Dari Lombok Menginspirasi Negeri: H. Lalu Suherman Bangun Industri dari Nol, Dorong Ekonomi Rakyat hingga Kelas Nasional

 

Dari Lombok Menginspirasi Negeri: H. Lalu Suherman Bangun Industri dari Nol, Dorong Ekonomi Rakyat hingga Kelas Nasional

Sinar5News.com – Bali
Sosok H. Lalu Suherman, Direktur Utama PT Agro Nusa Protindo, bukan sekadar pengusaha sukses. Ia adalah putra terbaik Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang membuktikan bahwa kerja keras, ilmu, dan keteguhan hati mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan besar.

Wawancara dilakukan pada Selasa, 6 April 2026, usai kegiatan halal bihalal di perusahaannya. Dalam suasana penuh kehangatan, ia membuka kisah perjalanan hidupnya—dari nol hingga kini menjadi pelaku industri pengolahan daging berskala nasional.


Merantau, Jatuh Bangun, Hingga Menemukan Arah

Perjalanan dimulai sejak tahun 2003, saat ia memutuskan merantau dari Lombok. Seperti banyak perantau lainnya, ia tidak langsung sukses. Bahkan sebaliknya, ia harus menghadapi berbagai kegagalan.

“Saya pernah buka usaha rumah makan Taliwang, ayam penyet, sampai usaha di pusat perbelanjaan. Tapi semuanya tutup dalam hitungan bulan,” ungkapnya.

Namun kegagalan itu tidak membuatnya berhenti. Ia justru menjadikannya sebagai pelajaran berharga. Hingga akhirnya pada tahun 2018, ia memutuskan memperdalam ilmu bisnis secara serius.

“Dari situ saya sadar, bisnis itu harus pakai ilmu. Tidak cukup hanya semangat,” tegasnya.


Bangkit di Tengah Pandemi: Ketika Orang Mundur, Ia Melangkah

Keputusan besar diambil saat dunia dilanda pandemi Covid-19 tahun 2020. Saat banyak orang menghentikan usaha, H. Lalu Suherman justru mendirikan PT Agro Nusa Protindo.

“Orang banyak berhenti, tapi saya lihat ini peluang. Karena pangan itu kebutuhan dasar. Alhamdulillah, usaha ini justru tumbuh cepat,” katanya.

Dengan keberanian dan perhitungan matang, ia membangun bisnis sambil masih bekerja. Setelah usaha menunjukkan pertumbuhan signifikan, barulah ia fokus penuh mengembangkan perusahaan.


Industri Daging Modern: Dari Impor ke Distribusi Nasional

PT Agro Nusa Protindo kini bergerak di bidang meat processing (pengolahan daging) dengan bahan baku dari Australia, Brasil, Selandia Baru, hingga Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas, kontinuitas, dan standar industri.

Produksi harian mencapai 5–6 ton, dengan lebih dari 30 jenis produk, seperti:

  • Sosis
  • Bakso
  • Daging steak
  • Produk marinasi untuk hotel dan restoran

Pasarnya pun telah menjangkau hampir seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Sulawesi.

“Market di Indonesia ini sangat besar. Kita masih fokus di dalam negeri, tapi ke depan tentu ingin ekspansi ke luar negeri,” ujarnya.


Kunci Sukses: Paham, Inovatif, dan Mental Baja

Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan tiga kunci utama kesuksesan:

  1. Memahami bisnis secara mendalam
  2. Terus berinovasi mengikuti dinamika pasar
  3. Memiliki mental pantang menyerah

“Kalau kita bilang tidak bisa, kita berhenti. Tapi kalau kita bilang bisa, kita akan cari seribu cara,” tegasnya penuh semangat.

Ia juga menanamkan nilai ini kepada seluruh karyawan agar memiliki mental pejuang, bukan sekadar pekerja.


Membangun Ekonomi dari Akar Rumput

Lebih jauh, H. Lalu Suherman mengungkapkan pandangannya tentang ekonomi nasional, khususnya di daerah.

Menurutnya, ekonomi akan bergerak jika ada transaksi di masyarakat.

“Kalau orang punya uang lalu belanja, ekonomi bergerak. Tapi kalau semua merasa cukup dan tidak ada transaksi, maka pertumbuhan akan berhenti,” jelasnya.

Ia menyoroti pentingnya menciptakan driver ekonomi, terutama di desa, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan atau musim panen.


Peternakan Harus Jadi Industri, Bukan Sekadar Tradisi

Sebagai putra NTB, ia sangat memahami potensi besar daerahnya, terutama dalam sektor peternakan sapi.

“NTB itu penghasil sapi besar di Indonesia. Tapi belum dikelola sebagai industri. Peternak masih jual kalau butuh uang saja,” ujarnya.

Ia menawarkan konsep besar:
๐Ÿ‘‰ Peternakan sebagai industri berkelanjutan

Di mana peternak:

  • Menggemukkan sapi secara terencana
  • Memiliki pasar yang jelas
  • Mendapat penghasilan rutin

“Kita akan hadir sebagai penghubung. Kita ambil, kita proses, kita jual ke pasar besar. Peternak cukup fokus produksi,” jelasnya.


Mimpi Besar: Bangun Industri di Lombok

Ke depan, ia berencana membangun pusat industri pengolahan daging di Lombok, dengan melibatkan peternak lokal dan pemerintah daerah.

“Kalau ini berjalan, masyarakat tidak perlu merantau. Di desa pun bisa sejahtera,” ujarnya penuh harap.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah untuk memaksimalkan fasilitas seperti RPH (Rumah Potong Hewan) yang saat ini belum optimal.


Bisnis Berbasis Nilai: Ekonomi dan Dakwah Berjalan Seiring

Menariknya, PT Agro Nusa Protindo tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa misi sosial dan dakwah.

Program yang direncanakan antara lain:

  • Beasiswa bagi masyarakat kurang mampu
  • Program CSR di daerah, khususnya Lombok
  • Pembinaan spiritual dan kesejahteraan karyawan

“Kami ingin bisnis ini menjadi jalan kebaikan, bukan hanya untuk perusahaan, tapi untuk umat,” katanya.


Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Takut Gagal

Di akhir wawancara, H. Lalu Suherman menyampaikan pesan yang sangat kuat dan menyentuh:

“Jangan takut gagal. Jangan batasi diri. Terus belajar, terus berjuang. Kesuksesan bukan milik orang pintar saja, tapi milik orang yang tidak pernah menyerah.”


Kisah H. Lalu Suherman adalah gambaran nyata bahwa dari desa pun bisa lahir pemimpin industri, dari kegagalan bisa lahir kesuksesan, dan dari niat baik bisa lahir keberkahan besar.

Dari Lombok, untuk Indonesia… dan menuju dunia.

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"

Khutbah Jumat: Waktu adalah Amanah, Jangan Disia-siakan