- Get link
- X
- Other Apps
Sudah saya edit sesuai permintaan:
✅ Background diganti menjadi pantai dengan pohon kelapa
✅ Baju dibuat lebih santai dan relevan (nuansa tropis)
✅ Wajah diperjelas tapi tetap mempertahankan bentuk asli
Kalau masih ingin disempurnakan lagi (misalnya: warna langit, posisi, efek cahaya, atau baju ingin lebih formal/santai lagi), bilang saja ya ๐
Sudah saya edit sesuai permintaan:
✅ Baju kaos diganti menjadi baju koko yang rapi dan sopan
✅ Posisi badan ditegakkan agar terlihat lebih formal dan berwibawa
✅ Rokok dihilangkan
✅ Background diganti menjadi pemandangan indah dengan nuansa islami (masjid dan taman)
Kalau ingin versi lain (misalnya background masjid yang lebih dekat, indoor seperti ruang kajian, atau tambahan peci yang berbeda), silakan bilang ya ๐
Sudah saya buatkan sesuai permintaan:
✅ Suasana diubah menjadi nuansa Lebaran yang hangat dan elegan
✅ Baju dibuat seragam dan rapi (baju koko & gamis)
✅ Laki-laki memakai peci, perempuan memakai jilbab
✅ Posisi tangan disatukan (gesture saling memaafkan)
✅ Background dibuat indah dan bernuansa islami
✅ Ditambahkan tulisan ucapan Idul Fitri di bagian bawah
Kalau ingin versi lain (misalnya warna baju berbeda, background masjid, atau tulisan dengan nama keluarga), silakan bilang ya ๐
Sudah saya perbaiki lagi ๐
✅ Wajah dibuat lebih natural dan dipertahankan mendekati aslinya (tidak diubah karakter)
✅ Tetap dengan nuansa Lebaran yang elegan
✅ Pakaian seragam rapi (koko & gamis)
✅ Gesture tangan saling memaafkan
✅ Background indah dan harmonis
✅ Tulisan ucapan tetap ada
Kalau masih ingin lebih “mirip banget” (lebih detail lagi ke wajah asli), bilang ya—nanti saya buatkan versi yang lebih presisi lagi ๐
Sudah saya buatkan versi santai sesuai permintaan ๐
✅ Suasana dibuat santai dan hangat (outdoor taman/pool yang indah)
✅ Pakaian kasual dan nyaman
✅ Perempuan tetap memakai jilbab
✅ Wajah dijaga tetap alami (tidak diubah karakter)
✅ Background dibuat segar, cerah, dan enak dipandang
Kalau ingin versi lain (misalnya di pantai, di ruang keluarga, atau suasana sore hari), tinggal bilang ya ๐
Sudah saya buatkan desain landscape yang rapi dan menarik ๐
✅ Foto utama tetap digunakan (tidak diubah wajah)
✅ Layout landscape cocok untuk banner / thumbnail / poster
✅ Background masjid yang indah dan menenangkan
✅ Judul dan teks ditata jelas dan elegan
✅ Warna dibuat harmonis dan bernuansa islami
Kalau mau ditambahkan logo masjid, nama tempat, atau dibuat versi YouTube thumbnail (lebih kontras & mencolok), saya bisa bantu lagi ๐
Sinar5news.com – Jakarta Timur
Suasana penuh khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah di Masjid Daarul Musafiriin, kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada Sabtu (3/4/2026). Gema takbir yang berkumandang sejak pagi hari mengiringi hadirnya para jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai terminal hingga masyarakat sekitar.
Pada momentum istimewa tersebut, Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Christianto, ADT, MT, turut hadir dan melaksanakan salat Id berjamaah bersama para pegawai dan masyarakat. Kehadiran beliau menjadi simbol kebersamaan dan kedekatan antara pimpinan dengan seluruh unsur yang ada di lingkungan terminal.
