itu adalah roti ini karakter ee ready berupa akhlak mulia apa siap nah dengan adanya moto itu saja mana bapak meyakini kalau ini betul-betul terbentuklah pemuda apa benar-benar di sekolah kita menjadi sekolah favorit ke depannya pasti Pak pasti banyak sekolah-sekolah yang yang maju katanya yang modern katanya tapi meninggalkan alat itu ya di karakter nah ini bahaya ini halo beberapa sekolah-sekolah kita miris juga tuh Bapak ada banyak Pesantren kemudian banyak terjadi hal-hal yang tidak inginkan iya betul enggak enggak bisa kita kiai-kyainya yang melakukan pelecehan seksual dan sebagainya ini kan imbas dari eee apa akhlak akhlak padahal Rasul mengatakan akhlak tuh di atas ilmu nah kalau eee semuanya pendidikan itu dan sekolah yang eee yang formal di sekolah ya Pesantren universitas ya kan lembaga-lembaga lain itu kalau seandainya paham bahwa karakter dan alat untuk menjadi yang utama itu insyaallah kita akan makan maju pendidikan kita tapi kalau untuk ditinggalkan waduh bahaya itu akan berbahaya sekali kalau akhlak Jakarta ditinggalkan tapi kalau akhlak itu mendampingi eee majunya modelitas ya kan perkembangannya globalisasi ini eee zaman-zaman digital ini era era apapun semaju apapun kalau akhlaknya juga dipertahankan waktu akan bagus itu Pak betul siap mendunia itu masuknya adalah bahwa kita anak-anak kita kita siapkan untuk menjadi anak-anak yang hebat di dunia nanti bisa bermanfaat gitu bisa sukses tidak hanya di Indonesia tapi bisa dan murah di internasional memang rugi rasanya Pak walaupun mungkin gua sudah sukses ya eee membentuk akademiknya ya tapi selain kalau akhlaknya jelek kan kayaknya rugi Ya Pak ketika mendidih atau benar setuju ya Pak ya tujuh Pak jadi eee itu yang pondasi utama karena eee basic pahala itu yang dilupakan sama orang tua karena pertama pendidikan itu kan di keluarga dulu keluarga kemudian baru sekolah masyarakat itu nah itu keluarga orang tua itu menjadi eee polar pertama gitu jadi keluarga ini sekolah pertama bagi anak-anak kita orang tua ini jadi guru pertama bagi anak-anak kita ya Halah ditanamkan dari sejak di rumah dari rumah itu akhlak itu bagaimana sama orang tua berkata selanjutnya kabarnya hari ini ada rapat lulusan bagaimana bapak melihat hasil dari rapat tadi kan kabar nanti akan diumumkan tanggal 2 Juni sidang pleno rapat pleno itu suatu rapat yang mesti dilakukan setiap tahunnya dalam rangka untuk menyatakan anak-anak kelas 9 di sekolah kita itu atau tidak berapa persen kelulusannya nah Alhamdulillah tadi kita sudah mengadakan rapat dalam rapat itu berdurasi ya satu-satu jam setengah jadi kita rapat kita mendengarkan keterangan dari kurikulum terkait dengan kriteria kelulusan nah saya pun juga memberikan titik penekanan di awal bahwa yang namanya anak-anak dinyatakan lulus itu apabila pertama yaitu tercatat sah terhadap dapodik sebagai siswa-siswi SMP Lab Jakarta tahun ajaran 25 26 yang kedua kemudian yang kedua dia mengikuti kegiatan-kegiatan eee sekolah selama 3 tahun ini dan yang ketiga yaitu mesti ujian TKA ikuti ujian semua tim terakhir kemudian berikutnya dinyatakan lulus melalui sidang pleno hmm jadi beberapa kriteria itulah yang anak-anak nanti bisa dinyatakan lulus atau tidaknya tapi mereka pengumuman tanggal 2 Pak kalau tanggal 2 Juni pengumumannya dari hasil perapat kami tadi langkah saya sebagai sekolah mempertanyakan pada satu guru eee masing-masing guru eee pandang-pandangan mereka terhadap murid kita di kelas 9 itu satu persatu saya tanyain bagaimana untuk pandangan mereka guru-guru mengatakan eee dengan dengan versinya masing-masing intinya ya alhamdulillah anak-anak kita bisa menyatakan 100% ya kemudian tadi sudah didengarkan pandangan kita dengan berbagai ragam yang mungkin ada sesi bagian kurang kan Pak kita harus logout dan bacakan untuk menuliskan anak kita kan memang masih propos sekarang mungkin seperti ini kan enggak tahu ee tahun depan apa bapaknya lagi apa gitu ya Pak ya betul anak-anak kita itu pada dasarnya Allah ciptakan dengan berbagai talenta berbagai potensi berbagai kemampuan berbagai macam kehebatan jadi keistimewaan jadi ee Setiap anak pasti punya hebat yang berbeda-beda ya dan tidak satu dengan yang lainnya itu pasti punya kekurangan yang berbeda-beda jadi kita akan melihat di sini tadi dari anak itu ada yang paling menonjol ada yang paling rendah ternyata dari beberapa keterangan guru ada anak-anak yang memang secara eee akademis ada
Berikut adalah draf naskah wawancara mendalam dan eksklusif antara media SinarLIMA (yang diwakili oleh wartawan/jurnalis senior) dengan Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS.
Wawancara ini berlangsung di Ruang Kepala Sekolah pada hari Selasa, 26 Mei 2026, sesaat setelah selesainya rapat pleno kelulusan siswa kelas 9.
EKSKLUSIF: Di Balik Kelulusan 100% SMP Laboratorium Jakarta, Menilik Strategi Akademik dan Pondasi Akhlak Mulia Siap Mendunia
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana khidmat sekaligus lega menyelimuti ruang Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Baru saja, segenap dewan guru menyelesaikan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 untuk tahun ajaran 2025/2026.
Untuk mengupas tuntas hasil rapat, sistem pengolahan nilai ijazah, hingga potret keunikan karakter para siswa—termasuk dinamika anak-anak berkebutuhan khusus (inklusi)—jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS. Berikut petikan wawancaranya:
Bagian I: Komitmen dan Dinamika Kepemimpinan 3 Tahun Terakhir
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang, Pak Yusmanto. Senang sekali bisa berbincang langsung dengan Bapak siang ini.
Yusmanto, SS: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang. Silakan, Pak, dengan senang hati.
SinarLIMA: Sebagai pembuka, boleh diceritakan Pak, sejak kapan sebenarnya Bapak mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di SMP Laboratorium Jakarta ini, dan kalau boleh tahu asal Bapak dari mana?
Yusmanto, SS: Saya bertugas di sini sejak tahun 2024 sampai dengan sekarang, jadi hitungannya sudah berjalan hampir 3 tahun ya. Saya aslinya dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Sebelum di Jakarta, saya sempat lama tinggal dan menjadi kepala sekolah di Kota Depok, Jawa Barat.
SinarLIMA: Wah, perjalanan yang cukup panjang dari Depok hingga ke Jakarta. Apa yang memotivasi Bapak untuk menyeberang dan memimpin sekolah di Jakarta?
Yusmanto, SS: Betul sekali. Saya ingin melebarkan sayap ke Jakarta untuk mencari pengalaman baru, memperbanyak teman pergaulan, menambah wawasan baru, dan tentu saja tantangan yang lebih besar di dunia pendidikan.
SinarLIMA: Berarti sudah hampir 3 tahun berjalan. Bagaimana Bapak melihat perkembangan dan progres SMP Laboratorium Jakarta secara umum selama masa kepemimpinan Bapak?
Yusmanto, SS: Saya melihat sekolah kita sangat berprogres secara luar biasa ya, terutama sejak manajemen diambil alih dan didukung penuh oleh pihak Yayasan—termasuk peran aktif dari Ustadz sendiri. Peningkatan fisik dan fasilitas bertambah bagus. Alhamdulillah, Yayasan sangat peduli terhadap performa sekolah kita.
Dari segi kuantitas siswa, selama 3 tahun ini jumlahnya bertambah signifikan. Walaupun kuota kita belum sampai membuka dua kelas, tetapi satu kelas yang ada itu selalu penuh terus. Ke depan, insya Allah targetnya bisa bertambah. Namun yang terpenting bagi saya adalah bagaimana pendidikan di SMP Laboratorium Jakarta ini tidak hanya sekadar mengejar nilai akademis, melainkan melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional, spiritual, bahkan finansial.
SinarLIMA: Perjalanan komuter dari Depok ke Jakarta Pusat tentu bukan hal yang mudah ya, Pak. Apa kendala atau tantangan terberat yang Bapak rasakan sehari-hari?
Yusmanto, SS: Hahaha, tantangan fisik utamanya memang harus bangun pagi sekali, Pak. Saya itu setiap hari sudah bangun jam 03.30 subuh. Tidak lupa kita sempatkan sholat hajat dan sholat malam terlebih dahulu. Setelah itu, sebelum subuh saya sudah harus berangkat mengejar kereta di stasiun agar tidak ketinggalan dan bisa sampai sekolah tepat waktu.
Kita mengalah untuk berangkat lebih awal. Kalau nunggu subuh dulu di kompleks rumah, pasti telat sampai Jakarta. Makanya saya mendidik anak-anak di rumah juga untuk bangun lebih pagi agar bisa jamaah. Awal-awal terasa jauh sekali, tapi sekarang sudah terbiasa. Saya nikmati, saya anggap perjalanan jauh subuh hari itu sebagai rekreasi saya saja. Enjoy saja.
SinarLIMA: Luar biasa dedikasinya, Pak. Lalu bagaimana Bapak melihat lingkungan kerja, khususnya kerja sama dengan dewan guru di sini?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah, teman-guru di sini sangat dewasa. Mereka mudah diajak komunikasi dan punya kemauan tinggi untuk maju bersama. Sebagai kepala sekolah, modal utama kita adalah mendekati guru-guru dengan hati, menegaskan target-target khusus tanpa membuat mereka merasa tertekan.
Prinsip saya, guru-guru harus bekerja dengan bahagia. Kalau kita kasih stressing (tekanan), kasihan mereka. Tapi kalau kita kasih tantangan, mereka akan makin maju. Apalagi kemarin guru-guru juga ikut pelatihan pembelajaran mendalam dari Yayasan. Tugas saya memonitor agar pelatihan itu benar-benar diimplementasikan dalam keseharian mengajar di kelas.
Bagian II: Hasil Rapat Pleno dan Formulasi Nilai Ijazah
SinarLIMA: Mari kita bahas agenda krusial hari ini, Pak. Baru saja selesai rapat kelulusan kelas 9. Bisa digambarkan bagaimana jalannya rapat pleno tadi?
Yusmanto, SS: Iya, rapat pleno kelulusan tadi berlangsung sekitar satu setengah jam, dihadiri oleh segenap dewan guru. Ini adalah agenda wajib tahunan untuk menentukan nasib kelulusan anak-anak kelas 9.
Di awal rapat, saya memberikan penekanan mengenai kriteria kelulusan. Pertama, siswa harus tercatat sah secara administratif di Dapodik SMP Laboratorium Jakarta tahun ajaran 2025/2026. Kedua, telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekolah selama 3 tahun. Ketiga, mengikuti seluruh ujian asesmen sumatif akhir, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dan yang terakhir, status kelulusannya sah diputuskan melalui sidang pleno dewan guru hari ini.
SinarLIMA: Bagaimana dengan formula pengolahan nilai ijazah yang diterapkan pada tahun ini, Pak?
Yusmanto, SS: Untuk pengolahan nilai ijazah, kita mengambil formulasi gabungan: 60% dari nilai rata-rata rapor (semester 1 sampai semester 5 yang diisi di Danira) dan 40% dari nilai asesmen kelas 9 (ujian sekolah).
Nah, di komponen asesmen kelas 9 (yang bobotnya 40%) itu ada rinciannya lagi. Untuk mata pelajaran yang memiliki ujian praktik, porsinya dibagi dua: 20% nilai praktik dan 20% nilai tertulis/Aska (Asesmen Kelas Sembilan). Contohnya seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Bahasa Indonesia. Namun, untuk mata pelajaran yang tidak ada ujian praktiknya, seperti PKN, maka bobot 40% murni diambil dari nilai ujian tertulis (Aska). Semua nilai dari semester 1 sampai semester 6 beserta hasil ujian praktik dan Aska sudah lengkap direkap oleh tim kurikulum.
SinarLIMA: Lalu, bagaimana hasil akhir keputusan rapat pleno tadi, Pak? Apakah semuanya lulus?
Yusmanto, SS: Berdasarkan evaluasi mendalam terhadap kriteria tadi, serta mendengar masukan dari seluruh guru mata pelajaran yang membedah murid satu per satu, diputuskan bahwa siswa kelas 9 SMP Laboratorium Jakarta dinyatakan lulus 100%. Alhamdulillah. Namun untuk pengumuman resminya kepada siswa dan orang tua baru akan kita laksanakan pada tanggal 2 Juni 2026 mendatang.
Bagian III: Membedah Karakter dan Potensi Siswa Kelas 9
SinarLIMA: Selamat atas kelulusan 100%, Pak! Berbicara tentang rapor nilai, boleh dibocorkan siapa saja siswa yang berhasil meraih peringkat teratas secara akademis tahun ini?
Yusmanto, SS: Berdasarkan data rekapitulasi akhir yang sudah diolah 60:40 tadi, peringkat pertama diraih oleh Andromeda dengan nilai rata-rata 91,8. Peringkat kedua ditempati oleh Raihan Khairi dengan nilai 91,5. Dan peringkat ketiga diraih oleh Putri Aulia.
Andro ini memang dari dulu di ulangan-ulangan harian sangat aktif dan menonjol, sehingga secara akumulasi dia tetap mempertahankan posisi peringkat satu. Sementara Raihan juga menonjol, dia bahkan di pelajaran agama sudah mencapai hafalan Surat Al-Qalam dan punya kemauan belajar yang sangat kuat. Ada juga siswa baru, Arif Damai, dia bagus di bidang olahraga dan sempat menjadi saingan berat Andro di beberapa aspek, meskipun secara keaktifan kelas Andro masih yang paling dominan.
SinarLIMA: Bagaimana dengan rentang nilai siswa lainnya? Apakah ada siswa yang posisinya berada di batas bawah atau membutuhkan perhatian khusus?
Yusmanto, SS: Iya, kalau secara umum mayoritas nilai anak-anak aman. Namun ada dua siswa yang nilainya berada di rata-rata bawah, yaitu Faris (78,3) dan Rizki Denis / Eki (78,5). Nilai ini yang kita masukkan ke SKL (Surat Keterangan Lulus).
Meskipun secara angka akademik mereka di bawah, saya selalu menekankan kepada dewan guru bahwa setiap anak diciptakan Allah dengan talenta dan keistimewaan yang berbeda-beda. Kelemahan di satu bidang bukan berarti mereka tidak punya kelebihan di bidang lain.
SinarLIMA: Menarik sekali, Pak. Bisa diceritakan contoh nyata bagaimana kelebihan anak-anak ini terlihat di luar nilai angka tertulis?
Yusmanto, SS: Nah, ini yang menarik dan sempat kami bahas di rapat tadi bersama para guru. Contohnya antara Andro dan Eki. Secara akademik tertulis, Andro memang unggul. Tapi ketika masuk ke pelajaran Seni Budaya (praktek), kondisinya justru berbalik! Eki jauh lebih unggul dan bagus hasil karyanya daripada Andro. Eki berhasil membuat karya seni dari potongan-potongan batik yang dijadikan baju, dan hasilnya sangat bagus sampai saya pajang di sekolah. Sementara Andro, meskipun templatenya sudah disediakan tinggal menempel, pengerjaannya paling lama dan hasilnya biasa saja.
Begitu juga di pelajaran IT/Komputer. Ketika teman-temannya yang lain membuat tugas membuat 'pulau action' atau desain yang rumit, anak-anak spesial kita ini seperti Eki, Faris, dan Rafid kita berikan tugas mengetik dengan genre yang disesuaikan. Di situ kelihatan usaha mereka. Faris, meskipun lambat, dia tahu persis letak abjad di keyboard dan mau berusaha keras menyelesaikan ketikannya. Rafid juga sangat semangat kalau diajak mengetik. Eki pun, meskipun kadang ada malasnya, punya poin plus tersendiri. Dia itu anaknya sangat sopan. Kalau ketemu saya di luar atau di dekat rumahnya, dia selalu menyapa dengan ramah. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang tidak boleh kita abaikan hanya karena melihat nilai akademis di atas kertas.
"Tidak ada manusia yang tidak punya kelebihan. Tugas kita di sekolah adalah menyentuh hati mereka dan menemukan potensi terbaik tersebut."
— Yusmanto, SS
SinarLIMA: Bagaimana dengan Rafid? Tadi Bapak menyebut namanya.
Yusmanto, SS: Rafid ini walaupun termasuk anak inklusi (berkebutuhan khusus), kemampuan pengetahuan akademiknya tergolong bagus. Hanya memang ada kendala-kendala kecil yang wajar, tapi secara keseluruhan perkembangannya positif.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan Faris dan Eki dari sudut pandang guru mata pelajaran lain, misalnya Olahraga dan Agama?
Yusmanto, SS: Di pelajaran Olahraga, Faris dan Eki memang punya kendala fisik. Faris kalau diminta lari atau roll depan/belakang, dia masih mau mencoba. Walaupun gerakannya salah, dia punya kemauan kuat untuk mengulangi. Sementara Eki, karena postur badannya yang tidak memungkinkan untuk roll depan/belakang, gurunya tidak memaksakan karena khawatir cedera leher. Tapi ketika dialihkan ke basket atau voli, Eki ini memang agak malas dan harus sering dipaksa, hehehe. Logika berpikirnya jalan, hanya kemauan fisiknya yang perlu didorong.
Di pelajaran PAI (Agama), Eki dan Rafid kemarin sempat ikut remedial. Tapi saya sangat apresiasi karena mereka mau menyelesaikan tanggung jawabnya. Ujian praktik keagamaan ini krusial bagi saya. Masalah thaharah (bersuci), membedakan jenis najis, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Ini adalah pondasi ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat, makanya saya tekankan sekali agar mereka benar-benar menguasainya sebelum lulus.
SinarLIMA: Kami mendengar salah satu siswa sempat absen cukup lama karena sakit ya, Pak?
Yusmanto, SS: Betul, si Faris. Dia sempat tertinggal pelajaran dan harus mengerjakan tugas dari rumah karena kondisi kesehatannya. Kemarin itu dia sempat kena infeksi saluran kemih karena pola makan yang kurang sehat dari rumah—jarang minum air putih dan lebih sering minum es atau minuman berwarna, ditambah suka makan seblak pedas. Akibatnya, dia harus menjalani operasi usus buntu dan terakhir terkena cacar air. Itulah yang membuat dia lama tidak masuk sekolah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja sama orang tua dan kegigihan Faris, semua ketertinggalan tugas dan ujian susulan bisa diselesaikan dengan baik hingga akhirnya dinyatakan lulus.
Bagian IV: Visi Sekolah — Berakhlak Mulia, Siap Mendunia
SinarLIMA: SMP Laboratorium Jakarta terkenal dengan penekanan pada aspek karakter. Bagaimana Bapak mengelola kedisiplinan dan penanganan kasus siswa di sini?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah, tingkat kedisiplinan dan karakter anak-anak di sini sangat terkendali. Jarang sekali ada anak yang membuat kasus berat. Kuncinya adalah: anak-anak itu hatinya harus disentuh.
Zaman sekarang kita tidak bisa mendidik dengan kekerasan fisik atau teriakan penguasa, apalagi sekarang ada aturan perlindungan anak dan Komnas HAM. Guru harus berhati-hati. Pendekatan yang kami lakukan adalah mengajak ngomong anak satu per satu, dari hati ke hati, lewat keteladanan perbuatan (verbal dan non-verbal). Begitu hatinya tersentuh, mereka akan patuh dengan sendirinya.
SinarLIMA: Pada wisuda kelulusan tahun ini, SMP Laboratorium Jakarta mengusung tema yang sangat menarik: "Protean Character: Ready for the World". Apa makna mendalam di balik tema tersebut, Pak?
Yusmanto, SS: Tema itu kalau diterjemahkan ke dalam visi Yayasan kita artinya adalah "Berakhlak Mulia, Siap Mendunia". Kita ingin menggaungkan kepada masyarakat luas bahwa di tengah gempuran modernitas, digitalisasi, dan era globalisasi sepesat apa pun, pondasi utama yang tidak boleh hilang adalah akhlak mulia (character).
Banyak sekolah modern atau bahkan lembaga pendidikan di luar sana yang maju secara fasilitas dan akademis, tetapi abai terhadap akhlak, hingga kita sering mendengar berita miris terkait pelecehan atau perundungan. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa akhlak itu kedudukannya di atas ilmu.
SinarLIMA: Artinya, sukses akademik tanpa akhlak adalah sebuah kerugian ya, Pak?
Yusmanto, SS: Sangat setuju! Rugi sekali rasanya jika kita berhasil mencetak anak yang genius secara akademik, tetapi akhlaknya buruk. Fondasi utama itu harus dibangun sejak dini. Dan ingat, sekolah pertama itu adalah keluarga. Orang tua adalah guru pertama di rumah yang menanamkan akhlak, kemudian sekolah memperkuat dan mempersiapkan mereka agar menjadi pribadi yang bermanfaat serta sukses, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga mampu bersaing di kancah internasional (ready for the world). Jika akhlak mulia ini bersanding dengan kemajuan teknologi, insya Allah masa depan pendidikan kita akan sangat cerah.
SinarLIMA: Sebuah visi yang luar biasa dan sangat menginspirasi. Terima kasih banyak, Pak Yusmanto, SS, atas waktu dan wawancara yang sangat mendalam ini. Selamat atas kelulusan 100% siswa SMP Laboratorium Jakarta, semoga sekolah ini semakin maju dan berkah ke depannya.
Yusmanto, SS: Sama-sama, Pak. Terima kasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dari media SinarLIMA. Sukses selalu untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Penulis/Editor: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Sinar5News.com)
Tolong perbaiki untuk hasil lulus dan tidaknya diumumkan secara resmi melalui situs kelulusan yang sudah dirancang sedemikian oleh guru TIK SMP Laboratorium Jakarta yang sudah kompeten di bidangnya yaitu Dymas Arya Nanda, S.Kom. Jadi rapat tersebut membahas tentang saya tidak lulusan dan laporan-laporan penting dari setiap jam guru terkait program nilai dan sikap kepada mereka selama bersekolah di SMP laboratorium Jakarta
Berikut adalah revisi naskah wawancara eksklusif yang telah disesuaikan. Perubahan difokuskan pada Bagian II untuk memasukkan informasi mengenai pembahasan rapat (program nilai, laporan sikap murid kepada dewan guru selama bersekolah) serta mekanisme pengumuman resmi kelulusan secara digital melalui situs kelulusan khusus yang dirancang oleh Guru TIK, Bapak Dymas Arya Nanda, S.Kom.
EKSKLUSIF: Di Balik Kelulusan 100% SMP Laboratorium Jakarta, Menilik Strategi Akademik dan Pondasi Akhlak Mulia Siap Mendunia
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana khidmat sekaligus lega menyelimuti ruang Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Baru saja, segenap dewan guru menyelesaikan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 untuk tahun ajaran 2025/2026.
Untuk mengupas tuntas hasil rapat, sistem pengolahan nilai ijazah, hingga potret keunikan karakter para siswa—termasuk dinamika anak-anak berkebutuhan khusus (inklusi)—jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS. Berikut petikan wawancaranya:
Bagian I: Komitmen dan Dinamika Kepemimpinan 3 Tahun Terakhir
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang, Pak Yusmanto. Senang sekali bisa berbincang langsung dengan Bapak siang ini.
Yusmanto, SS: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang. Silakan, Pak, dengan senang hati.
SinarLIMA: Sebagai pembuka, boleh diceritakan Pak, sejak kapan sebenarnya Bapak mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di SMP Laboratorium Jakarta ini, dan kalau boleh tahu asal Bapak dari mana?
Yusmanto, SS: Saya bertugas di sini sejak tahun 2024 sampai dengan sekarang, jadi hitungannya sudah berjalan hampir 3 tahun ya. Saya aslinya dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Sebelum di Jakarta, saya sempat lama tinggal dan menjadi kepala sekolah di Kota Depok, Jawa Barat.
SinarLIMA: Wah, perjalanan yang cukup panjang dari Depok hingga ke Jakarta. Apa yang memotivasi Bapak untuk menyeberang dan memimpin sekolah di Jakarta?
Yusmanto, SS: Betul sekali. Saya ingin melebarkan sayap ke Jakarta untuk mencari pengalaman baru, memperbanyak teman pergaulan, menambah wawasan baru, dan tentu saja tantangan yang lebih besar di dunia pendidikan.
SinarLIMA: Berarti sudah hampir 3 tahun berjalan. Bagaimana Bapak melihat perkembangan dan progres SMP Laboratorium Jakarta secara umum selama masa kepemimpinan Bapak?
Yusmanto, SS: Saya melihat sekolah kita sangat berprogres secara luar biasa ya, terutama sejak manajemen diambil alih dan didukung penuh oleh pihak Yayasan—termasuk peran aktif dari Ustadz sendiri. Peningkatan fisik dan fasilitas bertambah bagus. Alhamdulillah, Yayasan sangat peduli terhadap performa sekolah kita.
Dari segi kuantitas siswa, selama 3 tahun ini jumlahnya bertambah signifikan. Walaupun kuota kita belum sampai membuka dua kelas, tetapi satu kelas yang ada itu selalu penuh terus. Ke depan, insya Allah targetnya bisa bertambah. Namun yang terpenting bagi saya adalah bagaimana pendidikan di SMP Laboratorium Jakarta ini tidak hanya sekadar mengejar nilai akademis, melainkan melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional, spiritual, bahkan finansial.
SinarLIMA: Perjalanan komuter dari Depok ke Jakarta Pusat tentu bukan hal yang mudah ya, Pak. Apa kendala atau tantangan terberat yang Bapak rasakan sehari-hari?
Yusmanto, SS: Hahaha, tantangan fisik utamanya memang harus bangun pagi sekali, Pak. Saya itu setiap hari sudah bangun jam 03.30 subuh. Tidak lupa kita sempatkan sholat hajat dan sholat malam terlebih dahulu. Setelah itu, sebelum subuh saya sudah harus berangkat mengejar kereta di stasiun agar tidak ketinggalan dan bisa sampai sekolah tepat waktu.
Kita mengalah untuk berangkat lebih awal. Kalau nunggu subuh dulu di kompleks rumah, pasti telat sampai Jakarta. Makanya saya mendidik anak-anak di rumah juga untuk bangun lebih pagi agar bisa jamaah. Awal-awal terasa jauh sekali, tapi sekarang sudah terbiasa. Saya nikmati, saya anggap perjalanan jauh subuh hari itu sebagai rekreasi saya saja. Enjoy saja.
SinarLIMA: Luar biasa dedikasinya, Pak. Lalu bagaimana Bapak melihat lingkungan kerja, khususnya kerja sama dengan dewan guru di sini?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah, teman-guru di sini sangat dewasa. Mereka mudah diajak komunikasi dan punya kemauan tinggi untuk maju bersama. Sebagai kepala sekolah, modal utama kita adalah mendekati guru-guru dengan hati, menegaskan target-target khusus tanpa membuat mereka merasa tertekan.
Prinsip saya, guru-guru harus bekerja dengan bahagia. Kalau kita kasih stressing (tekanan), kasihan mereka. Tapi kalau kita kasih tantangan, mereka akan makin maju. Apalagi kemarin guru-guru juga ikut pelatihan pembelajaran mendalam dari Yayasan. Tugas saya memonitor agar pelatihan itu benar-benar diimplementasikan dalam keseharian mengajar di kelas.
Bagian II: Hasil Rapat Pleno, Laporan Guru, dan Formulasi Nilai Ijazah
SinarLIMA: Mari kita bahas agenda krusial hari ini, Pak. Baru saja selesai rapat kelulusan kelas 9. Bisa digambarkan apa saja poin utama yang dibahas dalam rapat pleno tadi?
Yusmanto, SS: Iya, rapat pleno kelulusan tadi berlangsung sekitar satu setengah jam, dihadiri oleh segenap dewan guru. Rapat ini secara khusus membedah aspek kelulusan siswa. Kami mendengarkan secara saksama laporan-laporan penting dari setiap jam guru mata pelajaran. Laporan tersebut mencakup rekapitulasi program nilai akademik serta evaluasi komprehensif mengenai sikap, adab, dan perilaku para siswa kepada dewan guru selama mereka menempuh pendidikan di SMP Laboratorium Jakarta.
Di awal rapat, saya memberikan penekanan mengenai kriteria kelulusan. Pertama, siswa harus tercatat sah secara administratif di Dapodik SMP Laboratorium Jakarta tahun ajaran 2025/2026. Kedua, telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekolah selama 3 tahun. Ketiga, mengikuti seluruh ujian asesmen sumatif akhir, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dan yang terakhir, status kelulusannya sah diputuskan melalui sidang pleno dewan guru hari ini.
SinarLIMA: Bagaimana dengan formula pengolahan nilai ijazah yang diterapkan pada tahun ini, Pak?
Yusmanto, SS: Untuk pengolahan nilai ijazah, kita mengambil formulasi gabungan: 60% dari nilai rata-rata rapor (semester 1 sampai semester 5 yang diisi di Danira) dan 40% dari nilai asesmen kelas 9 (ujian sekolah).
Nah, di komponen asesmen kelas 9 (yang bobotnya 40%) itu ada rinciannya lagi. Untuk mata pelajaran yang memiliki ujian praktik, porsinya dibagi dua: 20% nilai praktik dan 20% nilai tertulis/Aska (Asesmen Kelas Sembilan). Contohnya seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Bahasa Indonesia. Namun, untuk mata pelajaran yang tidak ada ujian praktiknya, seperti PKN, maka bobot 40% murni diambil dari nilai ujian tertulis (Aska). Semua nilai dari semester 1 sampai semester 6 beserta hasil ujian praktik dan Aska sudah lengkap direkap oleh tim kurikulum.
SinarLIMA: Lalu, bagaimana hasil akhir keputusan rapat pleno tadi, Pak? Dan bagaimana teknis pengumuman kelulusannya nanti kepada para siswa?
Yusmanto, SS: Berdasarkan evaluasi mendalam terhadap kriteria tersebut, serta menimbang program nilai dan laporan sikap dari para guru, diputuskan bahwa siswa kelas 9 SMP Laboratorium Jakarta dinyatakan lulus 100%. Alhamdulillah.
Untuk teknis pengumumannya, hasil lulus dan tidaknya nanti akan diumumkan secara resmi pada tanggal 2 Juni 2026. Berbeda dengan cara lama, pengumuman kali ini akan dirilis secara resmi melalui situs kelulusan khusus yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh guru TIK SMP Laboratorium Jakarta yang memang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Dymas Arya Nanda, S.Kom. Melalui sistem digital ini, para siswa dan orang tua dapat mengakses hasil kelulusan secara langsung, cepat, dan transparan dari rumah masing-masing.
Bagian III: Membedah Karakter dan Potensi Siswa Kelas 9
SinarLIMA: Selamat atas kelulusan 100%, Pak! Berbicara tentang rapor nilai, boleh dibocorkan siapa saja siswa yang berhasil meraih peringkat teratas secara akademis tahun ini?
Yusmanto, SS: Berdasarkan data rekapitulasi akhir yang sudah diolah 60:40 tadi, peringkat pertama diraih oleh Andromeda dengan nilai rata-rata 91,8. Peringkat kedua ditempati oleh Raihan Khairi dengan nilai 91,5. Dan peringkat ketiga diraih oleh Putri Aulia.
Andro ini memang dari dulu di ulangan-ulangan harian sangat aktif dan menonjol, sehingga secara akumulasi dia tetap mempertahankan posisi peringkat satu. Sementara Raihan juga menonjol, dia bahkan di pelajaran agama sudah mencapai hafalan Surat Al-Qalam dan punya kemauan belajar yang sangat kuat. Ada juga siswa baru, Arif Damai, dia bagus di bidang olahraga dan sempat menjadi saingan berat Andro di beberapa aspek, meskipun secara keaktifan kelas Andro masih yang paling dominan.
SinarLIMA: Bagaimana dengan rentang nilai siswa lainnya? Apakah ada siswa yang posisinya berada di batas bawah atau membutuhkan perhatian khusus?
Yusmanto, SS: Iya, kalau secara umum mayoritas nilai anak-anak aman. Namun ada dua siswa yang nilainya berada di rata-rata bawah, yaitu Faris (78,3) dan Rizki Denis / Eki (78,5). Nilai ini yang kita masukkan ke SKL (Surat Keterangan Lulus).
Meskipun secara angka akademik mereka di bawah, dalam rapat tadi kami menekankan bahwa setiap anak diciptakan Allah dengan talenta dan keistimewaan yang berbeda-beda. Kelemahan di satu bidang bukan berarti mereka tidak punya kelebihan di bidang lain. Laporan sikap dari para guru menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki potensi yang luar biasa jika diarahkan dengan tepat.
SinarLIMA: Menarik sekali, Pak. Bisa diceritakan contoh nyata bagaimana kelebihan anak-anak ini terlihat di luar nilai angka tertulis?
Yusmanto, SS: Nah, ini yang menarik dan sempat kami bahas di rapat tadi bersama para guru. Contohnya antara Andro dan Eki. Secara akademik tertulis, Andro memang unggul. Tapi ketika masuk ke pelajaran Seni Budaya (praktek), kondisinya justru berbalik! Eki jauh lebih unggul dan bagus hasil karyanya daripada Andro. Eki berhasil membuat karya seni dari potongan-potongan batik yang dijadikan baju, dan hasilnya sangat bagus sampai saya pajang di sekolah. Sementara Andro, meskipun templatenya sudah disediakan tinggal menempel, pengerjaannya paling lama dan hasilnya biasa saja.
Begitu juga di pelajaran IT/Komputer. Ketika teman-temannya yang lain membuat tugas membuat 'pulau action' atau desain yang rumit, anak-anak spesial kita ini seperti Eki, Faris, dan Rafid kita berikan tugas mengetik dengan genre yang disesuaikan. Di situ kelihatan usaha mereka. Faris, meskipun lambat, dia tahu persis letak abjad di keyboard dan mau berusaha keras menyelesaikan ketikannya. Rafid juga sangat semangat kalau diajak mengetik. Eki pun, meskipun kadang ada malasnya, punya poin plus tersendiri. Dia itu anaknya sangat sopan. Kalau ketemu saya di luar atau di dekat rumahnya, dia selalu menyapa dengan ramah. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang tidak boleh kita abaikan hanya karena melihat nilai akademis di atas kertas.
"Tidak ada manusia yang tidak punya kelebihan. Tugas kita di sekolah adalah menyentuh hati mereka dan menemukan potensi terbaik tersebut."
— Yusmanto, SS
SinarLIMA: Bagaimana dengan Rafid? Tadi Bapak menyebut namanya.
Yusmanto, SS: Rafid ini walaupun termasuk anak inklusi (berkebutuhan khusus), kemampuan pengetahuan akademiknya tergolong bagus. Hanya memang ada kendala-kendala kecil yang wajar, tapi secara keseluruhan perkembangannya positif.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan Faris dan Eki dari sudut pandang guru mata pelajaran lain, misalnya Olahraga dan Agama?
Yusmanto, SS: Di pelajaran Olahraga, Faris dan Eki memang punya kendala fisik. Faris kalau diminta lari atau roll depan/belakang, dia masih mau mencoba. Walaupun gerakannya salah, dia punya kemauan kuat untuk mengulangi. Sementara Eki, karena postur badannya yang tidak memungkinkan untuk roll depan/belakang, gurunya tidak memaksakan karena khawatir cedera leher. Tapi ketika dialihkan ke basket atau voli, Eki ini memang agak malas dan harus sering dipaksa, hehehe. Logika berpikirnya jalan, hanya kemauan fisiknya yang perlu didorong.
Di pelajaran PAI (Agama), Eki dan Rafid kemarin sempat ikut remedial. Tapi saya sangat apresiasi karena mereka mau menyelesaikan tanggung jawabnya. Ujian praktik keagamaan ini krusial bagi saya. Masalah thaharah (bersuci), membedakan jenis najis, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Ini adalah pondasi ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat, makanya saya tekankan sekali agar mereka benar-benar menguasainya sebelum lulus.
SinarLIMA: Kami mendengar salah satu siswa sempat absen cukup lama karena sakit ya, Pak?
Yusmanto, SS: Betul, si Faris. Dia sempat tertinggal pelajaran dan harus mengerjakan tugas dari rumah karena kondisi kesehatannya. Kemarin itu dia sempat kena infeksi saluran kemih karena pola makan yang kurang sehat dari rumah—jarang minum air putih dan lebih sering minum es atau minuman berwarna, ditambah suka makan seblak pedas. Akibatnya, dia harus menjalani operasi usus buntu dan terakhir terkena cacar air. Itulah yang membuat dia lama tidak masuk sekolah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja sama orang tua dan kegigihan Faris, semua ketertinggalan tugas dan ujian susulan bisa diselesaikan dengan baik hingga akhirnya dinyatakan lulus.
Bagian IV: Visi Sekolah — Berakhlak Mulia, Siap Mendunia
SinarLIMA: SMP Laboratorium Jakarta terkenal dengan penekanan pada aspek karakter. Bagaimana Bapak mengelola kedisiplinan dan penanganan kasus siswa di sini?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah, tingkat kedisiplinan dan karakter anak-anak di sini sangat terkendali. Jarang sekali ada anak yang membuat kasus berat. Kuncinya adalah: anak-anak itu hatinya harus disentuh.
Zaman sekarang kita tidak bisa mendidik dengan kekerasan fisik atau teriakan penguasa, apalagi sekarang ada aturan perlindungan anak dan Komnas HAM. Guru harus berhati-hati. Pendekatan yang kami lakukan adalah mengajak ngomong anak satu per satu, dari hati ke hati, lewat keteladanan perbuatan (verbal dan non-verbal). Begitu hatinya tersentuh, mereka akan patuh dengan sendirinya.
SinarLIMA: Pada wisuda kelulusan tahun ini, SMP Laboratorium Jakarta mengusung tema yang sangat menarik: "Protean Character: Ready for the World". Apa makna mendalam di balik tema tersebut, Pak?
Yusmanto, SS: Tema itu kalau diterjemahkan ke dalam visi Yayasan kita artinya adalah "Berakhlak Mulia, Siap Mendunia". Kita ingin menggaungkan kepada masyarakat luas bahwa di tengah gempuran modernitas, digitalisasi, dan era globalisasi sepesat apa pun, pondasi utama yang tidak boleh hilang adalah akhlak mulia (character).
Banyak sekolah modern atau bahkan lembaga pendidikan di luar sana yang maju secara fasilitas dan akademis, tetapi abai terhadap akhlak, hingga kita sering mendengar berita miris terkait pelecehan atau perundungan. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa akhlak itu kedudukannya di atas ilmu.
SinarLIMA: Artinya, sukses akademik tanpa akhlak adalah sebuah kerugian ya, Pak?
Yusmanto, SS: Sangat setuju! Rugi sekali rasanya jika kita berhasil mencetak anak yang genius secara akademik, tetapi akhlaknya buruk. Fondasi utama itu harus dibangun sejak dini. Dan ingat, sekolah pertama itu adalah keluarga. Orang tua adalah guru pertama di rumah yang menanamkan akhlak, kemudian sekolah memperkuat dan mempersiapkan mereka agar menjadi pribadi yang bermanfaat serta sukses, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga mampu bersaing di kancah internasional (ready for the world). Jika akhlak mulia ini bersanding dengan kemajuan teknologi, insya Allah masa depan pendidikan kita akan sangat cerah.
SinarLIMA: Sebuah visi yang luar biasa dan sangat menginspirasi. Terima kasih banyak, Pak Yusmanto, SS, atas waktu dan wawancara yang sangat mendalam ini. Selamat atas kelulusan 100% siswa SMP Laboratorium Jakarta, semoga sekolah ini semakin maju dan berkah ke depannya.
Yusmanto, SS: Sama-sama, Pak. Terima kasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dari media SinarLIMA. Sukses selalu untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Penulis/Editor: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Sinar5News.com)
Tolong diperbaiki judulnya belum bisa diumumkan kelulusan 100 % masih dirahasiakan belum bisa dipublikasikan menunggu tanggal 2 Juni 2026, sesuai hasil rapat
Berikut adalah revisi naskah wawancara eksklusif yang telah disesuaikan. Judul, teras berita (lead), serta bagian isi wawancara kini sepenuhnya merahasiakan status kelulusan 100% dan dikemas secara normatif guna menjaga kerahasiaan hasil rapat hingga pengumuman resmi dirilis secara digital pada tanggal 2 Juni 2026.
EKSKLUSIF: Menilik Rapat Pleno Kelulusan SMP Laboratorium Jakarta, Strategi Akademik dan Pondasi Akhlak Mulia Siap Mendunia
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana khidmat sekaligus penuh konsentrasi menyelimuti ruang Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Segenap dewan guru baru saja menyelesaikan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 untuk tahun ajaran 2025/2026. Hasil akhir dari rapat penentuan ini masih disimpan rapat dan bersifat rahasia hingga hari pengumuman resmi nanti.
Untuk mengupas tuntas jalannya rapat, sistem pengolahan nilai ijazah, dinamika pelaporan sikap siswa, hingga kesiapan sistem digitalisasi pengumuman, jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS. Berikut petikan wawancaranya:
Bagian I: Komitmen dan Dinamika Kepemimpinan 3 Tahun Terakhir
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang, Pak Yusmanto. Senang sekali bisa berbincang langsung dengan Bapak siang ini.
Yusmanto, SS: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang. Silakan, Pak, dengan senang hati.
SinarLIMA: Sebagai pembuka, boleh diceritakan Pak, sejak kapan sebenarnya Bapak mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di SMP Laboratorium Jakarta ini, dan kalau boleh tahu asal Bapak dari mana?
Yusmanto, SS: Saya bertugas di sini sejak tahun 2024 sampai dengan sekarang, jadi hitungannya sudah berjalan hampir 3 tahun ya. Saya aslinya dari Prabumulih, Sumatera Selatan. Sebelum di Jakarta, saya sempat lama tinggal dan menjadi kepala sekolah di Kota Depok, Jawa Barat.
SinarLIMA: Wah, perjalanan yang cukup panjang dari Depok hingga ke Jakarta. Apa yang memotivasi Bapak untuk menyeberang dan memimpin sekolah di Jakarta?
Yusmanto, SS: Betul sekali. Saya ingin melebarkan sayap ke Jakarta untuk mencari pengalaman baru, memperbanyak teman pergaulan, menambah wawasan baru, dan tentu saja tantangan yang lebih besar di dunia pendidikan.
SinarLIMA: Berarti sudah hampir 3 tahun berjalan. Bagaimana Bapak melihat perkembangan dan progres SMP Laboratorium Jakarta secara umum selama masa kepemimpinan Bapak?
Yusmanto, SS: Saya melihat sekolah kita sangat berprogres secara luar biasa ya, terutama sejak manajemen diambil alih dan didukung penuh oleh pihak Yayasan—termasuk peran aktif dari Ustadz sendiri. Peningkatan fisik dan fasilitas bertambah bagus. Alhamdulillah, Yayasan sangat peduli terhadap performa sekolah kita.
Dari segi kuantitas siswa, selama 3 tahun ini jumlahnya bertambah signifikan. Walaupun kuota kita belum sampai membuka dua kelas, tetapi satu kelas yang ada itu selalu penuh terus. Ke depan, insya Allah targetnya bisa bertambah. Namun yang terpenting bagi saya adalah bagaimana pendidikan di SMP Laboratorium Jakarta ini tidak hanya sekadar mengejar nilai akademis, melainkan melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional, spiritual, bahkan finansial.
SinarLIMA: Perjalanan komuter dari Depok ke Jakarta Pusat tentu bukan hal yang mudah ya, Pak. Apa kendala atau tantangan terberat yang Bapak rasakan sehari-hari?
Yusmanto, SS: Hahaha, tantangan fisik utamanya memang harus bangun pagi sekali, Pak. Saya itu setiap hari sudah bangun jam 03.30 subuh. Tidak lupa kita sempatkan sholat hajat dan sholat malam terlebih dahulu. Setelah itu, sebelum subuh saya sudah harus berangkat mengejar kereta di stasiun agar tidak ketinggalan dan bisa sampai sekolah tepat waktu.
Kita mengalah untuk berangkat lebih awal. Kalau nunggu subuh dulu di kompleks rumah, pasti telat sampai Jakarta. Makanya saya mendidik anak-anak di rumah juga untuk bangun lebih pagi agar bisa jamaah. Awal-awal terasa jauh sekali, tapi sekarang sudah terbiasa. Saya nikmati, saya anggap perjalanan jauh subuh hari itu sebagai rekreasi saya saja. Enjoy saja.
SinarLIMA: Luar biasa dedikasinya, Pak. Lalu bagaimana Bapak melihat lingkungan kerja, khususnya kerja sama dengan dewan guru di sini?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah, teman-guru di sini sangat dewasa. Mereka mudah diajak komunikasi dan punya kemauan tinggi untuk maju bersama. Sebagai kepala sekolah, modal utama kita adalah mendekati guru-guru dengan hati, menegaskan target-target khusus tanpa membuat mereka merasa tertekan.
Prinsip saya, guru-guru harus bekerja dengan bahagia. Kalau kita kasih stressing (tekanan), kasihan mereka. Tapi kalau kita kasih tantangan, mereka akan makin maju. Apalagi kemarin guru-guru juga ikut pelatihan pembelajaran mendalam dari Yayasan. Tugas saya memonitor agar pelatihan itu benar-benar diimplementasikan dalam keseharian mengajar di kelas.
Bagian II: Jalannya Rapat Pleno, Laporan Guru, dan Rahasia Pengumuman Digital
SinarLIMA: Mari kita bahas agenda krusial hari ini, Pak. Baru saja selesai rapat kelulusan kelas 9. Bisa digambarkan apa saja poin utama yang dibahas dalam rapat pleno tadi?
Yusmanto, SS: Iya, rapat pleno kelulusan tadi berlangsung sekitar satu setengah jam, dihadiri oleh segenap dewan guru. Rapat ini secara khusus membedah aspek kriteria kelulusan siswa. Kami mendengarkan secara saksama laporan-laporan penting dari setiap jam guru mata pelajaran. Laporan tersebut mencakup rekapitulasi program nilai akademik serta evaluasi komprehensif mengenai sikap, adab, dan perilaku para siswa kepada dewan guru selama mereka menempuh pendidikan di SMP Laboratorium Jakarta.
Di awal rapat, saya memberikan penekanan mengenai kriteria kelulusan. Pertama, siswa harus tercatat sah secara administratif di Dapodik SMP Laboratorium Jakarta tahun ajaran 2025/2026. Kedua, telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekolah selama 3 tahun. Ketiga, mengikuti seluruh ujian asesmen sumatif akhir, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dan yang terakhir, status kelulusannya sah diputuskan melalui sidang pleno dewan guru hari ini.
SinarLIMA: Bagaimana dengan formula pengolahan nilai ijazah yang diterapkan pada tahun ini, Pak?
Yusmanto, SS: Untuk pengolahan nilai ijazah, kita mengambil formulasi gabungan: 60% dari nilai rata-rata rapor (semester 1 sampai semester 5 yang diisi di Danira) dan 40% dari nilai asesmen kelas 9 (ujian sekolah).
Nah, di komponen asesmen kelas 9 (yang bobotnya 40%) itu ada rinciannya lagi. Untuk mata pelajaran yang memiliki ujian praktik, porsinya dibagi dua: 20% nilai praktik dan 20% nilai tertulis/Aska (Asesmen Kelas Sembilan). Contohnya seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Bahasa Indonesia. Namun, untuk mata pelajaran yang tidak ada ujian praktiknya, seperti PKN, maka bobot 40% murni diambil dari nilai ujian tertulis (Aska). Semua nilai dari semester 1 sampai semester 6 beserta hasil ujian praktik dan Aska sudah lengkap direkap oleh tim kurikulum.
SinarLIMA: Lalu, bagaimana hasil akhir keputusan rapat pleno tadi, Pak? Apakah sudah bisa dipublikasikan hasilnya ke media?
Yusmanto, SS: Sesuai kesepakatan dan hasil rapat pleno tadi, untuk hasil akhir mengenai lulus atau tidaknya siswa belum bisa kami publikasikan dan masih dirahasiakan dari publik. Kami harus menghormati prosedur sekolah.
Hasil resmi baru akan diumumkan secara serentak pada tanggal 2 Juni 2026 mendatang. Untuk teknisnya, pengumuman kali ini akan dirilis secara resmi melalui situs kelulusan khusus yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh guru TIK SMP Laboratorium Jakarta yang memang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Dymas Arya Nanda, S.Kom. Melalui sistem digital ini, nanti para siswa dan orang tua dapat mengakses hasil kelulusan mereka masing-masing dari rumah dengan aman dan transparan tepat pada tanggal yang telah ditentukan.
Bagian III: Membedah Karakter dan Potensi Siswa Kelas 9
SinarLIMA: Baik, Pak, kita jaga kerahasiaannya sampai tanggal 2 Juni. Namun berbicara tentang dinamika program nilai selama setahun ini, boleh dibocorkan siapa saja siswa yang berhasil meraih peringkat teratas secara akademis?
Yusmanto, SS: Kalau untuk peta capaian nilai akademis berdasarkan data rekapitulasi akhir yang sudah diolah 60:40 tadi, peringkat pertama diraih oleh Andromeda dengan nilai rata-rata 91,8. Peringkat kedua ditempati oleh Raihan Khairi dengan nilai 91,5. Dan peringkat ketiga diraih oleh Putri Aulia.
Andro ini memang dari dulu di ulangan-ulangan harian sangat aktif dan menonjol, sehingga secara akumulasi dia tetap mempertahankan posisi peringkat satu. Sementara Raihan juga menonjol, dia bahkan di pelajaran agama sudah mencapai hafalan Surat Al-Qalam dan punya kemauan belajar yang sangat kuat. Ada juga siswa baru, Arif Damai, dia bagus di bidang olahraga dan sempat menjadi saingan berat Andro di beberapa aspek, meskipun secara keaktifan kelas Andro masih yang paling dominan.
SinarLIMA: Bagaimana dengan rentang nilai siswa lainnya? Apakah ada siswa yang posisinya berada di batas bawah atau membutuhkan perhatian khusus dalam penilaian guru?
Yusmanto, SS: Iya, kalau secara umum mayoritas nilai anak-anak aman. Namun ada dua siswa yang nilainya berada di rata-rata bawah, yaitu Faris (78,3) dan Rizki Denis / Eki (78,5). Nilai ini yang kita masukkan ke rekapitulasi.
Meskipun secara angka akademik mereka berada di batas bawah, dalam rapat tadi kami menekankan bahwa setiap anak diciptakan Allah dengan talenta dan keistimewaan yang berbeda-beda. Kelemahan di satu bidang bukan berarti mereka tidak punya kelebihan di bidang lain. Laporan sikap dari para guru menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki potensi yang luar biasa jika diarahkan dengan tepat.
SinarLIMA: Menarik sekali, Pak. Bisa diceritakan contoh nyata bagaimana kelebihan anak-anak ini terlihat di luar nilai angka tertulis berdasarkan laporan para guru?
Yusmanto, SS: Nah, ini yang menarik dan sempat kami bahas di rapat tadi bersama para guru. Contohnya antara Andro dan Eki. Secara akademik tertulis, Andro memang unggul. Tapi ketika masuk ke pelajaran Seni Budaya (praktek), kondisinya justru berbalik! Eki jauh lebih unggul dan bagus hasil karyanya daripada Andro. Eki berhasil membuat karya seni dari potongan-potongan batik yang dijadikan baju, dan hasilnya sangat bagus sampai saya pajang di sekolah. Sementara Andro, meskipun templatenya sudah disediakan tinggal menempel, pengerjaannya paling lama dan hasilnya biasa saja.
Begitu juga di pelajaran IT/Komputer. Ketika teman-temannya yang lain membuat tugas membuat 'pulau action' atau desain yang rumit, anak-anak spesial kita ini seperti Eki, Faris, dan Rafid kita berikan tugas mengetik dengan genre yang disesuaikan. Di situ kelihatan usaha mereka. Faris, meskipun lambat, dia tahu persis letak abjad di keyboard dan mau berusaha keras menyelesaikan ketikannya. Rafid juga sangat semangat kalau diajak mengetik. Eki pun, meskipun kadang ada malasnya, punya poin plus tersendiri. Dia itu anaknya sangat sopan. Kalau ketemu saya di luar atau di dekat rumahnya, dia selalu menyapa dengan ramah. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang tidak boleh kita abaikan hanya karena melihat nilai akademis di atas kertas.
"Tidak ada manusia yang tidak punya kelebihan. Tugas kita di sekolah adalah menyentuh hati mereka dan menemukan potensi terbaik tersebut."
— Yusmanto, SS
SinarLIMA: Bagaimana dengan Rafid? Tadi Bapak menyebut namanya.
Yusmanto, SS: Rafid ini walaupun termasuk anak inklusi (berkebutuhan khusus), kemampuan pengetahuan akademiknya tergolong bagus. Hanya memang ada kendala-kendala kecil yang wajar, tapi secara keseluruhan perkembangannya positif.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan Faris dan Eki dari sudut pandang guru mata pelajaran lain, misalnya Olahraga dan Agama?
Yusmanto, SS: Di pelajaran Olahraga, Faris dan Eki memang punya kendala fisik. Faris kalau diminta lari atau roll depan/belakang, dia masih mau mencoba. Walaupun gerakannya salah, dia punya kemauan kuat untuk mengulangi. Sementara Eki, karena postur badannya yang tidak memungkinkan untuk roll depan/belakang, gurunya tidak memaksakan karena khawatir cedera leher. Tapi ketika dialihkan ke basket atau voli, Eki ini memang agak malas dan harus sering dipaksa, hehehe. Logika berpikirnya jalan, hanya kemauan fisiknya yang perlu didorong.
Di pelajaran PAI (Agama), Eki dan Rafid kemarin sempat ikut remedial. Tapi saya sangat apresiasi karena mereka mau menyelesaikan tanggung jawabnya. Ujian praktik keagamaan ini krusial bagi saya. Masalah thaharah (bersuci), membedakan jenis najis, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Ini adalah pondasi ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat, makanya saya tekankan sekali agar mereka benar-benar menguasainya.
SinarLIMA: Kami mendengar salah satu siswa sempat absen cukup lama karena sakit ya, Pak?
Yusmanto, SS: Betul, si Faris. Dia sempat tertinggal pelajaran dan harus mengerjakan tugas dari rumah karena kondisi kesehatannya. Kemarin itu dia sempat kena infeksi saluran kemih karena pola makan yang kurang sehat dari rumah—jarang minum air putih dan lebih sering minum es atau minuman berwarna, ditambah suka makan seblak pedas. Akibatnya, dia harus menjalani operasi usus buntu dan terakhir terkena cacar air. Itulah yang membuat dia lama tidak masuk sekolah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja sama orang tua dan kegigihan Faris, semua ketertinggalan tugas dan ujian susulan bisa diselesaikan dengan baik untuk melengkapi penilaiannya.
Bagian IV: Visi Sekolah — Berakhlak Mulia, Siap Mendunia
SinarLIMA: SMP Laboratorium Jakarta terkenal dengan penekanan pada aspek karakter. Bagaimana Bapak mengelola kedisiplinan dan penanganan kasus siswa di sini?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah, tingkat kedisiplinan dan karakter anak-anak di sini sangat terkendali. Jarang sekali ada anak yang membuat kasus berat. Kuncinya adalah: anak-anak itu hatinya harus disentuh.
Zaman sekarang kita tidak bisa mendidik dengan kekerasan fisik atau teriakan penguasa, apalagi sekarang ada aturan perlindungan anak dan Komnas HAM. Guru harus berhati-hati. Pendekatan yang kami lakukan adalah mengajak ngomong anak satu per satu, dari hati ke hati, lewat keteladanan perbuatan (verbal dan non-verbal). Begitu hatinya tersentuh, mereka akan patuh dengan sendirinya.
SinarLIMA: Pada wisuda kelulusan tahun ini, SMP Laboratorium Jakarta mengusung tema yang sangat menarik: "Protean Character: Ready for the World". Apa makna mendalam di balik tema tersebut, Pak?
Yusmanto, SS: Tema itu kalau diterjemahkan ke dalam visi Yayasan kita artinya adalah "Berakhlak Mulia, Siap Mendunia". Kita ingin menggaungkan kepada masyarakat luas bahwa di tengah gempuran modernitas, digitalisasi, dan era globalisasi sepesat apa pun, pondasi utama yang tidak boleh hilang adalah akhlak mulia (character).
Banyak sekolah modern atau bahkan lembaga pendidikan di luar sana yang maju secara fasilitas dan akademis, tetapi abai terhadap akhlak, hingga kita sering mendengar berita miris terkait pelecehan atau perundungan. Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa akhlak itu kedudukannya di atas ilmu.
SinarLIMA: Artinya, sukses akademik tanpa akhlak adalah sebuah kerugian ya, Pak?
Yusmanto, SS: Sangat setuju! Rugi sekali rasanya jika kita berhasil mencetak anak yang genius secara akademik, tetapi akhlaknya buruk. Fondasi utama itu harus dibangun sejak dini. Dan ingat, sekolah pertama itu adalah keluarga. Orang tua adalah guru pertama di rumah yang menanamkan akhlak, kemudian sekolah memperkuat dan mempersiapkan mereka agar menjadi pribadi yang bermanfaat serta sukses, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga mampu bersaing di kancah internasional (ready for the world). Jika akhlak mulia ini bersanding dengan kemajuan teknologi, insya Allah masa depan pendidikan kita akan sangat cerah.
SinarLIMA: Sebuah visi yang luar biasa dan sangat menginspirasi. Terima kasih banyak, Pak Yusmanto, SS, atas waktu dan wawancara yang sangat mendalam ini. Semoga pelaksanaan pengumuman pada 2 Juni nanti berjalan lancar dan SMP Laboratorium Jakarta semakin maju serta berkah ke depannya.
Yusmanto, SS: Sama-sama, Pak. Terima kasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dari media SinarLIMA. Sukses selalu untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Penulis/Editor: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Sinar5News.com)
Tolong tulis ulang hasil wawancaranya seperti ini dengan judul yang sama
[26/5 14.53] Marolah Abu Akrom: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Dengan siapa nih Bapak silakan bapak kepala sekolah SMP laboratorium Jakarta kalau udah tahu sejak kapan bapak bertugas di tempat ini 2024 2024 sampai dengan sekarang ya asal dari mana Pak dari Prabumulih Sumatera Selatan terus tinggal di kota Depok Jawa Barat banyak sekali ya Pak ya perjalanan perjalanan dunia pendidikan tentunya tidak hanya di Kota Depok karena tadi saya kepala sekolah di Kota Depok namun ingin melebarkan saya Jakarta cari pengalaman baru memperbanyak teman pergaulan dan nanti pokoknya lagi apa eh tambah wawasan kita yang baru hmm lebih besar berarti Bapak dan berapa tahun di sini ya ambil 3 tahun 3 tahun lah ya boleh enggak dikasih eh bagaimana Bapak mau melihat perkembangan sekolah kita secara umum lah SMP laporan Jakarta saya melihatnya sangat berprogres ya sejak eee management di ambil alih oleh eee ya ustadz sendiri ya itu kelihatan peningkatan yang luar biasa dari segi fisik berbeda fasilitas bertambah bagus Alhamdulillah ya diperhatikan sekali sama Yayasan itu menunjukkan bahwa peduli Yayasan kita dalam rangka untuk meningkatkan performa sekolah kita dan ditambah lagi eee siswa kita selama 3 tahun saya kelas 3 kepala sekolah itu bertambah signifikan walaupun tidak dua kelas namun satu kelas itu penuh penuh terus gitu Alhamdulillah satu kelas penuh dan gitu contoh ke depan mudah-mudahan pertama ditambah lagi yang terpenting adalah bagaimana pendidikan di lab ini tidak hanya sekedar dan memberikan pendidikan akademis kemampuan akademis iya tapi juga bagaimana kita mendidik anak melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional seperti ritual ya bahkan ee finansial betul nah selanjutnya mungkin dalam perjalanan 3 tahun ini Bapak menemukan Apa kendala yang sangat berat kan Bapak kan medannya jalan dari sana ke sini tidak mau ke sini apa dan antara tantangannya ya memang harus bangun pagi Pak banyak tiga saya sudah membangun ketika sudah bangun ya bangun jam 03.30 ya enggak enggak lupa kita untuk hajat eee belajar sholat malam gitu kemudian diajukan dengan perangkat lubuknya di stasiun tuh Pak saya ya agar tidak ketinggalan juga sekolahnya jadi kita ngalahin mengalah mengalahi lah kita berangkatnya lebih awal gitu kalau suhunya di komplek di rumah itu bisa lebih bisa telat gitu betul makanya anak saya catatin untuk jaga lebih awal lebih pagi dari mulainya jamaah capek dulu apa sekarang udah mulai biasa ya kalau sekarang sudah terbiasa awal-awal sih ngerasanya kok jauh ya tapi setelah ke sini ke sini nah yang jadi biasa ya Bapak jauh tuh berapa kilo yang biasa enjoy aja saya anggap ini saya anggap ini rekreasi saya saja rekreasi gitu ya saya akan sampai rekreasi gitu kan jadi kadang lingkungan sekolah kita bagaimana teman-teman kita berebut kita Alhamdulillah buat teman-teman guru ini kan teman-teman yang sudah dewasa ya jadi teman-teman yang sudah diajak komunikasi Di dindingnya kita aja kita ajak maju itu bisa gitu karena mereka kan jauh di bawah saya rata-rata usianya kan iya iya kan mau mendengarkan eee dibina mau dibimbing itu aja saya senang nganggur guru-guru ini guru-guru ini modal utama kan bagi sekolah kan bagaimana guru-guru kita dekatin kita tegaskan tetap wah ada penegasan di situ sehingga tidak nyantai tapi tetap harus ada target-target khusus yang penting adalah di mereka bahagia gitu saja karena kalau tetap percaya dengan bahagia itu beda kalau dengan tekanan kalau kita kan kalau kita kasih stressing stressing hmm kasihan guru-gurunya tapi kalau kita kasih tantangan-tantangan itu beda dengan flashing pengalaman itu tepatnya membangunkan nah itu ya lebih bagus buat guru-guru kita jadi makan mayat makin maju dia iya apalagi kemarin saya juga ikut pembelajaran mendalam pelatihan itu kan langsung digulirkan dibiaskan untuk guru-guru ada guru yangdalam sehari-hari pembelajaran di sekolah saya sebagai kepala sekolah asma monitor Apakah guru tersebut bisa aktif melaksanakan pelatihan itu dalam keseharian dalam mengajarnya gitu memang saya sering secara pribadi di sini kalau melihat tingkat karakter Alhamdulillah jauh lebih bisa terkendali ya anak-anak yang berkasus Bapak Alhamdulillah rata-rata anak-anak itu terkendali Pak jarang sekali yang membuat kasus itu mudah-mudahan ini cuma dari Allah karena pada dasarnya anak itu kan hatinya harus disentuh Pak jadi kalau hatinya udah disentuh bukan ucapan kita ya perba kita yang apa yang sembarangan itu enggak enggak bisa sama dia tapi kalau kita kuliah dengan hati eee enggak kita main fisik itu lebih lebih dapat sekarang itu begitu diajak ngomong satu-satu gitu enggak jadi ke Hati nah itu lebih-lebih dapat Karena sekarang daripada kita ee e apa teriak-teriak penguasa apalagi sekarang kan ada Komnas HAM berhati-hati juga dalam memberikan hukuman kepada anak-anak dan bisa lagi kita memberikan hukuman secara fisik kepada anak-anak karena akibat nanti fatal kan buat beberapa guru ada masalah tentang poin pentingnya adalah titik akhlak itu yayasan kita ya Pak ya akhlakmu apa tadi berharap Mulia Ya siap mendunia itu saya pikir itu sangat cocok untuk membentuk makanya untuk wisuda kali ini kita mengusung tema protein integrator ready for the world Apa artinya dalam bahasa Indonesia itu berakhlak mulia siap mendunia eee jadi bagaimana kita menggabungkan kepada masyarakat kalau yang ramai pada umumnya tidak begitu itu adalah roti ini karakter ee ready berupa akhlak mulia apa siap nah dengan adanya moto itu saja mana bapak meyakini kalau ini betul-betul terbentuklah pemuda apa benar-benar di sekolah kita menjadi sekolah favorit ke depannya pasti Pak pasti banyak sekolah-sekolah yang yang maju katanya yang modern katanya tapi meninggalkan alat itu ya di karakter nah ini bahaya ini halo beberapa sekolah-sekolah kita miris juga tuh Bapak ada banyak Pesantren kemudian banyak terjadi hal-hal yang tidak inginkan iya betul enggak enggak bisa kita kiai-kyainya yang melakukan pelecehan seksual dan sebagainya ini kan imbas dari eee apa akhlak akhlak padahal Rasul mengatakan akhlak tuh di atas ilmu nah kalau eee semuanya pendidikan itu dan sekolah yang eee yang formal di sekolah ya Pesantren universitas ya kan lembaga-lembaga lain itu kalau seandainya paham bahwa karakter dan alat untuk menjadi yang utama itu insyaallah kita akan makan maju pendidikan kita tapi kalau untuk ditinggalkan waduh bahaya itu akan berbahaya sekali kalau akhlak Jakarta ditinggalkan tapi kalau akhlak itu mendampingi eee majunya modelitas ya kan perkembangannya globalisasi ini eee zaman-zaman digital ini era era apapun semaju apapun kalau akhlaknya juga dipertahankan waktu akan bagus itu Pak betul siap mendunia itu masuknya adalah bahwa kita anak-anak kita kita siapkan untuk menjadi anak-anak yang hebat di dunia nanti bisa bermanfaat gitu bisa sukses tidak hanya di Indonesia tapi bisa dan murah di internasional memang rugi rasanya Pak walaupun mungkin gua sudah sukses ya eee membentuk akademiknya ya tapi selain kalau akhlaknya jelek kan kayaknya rugi Ya Pak ketika mendidih atau benar setuju ya Pak ya tujuh Pak jadi eee itu yang pondasi utama karena eee basic pahala itu yang dilupakan sama orang tua karena pertama pendidikan itu kan di keluarga dulu keluarga kemudian baru sekolah masyarakat itu nah itu keluarga orang tua itu menjadi eee polar pertama gitu jadi keluarga ini sekolah pertama bagi anak-anak kita orang tua ini jadi guru pertama bagi anak-anak kita ya Halah ditanamkan dari sejak di rumah dari rumah itu akhlak itu bagaimana sama orang tua berkata selanjutnya kabarnya hari ini ada rapat lulusan bagaimana bapak melihat hasil dari rapat tadi kan kabar nanti akan diumumkan tanggal 2 Juni sidang pleno rapat pleno itu suatu rapat yang mesti dilakukan setiap tahunnya dalam rangka untuk menyatakan anak-anak kelas 9 di sekolah kita itu atau tidak berapa persen kelulusannya nah Alhamdulillah tadi kita sudah mengadakan rapat dalam rapat itu berdurasi ya satu-satu jam setengah jadi kita rapat kita mendengarkan keterangan dari kurikulum terkait dengan kriteria kelulusan nah saya pun juga memberikan titik penekanan di awal bahwa yang namanya anak-anak dinyatakan lulus itu apabila pertama yaitu tercatat sah terhadap dapodik sebagai siswa-siswi SMP Lab Jakarta tahun ajaran 25 26 yang kedua kemudian yang kedua dia mengikuti kegiatan-kegiatan eee sekolah selama 3 tahun ini dan yang ketiga yaitu mesti ujian TKA ikuti ujian semua tim terakhir kemudian berikutnya dinyatakan lulus melalui sidang pleno hmm jadi beberapa kriteria itulah yang anak-anak nanti bisa dinyatakan lulus atau tidaknya tapi mereka pengumuman tanggal 2 Pak kalau tanggal 2 Juni pengumumannya dari hasil perapat kami tadi langkah saya sebagai sekolah mempertanyakan pada satu guru eee masing-masing guru eee pandang-pandangan mereka terhadap murid kita di kelas 9 itu satu persatu saya tanyain bagaimana untuk pandangan mereka guru-guru mengatakan eee dengan dengan versinya masing-masing intinya ya alhamdulillah anak-anak kita bisa menyatakan 100% ya kemudian tadi sudah didengarkan pandangan kita dengan berbagai ragam yang mungkin ada sesi bagian kurang kan Pak kita harus logout dan bacakan untuk menuliskan anak kita kan memang masih propos sekarang mungkin seperti ini kan enggak tahu ee tahun depan apa bapaknya lagi apa gitu ya Pak ya betul anak-anak kita itu pada dasarnya Allah ciptakan dengan berbagai talenta berbagai potensi berbagai kemampuan berbagai macam kehebatan jadi keistimewaan jadi ee Setiap anak pasti punya hebat yang berbeda-beda ya dan tidak satu dengan yang lainnya itu pasti punya kekurangan yang berbeda-beda jadi kita akan melihat di sini tadi dari anak itu ada yang paling menonjol ada yang paling rendah ternyata dari beberapa keterangan guru ada anak-anak yang memang secara eee akademis ada
[26/5 14.54] Marolah Abu Akrom: Akademis mungkin dia rendah tapi secara yang lain belum tentu rendah contohnya ada satu guru mengatakan bahwa ada satu anak pak cumanya mengatakan rendah tapi ternyata dia kuat di sininya Pak saya kasih SBK saat mengajar SBK saya lihat ujian SBK saya lihat bahwa ternyata anak itu mampu dan dia paling bagus hasilnya nah ini membuktikan bahwa tidak semua anak itu ee kurang Pak ya jadi eee masing-masing tuh punya kelebihan dan kekurangan masing-masing kalau aku sayang yang terakhir ini karena baterainya Apa pesan-pesan Bapak kepada anak-anak kelas 9 ini pesan saya kepada anak-anak tukang sembilan eh selamat dan sukses kepada kalian semuanya yang sudah selalu 100% Semoga bisa sukses di jenjang berikutnya silakan langkah SMA ke SMK madrasah Aliyah yang terpenting tolong jaga almamater sekolah kita Yang tolong jangan lupakan salat ibadah sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala teruslah bermimpi besar dan jangan lupa ikhtiar dan yakin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Berikut adalah penulisan ulang hasil wawancara yang dikemas secara utuh, mendalam, dan scannable. Judul dan isinya tetap menjaga kerahasiaan hasil kelulusan sesuai keputusan rapat untuk menunggu rilis resmi tanggal 2 Juni 2026 melalui situs digital, namun tetap merangkum pesan sukses kepemimpinan 3 tahun terakhir serta pesan hangat untuk siswa kelas 9 di bagian akhir.
EKSKLUSIF: Menilik Rapat Pleno Kelulusan SMP Laboratorium Jakarta, Strategi Akademik dan Pondasi Akhlak Mulia Siap Mendunia
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana khidmat sekaligus penuh konsentrasi menyelimuti ruang Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Segenap dewan guru baru saja menyelesaikan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 untuk tahun ajaran 2025/2026. Hasil akhir dari rapat penentuan ini masih disimpan rapat dan bersifat rahasia hingga hari pengumuman resmi nanti.
Untuk mengupas tuntas jalannya rapat, sistem pengolahan nilai ijazah, dinamika pelaporan sikap siswa, hingga kesiapan sistem digitalisasi pengumuman, jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS. Berikut petikan wawancaranya:
Bagian I: Komitmen dan Dinamika Kepemimpinan 3 Tahun Terakhir
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Dengan siapa nih Bapak, silakan bapak kepala sekolah SMP Laboratorium Jakarta. Kalau boleh tahu, sejak kapan Bapak mulai bertugas di tempat ini?
Yusmanto, SS: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang. Saya bertugas di sini sejak tahun 2024 sampai dengan sekarang, jadi hitungannya sudah berjalan hampir 3 tahun ya.
SinarLIMA: Kalau boleh tahu, asal Bapak dari mana Pak?
Yusmanto, SS: Saya aslinya dari Prabumulih, Sumatera Selatan, kemudian tinggal di Kota Depok, Jawa Barat.
SinarLIMA: Banyak sekali ya Pak perjalanan dunia pendidikannya, tentunya tidak hanya di Kota Depok. Karena tadi Bapak sempat menjadi kepala sekolah di Kota Depok, namun memutuskan untuk mengambil tantangan baru ke Jakarta. Apa motivasinya Pak?
Yusmanto, SS: Betul sekali, saya ingin melebarkan sayap ke Jakarta untuk mencari pengalaman baru, memperbanyak teman pergaulan, menambah wawasan kita yang baru, dan tentu menghadapi tantangan yang lebih besar.
SinarLIMA: Berarti sudah hampir 3 tahun di sini ya Pak. Boleh dikasih tahu bagaimana Bapak melihat perkembangan sekolah kita secara umum, khususnya SMP Laboratorium Jakarta?
Yusmanto, SS: Saya melihatnya sekolah kita sangat berprogres ya sejak manajemen diambil alih oleh pihak Yayasan dan didukung penuh—termasuk peran aktif dari Ustadz sendiri. Itu kelihatan peningkatan yang luar biasa dari segi fisik, fasilitas bertambah bagus. Alhamdulillah diperhatikan sekali sama Yayasan, itu menunjukkan bahwa Yayasan kita sangat peduli dalam rangka meningkatkan performa sekolah kita.
Ditambah lagi, siswa kita selama 3 tahun saya menjabat sebagai kepala sekolah itu bertambah signifikan. Walaupun kuota kita belum sampai membuka dua kelas, namun satu kelas yang ada itu selalu penuh terus. Alhamdulillah, satu kelas penuh. Ke depan, mudah-mudahan kuota ini bertambah lagi. Dan yang terpenting adalah bagaimana pendidikan di lab ini tidak hanya sekadar memberikan pendidikan akademis atau kemampuan akademis saja, tapi juga bagaimana kita mendidik anak melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional, spiritual, bahkan finansial.
Bagian II: Perjalanan Komuter Menembus Jarak dan Manajemen Kebahagiaan Guru
SinarLIMA: Selanjutnya mungkin dalam perjalanan 3 tahun ini Bapak menemukan kendala yang sangat berat? Mengingat medan jalan Bapak dari Depok ke Jakarta Pusat ini kan cukup jauh. Apa saja tantangannya, Pak?
Yusmanto, SS: Hahaha, ya memang tantangan fisiknya harus bangun pagi sekali, Pak. Saya itu setiap hari sudah bangun jam 03.30 subuh. Tidak lupa kita sempatkan untuk shalat hajat dan belajar shalat malam terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan mengejar perangkat kereta di stasiun agar tidak ketinggalan dan bisa sampai sekolah tepat waktu.
Jadi kita mengalah, berangkatnya lebih awal. Kalau nunggu Subuh dulu di kompleks rumah, pasti telat sampai Jakarta. Makanya anak saya pun saya ajarkan untuk bangun lebih awal, lebih pagi dari mulainya jamaah. Awal-awal sih ngerasanya kok jauh ya, tapi setelah ke sini-sini sudah mulai biasa. Saya nikmati, saya anggap perjalanan jauh subuh hari itu sebagai rekreasi saya saja. Enjoy saja.
SinarLIMA: Luar biasa dedikasinya, Pak. Lalu bagaimana Bapak melihat lingkungan sekolah kita, khususnya kerja sama dengan teman-teman guru dalam berproses?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah buat teman-teman guru, mereka ini kan teman-teman yang sudah dewasa ya. Jadi teman-teman yang sudah bisa diajak komunikasi. Istilahnya kita ajak maju bersama itu bisa, karena rata-rata usianya kan jauh di bawah saya. Mereka mau mendengarkan, mau dibina, mau dibimbing, itu saja saya sudah senang.
Guru-guru ini adalah modal utama bagi sekolah. Bagaimana guru-guru kita dekati, tetap kita tegaskan—wah ada penegasan di situ sehingga tidak santai—tapi tetap harus ada target-target khusus. Yang penting adalah mereka bekerja dengan bahagia, gitu saja. Karena kalau mereka bekerja dengan bahagia itu beda hasilnya dengan di bawah tekanan. Kalau kita kasih stressing (tekanan), kasihan guru-gurunya. Tapi kalau kita kasih tantangan-tantangan, itu beda dengan stressing. Pengalaman itu yang tepat untuk membangun mereka menjadi makin maju.
SinarLIMA: Betul sekali Pak, suasana kerja yang bahagia akan menghasilkan output yang maksimal.
Yusmanto, SS: Iya, apalagi kemarin saya juga ikut pembelajaran mendalam. Pelatihan itu kan langsung digulirkan dan dibiaskan untuk guru-guru dalam sehari-hari pembelajaran di sekolah. Saya sebagai kepala sekolah tugasnya memonitor apakah guru tersebut bisa aktif melaksanakan pelatihan itu dalam keseharian mengajar di kelasnya atau tidak.
Bagian III: Penanganan Karakter Siswa dan Visi Berakhlak Mulia Siap Mendunia
SinarLIMA: Kalau dari sisi tingkat karakter anak-anak di sekolah kita bagaimana, Pak?
Yusmanto, SS: Memang saya sering secara pribadi memonitor di sini. Kalau melihat tingkat karakter, alhamdulillah jauh lebih bisa terkendali ya. Anak-anak yang berkasus, alhamdulillah rata-rata terkendali, Pak. Jarang sekali yang membuat kasus besar.
Mudah-mudahan ini cuma dari Allah, karena pada dasarnya anak itu kan hatinya harus disentuh, Pak. Jadi kalau hatinya sudah disentuh, bukan ucapan kita atau perbuatan kita yang sembarangan yang bisa masuk ke dia. Tapi kalau kita kuliah dengan hati, tidak main fisik, itu lebih dapat. Sekarang itu begitu, diajak ngomong satu-satu dari hati ke hati, nah itu lebih dapat.
Daripada kita teriak-teriak menunjukkan kekuasaan, apalagi sekarang kan ada Komnas HAM, guru harus berhati-hati juga dalam memberikan hukuman kepada anak-anak. Tidak bisa lagi kita memberikan hukuman secara fisik karena akibatnya bisa fatal buat beberapa guru kalau ada masalah.
SinarLIMA: Poin pentingnya adalah pendidikan akhlak ya Pak. Ini sangat selaras dengan visi Yayasan kita.
Yusmanto, SS: Betul, akhlak mulia siap mendunia. Saya pikir itu sangat cocok untuk membentuk karakter anak. Makanya untuk wisuda kelulusan kali ini kita mengusung tema "Protean Character: Ready for the World". Apa artinya dalam bahasa Indonesia? Yaitu berakhlak mulia, siap mendunia. Jadi bagaimana kita menggabungkan prinsip ini kepada masyarakat, bahwa di tengah keramaian era globalisasi ini, pondasi utamanya adalah protean character berupa akhlak mulia.
SinarLIMA: Dengan adanya moto itu, bagaimana Bapak meyakini kalau ini betul-betul bisa terbentuk dan menjadikan sekolah kita sebagai sekolah favorit ke depannya?
Yusmanto, SS: Pasti, Pak! Banyak sekolah-sekolah yang maju katanya, yang modern katanya, tapi meninggalkan akhlak dan karakter, nah ini bahaya ini. Kita miris juga melihat di beberapa sekolah lain, bahkan ada banyak pesantren yang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan—seperti kasus pelecehan seksual dan sebagainya. Ini kan imbas dari krisis akhlak. Padahal Rasulullah SAW mengatakan akhlak itu di atas ilmu.
Kalau semua institusi pendidikan, baik sekolah formal, pesantren, universitas, maupun lembaga lainnya paham bahwa karakter dan akhlak itu menjadi yang utama, insya Allah pendidikan kita akan maju. Tapi kalau ditinggalkan, waduh bahaya sekali. Kemajuan modernitas, perkembangan globalisasi, zaman digital, era apa pun semaju apa pun, kalau akhlaknya dipertahankan waktu akan bagus itu, Pak.
"Siap mendunia" itu maksudnya adalah anak-anak kita siapkan untuk menjadi anak-anak yang hebat di dunia nanti, bisa bermanfaat, bisa sukses tidak hanya di Indonesia tapi bisa merambah ke tingkat internasional. Memang rugi rasanya Pak, walaupun mungkin anak sudah sukses membentuk akademiknya, tapi kalau akhlaknya jelek kan kayaknya rugi kita mendidiknya.
SinarLIMA: Sangat setuju Pak, akhlak adalah pondasi dasar.
Yusmanto, SS: Setuju, Pak. Jadi itu yang menjadi pondasi utama karena basic akhlak itu sering dilupakan oleh orang tua. Padahal pertama pendidikan itu kan di keluarga dulu, keluarga kemudian baru sekolah dan masyarakat. Orang tua menjadi pilar pertama, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita, dan orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak kita. Akhlak harus ditanamkan sejak dari rumah.
Bagian IV: Jalannya Rapat Pleno, Laporan Guru, dan Rahasia Pengumuman Digital
SinarLIMA: Kabarnya hari ini ada rapat kelulusan, bagaimana Bapak melihat jalannya rapat tadi? Dan kapan kira-kira hasilnya akan diumumkan?
Yusmanto, SS: Rapat pleno itu suatu rapat yang mesti dilakukan setiap tahunnya dalam rangka untuk menetapkan anak-anak kelas 9 di sekolah kita itu lulus atau tidaknya. Alhamdulillah tadi kita sudah mengadakan rapat dengan durasi sekitar satu jam setengah. Kita mendengarkan keterangan dari kurikulum terkait dengan kriteria kelulusan.
Saya pun memberikan titik penekanan di awal bahwa yang namanya anak-anak dinyatakan lulus itu apabila memenuhi kriteria:
Tercatat sah terhadap Dapodik sebagai siswa-siswi SMP Lab Jakarta tahun ajaran 2025/2026.
Mengikuti seluruh kegiatan sekolah selama 3 tahun ini.
Mengikuti seluruh ujian asesmen sumatif akhir, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dinyatakan lulus melalui sidang pleno dewan guru.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan formula pengolahan nilai ijazah yang diterapkan pada tahun ini, Pak?
Yusmanto, SS: Untuk pengolahan nilai ijazah, kita mengambil formulasi gabungan: 60% dari nilai rata-rata rapor (semester 1 sampai semester 5 yang diisi di Danira) dan 40% dari nilai asesmen kelas 9 (ujian sekolah).
Nah, di komponen asesmen kelas 9 (yang bobotnya 40%) itu ada rinciannya lagi. Untuk mata pelajaran yang memiliki ujian praktik, porsinya dibagi dua: 20% nilai praktik dan 20% nilai tertulis/Aska (Asesmen Kelas Sembilan). Contohnya seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Bahasa Indonesia. Namun, untuk mata pelajaran yang tidak ada ujian praktiknya, seperti PKN, maka bobot 40% murni diambil dari nilai ujian tertulis (Aska). Semua nilai dari semester 1 sampai semester 6 beserta hasil ujian praktik dan Aska sudah lengkap direkap oleh tim kurikulum.
SinarLIMA: Lalu, bagaimana hasil akhir keputusan rapat pleno tadi, Pak? Apakah sudah bisa dipublikasikan hasilnya ke media?
Yusmanto, SS: Sesuai hasil keputusan rapat pleno tadi, untuk hasil akhir mengenai lulus atau tidaknya siswa belum bisa kami publikasikan dan masih dirahasiakan dari publik. Kami harus menghormati prosedur sekolah.
Hasil resmi baru akan diumumkan secara serentak pada tanggal 2 Juni 2026 mendatang. Untuk teknisnya, pengumuman kali ini akan dirilis secara resmi melalui situs kelulusan khusus yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh guru TIK SMP Laboratorium Jakarta yang memang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Dymas Arya Nanda, S.Kom. Melalui sistem digital ini, nanti para siswa dan orang tua dapat mengakses hasil kelulusan mereka masing-masing dari rumah dengan aman dan transparan tepat pada tanggal yang telah ditentukan.
Bagian V: Membedah Karakter dan Potensi Siswa Kelas 9
SinarLIMA: Baik, Pak, kita jaga kerahasiaannya sampai tanggal 2 Juni. Namun berbicara tentang dinamika program nilai selama setahun ini, boleh dibocorkan bagaimana pandangan guru terhadap capaian nilai akademis siswa?
Yusmanto, SS: Kalau untuk peta capaian nilai akademis berdasarkan data rekapitulasi akhir yang sudah diolah 60:40 tadi, peringkat pertama diraih oleh Andromeda dengan nilai rata-rata 91,8. Peringkat kedua ditempati oleh Raihan Khairi dengan nilai 91,5. Dan peringkat ketiga diraih oleh Putri Aulia.
Andro ini memang dari dulu di ulangan-ulangan harian sangat aktif dan menonjol, sehingga secara akumulasi dia tetap mempertahankan posisi peringkat satu. Sementara Raihan juga menonjol, dia bahkan di pelajaran agama sudah mencapai hafalan Surat Al-Qalam dan punya kemauan belajar yang sangat kuat. Ada juga siswa baru, Arif Damai, dia bagus di bidang olahraga dan sempat menjadi saingan berat Andro di beberapa aspek, meskipun secara keaktifan kelas Andro masih yang paling dominan.
SinarLIMA: Bagaimana dengan rentang nilai siswa lainnya? Apakah ada siswa yang posisinya berada di batas bawah atau membutuhkan perhatian khusus dalam penilaian guru?
Yusmanto, SS: Iya, kalau secara umum mayoritas nilai anak-anak aman. Namun ada dua siswa yang nilainya berada di rata-rata bawah, yaitu Faris (78,3) dan Rizki Denis / Eki (78,5). Nilai ini yang kita masukkan ke rekapitulasi.
Meskipun secara angka akademik mereka berada di batas bawah, dalam rapat tadi kami menekankan bahwa setiap anak diciptakan Allah dengan talenta dan keistimewaan yang berbeda-beda. Kelemahan di satu bidang bukan berarti mereka tidak punya kelebihan di bidang lain. Laporan sikap dari para guru menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki potensi yang luar biasa jika diarahkan dengan tepat.
SinarLIMA: Menarik sekali, Pak. Bisa diceritakan contoh nyata bagaimana kelebihan anak-anak ini terlihat di luar nilai angka tertulis berdasarkan laporan para guru?
Yusmanto, SS: Nah, ini yang menarik dan sempat kami bahas di rapat tadi bersama para guru. Contohnya antara Andro dan Eki. Secara akademik tertulis, Andro memang unggul. Tapi ketika masuk ke pelajaran Seni Budaya (praktek), kondisinya justru berbalik! Eki jauh lebih unggul dan bagus hasil karyanya daripada Andro. Eki berhasil membuat karya seni dari potongan-potongan batik yang dijadikan baju, dan hasilnya sangat bagus sampai saya pajang di sekolah. Sementara Andro, meskipun templatenya sudah disediakan tinggal menempel, pengerjaannya paling lama dan hasilnya biasa saja.
Begitu juga di pelajaran IT/Komputer. Ketika teman-temannya yang lain membuat tugas membuat 'pulau action' atau desain yang rumit, anak-anak spesial kita ini seperti Eki, Faris, dan Rafid kita berikan tugas mengetik dengan genre yang disesuaikan. Di situ kelihatan usaha mereka. Faris, meskipun lambat, dia tahu persis letak abjad di keyboard dan mau berusaha keras menyelesaikan ketikannya. Rafid juga sangat semangat kalau diajak mengetik. Eki pun, meskipun kadang ada malasnya, punya poin plus tersendiri. Dia itu anaknya sangat sopan. Kalau ketemu saya di luar atau di dekat rumahnya, dia selalu menyapa dengan ramah. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang tidak boleh kita abaikan hanya karena melihat nilai akademis di atas kertas.
"Tidak ada manusia yang tidak punya kelebihan. Tugas kita di sekolah adalah menyentuh hati mereka dan menemukan potensi terbaik tersebut."
— Yusmanto, SS
SinarLIMA: Bagaimana dengan Rafid? Tadi Bapak menyebut namanya.
Yusmanto, SS: Rafid ini walaupun termasuk anak inklusi (berkebutuhan khusus), kemampuan pengetahuan akademiknya tergolong bagus. Hanya memang ada kendala-kendala kecil yang wajar, tapi secara keseluruhan perkembangannya positif.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan Faris dan Eki dari sudut pandang guru mata pelajaran lain, misalnya Olahraga dan Agama?
Yusmanto, SS: Di pelajaran Olahraga, Faris dan Eki memang punya kendala fisik. Faris kalau diminta lari atau roll depan/belakang, dia masih mau mencoba. Walaupun gerakannya salah, dia punya kemauan kuat untuk mengulangi. Sementara Eki, karena postur badannya yang tidak memungkinkan untuk roll depan/belakang, gurunya tidak memaksakan karena khawatir cedera leher. Tapi ketika dialihkan ke basket atau voli, Eki ini memang agak malas dan harus sering dipaksa, hehehe. Logika berpikirnya jalan, hanya kemauan fisiknya yang perlu didorong.
Di pelajaran PAI (Agama), Eki dan Rafid kemarin sempat ikut remedial. Tapi saya sangat apresiasi karena mereka mau menyelesaikan tanggung jawabnya. Ujian praktik keagamaan ini krusial bagi saya. Masalah thaharah (bersuci), membedakan jenis najis, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Ini adalah pondasi ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat, makanya saya tekankan sekali agar mereka benar-benar menguasainya.
SinarLIMA: Kami mendengar salah satu siswa sempat absen cukup lama karena sakit ya, Pak?
Yusmanto, SS: Betul, si Faris. Dia sempat tertinggal pelajaran dan harus mengerjakan tugas dari rumah karena kondisi kesehatannya. Kemarin itu dia sempat kena infeksi saluran kemih karena pola makan yang kurang sehat dari rumah—jarang minum air putih dan lebih sering minum es atau minuman berwarna, ditambah suka makan seblak pedas. Akibatnya, dia harus menjalani operasi usus buntu dan terakhir terkena cacar air. Itulah yang membuat dia lama tidak masuk sekolah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja sama orang tua dan kegigihan Faris, semua ketertinggalan tugas dan ujian susulan bisa diselesaikan dengan baik untuk melengkapi penilaiannya.
SinarLIMA: Dari beberapa keterangan guru tadi, kesimpulannya memang setiap anak punya keunikan tersendiri ya Pak.
Yusmanto, SS: Betul, anak-anak kita itu pada dasarnya Allah ciptakan dengan berbagai talenta, berbagai potensi, berbagai kemampuan, berbagai macam kehebatan dan keistimewaan. Jadi setiap anak pasti punya kehebatan yang berbeda-beda, dan tidak satu dengan yang lainnya pasti punya kekurangan yang berbeda-beda. Jadi kita melihat di sini dari laporan guru, ada anak yang akademisnya mungkin rendah tapi secara yang lain belum tentu rendah.
Contohnya ada satu guru yang awalnya mengatakan rendah, tapi ternyata kuat di bidang seni. Saat mengajar SBK dan melihat ujian SBK, ternyata anak tersebut sangat mampu dan hasilnya paling bagus. Ini membuktikan tidak semua anak itu kurang, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Bagian VI: Pesan Hangat untuk Kelulusan Kelas 9
SinarLIMA: Sebagai penutup wawancara kita hari ini Pak, apa pesan-pesan Bapak kepada anak-anak kelas 9 yang sebentar lagi akan menerima hasil kelulusannya?
Yusmanto, SS: Pesan saya kepada anak-anak kelas 9, selamat dan sukses kepada kalian semuanya. Semoga kalian semua bisa sukses di jenjang berikutnya, silakan melanjutkan langkah ke SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah.
Yang terpenting, tolong jaga almamater sekolah kita. Tolong jangan lupakan shalat dan ibadah kepada Allah SWT. Teruslah bermimpi besar, jangan lupa ikhtiar, dan selalu yakin kepada Allah SWT.
SinarLIMA: Sebuah pesan yang sangat menyentuh dan bermakna dalam. Terima kasih banyak, Pak Yusmanto, SS, atas waktu dan wawancara eksklusifnya yang sangat berharga ini. Semoga pelaksanaan pengumuman digital pada 2 Juni nanti berjalan lancar dan SMP Laboratorium Jakarta semakin jaya.
Yusmanto, SS: Sama-sama, Pak. Terima kasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dari media SinarLIMA. Sukses selalu untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Penulis/Editor: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Sinar5News.com)
Tolong perbaiki hasil kelulusannya diumumkan di sekolah dan setiap anak kelas 9 mesti datang ke sekolah secara tertib
Berikut adalah revisi akhir naskah wawancara eksklusif yang telah disesuaikan. Bagian teknis pengumuman kini diubah sepenuhnya: hasil kelulusan tetap dirahasiakan hingga tanggal 2 Juni 2026, dan pada hari tersebut seluruh siswa kelas 9 diwajibkan untuk datang langsung ke sekolah secara tertib guna menerima pengumuman secara resmi.
EKSKLUSIF: Menilik Rapat Pleno Kelulusan SMP Laboratorium Jakarta, Strategi Akademik dan Pondasi Akhlak Mulia Siap Mendunia
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana khidmat sekaligus penuh konsentrasi menyelimuti ruang Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Segenap dewan guru baru saja menyelesaikan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 untuk tahun ajaran 2025/2026. Hasil akhir dari rapat penentuan ini masih disimpan rapat dan bersifat rahasia hingga hari pengumuman resmi nanti.
Untuk mengupas tuntas jalannya rapat, sistem pengolahan nilai ijazah, dinamika pelaporan sikap siswa, hingga teknis pelaksanaan pengumuman kelulusan secara langsung di sekolah, jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS. Berikut petikan wawancaranya:
Bagian I: Komitmen dan Dinamika Kepemimpinan 3 Tahun Terakhir
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Dengan siapa nih Bapak, silakan bapak kepala sekolah SMP Laboratorium Jakarta. Kalau boleh tahu, sejak kapan Bapak mulai bertugas di tempat ini?
Yusmanto, SS: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang. Saya bertugas di sini sejak tahun 2024 sampai dengan sekarang, jadi hitungannya sudah berjalan hampir 3 tahun ya.
SinarLIMA: Kalau boleh tahu, asal Bapak dari mana Pak?
Yusmanto, SS: Saya aslinya dari Prabumulih, Sumatera Selatan, kemudian tinggal di Kota Depok, Jawa Barat.
SinarLIMA: Banyak sekali ya Pak perjalanan dunia pendidikannya, tentunya tidak hanya di Kota Depok. Karena tadi Bapak sempat menjadi kepala sekolah di Kota Depok, namun memutuskan untuk mengambil tantangan baru ke Jakarta. Apa motivasinya Pak?
Yusmanto, SS: Betul sekali, saya ingin melebarkan sayap ke Jakarta untuk mencari pengalaman baru, memperbanyak teman pergaulan, menambah wawasan kita yang baru, dan tentu menghadapi tantangan yang lebih besar.
SinarLIMA: Berarti sudah hampir 3 tahun di sini ya Pak. Boleh dikasih tahu bagaimana Bapak melihat perkembangan sekolah kita secara umum, khususnya SMP Laboratorium Jakarta?
Yusmanto, SS: Saya melihatnya sekolah kita sangat berprogres ya sejak manajemen diambil alih oleh pihak Yayasan dan didukung penuh—termasuk peran aktif dari Ustadz sendiri. Itu kelihatan peningkatan yang luar biasa dari segi fisik, fasilitas bertambah bagus. Alhamdulillah diperhatikan sekali sama Yayasan, itu menunjukkan bahwa Yayasan kita sangat peduli dalam rangka meningkatkan performa sekolah kita.
Ditambah lagi, siswa kita selama 3 tahun saya menjabat sebagai kepala sekolah itu bertambah signifikan. Walaupun kuota kita belum sampai membuka dua kelas, namun satu kelas yang ada itu selalu penuh terus. Alhamdulillah, satu kelas penuh. Ke depan, mudah-mudahan kuota ini bertambah lagi. Dan yang terpenting adalah bagaimana pendidikan di lab ini tidak hanya sekadar memberikan pendidikan akademis atau kemampuan akademis saja, tapi juga bagaimana kita mendidik anak melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional, spiritual, bahkan finansial.
Bagian II: Perjalanan Komuter Menembus Jarak dan Manajemen Kebahagiaan Guru
SinarLIMA: Selanjutnya mungkin dalam perjalanan 3 tahun ini Bapak menemukan kendala yang sangat berat? Mengingat medan jalan Bapak dari Depok ke Jakarta Pusat ini kan cukup jauh. Apa saja tantangannya, Pak?
Yusmanto, SS: Hahaha, ya memang tantangan fisiknya harus bangun pagi sekali, Pak. Saya itu setiap hari sudah bangun jam 03.30 subuh. Tidak lupa kita sempatkan untuk shalat hajat dan belajar shalat malam terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan mengejar perangkat kereta di stasiun agar tidak ketinggalan dan bisa sampai sekolah tepat waktu.
Jadi kita mengalah, berangkatnya lebih awal. Kalau nunggu Subuh dulu di kompleks rumah, pasti telat sampai Jakarta. Makanya anak saya pun saya ajarkan untuk bangun lebih awal, lebih pagi dari mulainya jamaah. Awal-awal sih ngerasanya kok jauh ya, tapi setelah ke sini-sini sudah mulai biasa. Saya nikmati, saya anggap perjalanan jauh subuh hari itu sebagai rekreasi saya saja. Enjoy saja.
SinarLIMA: Luar biasa dedikasinya, Pak. Lalu bagaimana Bapak melihat lingkungan sekolah kita, khususnya kerja sama dengan teman-teman guru dalam berproses?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah buat teman-teman guru, mereka ini kan teman-teman yang sudah dewasa ya. Jadi teman-teman yang sudah bisa diajak komunikasi. Istilahnya kita ajak maju bersama itu bisa, karena rata-rata usianya kan jauh di bawah saya. Mereka mau mendengarkan, mau dibina, mau dibimbing, itu saja saya sudah senang.
Guru-guru ini adalah modal utama bagi sekolah. Bagaimana guru-guru kita dekati, tetap kita tegaskan—wah ada penegasan di situ sehingga tidak santai—tapi tetap harus ada target-target khusus. Yang penting adalah mereka bekerja dengan bahagia, gitu saja. Karena kalau mereka bekerja dengan bahagia itu beda hasilnya dengan di bawah tekanan. Kalau kita kasih stressing (tekanan), kasihan guru-gurunya. Tapi kalau kita kasih tantangan-tantangan, itu beda dengan stressing. Pengalaman itu yang tepat untuk membangun mereka menjadi makin maju.
SinarLIMA: Betul sekali Pak, suasana kerja yang bahagia akan menghasilkan output yang maksimal.
Yusmanto, SS: Iya, apalagi kemarin saya juga ikut pembelajaran mendalam. Pelatihan itu kan langsung digulirkan dan dibiaskan untuk guru-guru dalam sehari-hari pembelajaran di sekolah. Saya sebagai kepala sekolah tugasnya memonitor apakah guru tersebut bisa aktif melaksanakan pelatihan itu dalam keseharian mengajar di kelasnya atau tidak.
Bagian III: Penanganan Karakter Siswa dan Visi Berakhlak Mulia Siap Mendunia
SinarLIMA: Kalau dari sisi tingkat karakter anak-anak di sekolah kita bagaimana, Pak?
Yusmanto, SS: Memang saya sering secara pribadi memonitor di sini. Kalau melihat tingkat karakter, alhamdulillah jauh lebih bisa terkendali ya. Anak-anak yang berkasus, alhamdulillah rata-rata terkendali, Pak. Jarang sekali yang membuat kasus besar.
Mudah-mudahan ini cuma dari Allah, karena pada dasarnya anak itu kan hatinya harus disentuh, Pak. Jadi kalau hatinya sudah disentuh, bukan ucapan kita atau perbuatan kita yang sembarangan yang bisa masuk ke dia. Tapi kalau kita kuliah dengan hati, tidak main fisik, itu lebih dapat. Sekarang itu begitu, diajak ngomong satu-satu dari hati ke hati, nah itu lebih dapat.
Daripada kita teriak-teriak menunjukkan kekuasaan, apalagi sekarang kan ada Komnas HAM, guru harus berhati-hati juga dalam memberikan hukuman kepada anak-anak. Tidak bisa lagi kita memberikan hukuman secara fisik karena akibatnya bisa fatal buat beberapa guru kalau ada masalah.
SinarLIMA: Poin pentingnya adalah pendidikan akhlak ya Pak. Ini sangat selaras dengan visi Yayasan kita.
Yusmanto, SS: Betul, akhlak mulia siap mendunia. Saya pikir itu sangat cocok untuk membentuk karakter anak. Makanya untuk wisuda kelulusan kali ini kita mengusung tema "Protean Character: Ready for the World". Apa artinya dalam bahasa Indonesia? Yaitu berakhlak mulia, siap mendunia. Jadi bagaimana kita menggabungkan prinsip ini kepada masyarakat, bahwa di tengah gempuran era globalisasi ini, pondasi utamanya adalah protean character berupa akhlak mulia.
SinarLIMA: Dengan adanya moto itu, bagaimana Bapak meyakini kalau ini betul-betul bisa terbentuk dan menjadikan sekolah kita sebagai sekolah favorit ke depannya?
Yusmanto, SS: Pasti, Pak! Banyak sekolah-sekolah yang maju katanya, yang modern katanya, tapi meninggalkan akhlak dan karakter, nah ini bahaya ini. Kita miris juga melihat di beberapa sekolah lain, bahkan ada banyak pesantren yang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan—seperti kasus pelecehan seksual dan sebagainya. Ini kan imbas dari krisis akhlak. Padahal Rasulullah SAW mengatakan akhlak itu di atas ilmu.
Kalau semua institusi pendidikan, baik sekolah formal, pesantren, universitas, maupun lembaga lainnya paham bahwa karakter dan akhlak itu menjadi yang utama, insya Allah pendidikan kita akan maju. Tapi kalau ditinggalkan, waduh bahaya sekali. Kemajuan modernitas, perkembangan globalisasi, zaman digital, era apa pun semaju apa pun, kalau akhlaknya dipertahankan waktu akan bagus itu, Pak.
"Siap mendunia" itu maksudnya adalah anak-anak kita siapkan untuk menjadi anak-anak yang hebat di dunia nanti, bisa bermanfaat, bisa sukses tidak hanya di Indonesia tapi bisa merambah ke tingkat internasional. Memang rugi rasanya Pak, walaupun mungkin anak sudah sukses membentuk akademiknya, tapi kalau akhlaknya jelek kan kayaknya rugi kita mendidiknya.
SinarLIMA: Sangat setuju Pak, akhlak adalah pondasi dasar.
Yusmanto, SS: Setuju, Pak. Jadi itu yang menjadi pondasi utama karena basic akhlak itu sering dilupakan oleh orang tua. Padahal pertama pendidikan itu kan di keluarga dulu, keluarga kemudian baru sekolah dan masyarakat. Orang tua menjadi pilar pertama, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita, dan orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak kita. Akhlak harus ditanamkan sejak dari rumah.
Bagian IV: Jalannya Rapat Pleno, Laporan Guru, dan Mekanisme Pengumuman di Sekolah
SinarLIMA: Kabarnya hari ini ada rapat kelulusan, bagaimana Bapak melihat jalannya rapat tadi? Dan kapan kira-kira hasilnya akan diumumkan?
Yusmanto, SS: Rapat pleno itu suatu rapat yang mesti dilakukan setiap tahunnya dalam rangka untuk menetapkan anak-anak kelas 9 di sekolah kita itu lulus atau tidaknya. Alhamdulillah tadi kita sudah mengadakan rapat dengan durasi sekitar satu jam setengah. Kita mendengarkan keterangan dari kurikulum terkait dengan kriteria kelulusan.
Saya pun memberikan titik penekanan di awal bahwa yang namanya anak-anak dinyatakan lulus itu apabila memenuhi kriteria:
Tercatat sah terhadap Dapodik sebagai siswa-siswi SMP Lab Jakarta tahun ajaran 2025/2026.
Mengikuti seluruh kegiatan sekolah selama 3 tahun ini.
Mengikuti seluruh ujian asesmen sumatif akhir, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dinyatakan lulus melalui sidang pleno dewan guru.
SinarLIMA: Bagaimana dengan formula pengolahan nilai ijazah yang diterapkan pada tahun ini, Pak?
Yusmanto, SS: Untuk pengolahan nilai ijazah, kita mengambil formulasi gabungan: 60% dari nilai rata-rata rapor (semester 1 sampai semester 5 yang diisi di Danira) dan 40% dari nilai asesmen kelas 9 (ujian sekolah).
Nah, di komponen asesmen kelas 9 (yang bobotnya 40%) itu ada rinciannya lagi. Untuk mata pelajaran yang memiliki ujian praktik, porsinya dibagi dua: 20% nilai praktik dan 20% nilai tertulis/Aska (Asesmen Kelas Sembilan). Contohnya seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Bahasa Indonesia. Namun, untuk mata pelajaran yang tidak ada ujian praktiknya, seperti PKN, maka bobot 40% murni diambil dari nilai ujian tertulis (Aska). Semua nilai dari semester 1 sampai semester 6 beserta hasil ujian praktik dan Aska sudah lengkap direkap oleh tim kurikulum.
SinarLIMA: Lalu, bagaimana hasil akhir keputusan rapat pleno tadi, Pak? Apakah sudah bisa dipublikasikan hasilnya ke media?
Yusmanto, SS: Sesuai hasil keputusan rapat pleno tadi, untuk hasil akhir mengenai lulus atau tidaknya siswa belum bisa kami publikasikan dan masih dirahasiakan dari publik. Kami harus menghormati prosedur sekolah.
Hasil resmi baru akan diumumkan secara serentak pada tanggal 2 Juni 2026 mendatang. Untuk teknis pengumumannya, hasil kelulusan ini akan diumumkan secara langsung di sekolah. Jadi, pada tanggal 2 Juni tersebut, setiap anak kelas 9 mesti datang langsung ke sekolah secara tertib untuk menerima lembar pengumuman resmi. Kami ingin momen penting ini disaksikan langsung di lingkungan sekolah dengan suasana yang kondusif dan penuh kedisiplinan.
Bagian V: Membedah Karakter dan Potensi Siswa Kelas 9
SinarLIMA: Baik, Pak, kita jaga kerahasiaannya sampai tanggal 2 Juni. Namun berbicara tentang dinamika program nilai selama setahun ini, boleh dibocorkan bagaimana pandangan guru terhadap capaian nilai akademis siswa?
Yusmanto, SS: Kalau untuk peta capaian nilai akademis berdasarkan data rekapitulasi akhir yang sudah diolah 60:40 tadi, peringkat pertama diraih oleh Andromeda dengan nilai rata-rata 91,8. Peringkat kedua ditempati oleh Raihan Khairi dengan nilai 91,5. Dan peringkat ketiga diraih oleh Putri Aulia.
Andro ini memang dari dulu di ulangan-ulangan harian sangat aktif dan menonjol, sehingga secara akumulasi dia tetap mempertahankan posisi peringkat satu. Sementara Raihan juga menonjol, dia bahkan di pelajaran agama sudah mencapai hafalan Surat Al-Qalam dan punya kemauan belajar yang sangat kuat. Ada juga siswa baru, Arif Damai, dia bagus di bidang olahraga dan sempat menjadi saingan berat Andro di beberapa aspek, meskipun secara keaktifan kelas Andro masih yang paling dominan.
SinarLIMA: Bagaimana dengan rentang nilai siswa lainnya? Apakah ada siswa yang posisinya berada di batas bawah atau membutuhkan perhatian khusus dalam penilaian guru?
Yusmanto, SS: Iya, kalau secara umum mayoritas nilai anak-anak aman. Namun ada dua siswa yang nilainya berada di rata-rata bawah, yaitu Faris (78,3) dan Rizki Denis / Eki (78,5). Nilai ini yang kita masukkan ke rekapitulasi.
Meskipun secara angka akademik mereka berada di batas bawah, dalam rapat tadi kami menekankan bahwa setiap anak diciptakan Allah dengan talenta dan keistimewaan yang berbeda-beda. Kelemahan di satu bidang bukan berarti mereka tidak punya kelebihan di bidang lain. Laporan sikap dari para guru menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki potensi yang luar biasa jika diarahkan dengan tepat.
SinarLIMA: Menarik sekali, Pak. Bisa diceritakan contoh nyata bagaimana kelebihan anak-anak ini terlihat di luar nilai angka tertulis berdasarkan laporan para guru?
Yusmanto, SS: Nah, ini yang menarik dan sempat kami bahas di rapat tadi bersama para guru. Contohnya antara Andro dan Eki. Secara akademik tertulis, Andro memang unggul. Tapi ketika masuk ke pelajaran Seni Budaya (praktek), kondisinya justru berbalik! Eki jauh lebih unggul dan bagus hasil karyanya daripada Andro. Eki berhasil membuat karya seni dari potongan-potongan batik yang dijadikan baju, dan hasilnya sangat bagus sampai saya pajang di sekolah. Sementara Andro, meskipun templatenya sudah disediakan tinggal menempel, pengerjaannya paling lama dan hasilnya biasa saja.
Begitu juga di pelajaran IT/Komputer. Ketika teman-temannya yang lain membuat tugas membuat 'pulau action' atau desain yang rumit, anak-anak spesial kita ini seperti Eki, Faris, dan Rafid kita berikan tugas mengetik dengan genre yang disesuaikan. Di situ kelihatan usaha mereka. Faris, meskipun lambat, dia tahu persis letak abjad di keyboard dan mau berusaha keras menyelesaikan ketikannya. Rafid juga sangat semangat kalau diajak mengetik. Eki pun, meskipun kadang ada malasnya, punya poin plus tersendiri. Dia itu anaknya sangat sopan. Kalau ketemu saya di luar atau di dekat rumahnya, dia selalu menyapa dengan ramah. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang tidak boleh kita abaikan hanya karena melihat nilai akademis di atas kertas.
"Tidak ada manusia yang tidak punya kelebihan. Tugas kita di sekolah adalah menyentuh hati mereka dan menemukan potensi terbaik tersebut."
— Yusmanto, SS
SinarLIMA: Bagaimana dengan Rafid? Tadi Bapak menyebut namanya.
Yusmanto, SS: Rafid ini walaupun termasuk anak inklusi (berkebutuhan khusus), kemampuan pengetahuan akademiknya tergolong bagus. Hanya memang ada kendala-kendala kecil yang wajar, tapi secara keseluruhan perkembangannya positif.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan Faris dan Eki dari sudut pandang guru mata pelajaran lain, misalnya Olahraga dan Agama?
Yusmanto, SS: Di pelajaran Olahraga, Faris dan Eki memang punya kendala fisik. Faris kalau diminta lari atau roll depan/belakang, dia masih mau mencoba. Walaupun gerakannya salah, dia punya kemauan kuat untuk mengulangi. Sementara Eki, karena postur badannya yang tidak memungkinkan untuk roll depan/belakang, gurunya tidak memaksakan karena khawatir cedera leher. Tapi ketika dialihkan ke basket atau voli, Eki ini memang agak malas dan harus sering dipaksa, hehehe. Logika berpikirnya jalan, hanya kemauan fisiknya yang perlu didorong.
Di pelajaran PAI (Agama), Eki dan Rafid kemarin sempat ikut remedial. Tapi saya sangat apresiasi karena mereka mau menyelesaikan tanggung jawabnya. Ujian praktik keagamaan ini krusial bagi saya. Masalah thaharah (bersuci), membedakan jenis najis, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Ini adalah pondasi ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat, makanya saya tekankan sekali agar mereka benar-benar menguasainya.
SinarLIMA: Kami mendengar salah satu siswa sempat absen cukup lama karena sakit ya, Pak?
Yusmanto, SS: Betul, si Faris. Dia sempat tertinggal pelajaran dan harus mengerjakan tugas dari rumah karena kondisi kesehatannya. Kemarin itu dia sempat kena infeksi saluran kemih karena pola makan yang kurang sehat dari rumah—jarang minum air putih dan lebih sering minum es atau minuman berwarna, ditambah suka makan seblak pedas. Akibatnya, dia harus menjalani operasi usus buntu dan terakhir terkena cacar air. Itulah yang membuat dia lama tidak masuk sekolah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja sama orang tua dan kegigihan Faris, semua ketertinggalan tugas dan ujian susulan bisa diselesaikan dengan baik untuk melengkapi penilaiannya.
SinarLIMA: Dari beberapa keterangan guru tadi, kesimpulannya memang setiap anak punya keunikan tersendiri ya Pak.
Yusmanto, SS: Betul, anak-anak kita itu pada dasarnya Allah ciptakan dengan berbagai talenta, berbagai potensi, berbagai kemampuan, berbagai macam kehebatan dan keistimewaan. Jadi setiap anak pasti punya kehebatan yang berbeda-beda, dan tidak satu dengan yang lainnya pasti punya kekurangan yang berbeda-beda. Jadi kita melihat di sini dari laporan guru, ada anak yang akademisnya mungkin rendah tapi secara yang lain belum tentu rendah.
Contohnya ada satu guru yang awalnya mengatakan rendah, tapi ternyata kuat di bidang seni. Saat mengajar SBK dan melihat ujian SBK, ternyata anak tersebut sangat mampu dan hasilnya paling bagus. Ini membuktikan tidak semua anak itu kurang, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Bagian VI: Pesan Hangat untuk Kelulusan Kelas 9
SinarLIMA: Sebagai penutup wawancara kita hari ini Pak, apa pesan-pesan Bapak kepada anak-anak kelas 9 yang sebentar lagi akan menerima hasil kelulusannya?
Yusmanto, SS: Pesan saya kepada anak-anak kelas 9, selamat dan sukses kepada kalian semuanya. Semoga kalian semua bisa sukses di jenjang berikutnya, silakan melanjutkan langkah ke SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah.
Yang terpenting, tolong jaga almamater sekolah kita. Tolong jangan lupakan shalat dan ibadah kepada Allah SWT. Teruslah bermimpi besar, jangan lupa ikhtiar, dan selalu yakin kepada Allah SWT.
SinarLIMA: Sebuah pesan yang sangat menyentuh dan bermakna dalam. Terima kasih banyak, Pak Yusmanto, SS, atas waktu dan wawancara eksklusifnya yang sangat berharga ini. Semoga pelaksanaan pengumuman secara tertib di sekolah pada 2 Juni nanti berjalan lancar dan SMP Laboratorium Jakarta semakin jaya.
Yusmanto, SS: Sama-sama, Pak. Terima kasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dari media SinarLIMA. Sukses selalu untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Penulis/Editor: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Sinar5News.com)
Tolong perbaiki untuk pengumuman kelulusan hanya melalui digital dan tidak diberikan surat kelulusan
Berikut adalah revisi akhir naskah wawancara eksklusif yang telah disesuaikan. Bagian teknis pengumuman kini dikembalikan sepenuhnya secara digital: hasil kelulusan tetap dirahasiakan hingga tanggal 2 Juni 2026, dan pada hari tersebut pengumuman hanya dapat diakses secara digital melalui situs resmi kelulusan, serta pihak sekolah tidak akan memberikan surat kelulusan fisik (cetak).
EKSKLUSIF: Menilik Rapat Pleno Kelulusan SMP Laboratorium Jakarta, Strategi Akademik dan Pondasi Akhlak Mulia Siap Mendunia
Jakarta, Sinar5News.com – Suasana khidmat sekaligus penuh konsentrasi menyelimuti ruang Kepala Sekolah SMP Laboratorium Jakarta pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Segenap dewan guru baru saja menyelesaikan rapat pleno kelulusan siswa kelas 9 untuk tahun ajaran 2025/2026. Hasil akhir dari rapat penentuan ini masih disimpan rapat dan bersifat rahasia hingga hari pengumuman resmi nanti.
Untuk mengupas tuntas jalannya rapat, sistem pengolahan nilai ijazah, dinamika pelaporan sikap siswa, hingga teknis pelaksanaan pengumuman kelulusan murni secara digital, jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala SMP Laboratorium Jakarta, Bapak Yusmanto, SS. Berikut petikan wawancaranya:
Bagian I: Komitmen dan Dinamika Kepemimpinan 3 Tahun Terakhir
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Dengan siapa nih Bapak, silakan bapak kepala sekolah SMP Laboratorium Jakarta. Kalau boleh tahu, sejak kapan Bapak mulai bertugas di tempat ini?
Yusmanto, SS: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat siang. Saya bertugas di sini sejak tahun 2024 sampai dengan sekarang, jadi hitungannya sudah berjalan hampir 3 tahun ya.
SinarLIMA: Kalau boleh tahu, asal Bapak dari mana Pak?
Yusmanto, SS: Saya aslinya dari Prabumulih, Sumatera Selatan, kemudian tinggal di Kota Depok, Jawa Barat.
SinarLIMA: Banyak sekali ya Pak perjalanan dunia pendidikannya, tentunya tidak hanya di Kota Depok. Karena tadi Bapak sempat menjadi kepala sekolah di Kota Depok, namun memutuskan untuk mengambil tantangan baru ke Jakarta. Apa motivasinya Pak?
Yusmanto, SS: Betul sekali, saya ingin melebarkan sayap ke Jakarta untuk mencari pengalaman baru, memperbanyak teman pergaulan, menambah wawasan kita yang baru, dan tentu menghadapi tantangan yang lebih besar.
SinarLIMA: Berarti sudah hampir 3 tahun di sini ya Pak. Boleh dikasih tahu bagaimana Bapak melihat perkembangan sekolah kita secara umum, khususnya SMP Laboratorium Jakarta?
Yusmanto, SS: Saya melihatnya sekolah kita sangat berprogres ya sejak manajemen diambil alih oleh pihak Yayasan dan didukung penuh—termasuk peran aktif dari Ustadz sendiri. Itu kelihatan peningkatan yang luar biasa dari segi fisik, fasilitas bertambah bagus. Alhamdulillah diperhatikan sekali sama Yayasan, itu menunjukkan bahwa Yayasan kita sangat peduli dalam rangka meningkatkan performa sekolah kita.
Ditambah lagi, siswa kita selama 3 tahun saya menjabat sebagai kepala sekolah itu bertambah signifikan. Walaupun kuota kita belum sampai membuka dua kelas, namun satu kelas yang ada itu selalu penuh terus. Alhamdulillah, satu kelas penuh. Ke depan, mudah-mudahan kuota ini bertambah lagi. Dan yang terpenting adalah bagaimana pendidikan di lab ini tidak hanya sekadar memberikan pendidikan akademis atau kemampuan akademis saja, tapi juga bagaimana kita mendidik anak melahirkan anak-anak yang cerdas secara emosional, spiritual, bahkan finansial.
Bagian II: Perjalanan Komuter Menembus Jarak dan Manajemen Kebahagiaan Guru
SinarLIMA: Selanjutnya mungkin dalam perjalanan 3 tahun ini Bapak menemukan kendala yang sangat berat? Mengingat medan jalan Bapak dari Depok ke Jakarta Pusat ini kan cukup jauh. Apa saja tantangannya, Pak?
Yusmanto, SS: Hahaha, ya memang tantangan fisik utamanya memang harus bangun pagi sekali, Pak. Saya itu setiap hari sudah bangun jam 03.30 subuh. Tidak lupa kita sempatkan untuk shalat hajat dan belajar shalat malam terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan mengejar perangkat kereta di stasiun agar tidak ketinggalan dan bisa sampai sekolah tepat waktu.
Jadi kita mengalah, berangkatnya lebih awal. Kalau nunggu Subuh dulu di kompleks rumah, pasti telat sampai Jakarta. Makanya anak saya pun saya ajarkan untuk bangun lebih awal, lebih pagi dari mulainya jamaah. Awal-awal sih ngerasanya kok jauh ya, tapi setelah ke sini-sini sudah mulai biasa. Saya nikmati, saya anggap perjalanan jauh subuh hari itu sebagai rekreasi saya saja. Enjoy saja.
SinarLIMA: Luar biasa dedikasinya, Pak. Lalu bagaimana Bapak melihat lingkungan sekolah kita, khususnya kerja sama dengan teman-teman guru dalam berproses?
Yusmanto, SS: Alhamdulillah buat teman-teman guru, mereka ini kan teman-teman yang sudah dewasa ya. Jadi teman-teman yang sudah bisa diajak komunikasi. Istilahnya kita ajak maju bersama itu bisa, karena rata-rata usianya kan jauh di bawah saya. Mereka mau mendengarkan, mau dibina, mau dibimbing, itu saja saya sudah senang.
Guru-guru ini adalah modal utama bagi sekolah. Bagaimana guru-guru kita dekati, tetap kita tegaskan—wah ada penegasan di situ sehingga tidak santai—tapi tetap harus ada target-target khusus. Yang penting adalah mereka bekerja dengan bahagia, gitu saja. Karena kalau mereka bekerja dengan bahagia itu beda hasilnya dengan di bawah tekanan. Kalau kita kasih stressing (tekanan), kasihan guru-gurunya. Tapi kalau kita kasih tantangan-tantangan, itu beda dengan stressing. Pengalaman itu yang tepat untuk membangun mereka menjadi makin maju.
SinarLIMA: Betul sekali Pak, suasana kerja yang bahagia akan menghasilkan output yang maksimal.
Yusmanto, SS: Iya, apalagi kemarin saya juga ikut pembelajaran mendalam. Pelatihan itu kan langsung digulirkan dan dibiaskan untuk guru-guru dalam sehari-hari pembelajaran di sekolah. Saya sebagai kepala sekolah tugasnya memonitor apakah guru tersebut bisa aktif melaksanakan pelatihan itu dalam keseharian mengajar di kelasnya atau tidak.
Bagian III: Penanganan Karakter Siswa dan Visi Berakhlak Mulia Siap Mendunia
SinarLIMA: Kalau dari sisi tingkat karakter anak-anak di sekolah kita bagaimana, Pak?
Yusmanto, SS: Memang saya sering secara pribadi memonitor di sini. Kalau melihat tingkat karakter, alhamdulillah jauh lebih bisa terkendali ya. Anak-anak yang berkasus, alhamdulillah rata-rata terkendali, Pak. Jarang sekali yang membuat kasus besar.
Mudah-mudahan ini cuma dari Allah, karena pada dasarnya anak itu kan hatinya harus disentuh, Pak. Jadi kalau hatinya sudah disentuh, bukan ucapan kita atau perbuatan kita yang sembarangan yang bisa masuk ke dia. Tapi kalau kita kuliah dengan hati, tidak main fisik, itu lebih dapat. Sekarang itu begitu, diajak ngomong satu-satu dari hati ke hati, nah itu lebih dapat.
Daripada kita teriak-teriak menunjukkan kekuasaan, apalagi sekarang kan ada Komnas HAM, guru harus berhati-hati juga dalam memberikan hukuman kepada anak-anak. Tidak bisa lagi kita memberikan hukuman secara fisik karena akibatnya bisa fatal buat beberapa guru kalau ada masalah.
SinarLIMA: Poin pentingnya adalah pendidikan akhlak ya Pak. Ini sangat selaras dengan visi Yayasan kita.
Yusmanto, SS: Betul, akhlak mulia siap mendunia. Saya pikir itu sangat cocok untuk membentuk karakter anak. Makanya untuk wisuda kelulusan kali ini kita mengusung tema "Protean Character: Ready for the World". Apa artinya dalam bahasa Indonesia? Yaitu berakhlak mulia, siap mendunia. Jadi bagaimana kita menggabungkan prinsip ini kepada masyarakat, bahwa di tengah gempuran era globalisasi ini, pondasi utamanya adalah protean character berupa akhlak mulia.
SinarLIMA: Dengan adanya moto itu, bagaimana Bapak meyakini kalau ini betul-betul bisa terbentuk dan menjadikan sekolah kita sebagai sekolah favorit ke depannya?
Yusmanto, SS: Pasti, Pak! Banyak sekolah-sekolah yang maju katanya, yang modern katanya, tapi meninggalkan akhlak dan karakter, nah ini bahaya ini. Kita miris juga melihat di beberapa sekolah lain, bahkan ada banyak pesantren yang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan—seperti kasus pelecehan seksual dan sebagainya. Ini kan imbas dari krisis akhlak. Padahal Rasulullah SAW mengatakan akhlak itu di atas ilmu.
Kalau semua institusi pendidikan, baik sekolah formal, pesantren, universitas, maupun lembaga lainnya paham bahwa karakter dan akhlak itu menjadi yang utama, insya Allah pendidikan kita akan maju. Tapi kalau ditinggalkan, waduh bahaya sekali. Kemajuan modernitas, perkembangan globalisasi, zaman digital, era apa pun semaju apa pun, kalau akhlaknya dipertahankan waktu akan bagus itu, Pak.
"Siap mendunia" itu maksudnya adalah anak-anak kita siapkan untuk menjadi anak-anak yang hebat di dunia nanti, bisa bermanfaat, bisa sukses tidak hanya di Indonesia tapi bisa merambah ke tingkat internasional. Memang rugi rasanya Pak, walaupun mungkin anak sudah sukses membentuk akademiknya, tapi kalau akhlaknya jelek kan kayaknya rugi kita mendidiknya.
SinarLIMA: Sangat setuju Pak, akhlak adalah pondasi dasar.
Yusmanto, SS: Setuju, Pak. Jadi itu yang menjadi pondasi utama karena basic akhlak itu sering dilupakan oleh orang tua. Padahal pertama pendidikan itu kan di keluarga dulu, keluarga kemudian baru sekolah dan masyarakat. Orang tua menjadi pilar pertama, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita, dan orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak kita. Akhlak harus ditanamkan sejak dari rumah.
Bagian IV: Jalannya Rapat Pleno, Laporan Guru, dan Sistem Pengumuman Digital
SinarLIMA: Kabarnya hari ini ada rapat kelulusan, bagaimana Bapak melihat jalannya rapat tadi? Dan kapan kira-kira hasilnya akan diumumkan?
Yusmanto, SS: Rapat pleno itu suatu rapat yang mesti dilakukan setiap tahunnya dalam rangka untuk menetapkan anak-anak kelas 9 di sekolah kita itu lulus atau tidaknya. Alhamdulillah tadi kita sudah mengadakan rapat dengan durasi sekitar satu jam setengah. Kita mendengarkan keterangan dari kurikulum terkait dengan kriteria kelulusan.
Saya pun memberikan titik penekanan di awal bahwa yang namanya anak-anak dinyatakan lulus itu apabila memenuhi kriteria:
Tercatat sah terhadap Dapodik sebagai siswa-siswi SMP Lab Jakarta tahun ajaran 2025/2026.
Mengikuti seluruh kegiatan sekolah selama 3 tahun ini.
Mengikuti seluruh ujian asesmen sumatif akhir, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dinyatakan lulus melalui sidang pleno dewan guru.
SinarLIMA: Bagaimana dengan formula pengolahan nilai ijazah yang diterapkan pada tahun ini, Pak?
Yusmanto, SS: Untuk pengolahan nilai ijazah, kita mengambil formulasi gabungan: 60% dari nilai rata-rata rapor (semester 1 sampai semester 5 yang diisi di Danira) dan 40% dari nilai asesmen kelas 9 (ujian sekolah).
Nah, di komponen asesmen kelas 9 (yang bobotnya 40%) itu ada rinciannya lagi. Untuk mata pelajaran yang memiliki ujian praktik, porsinya dibagi dua: 20% nilai praktik dan 20% nilai tertulis/Aska (Asesmen Kelas Sembilan). Contohnya seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau Bahasa Indonesia. Namun, untuk mata pelajaran yang tidak ada ujian praktiknya, seperti PKN, maka bobot 40% murni diambil dari nilai ujian tertulis (Aska). Semua nilai dari semester 1 sampai semester 6 beserta hasil ujian praktik dan Aska sudah lengkap direkap oleh tim kurikulum.
SinarLIMA: Lalu, bagaimana hasil akhir keputusan rapat pleno tadi, Pak? Apakah sudah bisa dipublikasikan hasilnya ke media?
Yusmanto, SS: Sesuai hasil keputusan rapat pleno tadi, untuk hasil akhir mengenai lulus atau tidaknya siswa belum bisa kami publikasikan dan masih dirahasiakan dari publik. Kami harus menghormati prosedur sekolah.
Hasil resmi baru akan diumumkan secara serentak pada tanggal 2 Juni 2026 mendatang. Untuk teknisnya, pengumuman kali ini hanya dilakukan melalui media digital dan pihak sekolah tidak akan memberikan surat kelulusan berbentuk fisik (cetak).
Pengumuman akan dirilis secara resmi melalui situs kelulusan khusus yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh guru TIK SMP Laboratorium Jakarta yang memang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Dymas Arya Nanda, S.Kom. Melalui sistem digital mandiri ini, nanti para siswa dan orang tua dapat mengakses hasil lulus atau tidaknya dari rumah masing-masing dengan cepat, aman, dan transparan tepat pada tanggal yang telah ditentukan tanpa perlu datang mengambil surat fisik ke sekolah.
Bagian V: Membedah Karakter dan Potensi Siswa Kelas 9
SinarLIMA: Baik, Pak, kita jaga kerahasiaannya sampai tanggal 2 Juni. Namun berbicara tentang dinamika program nilai selama setahun ini, boleh dibocorkan bagaimana pandangan guru terhadap capaian nilai akademis siswa?
Yusmanto, SS: Kalau untuk peta capaian nilai akademis berdasarkan data rekapitulasi akhir yang sudah diolah 60:40 tadi, peringkat pertama diraih oleh Andromeda dengan nilai rata-rata 91,8. Peringkat kedua ditempati oleh Raihan Khairi dengan nilai 91,5. Dan peringkat ketiga diraih oleh Putri Aulia.
Andro ini memang dari dulu di ulangan-ulangan harian sangat aktif dan menonjol, sehingga secara akumulasi dia tetap mempertahankan posisi peringkat satu. Sementara Raihan juga menonjol, dia bahkan di pelajaran agama sudah mencapai hafalan Surat Al-Qalam dan punya kemauan belajar yang sangat kuat. Ada juga siswa baru, Arif Damai, dia bagus di bidang olahraga dan sempat menjadi saingan berat Andro di beberapa aspek, meskipun secara keaktifan kelas Andro masih yang paling dominan.
SinarLIMA: Bagaimana dengan rentang nilai siswa lainnya? Apakah ada siswa yang posisinya berada di batas bawah atau membutuhkan perhatian khusus dalam penilaian guru?
Yusmanto, SS: Iya, kalau secara umum mayoritas nilai anak-anak aman. Namun ada dua siswa yang nilainya berada di rata-rata bawah, yaitu Faris (78,3) dan Rizki Denis / Eki (78,5). Nilai ini yang kita masukkan ke rekapitulasi.
Meskipun secara angka akademik mereka berada di batas bawah, dalam rapat tadi kami menekankan bahwa setiap anak diciptakan Allah dengan talenta dan keistimewaan yang berbeda-beda. Kelemahan di satu bidang bukan berarti mereka tidak punya kelebihan di bidang lain. Laporan sikap dari para guru menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki potensi yang luar biasa jika diarahkan dengan tepat.
SinarLIMA: Menarik sekali, Pak. Bisa diceritakan contoh nyata bagaimana kelebihan anak-anak ini terlihat di luar nilai angka tertulis berdasarkan laporan para guru?
Yusmanto, SS: Nah, ini yang menarik dan sempat kami bahas di rapat tadi bersama para guru. Contohnya antara Andro dan Eki. Secara akademik tertulis, Andro memang unggul. Tapi ketika masuk ke pelajaran Seni Budaya (praktek), kondisinya justru berbalik! Eki jauh lebih unggul dan bagus hasil karyanya daripada Andro. Eki berhasil membuat karya seni dari potongan-potongan batik yang dijadikan baju, dan hasilnya sangat bagus sampai saya pajang di sekolah. Sementara Andro, meskipun templatenya sudah disediakan tinggal menempel, pengerjaannya paling lama dan hasilnya biasa saja.
Begitu juga di pelajaran IT/Komputer. Ketika teman-temannya yang lain membuat tugas membuat 'pulau action' atau desain yang rumit, anak-anak spesial kita ini seperti Eki, Faris, dan Rafid kita berikan tugas mengetik dengan genre yang disesuaikan. Di situ kelihatan usaha mereka. Faris, meskipun lambat, dia tahu persis letak abjad di keyboard dan mau berusaha keras menyelesaikan ketikannya. Rafid juga sangat semangat kalau diajak mengetik. Eki pun, meskipun kadang ada malasnya, punya poin plus tersendiri. Dia itu anaknya sangat sopan. Kalau ketemu saya di luar atau di dekat rumahnya, dia selalu menyapa dengan ramah. Nilai-nilai karakter seperti inilah yang tidak boleh kita abaikan hanya karena melihat nilai akademis di atas kertas.
SinarLIMA: Bagaimana dengan Rafid? Tadi Bapak menyebut namanya.
Yusmanto, SS: Rafid ini walaupun termasuk anak inklusi (berkebutuhan khusus), kemampuan pengetahuan akademiknya tergolong bagus. Hanya memang ada kendala-kendala kecil yang wajar, tapi secara keseluruhan perkembangannya positif.
SinarLIMA: Lalu bagaimana dengan Faris dan Eki dari sudut pandang guru mata pelajaran lain, misalnya Olahraga dan Agama?
Yusmanto, SS: Di pelajaran Olahraga, Faris dan Eki memang punya kendala fisik. Faris kalau diminta lari atau roll depan/belakang, dia masih mau mencoba. Walaupun gerakannya salah, dia punya kemauan kuat untuk mengulangi. Sementara Eki, karena postur badannya yang tidak memungkinkan untuk roll depan/belakang, gurunya tidak memaksakan karena khawatir cedera leher. Tapi ketika dialihkan ke basket atau voli, Eki ini memang agak malas dan harus sering dipaksa, hehehe. Logika berpikirnya jalan, hanya kemauan fisiknya yang perlu didorong.
Di pelajaran PAI (Agama), Eki dan Rafid kemarin sempat ikut remedial. Tapi saya sangat apresiasi karena mereka mau menyelesaikan tanggung jawabnya. Ujian praktik keagamaan ini krusial bagi saya. Masalah thaharah (bersuci), membedakan jenis najis, dan kelancaran membaca Al-Qur'an. Ini adalah pondasi ibadah yang akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat, makanya saya tekankan sekali agar mereka benar-benar menguasainya.
SinarLIMA: Kami mendengar salah satu siswa sempat absen cukup lama karena sakit ya, Pak?
Yusmanto, SS: Betul, si Faris. Dia sempat tertinggal pelajaran dan harus mengerjakan tugas dari rumah karena kondisi kesehatannya. Kemarin itu dia sempat kena infeksi saluran kemih karena pola makan yang kurang sehat dari rumah—jarang minum air putih dan lebih sering minum es atau minuman berwarna, ditambah suka makan seblak pedas. Akibatnya, dia harus menjalani operasi usus buntu dan terakhir terkena cacar air. Itulah yang membuat dia lama tidak masuk sekolah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja sama orang tua dan kegigihan Faris, semua ketertinggalan tugas dan ujian susulan bisa diselesaikan dengan baik untuk melengkapi penilaiannya.
SinarLIMA: Dari beberapa keterangan guru tadi, kesimpulannya memang setiap anak punya keunikan tersendiri ya Pak.
Yusmanto, SS: Betul, anak-anak kita itu pada dasarnya Allah ciptakan dengan berbagai talenta, berbagai potensi, berbagai kemampuan, berbagai macam kehebatan dan keistimewaan. Jadi setiap anak pasti punya kehebatan yang berbeda-beda, dan tidak satu dengan yang lainnya pasti punya kekurangan yang berbeda-beda. Jadi kita melihat di sini dari laporan guru, ada anak yang akademisnya mungkin rendah tapi secara yang lain belum tentu rendah.
Contohnya ada satu guru yang awalnya mengatakan rendah, tapi ternyata kuat di bidang seni. Saat mengajar SBK dan melihat ujian SBK, ternyata anak tersebut sangat mampu dan hasilnya paling bagus. Ini membuktikan tidak semua anak itu kurang, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Bagian VI: Pesan Hangat untuk Kelulusan Kelas 9
SinarLIMA: Sebagai penutup wawancara kita hari ini Pak, apa pesan-pesan Bapak kepada anak-anak kelas 9 yang sebentar lagi akan menerima hasil kelulusannya?
Yusmanto, SS: Pesan saya kepada anak-anak kelas 9, selamat dan sukses kepada kalian semuanya. Semoga kalian semua bisa sukses di jenjang berikutnya, silakan melanjutkan langkah ke SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah.
Yang terpenting, tolong jaga almamater sekolah kita. Tolong jangan lupakan shalat dan ibadah kepada Allah SWT. Teruslah bermimpi besar, jangan lupa ikhtiar, dan selalu yakin kepada Allah SWT.
SinarLIMA: Sebuah pesan yang sangat menyentuh dan bermakna dalam. Terima kasih banyak, Pak Yusmanto, SS, atas waktu dan wawancara eksklusifnya yang sangat berharga ini. Semoga pelaksanaan pengumuman digital pada 2 Juni nanti berjalan lancar dan SMP Laboratorium Jakarta semakin jaya.
Yusmanto, SS: Sama-sama, Pak. Terima kasih banyak atas kunjungan dan dukungannya dari media SinarLIMA. Sukses selalu untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Penulis/Editor: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Sinar5News.com)
Maaf perbaiki lagi untuk pengumuman hasil kelulusan tetap datang ke sekolah melalui sistem digital yang dapat dilihat oleh masing-masing peserta didik dan tidak melibatkan orang tua hanya yang datang adalah para peserta di kelas 9
Gemini is AI and can make mistakes.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment