Gema Yasin dan Tahlil Menggetarkan Kampung Pisangan: Mengenang 5 Hari Wafatnya H. Rahman Wilaatmaja bin Atmaja

 


Gema Yasin dan Tahlil Menggetarkan Kampung Pisangan: Mengenang 5 Hari Wafatnya H. Rahman Wilaatmaja bin Atmaja

JAKARTA, KAMPUNG PISANGAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kediaman almarhum H. Rahman Wilaatmaja bin Atmaja di lingkungan RT 001 RW 003, Kampung Pisangan, pada Rabu malam (01/04/2026). Selepas ibadah Isya, ratusan jamaah dari berbagai sudut kampung hadir memenuhi setiap jengkal ruang, bersatu dalam untaian doa yang tulus.

Malam ini menandai peringatan malam ke-5 berpulangnya sosok yang dikenal sebagai penyejuk di lingkungannya. Kehadiran jamaah yang melimpah hingga ke pelataran rumah menjadi saksi bisu betapa harumnya nama almarhum di mata sesama.

Pesan Pengingat Kematian: Tausiah yang Menyayat Hati

Sebelum doa penutup dipanjatkan, suasana menjadi kian hening saat Ustadz Dedi Saputra menyampaikan tausiah singkat yang menggetarkan jiwa. Beliau membuka nasihatnya dengan mengingatkan hakikat penciptaan manusia.

"Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk mendoakan Ayahanda H. Rahman, tetapi juga untuk berkaca pada diri kita sendiri," ujar Ustadz Dedi dengan nada suara yang dalam. "Kematian adalah kepastian yang tidak mengenal pintu siapa yang akan diketuk lebih dulu. Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nya pulalah kita akan kembali."

Beliau kemudian mengenang kebiasaan mulia almarhum yang patut diteladani. "Saksi hidup di masjid dan mushala kita adalah beliau. Almarhum adalah sosok yang istiqamah menjaga salat berjamaah. Di tengah kesibukan dunia, beliau selalu mendahulukan panggilan Allah. Semoga langkah kaki beliau menuju rumah Allah menjadi saksi yang meringankan hisabnya, dan semoga kita yang masih diberi nafas ini, mampu meniru ketaatan beliau sebelum waktu kita tiba."

Pesan tersebut membawa suasana haru yang mendalam. Tak sedikit jamaah yang tertunduk dan menyeka air mata, menyadari bahwa harta dan jabatan akan sirna, dan hanya amal saleh seperti yang dicontohkan almarhumlah yang akan menemani di alam barzakh.

Doa Khusus dan Harapan Keluarga

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan:

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, sejahterakanlah ia, dan maafkanlah segala kesalahannya. Muliakanlah kedatangannya, lapangkanlah kuburnya dengan cahaya rahmat-Mu. Jadikanlah setiap langkah kakinya menuju masjid sebagai pemberat timbangan kebaikannya di akhirat.

Ya Rabb, bangunkanlah untuknya sebuah rumah di surga-Mu sebagaimana ia selalu rindu mendatangi rumah-Mu di dunia. Berikanlah ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, dan bimbinglah kami semua agar mampu mengakhiri hidup dalam keadaan husnul khatimah. Amin ya Rabbal 'Alamin."

Keluarga besar almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas doa dan simpati dari seluruh warga. Kepergian H. Rahman Wilaatmaja bin Atmaja meninggalkan lubang besar di hati warga Kampung Pisangan, namun warisan ketaatannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi yang ditinggalkan.


Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"

Khutbah Jumat: Waktu adalah Amanah, Jangan Disia-siakan