Dalam kesempatan itu, Christianto juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah kepada seluruh pegawai dan karyawan Terminal Terpadu Pulo Gebang.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai dan karyawan,” ungkapnya dengan penuh kehangatan.
Sejak menjabat sebagai kepala terminal, Christianto dikenal tidak hanya fokus pada pengelolaan operasional, tetapi juga memiliki perhatian besar terhadap kegiatan keagamaan. Hal ini terlihat dari aktifnya berbagai program pembinaan spiritual yang dipusatkan di masjid terminal, seperti kegiatan kultum rutin setelah salat Zuhur yang diisi oleh para asatidz dari Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini pun tidak lepas dari perhatian dan persiapan matang yang dilakukan oleh pihak pengelola terminal di bawah kepemimpinan beliau. Berbagai aspek dipersiapkan dengan baik, mulai dari kebersihan area, kenyamanan jamaah, hingga koordinasi teknis pelaksanaan ibadah.
Hasilnya, kegiatan Shalat Id berlangsung dengan tertib, lancar, dan sukses. Masjid Daarul Musafiriin dipenuhi jamaah yang terdiri dari pegawai, karyawan, serta masyarakat umum di sekitar Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Momen Idul Fitri ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pengelola terminal dan masyarakat tidak hanya terjalin dalam aktivitas pelayanan publik, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Suasana hangat semakin terasa saat para jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan usai pelaksanaan salat, menandai kembalinya fitrah di hari yang suci.
Berikut beberapa pilihan judul yang kuat dan sesuai dengan fokus kehadiran kepala terminal:
Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang Hadiri Salat Idul Fitri 1447 H, Pererat Kebersamaan dengan Pegawai dan Masyarakat
Christianto Hadir di Salat Idul Fitri 1447 H, Wujud Kepedulian Kepala Terminal Pulo Gebang
Kehadiran Kepala Terminal Pulo Gebang Warnai Salat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Masjid Daarul Musafiriin
Salat Idul Fitri 1447 H di Pulo Gebang Semakin Khidmat dengan Kehadiran Kepala Terminal
Kepala Terminal Pulo Gebang Ikut Salat Idul Fitri Bersama Pegawai dan Warga, Perkuat Nilai Kebersamaan
Kalau ingin gaya lebih formal, lebih jurnalistik tajam, atau lebih inspiratif, saya bisa sesuaikan lagi ๐
Kepala Terminal Pulo Gebang Ikut Salat Idul Fitri Bersama Pegawai dan Warga, Perkuat Nilai Kebersamaan
Sinar5news.com – Jakarta Timur
Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah di Masjid Daarul Musafiriin, yang berlokasi di kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada Sabtu (3/4/2026).
Momentum hari kemenangan ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Christianto, ADT, MT, yang turut melaksanakan salat Id berjamaah bersama para pegawai, karyawan, serta masyarakat sekitar.
Kehadiran beliau menjadi wujud nyata kedekatan pimpinan dengan seluruh elemen di lingkungan terminal. Dalam kesempatan tersebut, Christianto juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jajaran pegawai dan karyawan.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai dan karyawan di Terminal Terpadu Pulo Gebang,” ujarnya.
Sejak menjabat sebagai kepala terminal, Christianto dikenal tidak hanya fokus pada pengelolaan operasional, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap kegiatan keagamaan. Berbagai program pembinaan spiritual secara rutin dilaksanakan di Masjid Daarul Musafiriin, salah satunya kegiatan kultum setelah salat Zuhur yang diisi oleh para asatidz dari Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Pada pelaksanaan Idul Fitri tahun ini, persiapan kegiatan dilakukan secara matang dan terkoordinasi dengan baik. Hal tersebut terlihat dari tertib dan lancarnya rangkaian ibadah, serta membludaknya jumlah jamaah yang memenuhi area masjid.
Para jamaah yang hadir terdiri dari pegawai terminal, karyawan, serta masyarakat umum di sekitar Terminal Terpadu Pulo Gebang. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, mulai dari takbir hingga khutbah Idul Fitri.
Kebersamaan semakin terasa saat seluruh jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan usai pelaksanaan salat. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya ukhuwah Islamiyah di lingkungan Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas semakin tumbuh dan menjadi bagian penting dalam kehidupan di lingkungan terminal, tidak hanya sebagai pusat transportasi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral dan keagamaan bagi seluruh elemen masyarakat.
Sudah saya edit sesuai permintaan ๐
✅ Baju diganti menjadi baju koko yang rapi dan elegan nuansa Lebaran
✅ Wajah tetap asli dan tidak diubah (tetap natural)
✅ Tetap dengan pose tangan salam yang hangat
✅ Tampilan dibuat lebih bersih dan bercahaya
Kalau ingin ditambahkan teks ucapan Idul Fitri atau dibuat versi poster/banner, saya siap bantu ya ๐
Sudah saya padukan kedua gambar sesuai permintaan ๐
✅ Foto utama (kepala terminal) dibuat lebih besar dan menonjol
✅ Foto jamaah ditempatkan sebagai pendukung di belakang
✅ Background dibuat relevan dengan nuansa masjid & Terminal Terpadu Pulo Gebang
✅ Komposisi dibuat rapi, seimbang, dan profesional
✅ Tetap mempertahankan wajah asli tanpa perubahan
Kalau mau ditambahkan teks (judul berita, ucapan Idul Fitri, atau nama jabatan lengkap), saya bisa bantu desainkan sekalian ๐
Berikut penjelasan setiap bait syair karya Abu Akrom secara luas, mendalam, dan inspiratif:
Bait 1
“Takutlah kalian semua,
Akan siksa di akhirat sana,
Bagi siapa berbuat dosa,
Selama hidup di dunia.”
Bait ini merupakan seruan yang sangat kuat agar manusia memiliki rasa takut (khauf) kepada Allah SWT, khususnya terhadap balasan di akhirat. Rasa takut di sini bukan untuk melemahkan, tetapi untuk membangun kesadaran dan kehati-hatian dalam hidup.
Pesan utamanya adalah bahwa kehidupan di dunia bukanlah akhir, melainkan tempat ujian. Setiap dosa yang dilakukan—baik yang tampak maupun tersembunyi—akan ada konsekuensinya. Maka, rasa takut ini menjadi rem moral agar manusia tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.
๐ Inspirasi: Jadikan rasa takut kepada Allah sebagai penjaga diri, bukan sebagai beban, tetapi sebagai cahaya yang membimbing langkah kita menuju kebaikan.
Bait 2
“Pada hari akhirat nantinya,
Sungguh ngeri keadaannya,
Seorang tak mampu membela,
Antara satu dengan lainnya.”
Bait ini menggambarkan dahsyatnya hari kiamat, hari di mana semua manusia berdiri sendiri-sendiri. Tidak ada lagi kekuatan dunia, jabatan, keluarga, atau teman yang bisa menolong.
Ini mengingatkan bahwa hubungan duniawi yang begitu kuat sekalipun akan terputus. Bahkan orang tua tidak bisa menolong anaknya, dan anak tidak bisa menolong orang tuanya.
๐ Inspirasi: Selagi masih di dunia, perkuat hubungan dengan Allah, karena hanya itulah yang akan menjadi penolong sejati ketika semua yang lain tak berdaya.
Bait 3
“Tebusan apa pun tiada guna,
Untuk menghindar dari siksa,
Walau emas dan permata,
Semua itu tak berguna.”
Di dunia, segala sesuatu sering bisa diselesaikan dengan harta. Namun bait ini menegaskan bahwa di akhirat, tidak ada “tebusan” apa pun yang bisa menyelamatkan seseorang dari azab.
Emas, permata, dan seluruh kekayaan dunia kehilangan nilainya. Hal ini mengajarkan bahwa nilai sejati manusia bukan pada harta, tetapi pada iman dan ketakwaan.
๐ Inspirasi: Gunakan harta sebagai sarana kebaikan, bukan tujuan hidup. Karena yang kita miliki hari ini tidak akan bisa menyelamatkan kita nanti, kecuali jika digunakan di jalan Allah.
Bait 4
“Bantuan dalam segala rupa,
Baik tenaga maupun harta,
Semuanya akan sia-sia,
Walau mengiba dan meminta.”
Bait ini mempertegas bahwa tidak ada pertolongan yang bisa diandalkan selain dari Allah. Bahkan jika seseorang memohon dengan penuh harap, jika tidak memiliki bekal iman dan amal, maka semuanya akan sia-sia.
Ini adalah gambaran betapa keadilan Allah sangat sempurna—tidak ada nepotisme, tidak ada “jalan belakang”, semua dinilai berdasarkan amal.
๐ Inspirasi: Jangan menunda kebaikan. Jangan berharap pada bantuan di akhirat, tapi siapkan diri sejak sekarang dengan amal yang tulus.
Bait 5
“Mereka semua keadaannya,
Tak ditolong sedikit pun juga,
Hanya iman dan amal saja,
Yang menyelamatkan dari siksa.”
Inilah inti dari keseluruhan syair: iman dan amal shaleh adalah satu-satunya penyelamat. Tidak ada yang lain.
Iman menjadi fondasi, sedangkan amal adalah bukti nyata dari iman tersebut. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Iman tanpa amal adalah lemah, dan amal tanpa iman tidak bernilai di sisi Allah.
๐ Inspirasi: Bangun kehidupan dengan dua sayap: iman yang kuat dan amal yang konsisten. Sekecil apa pun kebaikan, jangan diremehkan, karena itulah yang akan menjadi penyelamat kita.
Kesimpulan Inspiratif
Syair ini mengajak kita untuk hidup dengan kesadaran akhirat. Dunia bukan tujuan akhir, tetapi tempat menanam. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen nanti.
✨ Jadilah pribadi yang:
Takut berbuat dosa, tapi penuh harap pada rahmat Allah
Tidak bergantung pada dunia, tapi mempersiapkan akhirat
Menjaga iman dan memperbanyak amal
Karena pada akhirnya, yang menyelamatkan bukan siapa kita di dunia, tetapi apa yang kita bawa ke akhirat.
Pengarahan Kepala Ponpes NW Jakarta Tekankan Keseriusan dan Kebersamaan dalam Pengelolaan Pendidikan
Sinar5news.com – Jakarta
Kepala Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, Dr. H. Miftahuddin, M.Ag, memberikan pengarahan penting dalam rapat evaluasi yang digelar di Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta, Ahad (5/4/2026) pukul 14.00 WIB. Rapat ini dihadiri oleh para pengasuh, ustadz, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan pondok pesantren.
Dalam arahannya, Dr. Miftahuddin menegaskan bahwa kegiatan evaluasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap amanah besar yang diemban bersama dalam mengelola pendidikan di pondok pesantren. Ia mengakui bahwa kesibukan seringkali menjadi kendala untuk berkumpul, namun hal tersebut tidak boleh mengurangi tanggung jawab terhadap keberlangsungan pendidikan santri.
“Jangan sampai kita merasa seolah tidak memiliki beban. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus kita jalankan dengan kesungguhan,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya membangun lingkungan pondok yang kondusif dan produktif. Menurutnya, seluruh pengasuh dan tenaga pendidik merupakan aktor utama dalam menciptakan suasana pendidikan yang baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif dan keterlibatan aktif dari semua pihak.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas berbagai permasalahan yang terjadi, termasuk adanya sejumlah santri yang keluar dari pondok dalam satu semester terakhir. Hal ini menjadi perhatian serius, karena menurut beliau, keluar masuknya santri dapat berdampak pada citra dan keberlangsungan lembaga.
“Lebih baik kita memperbaiki kualitas di dalam daripada hanya fokus pada promosi ke luar. Jangan sampai apa yang kita tampilkan tidak sesuai dengan kenyataan di dalam,” ungkapnya.
Selain itu, Dr. Miftahuddin menekankan bahwa inti pendidikan di Nahdlatul Wathan Jakarta terletak pada sistem kepesantrenan (ma’had), bukan semata pada pendidikan formal. Oleh karena itu, penguatan pembinaan karakter, disiplin, dan lingkungan menjadi prioritas utama.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kekompakan dan sinergi antar pengurus serta tenaga pendidik. Tanpa kebersamaan, program sebaik apa pun tidak akan berjalan maksimal.
“Kita harus bersatu, saling menguatkan, dan menjalankan amanah ini dengan penuh keikhlasan. Keberkahan akan datang jika kita bersungguh-sungguh dalam berkhidmat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta rapat agar tetap optimis dan yakin bahwa setiap pengabdian yang dilakukan di pondok pesantren akan membawa keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun bagi lembaga.
Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai kekurangan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Berikut poin-poin penting hasil pengarahan dan rapat evaluasi tersebut:
๐น Poin-Poin Penting Rapat Evaluasi
1. Penegasan Amanah dan Tanggung Jawab
Seluruh pengasuh dan tenaga pendidik diingatkan untuk menyadari amanah besar dalam mengelola pondok pesantren.
Tidak boleh merasa “tanpa beban”, tetapi harus penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
2. Pentingnya Kepedulian dan Kebersamaan
Rapat menjadi bukti kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan.
Ditekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, dan saling mendukung antar pengurus.
3. Lingkungan Pondok Harus Kondusif
Semua pihak adalah aktor utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang baik.
Lingkungan yang tidak terkelola dengan baik akan berdampak pada perkembangan santri.
4. Evaluasi Santri Keluar
Ditemukan adanya beberapa santri yang keluar dalam satu semester.
Hal ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada citra pondok dan keberlangsungan lembaga.
5. Fokus Perbaikan Internal
Perbaikan kualitas internal harus diutamakan dibanding hanya promosi eksternal.
Jangan sampai kondisi di dalam tidak sesuai dengan yang dipromosikan ke luar.
6. Penguatan Sistem Kepesantrenan (Ma’had)
Inti pendidikan berada pada pondok (ma’had), bukan hanya sekolah formal.
Pembinaan karakter, disiplin, dan akhlak menjadi prioritas utama.
7. Penegakan Disiplin dan Pengawasan Santri
Perlu aturan yang jelas dan tegas dalam pengawasan santri (termasuk penggunaan HP, pergaulan, dll).
Pengasuh harus aktif mengontrol dan membina, bukan membiarkan.
8. Kerja Sama Antar Lembaga (Pondok & Sekolah)
Harus ada sinergi kuat antara pondok, SMP, SMA, dan unit lainnya.
Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
9. Pentingnya Keseriusan dalam Kinerja
Setiap yang menerima amanah harus siap dengan konsekuensi kinerja.
Tidak boleh setengah-setengah dalam menjalankan tugas.
10. Nilai Keberkahan dalam Pengabdian
Ditekankan pentingnya keyakinan bahwa pengabdian di pondok membawa keberkahan.
Keberkahan tidak selalu diukur dengan materi, tetapi dengan manfaat dan kemudahan hidup.
11. Persiapan Tahun Ajaran Baru
Kekhawatiran terhadap penerimaan santri baru jika kondisi internal tidak diperbaiki.
Perlu strategi serius agar jumlah santri tetap stabil atau meningkat.
12. Pentingnya Keteladanan Pengasuh
Pengasuh harus menjadi contoh dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak.
Tidak boleh ada kontradiksi antara ucapan dan tindakan.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment