35 khutbah jumat oleh Abu Akrom
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 13 DESEMBER 2019
MANFAAT
SHALAT JUMAT
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Entah berapa ratus kali kita
mengikuti shalat jumat seperti ini. Mestinya banyak sekali manfaat yang kita
rasakan. Tetapi sayang tidak semua umat Islam dapat merasakan manfaatnya, oleh karena
menganggap bahwa shalat jumat ini adalah ibadah rutin yang bersifat biasa-biasa
saja.
Tentu kita tidak ingin kehadiran
kita di tempat ini, tidak mendapatkan apa-apa. Padahal Rasulullah SAW
menyampaikan, bahwa Jumat ini dengan Jumat yang berikutnya adalah sebagai
sarana terbaik untuk menghapus semua dosa yang pernah kita perbuat satu minggu
ini. Beliau bersabda dalam hadits shahihnya:
الصَّلاةُ الْخَمْسُ وَاْلُجمُعَةُ إِلىَ الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ
لِمَا بينَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
“Shalat yang lima waktu, shalat
Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, ini semua menghapuskan dosa-dosa di antara
keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).
Yang namanya kita sebagai manusia
tanpa disadari banyak sekali dosa-dosa yang kita perbuat dalam seminggu ini.
Nah dengan kita rajin shalat lima waktu ditambah shalat jumat, maka Allah akan
menghapus bersih semua dosa-dosa kita, selama kita tidak bergelimang dalam dosa
besar. Kalau kita terlanjur berbuat dosa besar, maka tidak hanya cukup dengan
shalat saja, tapi wajib bertaubat memohon ampun kepada Allah dengan banyak
membaca istigfar.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Alangkah bersyukurnya kita, jika
dosa-dosa yang telah kita perbuat diampuni oleh Allah. Diantara ciri-ciri dosa
kita diampuni, kita meraskan adanya kedamaian di dalam hati, ringan dalam
beramal shalih, menunjukkan akhlak yang mulia dan selalu ingin bermanfaat bagi
sesama. Semua hal ini tidak mudah didapatkan, kecuali bagi orang-orang yang
bersih hatinya dari dosa-dosa yang mengotorinya.
Agar shalat Jumat ini benar-benar
menjadi sarana untuk menghapus dosa kita, maka mari kita penuhi hal-hal berikut
:
1. Sebelum shalat Jumat mandilah
terlebih dahulu.
2. Pakailah pakaian yang terbaik
dengan memakai wangi-wangian.
3. Datang lebih awal sebelum
khatib naik mimbar.
4. Setelah tiba di masjid
laksankan shalat sunnat tahiyyatul masjid.
5. Sembari menunggu khatib
membacakan khutbah, perbanyaklah zikir dan membaca Al Quran.
6. Dengarkan khatib ketika membaaca khutbah dan jangan melakukan
apapun yang bisa merusak pahala jumat, seperti berbicara, bermain HP dan
lain-lain.
7. Laksanakan shalat Jumat benar-benar dengan niat yang tulus
karena Allah semata-mata.
8. Setelah shalat jumat jangan terburu-buru keluar, berzikirlah
semampunya dan berdoalah dengan khusyu’.
Demikain khutbah singkat ini
dapat khatib sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan jika ada tutur
kata yang tidak tepat, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Jakarta, 16 Rabiul Akhir 1441 H/12
Desember 2019 M
Pembaca : 1103
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 20 DESEMBER 2019
MANFAAT
WUDHU’
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita
sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW.
Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di
masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Semua syariat Islam yang telah
ditetapkan untuk umat ternyata memiliki fungsi dan manfaat yang luar biasa,
baik dari sisi duniawi maupun dari sisi ukhrawi. Dari sisi duniawi berdampak
positif bagi kemaslahatan pribadai dan sesama. Dari sisi ukhrawi, di akhirat
nanti kita ditempatkan di tempat yang mulia yaitu surga Allah SWT.
Diantara syariat yang sangat
penting adalah perintah wudhu’ sebelum shalat dan membaca Al Quran. Bila kita
melihat dari sisi duniawi kita akan banyak mendapatkan keuntungan diantaranya,
wudhu memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Di dalam bukunya
Prayers, A Sport for The Body and Soul, Mokhtar Salem menjelaskan, kalau
berwudhu yang baik dan benar dapat mencegah timbulnya berbagai macam penyakit.
Alasannya, orang yang berwudhu secara otomatis pasti juga membersihkan anggota
tubuh dan kulitnya. Ia selalu menjaga kebersihan hidungya dengan istinsyaq,
tangannya, wajahnya, hingga kedua kakinya.
Lebih dari itu, Salem menyebutkan
kalau berwudhu yang baik dan benar juga bisa mencegah kanker kulit. Setiap hari
orang pasti bersentuhan dengan banyak elemen, termasuk bahan-bahan kimia.
Dengan berwudhu, maka bahan kimia yang menempel di kulit tersebut akan larut
dan hilang.
Sarjana-sarjana luar negeri juga
banyak yang meneliti tentang manfaat wudhu. Salah satunya adalah psikiater dan
neurolog berkebangsaan Austria, Leopold Werner von Ehrenfels. Berdasarkan hasil
penelitiannya, Von Ehrenfels mengatakan bahwa berwudhu menjadikan tubuh selalu
sehat. Air wudhu merangsang saraf-saraf tubuh manusia. Hasilnya, tubuh orang
yang sering berwudhu selalu sehat. Sama seperti Salem, Von Ehrenfels juga
mengemukakan kalau berwudhu dapat mencegah penyakit kulit. Salah satu penyebab
penyakit kulit adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit. Dengan wudhu lima
kali sehari bahkan lebih, maka orang yang berwudhu tersebut secara tidak
langsung juga menjaga kebersihan kulitnya. Subhanallah.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Itu dari sisi duniawai. Sedangkan
dari sisi ukhrawi lebih dahsyat lagi. Disamping untuk mengangkat hadats kecil,
sehingga shalat kita sah, juga dengan berwudhu’ semua dosa dan kesalahan kita
berguguran keluar dari seluruh anggota tubuh yang kita basuh. Nabi kita
bersabda;
أَلَا
أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ
الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ
عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ
الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ
Artinya : “Tidaklah, aku
tunjukkan kalian atas sesuatu yang Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan
dengan sebabnya, dan mengangkat derajat pula? Mereka berkata: ya, wahai
Rosulullah. Nabi bersabda: “Sempurakan wudhu pada waktu sulit, perbanyak
langkah ke masjid-masjid, dan menunggu sholat setelah sholat. Itu lah ribat”.
(HR. Muslim)
Ternyata wudhu’ itu bukanlah hal
yang spele dan tidak punya makna apa-apa. Ini semua kita dapatkan bila wudhu’
dilaksanakan dengan sempurna, baik itu niatnya maupun tatacaranya. Seseorang
yang berwudhu’ dengan asal-asalan, tentu wudhu’nya tidak bernilai apa-apa,
disamping wudhu’nya tidak sah juga tidak akan berdampak positif bagi kesehatan
tubuhnya.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 21 Desember 1441 H/19 Desember 2019 M
Pembaca : 1233
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 27 DESEMBER 2019
MENGKAJI
DIRI TAHUN 2019 MENUJU 2020
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Berbicara
tentang mengkaji diri adalah pembicaraan yang sangat penting, karena
berhubungan langsung denhan diri pribadi kita masing-masing.
Mari kita mengevaluasi diri tahun
2019 ini, apakah kita benar-benar sudah mengkaji diri seutuhnya atau belum sama
sekali. Jika sudah alhamdulillah bersyukurah kepada Allah, mari kita
pertahankan dan kita tingkatkan dari waktu kewaktu. Sungguh ini adalah prestasi
yang sangat tinggi nilainya dihadapan Allah SWT. Tetapi jika proses mengkaji
diri kita belum utuh secara sempurna, maka memasuki tahun baru 2020 ini kita
berusaha untuk benar-benar mengkaji diri secara total lahir maupun batin.
Mengkaji diri itu artinya melihat
diri sendiri secara utuh yang meliputi 4 unsur pokok yaitu jiwa, hati, pikiran
dan sikap hidup sehari-hari.
Pertama, jiwa. Jiwa adalah
perangkat batin yang sangat halus tidak bisa dideteksi oleh alat apapun. Jika
jiwa itu bersih, maka akan terasa suasana menjadi sangat tenang, lapang dan
bahagia. Tetapi jika jiwa itu kotor, maka suasana akan terasa resah, gelisah
dan galau. Sedikitpun tidak ada rasa tenang menyelmuti jiwa tersebut. Kalau
suasana ini yang kita dapatkan, maka rugilah hidup kita selama di dunia.
Menurut Al Quran untuk
mendapatkan jiwa yang bersih itu hanya dengan satu cara yaitu bertaqwa kepada
Allah. Orang yang bertaqwa itu adalah orang yang selalu taat menjalankan
syariat agama Allah, baik yang bersifat wajib maupun yang bersifat sunnat.
Tetapi sebaliknya bila kita durhaka terhadap syariat-Nya, maka pasti jiwa itu
kotor. Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ
مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang
menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya”. (QS. Asy
Syams 9 -10)
Kedua, hati. Hati adalah pusat
suara manusia, jika hati itu bening maka suara yang terdengar adalah suara
kebaikan. Tetapi jika hati itu busuk, maka suara yang terdengar adalah suara
keburukan. Ini hampir sama dengan jiwa, tergantung keadaannya. Maka beningkan
hatimu dengan banyak berzikir dan memohon ampun kepada Allah.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Ramimakullah.
Saking penting namanya hati
sampai-sampai imam Al Gazali mengumpamakan hati itu ibarat raja, dan selainnya
adalah rakyat. Jika hati itu baik, maka baiklah seluruh tubuh, jika hati itu
rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Demikian nabi bersabda dari An Nu’man bin
Basyir radhiyallahu ‘anhuma,
أَلاَ وَإِنَّ
فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا
فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad
itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia
rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati
(jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Ketiga, pikiran. Pikiran adalah
hasil menggunakan akal, maka gunakan akal itu untuk berpikir yang positif.
Jangan sekali-kali berpikir yang negatif, ini bisa merusak kesehatan sekaligus
merusak program hidup yang akan mengacaukan hubungan kepada sesama.
Na’udzubillah.
Penelitian di Stanford
University, Amerika Serikat, mengungkapkan hubungan antara pola pikir dan
kesehatan. Menurut para ilmuwan, orang yang berpikir negatif mengenai aktivitas
fisiknya cenderung menganggap dirinya tidak bugar.
Keempat, sikap. Sikap adalah
perilaku jasmani dalam keseharian hidup kita, maka hiasilah perilakumu dengan
sifat-sifat yg mulia (akhlakul karimah) seperti taat, patuh, malu, tahu diri,
berbakti, peduli, ingat waktu, sopan, jujur, disiplin dan tanggung jawab.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 28 Rabiul Akhir 1441 H/26 Desember
2019 M
Pembaca : 7676
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 10 JANUARI 2020
HARAPAN
MENYAMBUT DAN MENGHADAPI
TAHUN
BARU 2020
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Ungkapan yang sering kita dengar
dari banyak orang dalam menyambut tahun baru adalah, “Semoga tahun ini lebih
baik dari tahun kemarin”.
Inilah fithrah diri manusia,
sebenarnya ingin selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Bahkan dalam Al Quran
berulangkali memotivasi umat manusia agar terus berpacu berada pada kondisi
gemar berbuat baik (Al Baqarah 2:148, Al Maidah 5:48).
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواالْخَيْرَاتِۚأَيْنَمَاتَكُونُوايَأْتِبِكُمُاللَّهُ جَمِيعًاۚإِنَّاللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat
ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah
(dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan
mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu”. (Al Baqarah 148)
Adanya ungkapan menyambut tahun
baru menjadi lebih baik tergantung latar belakang profesi, keahlian dan
kemampuan mereka. Orang yang sehari-hari bergelut di bidang ekonomi berharap
semoga ekonomi makin membaik. Orang yang sehari-hari bergelut di bidang
pendidikan berharap agar pendidikan lebih maju dan berkualitas. Orang yang
sehari-hari bergelut dibidang kesehatan berharap semoga kesehatan makin hari
makin membaik. Demikian seterusnya.
Harapan-harapan tersebut tidak akan
pernah tercapai kalau hanya sekedar sebagai selogan pemanis di bibir saja.
Mesti lebih gigih lagi berusaha dengan strategi dan tehnik yang lebih bagus.
Ini adalah sunnatullah yang tidak bisa dipungkiri. Kalau mau di Indonesia
keadaan ekonomi makin maju, suhu politik makin kondusif, hukum tegak dengan
lebih adil, pendidikan lebih berkualitas, kesehatan makin membaik dan angka
kriminal makin berkurang, maka memasuki tahun baru 2020 ini semua elemen
masyarakat dari lapisan bawah sampai lapisan atas, dari rakyat jelata sampai
para pejabat, semua mengerahkan segala daya dan upaya secara konsisten untuk
meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan bidang dan keahlian masin-masing.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Memasuki tahun baru ini, mari
kita berperan sebagai aktor perubahan kearah yang lebih baik, bukan sebagai
pengekor yang hanya menunggu perintah. Kita berperan sebagai pemain terbaik,
bukan hanya sebagai penonton yang pasif tidak punya kreatif. Kita berbuat
sebanyak-banyaknya hal-hal yang manfaat bagi sesama di lingkungan kita
masing-masing, bukan berbuat hal-hal yang bersifat keonaran, keresahan,
kekacauan dan permusuhan.
Semua kembali kepada diri kita
masing-masing. Tahun baru ini tidak bermakna apa-apa, kalau kita hanya heboh
menyambut tahun baru dengan segala pesta pora yang menghambur-hamburkan harta
secara berlebihan, sementara dampak positifnya tidak ada sama sekali. Hanya
dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas dan disertai doa semua harapan
baik itu akan tercapai dengan maksimal, in sya Allah.
Walaupun tahun baru kali ini
diawali dengan musibah banjir yang sangat dahsyat melanda berbagai tempat,
seperti di Jakarta dan Bekasi dengan puluhan korban meninggal dunia dan rusak
parahnya berbagai fasilitas seperti rumah, kendaraan, kantor dan lain-lain,
semua itu tidak menyebabkan kita patah semangat untuk mengisi tahun baru ini
dengan berbagai macam amaliyah salihah yang kualitasnya lebih baik dari tahun
kemarin.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 14 Jumadil Awal 1441 H/26 10 Januari 2020 M
Pembaca : 8451
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 17 JANUARI 2020
HAKEKAT
HIDUP DI DUNIA
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada khutbah kali ini tema yang
akan khatib sampaikan adalah tentang “hakekat hidup di dunia”.
Untuk mengetahui apa hakekat
hidup di dunia ini hendaknya kita meruju’ kepada kitab suci Al Quran surat An
Nisa ayat 77:
قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ
اتَّقَى
Artinya: “Katakanlah: “Kesenangan
di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang
bertakwa.”
Dalam ayat tersebut disampaikan
dengan sangat jelas bahwa hakekat kesenangan hidup di dunia ini hanya sebentar
saja. Hidup yang sebenarnya adalah di akhirat bersifat abadi selama-lamanya.
Namun kenyataannya banyak manusia di muka bumi ini lebih mementingkan kehidupan
di dunia daripada kehidupan di akhirat nanti.
Lihatlah manusia untuk urusan
dunia rela melakukan apa saja, bahkan demi medapatkan apa yang diinginkan,
tidak peduli cara apapun ditempuh baik halal atau haram.
Ada juga orang bekerja sampai
larut malam tidak memperhatikan istirahat, bahkan meninggalkan kewajiban shalat
lima waktu. Sungguh ini adalah perbuatan zhalim dan melampaui batas
sampai-sampai meninggalkan tugas pokoknya yaitu beribadah kepada Allah SWT.
Islam tidak melarang mau kerja
apa saja yang penting dapat mengontrol waktu, jangan sampai dunia ini
memperdaya kita.
Diantara penyebab utama seseorang
lebih memilih kehidupan dunia dan lupa akan adanya kehidupan akhirat, karena
hawa nafsu yang tidak terkendali. Yang namanya hawa nafsu tidak ada
puas-puasnya. Ibarat meminum air laut makin diminum makin haus. Itulah sebabnya
Nabi kita bersabda mengingatkan betapa serakahnya yang namanya hawa nafsu.
Seandainya sesorang dikasih satu ladang emas, maka akan meminta ladang emas
berikutnya sampai tidak terbatas. Hanya kematianlah yang akan mengakhiri
serakahnya hawa nafsu.
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ
يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ
اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Seandainya seorang anak Adam
memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama
sekali tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah
mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun
‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)
Dalam Al Quran surat Al Mu’minun
ayat 71 juga disebutkan menggambarkan betapa bahayanya memperturutkan hawa
nafsu. Kalau sekiranya kebenaran mengikuti hawa nafsu, maka binasalah langit
dan bumi.
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ
Artinya: “Andaikata kebenaran itu
menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang
ada di dalamnya.”
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Secara umum manusia banyak
dihinggapi nafsu ammarah. Inilah jenis nafsu yang paling berbahaya. Nafsu
ammarah adalah nafsu yang tidak mau patuh terhadap ajaran agama dan selalu
mendorong manusia untuk berbuat keburukan (QS. Yusuf ayat 53). Banyak sekali
kerusakan yang ditimbulkan oleh nafsu ammarah ini, baik dalam kehidupan
keluarga, masyarakat maupun negara. Juga kerusakan dalam ekosistem baik di
darat maupun di laut sehingga terjadinya banjir, longsor dan lain-lain.
Ada satu nafsu yang sangat baik
yaitu nafsu muthmainnah sebagaimana disebutkan dalam Al Quran Surat Al Fajr
27-30. Nafsu muthmainnah ini selalu ingin taat dan patuh terhadap aturan agama.
Inilah jenis nafsu para nabi dan para wali yang shalih. Mereka senantiasa
menjaga kedamaian, komunikasi yang harmonis dan berbuat segala sesuatu yang
mengandung manfaat. Ketika ajal tiba nanti, nafsu ini akan dipanggil menghadap
kepada Allah dalam keadaan diridhai dan di akhirat nanti dipersilahkan masuk
kedalam surga dengan kenikmatan tiada tara, hidup bahagia selama-lamanya.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ
الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨)
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي )٣٠(
Artinya : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu
dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah
hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30
Sebelum khatib mengakhiri khutbah
ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah, marilah kita berjuang untuk
mendapatkan nafsu muthmainnah dengan melaksankan seluruh syariat Islam secara
kaffah (total) agar kita tidak terpedaya oleh kehidupan dunia yang sesaat ini.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 21
Jumadil Awal 1441 H/17 Januari 2020 M
Pembaca :4303
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 24 JANUARI 2020
TIGA
HAL TIDAK BOLEH BOSAN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Hidup di dunia ini banyak sekali
yang menyebabkan manusia menjadi bosan. Entah karena capek, lelah atau karena
sebab lainnya. Dengan kebosanan itu menyebabkan hidup menjadi tidak semangat
dan tidak bergaerah, akhirnya harapan dan cita-cita kandas ditengah jalan.
Diantara kebosanan-kebosanan
tersebut, ada tiga hal tidak boleh kita merasa bosan apapun yang terjadi. Kita
akan terus berjuang melakukannya tanpa kenal lelah hingga akhir kematian, karena
untuk ini kita tercipta di atas muka bumi yang fana’ ini.
Pertama, tidak boleh bosan dalam
beribadah.
Beribadah adalah tujuan pokok
diciptakan manusia. Hal ini dengan sangat jelas Allah cantumkan dalam Al Quran
surat Adz Dzariyat ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya : “Dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Dalam ayat tersebut yang dimaksud
dengan mengabdi adalah beribadah kepada Allah. Diantara ibadah yang utama adalah
bersifat ritual yang terkait dengan hablum minallah, seperti shalat, dzikir,
doa dan membaca Al Quran.
Jika keempat hal ini kita lakukan
dengan ikhlas, khusyu’ dan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapat manfaat
yang luar biasa baik dari sisi duniawi maupun ukhrawi. Dengan shalat akan
mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar, dengan dzikir hati menjadi
tenang, dengan doa semua hajat dikabulkan dan dengan membaca Al Quran iman akan
terus bertambah.
Ketika manfaat dari ibadah-ibadah
ini kita dapatkan, sungguh nikmat dan bahagia terasa meliputi jiwa. Akhirnya
menjadi suatu kebutuhan yang mengasyikkan dan tidak akan pernah mau
ditinggalkan, bahkan makin semangat dan tekun dalam melaksanakannya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Kedua, tidak boleh bosan dalam
belajar.
Perintah belajar itu terdapat
dalam surat Al Alaq ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١) خَلَقَ الْإِنْسَانَ
مِنْ عَلَقٍ (٢) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (٣) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
(٤) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥))
Artinya: “Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari
‘Alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar manusia
dengan pena.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.
Belajar itu meliputi tiga hal
yaitu membaca, mendengar dan menulis. Dengan membaca akan terbuka wawasan
pengetahuan yang luas, dengan mendengar akan bertambah kecerdasan dan dengan
menulis akan mempertajam daya ingat.
Belajar itu tidak mesti dibangku
sekolah/kuliah. Kita bisa belajar tentang apa saja di alam yang luas ini.
Justru alam yang luas ini merupakan kampus pengetahuan raksasa yang takkan
pernah habis dipelajari. Fakta menunjukkan banyak sekali ilmuan yang menemukan
ilmu-ilmu baru yang spektakuler di alam ini, bukan dikampus/perguruan tinggi
tempat mereka belajar.
Dengan mengamati fenomena alam,
terjadinya siang dan malam, aneka peristiwa yang terjadi, kehidupan flora dan
fauna dan lain sebagainya, itu semua adalah sumber pembelajaran yang dahsyat
akan menginspirasi diri kita untuk melakukan riset/penelitian yang menghasilkan
karya yang sangat manfaat bagi kehidupan manusia. Inilah makna manusia tercipta
oleh Allah sebagai khalifah (pemimpin, pengelola, pemakmur) di muka bumi ini.
(QS. Al Baqarah 2:30)
Ketiga, tidak boleh bosan berbuat
baik.
Berbuat baik itu pengertiannya
luas yaitu apa saja yang dinilai baik, positif dan bermanfaat, itu adalah
bagian dari perbuatan baik atau dalam agama disebut amal shalih. Kita dapat
berbuat baik dimana saja dan kapan saja. Mulai dari hal-hal yang ringan sampai
yang berat. Berbuat baik itu bisa dengan ucapan, sikap ramah atau perbuatan.
Disekitar kita banyak sekali
hal-hal baik yang bisa kita lakukan seperti membersihkan rumah, merapikan
kamar, mencuci, menyetrika dan lain sebagainya. Di tempat kerja kita bisa
merapikan file, membuat perencanaan, diskusi, membuat laporan dan lain
sebagainya. Di lingkungan kita bisa menyiram tanaman/pohon, membersihkan got,
menyapu, membakar sampah dan lain sebagainya.
Bila berbuat baik ini menjadi
budaya dalam keseharian kita, maka amanlah dunia ini. Komunikasi dengan sesama
akan terbangun secara aktif. Tempat tinggal, tempat kerja dan lingkungan
sekitar menjadi bersih, rapih, nyaman dan menyenangkan. Sehingga suasana hidup
menjadi lebih indah, terarah, harmonis dan penuh bahagia.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 27 Jumadil Awal 1441 H/23 Januari 2020 M
Pembaca : 2184
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 31 JANUARI 2020
PERSIAPAN
MENUJU KEMATIAN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada khutbah kali ini tema yang
akan khatib sampaikan adalah tentang “Persiapan Menuju Kematian”.
Inilah tema yang sangat penting
diantara tema-tema yang lainnya yaitu persiapan menuju kematian. Karena pada
akhirnya siapapun kita, walaupun memiliki gelar profesor doktor dengan jabatan
tinggi dan memiliki kekayaan berlimpah ruah, toh akan mengalami kematian cepat
atau lambat, suka atau tidak suka.
Ketika kematian itu tiba semua
yang kita miliki tidak bernilai apa-apa, hilang dan sirna tanpa bekas
sedikitpun. Rumah yang bertahun-tahun kita bangun dengan biaya ratusan juta,
kendaran mewah yang harganya miliyaran, emas permata yang bertumpuk-tumpuk,
tabungan deposito di bank yang berjumlah triliyunan, kantor mewah tempat
bekerja dan orang-orang yang kita cintai seperti anak, istri/suami, semua itu
kita tinggalkan tidak berguna sedikitpun. Hanya iman dan amal shalih selama
hidup di dunia yang kita bawa mati menghadap kepada Allah.
Semakin kuat kualitas iman kita
dan semakin banyak amal shalih yang kita lakukan, niscaya semakin besar pula
peluang kita mati dalam keadaan husnul khatimah, dan akan terhindar dari
kematian yang bersifat su’ul khatimah. Kematian su’ul khatimah itu adalah
kematian yang buruk dengan proses sakaratul maut yang sangat menyakitkan
bagaikan ditusuk pedang 300 kali, demikian sabda Nabi.
Ketika iman dan amal shalih ini
menyertai di dalam kubur, maka kubur itu akan menjadi tempat yang sangat
nikmat, nyaman, enak dan menyenangkan, bagaikan taman diantara taman surga
(raudhah min riyadhil jannah). Demikian juga ketika bangkit dari kubur untuk
dikumpulkan di padang mahsyar akan mendapatkan naungan diatas terik matahari
yang sangat dahsyat diatas kepala kita. Dan puncaknya orang yang memiliki iman
dan amal shalih akan masuk surga Firdaus dengan kenikmatan yang tiada tara,
kekal abadi didalamnya. Sebagaimana tersebut dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat
107-108 :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ
جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (١.٧) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا
حِوَلاً (١.٨)
“Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat
tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya.”
Menurut ayat tersebut bahwa untuk
dapat masuk kedalam surga Firdaus, hanya dengan iman dan amal shalih yang telah
kita perjuangkan selama hidup di dunia. Dengan demikian dapat kita pahami,
bahwa betapa berharganya yang namanya iman dan amal shalih.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Kata iman dan amal shalih
seringkali kita membaca dan mendengarnya, namun kebanyakan kita tidak memahaminya
secara mendalam. Sehingga kita tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat
penting. Padahal dengan iman dan amal shalihlah yang mengantarkan kita kedalam
surganya Allah.
Memang untuk memahami secara
mendalam memerlukan pengkajian secara intensif dan berkesinambungan. Karena
iman itu bersifat abstrak (tidak terlihat), tapi dapat kita rasakan
keberadaannya dengan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan di jagad
raya ini.
Untuk dapat meyakini bahwa Allah
adalah satu-satunya Tuhan, mesti belajar ilmu Aqidah/Tauhid seperti memahami 20
sifat wajib bagi Allah, ditambah asmaul husna yang berjumlah 99 beserta
dalil-dalil untuk memperkuatnya, baik dalil naqli maupun dalil aqli.
Selanjutnya iman yang sudah dipahami tadi mesti dibuktikan dalam bentuk amal
shalih. Amal shalih itu adalah segala macam perbuatan yang dinilai baik, benar
dan positif, dan sesuai dengan ajaran Islam.
Iman kita akan diakui
keberadaanya jika dibuktikan dalam bentuk amal shalih. Sebaliknya amal shalih
kita akan diterima oleh Allah bila didasari rasa iman di dalam hati. Jadi
antara iman dan amal shalih tidak boleh dipisah, karena memiliki keterkaitan
erat antara keduanya.
Berdasarkan penjelasan ini, maka
jangan mimpi kita akan masuk surga, bila tidak ada iman dan amal shalih selama
hidup di dunia. Oleh karena itu selagi kita masih bernafas, mari kita perkuat
iman kita dengan ketaatan dan ketundukan kepada Allah terhadap semua ketentuan
syariat agama agar menjadi amal shalih yang bernilai ibadah yang besar
pahalanya, sehingga kelak kita diperkenankan masuk kedalam surga Firdaus
seperti yang dijanjikan dalam surat Al Kahfi ayat 107 – 108 tersebut.
Akhirnya, semoga khutbah jumat
edisi ini menjadi pengingat (alarm) yang sangat berharga untuk mempersiapkan
datangnya kematiam secara tiba-tiba, dan semoga kematian kita nanti tergolong
husnul khatimah, aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1441 H/30
Januari 2020 M
Pembaca :3864
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 7 FEBRUARI 2020
SENTUHLAH
JIWAMU
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau.
Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada
khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “sentuhlah
jiwamu”. Diantara sekian banyak unsur yang ada dalam diri manusia, ada satu
unsur yang paling penting yaitu jiwa. Jiwa itu bagian terdalam dalam diri
manusia. Dari jiwa dimulai segala sesuatu, jika jiwa itu bersih dan suci maka
instruksi yang diberikan adalah melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Jika jiwa itu kotor maka instruksi yang diberikan adalah hal-hal yang buruk dan
membawa malapetaka. Maka pantaslah Allah memberi penegasan dalam surah Asy
Syams ayat 9-10:
قَدْ
أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
Artinya:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan merugilah orang
yang mengotorinya”.
Betapa banyak orang terganggu
jiwanya, sehingga mengalami kerusakan pada akalnya. Orang yang tergangu jiwanya
biasanya mengalami stres dan depresi berat, akhirnya menjadi gila. Ini semua
terjadi, karena kotornya jiwa manusia.
Saking pentingya namanya jiwa,
sampai-sampai WR. Supratman menciptakan sebuah lagu wajib nasional Indonesia
Raya, dimana terdapat kalimat pamungkas, “Bangunlah jiwanya bangunlah
badannya”. Lagu Indonesia raya ini senantiasa dinyanyikan oleh seluruh guru dan
siswa di seluruh Indonesia pada acara upacara bendera setiap hari Senin.
Demikian juga snantiasa dinyanyikan untuk mengawali acara-acara penting dalam
satu kegiatan.
Hal ini menunjukkan betapa
berartinya hidup, bila jiwa terbangun dan terbentuk oleh hal-hal yang positif.
Karena jika jiwa rapuh, hancurlah sistem kinerja otak dan organ-organ tubuh
lainnya. Sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh manusia.
Bagaimana mungkin Indonesia bisa
maju dan menunjukkan eksistensi kemandiriannya, jika jiwa rakyatnya lemah dan
rapuh. Seharusnya setiap kita mengamalkan isi lagu tersebut, tetapi sayang
tidak semua menjiwainya hanya sekedar sebagai pemanis yang terucap di bibir
saja. Karena jiwa tersebut letaknya sangat dalam, kalau boleh diumpamakan lebih
dalam dari dasar lautan samudra, maka mesti ada upaya ekstra untuk
menyentuhnya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Kalau kita kembali kepada ajaran
agama Islam, ada beberapa langkah untuk menyentuhnya yaitu:
Pertama, Perbanyaklah berzikir
dan memohon ampun kepada Allah. Dengan berzikir jiwa akan tersentuh dengan
sendirinya, karena zikir itu adalah mengingat Allah dengan kalimat suci.
Sehingga kesucian zikir itu akan mensucikan jiwa manusia. Ketika jiwa itu suci,
maka jiwa mudah tersentuh dengan nasehat atau masukan dari orang lain. Kemudian
zikir itu disempurnakan dengan istighfar (memohon ampun) kepada Allah, agar
benar-benar jiwa itu bersih dan suci dari segala kotoran dosa.
Kedua, bacalah Al Quran setiap
hari secara rutin terutama sehabis shalat lima waktu. Jiwa itu akan mudah
tergetar dan dipenuhi rasa iman, bila selalu disentuh dengan ayat-ayat Al
Quran. Inilah diantara rahasia besar untuk menentramkan jiwa manusia.
Orang-orang yang tidak pernah membaca Al Quran pasti jiwanya kotor, sehingga
dari hari kehari jiwa bergoncang menjadi gelisah, galau dan tertekan. Oleh
karena itu mari kita selalu menentramkan jiwa kita dengan ayat-ayat Al Quran,
agar jiwa kita lapang, damai dan tentram.
Ketiga, banyaklah mendengar
taushiah dari guru-guru/ustadz yang kita senangi. Zaman sekarang ini zaman
canggih, kalau kita tidak sempat datang ke pengajian bukalah youtube ikuti
taushiah ulama-ulama kondang seperti ustadz KH. Zainudin MZ, Ustadz H. Abdul
Shomad, Lc, MA, Dr. KH. Tengku Zulkarnain, KH. M. Arifin Ilham, KH. Abdullah
Gymnastiar, TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA dan lain-lain. Dari mereka kita
akan mendapatkan banyak pelajaran yang mencerahkan jiwa kita.
Keempat, banyaklah melihat
orang-orang yang dalam kekurangan tapi tetap semangat, tabah dan sabar
menjalani hidup. Lihatlah ada orang miskin, terus gigih berjuang akhirnya
menjadi sarjana dan sukses berkiprah dalam pentas nasional. Ada orang cacat
tidak punya kaki, tidak punya tangan menjadi juara pada olimpiade tingkat
dunia. Ada orang lumpuh dan buta hafal Al Quran. Dan masih banyak lagi
contohnya.
Dengan melihat prestasi mereka
walaupun dalam kondisi serba kekurangan (cacat), ini bisa membuat hati dan jiwa
kita tersentuh dan termotivasi untuk menjadi orang-orang yang sukses dan
berprestasi. Kalau mereka saja bisa mengapa kita tidak bisa?. Justru kita
mestinya malu dengan mereka.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 12 Jumadil Akhir 1441 H/6 Februari
2020 M
Pembaca : 24531
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 14 FEBRUARI 2020
JAGALAH
LIDAHMU
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Hampir seluruh waktu umat manusia
di muka bumi ini menggunakan lidahnya untuk berbicara tentang apa saja. Lidah
adalah alat yang paling efektif untuk menyampaikan berbagai hal yang dibutuhkan
dalam hidup. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari lidah. Dengan lidah
akan disampaikan berbagai program untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Dengan
lidah akan terbangun komunikasi yang intens di tengah kehidupan. Dengan lidah
terbentuk peradaban manusia yang megah dan monumental.
Banyak orang sukses karena
kepandaiannya menggunakan lidah. Seorang pembawa acara (host) menjadi terkenal
dan kaya, karena kepandaiannya menyusun kata-kata yang rapi, bersemangat dan
menarik sehingga acara berlangsung khidmat dan sukses. Seorang pujangga dengan
kata-katanya mampu membius para audiens, karena keindahan puisi/syairnya.
Seorang penceramah tampil memukau dan disenangi oleh orang banyak, karena
kepiawaiannya menyampaikan materi ceramah. Seorang guru yang pandai mengolah
kata-katanya, membuat murid menjadi patuh, semangat dan kreatif.
Itulah kehebatan lidah dengan
segala multi fungsinya. Bagi orang yang matang akal dan kedewasaannya akan
mampu menggunakan lidahnya untuk sesuatu yang berarti. Tetapi sebaliknya, bagi
orang yang picik akalnya dan rendah tingkat kedewasaannya akan menggunakan
lidahnya secara sembarangan. Digunakan untuk bergibah, memfitnah, berbohong dan
mengadu domba. Na’uudzubillaah.
Banyak sekali kita melihat
orang-orang tidak pandai menjaga lidahnya, sehingga muncullah berbagai
keburukan tersebar di masyarakat. Adanya salah paham, perkelahian, tidak
bertegur sapa bertahun-tahun, hubungan tidak harmonis dan komunikasi menjadi
macet. Itu semua terjadi karena mereka tidak pandai menjaga lidahnya. Saking
pentingnya menjaga lidah sampai-sampai menjadi alat ukur bagi keimanan
seseorang. Nabi kita bersabda;
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada
Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”
(Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Nabi kita Muhammad SAW paham
betul dampak bahaya dari lidah yang tidak terkontrol, sehingga mengaitkan
dengan keimanan seseorang. Jangan sampai nilai iman kita hancur karena lidah
kita sendiri. Orang hidup mulia dan terhormat karena lidahnya berbicara penuh
kesopanan, sebaliknya orang hidup hina dan tidak terhormat karena lidahnya
kotor berbicara penuh hinaan, cacian dan kebencian. Na’udzubillah.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Islam agama yang indah mengatur
segala sesuatu penuh keindahan, termasuk dalam hal berbicara, Islam mengaturnya
dengan sangat indah. Dalam Al Quran disebutkan;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang yang beriman,
bertaqwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”. (QS. Al Ahzab
33:70)
Ada pepatah arab mengatakan;
“Jika pedang melukai tubuh, masih ada harapan untuk sembuh. Jika ucapan melukai
hati, kemana obat hendak dicari”. Betapa banyak orang terluka hatinya, karena
ucapan yang sangat menyakitkan. Rusaklah hubungan persaudaraan yang selama ini
dibangun. Yang tadinya hidup bersama, menjadi berpisah tidak bertegur sapa.
Yang tadinya bersahabat, menjadi musuh berat. Yang tadinya berkawan, menjadi
lawan. Yang tadinya bersatu, menjadi berseteru. Yang tadinya akur, menjadi
hancur.
Kita adalah makhluk sosial tidak
bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain dalam keadaan apapun jua. Maka
dari itu, mari kita berupaya menjaga lidah kita, agar tercipta kerukunan dan
perdamaian selama hidup di alam dunia.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1441 H/14 Februari
2020 M
Pembaca : 2853
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 21 FEBRUARI 2020
MENGGAPAI
HIDUP BERKAH
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Banyak sekali orang berharap agar
hidup selalu diliputi penuh berkah. Biasanya hidup berkah itu selalu
diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat materi. Ada orang beranggapan kalau
harta benda setiap hari bertambah, itu dikatakan berkah. Kalau ada orang naik
jabatannya, luas kekuasaannya dan banyak pengikutnya dikatakan hidupnya berkah.
Padahal tidak demikian.
Para ulama sudah memberikan
pengertian tentang makna berkah yaitu “albarokatu ziyadatul khair” artinya
“berkah itu adalah bertambahnya nilai kebaikan.” Dari pengertian ini dapat kita
pahami dengan jelas bahwa apapun yang kita terima atau apapun yang kita lakukan
yang menyebabkan nilai kebaikan kita menjadi bertambah, baik dihadapan manusia
lebih-lebih dihadapan Allah, sesungguhnya kita sudah mendapatkan nilai berkah
secara otomatis.
Bertambahnya nilai kebaikan itu
artinya bertambahnya nilai manfaat bagi diri dan orang lain. Ketika kita punya
harta yang banyak, kemudian kita bantu orang-orang yang membutuhkan sehingga
menjadi manfaat, maka sesungguhnya kita telah mendapatkan berkah dalam hidup.
Manfaat untuk kita diantaranya mencegah bala’, jauh dari penyakit, hidup makin
tentram dan in sya Allah rizki akan berlipat ganda menjadi 700 kali lipat. (Al
Baqarah 2:261). Manfaat untuk orang miskin diantaranya dapat memenuhi kebutuhan
sehari-hari mereka seperti makan, minum, pakaian dan lain-lain.
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ
حَبَّةٍ ۗوَاللَّهُ يُضَاعِفُ
لِمَنْ يَشَاءُ ۗوَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya : “Perumpamaan (nafkah
yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap
bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah
261)
Demikian juga bagi para pejabat
atau penguasa, bila dengan jabatannya itu rakyat hidupnya makin makmur dan
sejahtera, sesungguhnya pejabat tersebut telah mendapatkan hidup berkah.
Orang miskin juga bisa
mendapatkan berkah bahkan bisa jadi lebih banyak berkah yang didapatkan dari
orang kaya. Ketika orang miskin bersabar, tetap berbuat baik dan istiqomah taat
dalam ibadah, maka sesungguhnya orang miskin tersebut mendapatkan berkah. Dan
puncak keberkahan itu akan dirasakan di akhirat nanti, dimana Allah akan
masukkan ke dalam surga lebih awal 40 tahun dari orang kaya, karena tidak ada
hisab harta dihadapan Ilahi Robbi. Nabi kita bersabda :
إِنَّ فُقَرَاءَ
الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ الأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ
بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا
“Sesungguhnya kaum muhajirin yang
miskin, mereka mendahului masuk surga pada hari kiamat, 40 tahun sebelum orang
kaya.” (HR. Ahmad 6735, Muslim 7654, dan Ibnu Hibban 678).
Kaum muslimin sidang jamaah
jumat, rahimakumullah.
Lalu apa kiat-kiat agar kita
selalu mendapatkan hidup penuh berkah di dunia ini?
Pertama, pastikan apa yang kita
lakukan itu adalah halal dan tidak menyimpang dari syariat agama Islam.
Kedua, awali seluruh aktifitas
yang kita lakukan dengan membaca basmalah (bismillaahir rahmaanir rahiim).
Ketiga, berniatlah dengan baik
yaitu semata-mata untuk beribadah dengan tulus ikhlas karena Allah bukan karena
yang lain.
Keempat, lakukan segala sesuatu
didasari dengan ilmu agar aktifitas tersebut berjalan dengan lancar dan
sempurna.
Kelima, banyaklah berdoa agar
semua yang kita lakukan itu mendatangkan berkah berlimpah dari Allah ‘Azza
Wajalla.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 25 Jumadil Akhir 1441 H/20 Februari
2020 M
Pembaca : 5898
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 28 FEBRUARI 2020
DAHSYATNYA
SAKARATUL MAUT
بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah
tentang “Dahsyatnya Sakaratul Maut”
Siapapun kita pada akhirnya pasti mengalami apa yang disebut
dengan sakaratul maut. Inilah saat yang paling menegangkan dan menakutkan bagi
semua manusia di muka bumi. Seluruh anggota badan yang selama ini kita rawat
habis-habisan, tidak berdaya sedikitpun menghadapai dahsyatnya sakaratul maut.
Sementara ruh menjerit dan merintih menahan rasa sakit tiada tara ketika
dicabut oleh malaikat maut. Tentu bagi orang kafir akan merasakan betapa
sakitnya sakaratul maut bagaikan ditusuk pedang sebanyak 300 kali, demikian hadis
Nabi riwayat At Tirmidzi. Hal ini diperkuat oleh firman Allah ta’aala surat An
Nazi’at ayat 1:
وَالنّٰزِعٰتِ
غَرْقًا
Artinya: “Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan amat keras”
(An Nazi’at 79:1)
Berbeda dengan ruh orang yang beriman yang selalu dekat kepada
Allah, tentu akan merasakan sakaratul maut yang mudah, indah dan menyenangkan,
bagaikan mencabut sehelai rambut dari tepung, karena malaikat mencabut nyawa
dengan lemah lembut. Inilah penegasan Allah dalam Al Quran surat An Nazi’at
ayat 2;
وَالنَّاشِطَاتِ
نَشْطًا
Artinya: “Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan
perlahan-lahan.” (An Nazi’at 79:2)
Itulah sebabnya para guru kita mengajarkan sebuah doa yang
sangat terkenal, “Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut, ya Allah
permudahkanlah kepada kami dalam menghadapi sakaratul maut”.
Tetapi tidak semua merasakan indahnya sakaratul maut. Hal ini
terkait erat dengan persiapan kita sebelum datangnya sakaratul maut. Kalau kita
mengikuti konsep Al Quran sesuai dengan surat Al Ashr ayat 1-3, ada empat
langkah yang mesti kita lakukan untuk mendapatkan kemudahan dalam menghadapi
sakaratul maut sehingga kematian kita nanti in sya Allah husnul khatimah;
Pertama, perkuat terus iman jangan sampai kendor. Kita semua
merasakan betapa berharganya nilai iman terutama disaat sakaratul maut nanti.
Imanlah yang menuntun kita agar tenang dan sabar menghadapi sakaratul maut.
Dari mulutnya in sya Allah terucap kalimat indah yaitu Laa Ilaaha illallah
muhammadur Rasulullah.
Kedua, gemar beramal saleh. Beramal saleh adalah melakukan
seluruh aktifititas kehidupan yang dinilai baik dan bermanfaat bagi diri
sendiri dan orang lain.
Amal saleh itu luas dan tak terbatas, kita bisa melakukan dimana
saja dan kapan saja tentu sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam
syariat agama Islam.
Ketiga, saling menasehati dalam kebenaran. Tidak ada manusia
yang sempurna, semua kita membutuhkan saran, nasehat dan masukan dari
orang-orang disekitar kita. Barangkali ada hal-hal yang salah yang mesti
diperbaiki. Sehingga ucapan dan perbuatan kita selalu berada pada nilai
kebenaran (al haq)
Ke empat, saling menasehati dalam kesabaran. Dalam keadaan
tertentu seringkali kita berbuat emosional, ceroboh, tidak tahan menerima
cobaan dan melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Dalam keadaan demikian,
biasanya orang-orang disekitar kita akan mengucapkan kata-kata “sabar ya, in
sya Allah anda akan mampu menjalani dengan aman dan selamat”.
Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu
yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 3 Rajab 1441 H/27 Februari 2020 M
Pembaca : 2885
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 6 MARET 2020
MANFAATKAN
KESEHATAN DENGAN MAKSIMAL
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada khutbah kali ini tema yang
akan khatib sampaikan adalah tentang “Manfaatkan kesehatan dengan maksimal”
Kita tahu betapa sehat itu sangat
mahal. Berbagai cara manusia menjaga kesehatannya, mulai dari makan teratur,
tidur teratur, berolah raga dan lain sebagainya.Tapi nyatanya kalau waktu
datangya sakit, tidak bisa dihindari.
Sakit itu bagian dari sunnatullah
yang berlaku bagi semua manusia. Oleh karena itu Nabi kita yang agung memberi
warning dengan sabdanya;
وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ
“Pergunakan waktu sehatmu sebelum
datang waktu sakitmu”. (HR. Al Hakim).
Biasanya banyak manusia kita
saksikan ketika sehat, menyia-nyiakan waktu dengan sesuatu yang tidak penting.
Bermain kelewat batas, nongkrong-nongkrong dengan tujuan tidak jelas, begadang
sampai pagi, bermain game hingga lupa waktu, bersantai-santai dan bersanda
gurau sampai lupa ibadah kepada Allah. Ini semua adalah termasuk bagian dari
sifat gafilun (lalai, lengah, lupa diri), sehingga tidak dapat memanfaatkan
waktu dengan sesuatu yang bermakna.
Kesehatan yang kita miliki
merupakan amanah dari Allah dan kelak di akhirat akan ditanya digunakan untuk
apa?. Tentu kita ingin selama masih hidup di dunia, kesehatan ini dapat
digunakan sebaik-baiknya untuk melakukan segala macam kebaikan, baik yang
berhubungan kepada Allah (hamblum minallah), maupun yang berhubungan kepada
sesama manusia (hablum minannas). Karena kita tidak tahu penyakit apa yang akan
kita alami suatu hari nanti. Bisa jadi penyakit struk, diabetes, jantung,
ginjal dan lain-lain. Kita hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu memberi
kesehatan untuk kita. Aamiin.
Jangan sampai ketika sakit parah
kita baru sadar, selama ini banyak menyia-nyiakan kesehatan. Kalau kita sakit,
tidak mungkin dapat berbuat baik secara maksimal. Barulah kita sadar betapa
nikmat sehat itu sangat berharga.
Kaum muslimin sidang jumat yang
berbahagia, Rahimakullah.
Dalam hidup ini, agama Islam
sangat rapi mengatur hidup manusia dalam segala bidang, baik dalam bidang
aqidah, akhlak, fiqih maupun muamalah. Hal ini bertujuan agar manusia
disibukkan oleh sesuatu yang sangat baik dan positif, sehingga benar-benar
manusia mampu menunjukkan eksistensi sebagai khalifah di muka bumi.
Alangkah bersyukurnya kita
sebagai manusia dijadikan khalifah, ini adalah amanah yang sangat mulia untuk
kita. Diantara semua planet yang ada, bumi adalah tempat yang paling istimewa.
Di bumi seluruh Nabi dan Rasul diutus. Di bumi semua kitab diturunkan. Di bumi
segala karunia Allah dibentangkan. Di bumi semua makhluk diciptakan. Maka bumi
ini membutuhkan khalifah untuk dapat mengelola, membangun, mengembangkan dan
memanfaatkan hasil bumi seluas-luasnya untuk kemaslahatan seluruh makhluk yang
tinggal di muka bumi.
Diantara semua makhluk yang ada,
manusialah yang dipercaya menjadi khalifah (pemimpin, pengelola dan pengatur)
bumi ini, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah 30 :
وَإِذْ قَالَ
رَبُّكَ لِلْمَلَٰئِكَةِإِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ
فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَاءَوَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُلَك
َقَالَ إِنِّى أَعْلَمُ مَالَاتَعْلَمُونَ
Artinya : “Ingatlah ketika
Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang
tidak kamu ketahui”.
Maka, mari kita gunakan
semaksimal mungkin segenap potensi yang kita miliki untuk kebaikan dan
kemakmuran hidup di muka bumi, selagi diberi badan yang sehat oleh Allah.
Semoga semua pengabdian kita tercatat sebagai amal saleh yang besar pahalanya
disisi Allah.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 10 Rajab 1441 H/5 Maret 2020 M
Pembaca : 5189
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 13 MARET 2020
NIKMATNYA
BERSUJUD
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada khutbah kali ini tema yang
akan khatib sampaikan adalah tentang “Nikmatnya Bersujud”
Semua manusia dalam
melakukan segala sesuatu pasti ingin mendapatkan suatu kenikmatan yang akan
membuat akal dan jiwa terpuaskan secara bersamaan. Tetapi dalam kenyataannya
tidak semua mendapatkan suatu kenikmatan sesuai dengan harapan.
Seorang guru merasa nikmat dalam
mengajar ketika ilmu yang diajarkan dapat diserap dengan baik oleh
murid-muridnya. Seorang pedagang merasa nikmat manakala dagangannya laku dan
mendapat untung yang banyak. Pejabat merasa nikmat karena dengan jabatannya
banyak membantu rakyat untuk hidup sejahtera. Seorang petani merasa nikmat
ketika padi tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil panen berlimpah. Seorang
nelayan merasa nikmat ketika mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak.
Demikian juga seorang yang shalat akan mendapatkan puncak kenikmatan ketika
bersujud kepada Allah.
Sujud adalah lambang ketundukan, kepatuhan dan kepasrahan kepada
Allah Tuhan Semesta Alam. Inilah saat-saat seorang hamba merasa sangat dekat
kepada Allah. Ketika hati benar-benar terasa dekat kepada Allah, maka muncullah
suasana hati yang penuh dengan kenikmatan. Maka pantaslah nabi kita bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ،
فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika
ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim, no. 482)
Dari hadis tersebut dapatlah
dipahami bahwa hati seorang hamba kepada Allah begitu sangat dekat tidak ada
jarak sedikitpun. Inilah yang menyebabkan betapa nikmatnya hati tersebut,
sehingga ada suasana yang sangat lapang, tenang dan bahagia tidak bisa diukir
dengan kata-kata. Inilah sesungguhnya diantara hikmah
diwajibkan shalat lima waktu, dimana dalam shalat lima waktu terdapat sujud
yang dilakukan berulang-ulang. Jika kita menghitungnya sehari semalam minimal
34 kali kita bersujud kepada Allah. Sungguh kita akan mendapatkan puncak
kenikmatan yang melahirkan ketenangan, kedamaian dan kesejukan dalam arti yang
sebenarnya. Tentu suasana ini tidak mungkin akan didapatkan, kecuali bagi orang
yang istiqamah secara tulus dan ikhlas melaksanakan ibadah shalat lima waktu
sehari semalam.
Sesungguhnya kenyataan ini telah
dibuktikan secara langsung oleh seorang Professor Biologi di Universitas St.
Edward di Austin, Texsas, Amerika Serikat yaitu Prof. Dr. Fidelma O’leary.
Wanita asli Texsas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas
Texsas telah menemukan kedamaian dalam Islam. Dr. Fidelma, yang juga sebagai
seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan
kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia
terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia
yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai
darah agar bisa berfungsi secara normal.
Setelah mengadakan penelitian
dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati
kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila
seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud. Ternyata urat syaraf itu
memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.
Setelah penelitian itu, Dr.
Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi
dengan rekan-rekannya yang Muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr.
Fidelma mengikrarkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Allah SWT berkenan memberinya hidayah atau petunjuk pada iman. Keyakinannya
pada agama Islam yang baru dianutnya itu demikian besar.
Kesimpulannya, siapapun yang
benar-benar bersujud secara benar dan kontinu akan merasakan suatu kenikmatan
yang luar biasa selama hidupnya dan memperoleh kesehatan yang prima terutama
dibagian kepala, akan terhindar dari kebiasaan sakit kepala seperti pusing,
vertigo dan lain-lain, karena darah terpompa secara sempurna dari jantung ke
kepala.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 17 Rajab 1441 H/12 Maret 2020 M
Pembaca : 2501
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 20 MARET 2020
KEBERKAHAN
WAKTU FAJAR
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al Isra ayat
78:
أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ
لِدُلُوكِ ٱلشَّمسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيلِ وَقُرءَانَ ٱلفَجْرِ إِنَّ قُرءَانَ ٱلفَجرِكَانَ
مَشهُودًا
“Dirikanlah
shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah
pula shalat) subuh. Sungguh shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS.
Al Isra [17]: 78).
Pada ayat di atas, Allah menjelaskan perintah
shalat lima waktu, dan secara khusus menyebut keistimewaan shalat fajar atau
shalat subuh, bahwa pada saat itu, doa semua orang yang melaksanakannya diamini
para malaikat yang bertugas secara bergantian siang dan malam, dan melaporkan
kebaikan mereka kepada Allah SAW. Nabi SAW bersabda,
وَتَجْتَمِعُ
مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِى صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul
pada saat shalat shubuh itu” (HR. Al Bukhari dari Abu Hurairah r.a).
Akan lebih baik, jika kita bangun sebelum subuh,
sebab pada saat itu kita tidak hanya mendapat doa dan apresiasi malaikat, tapi
juga menambah kesehatan dan kecerdasan. Otak bekerja lebih baik dan mudah untuk
mengingat sesuatu pada tengah malam sampai pagi hari. Allah berfirman,
﴿إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡـٔٗا
وَأَقۡوَمُ قِيلًا٦﴾
“Sungguh,
bangun malam itu lebih kuat (untuk mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu)
lebih berkesan” (QS. Al Muzzammil [73]: 6).
Udara yang bersih dan kaya oksigen saat itu dapat
mengoptimalkan metabolisme tubuh, mengurangi resiko serangan jantung, dan
mencegah kerusakan paru-paru. Nabi SAW berdoa,
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
“Wahai Allah, berkahilah umatku pada pagi hari
mereka.”
Orang yang bangun terlambat agak siang berarti
kehilangan jatah udara bersih dan jatah doa dari Nabi SAW. Dahsyatnya waktu
fajar, menjelang subuh, sampai Allah menamakan salah satu surah al-Quran dgn
nama al-Fajr. Allah bersumpah dengan waktu tersebut. Walfajr. Banyak sekali
diantara kita mengejar materi dunia yang tak seberapa dengan susah payah,
dengan keletihan dan kesulitan yang besar. Tapi sering kita abaikan waktu fajar
yang diberkahi dan disaksikan oleh para malaikat itu. Ibadah sholat yg hanya 2
rokaat itu ternyata lebih berat dari langkah kaki dan kendaraan bermotor kita
yang melaju memburu materi.
Bahkan , banyak diantara kita yg tega membiarkan
anak-anak yg sudah akil balig dan dewasa tidak sholat. Tidak mengerjakan
kewajiban fardu ain mereka. Kita biarkan mereka tertidur hingga subuh berlalu.
Mereka dibangunkan dan orang tuanya risau ketika anak2 mereka terlambat ke
sekolah. Dua-duanya penting. Tapi, sholat adalah urusan keselamtan dunia
akhirat.
Jamaah yang Allah muliakan
Keistimewaan mereka yang subuh jamaah di masjid
banyak sekali. Diantara fadilah yang Allah berikan adalah:
رَوَى
مُسْلِمٌ مِنْ حَدِيثِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ: أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ :«مَنْ
صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ
صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ»
“Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Utsman
bin Affan ra., bahwanya Nabi Saw bersabda: siapa yang shalat Isya berjamaah
sama dengan ia shalat Sunnah setengah malam dan siapa yang shalat subuh
berjamah sama dengan ia shalat Sunnah semalam full.
hadirin yang terhormat.
Ketika bangun tidur, minumlah dengan posisi
duduk segelas air putih sedikit demi sedikit sebelum sikat gigi untuk
menggantikan cairan tubuh yang hilang sewaktu tidur. Sebab, selama tidur,
aktivitas tubuh kita sejatinya tidak berhenti. Bacalah basmalah sebelum minum,
dan hamdalah setelah minum. Lakukan yang sama untuk tegukan kedua dan ketiga.
Minum dengan sekali tegukan dapat merusak liver dan ginjal. Nabi SAW selalu
minum segelas air dengan tiga kali tegukan (HR. Muslim dari Anas bin Malik ra).
Dengan cara itu, maka selama masih ada air yang tersisa dalam tubuh, kita akan
dijauhkan dari perbuatan dosa. Demikian menurut Syekh Mutawalli As Syarawi ketika
menjelaskan tafsir Al Quran Surat Al Baqarah ayat 152:
فَٱذكُرُونِي أَذكُركُم
وَٱشكُرُواْلِي وَلَا تَكفُرُونِ
“Maka,
ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingatmu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan
janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Pergilah ke masjid untuk shalat subuh dengan
berjalan kaki atau bersepeda, sambil menghirup udara segar. Bacalah shalawat
nabi, “Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina
Muhammad”. Ketika masuk dan keluar masjid dengan memohon ampunan dan dibukanya
semua pintu rahmat Allah “Allahummaftah li abwaba rahmatik”.
Setelah itu sholatlah sunnah fajr atau qabliyah
Subuh. Shalat ini jangan sampai terlewatkan. Ia termasuk kategori shalat sunnah
yang muakkadah, yang Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkannya. Disabdakan:
رَوَى مُسْلِمٌ فِي
صَحِيحِهِ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا –: أَنَّ النَّبِيَّ –
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ :«رَكْعَتَا
الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»
“Riwayat Imam Muslim dari hadits sayyidah
Aisyah ra., bahwasanya Nabi Saw bersabda: dua rakaat Sunnah Fajr lebih baik
dari dunia beserta isinya”.
Jika waktu memungkinkan, janganlah keluar
masjid sebelum matahari terbit. Sekali lagi, jika tidak mengganggu aktivitas keseharian
kita. Sebab, aktifitas zikir sampai matahari terbit, kemudian ditutup dengan
shalat dua rakaat atau yang disebut Shalat Isyraq, itulah yang mendatangkan
pahala haji dan umrah yang dihadiahkan kepada Anda dengan sempurna. Nabi SAW
bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي
جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى
رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
تَامَّةٍ
“Siapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah,
lalu duduk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua
rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah, pahala yang sempurna,
sempurna, dan sempurna” (HR. Al Tirmidzi).
hadirin yang terhormat.
Sebagai penutup khutbah, saya kutipkan firman
Allah SWT dalam Surat Al Waqi’ah ayat 10:
﴿وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ١٠ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ
١١﴾
“Orang yang paling awal, itulah orang yang
paling awal”. Orang yang datang ke masjid paling awal, dialah yang masuk surga
paling awal. Jika Anda orang paling awal menolong orang miskin di sekitar Anda,
maka Andalah orang yang paling awal ditolong Allah hari itu. Selamat berlomba
bangun paling pagi untuk siap terbang paling tinggi menuju kesuksesan dan
kebahagiaan. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang diberikah petunjuk
hidayah taufik kekuatan untuk dapat menghidupkan waktu subuh dengan ibadah-ibadah
kita kepada Allah Swt
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Penulis : Khairuddin Khairy
Pembaca : 760
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 27 MARET 2020
BAHAYA
BERDUSTA
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Berdusta atau berbohong adalah
jenis penyakit hati yang sudah merajalela di tengah masyarakat. Berbagai cara
orang berdusta, bisa dengan ucapan, tulisan atau isyarat.
Diantara tujuan orang berdusta
adalah agar apa yang diinginkan mudah tercapai dan sukses dalam segala usaha.
Seorang pedagang yang curang akan mengatakan ini adalah barang berkualitas
bagus, padahal kualitasnya jelek. Atau mengurangi timbangan tidak sesuai dengan
ukuran yang sebenarnya.
Seorang yang belum berkuasa
(menjabat) biasanya ketika kampanye beraneka janji manis disampaikan demi meraih
suara yang signifikan. Ternyata begitu berkuasa banyak janji-janjinya yang
tidak ditepati.
Orang tua juga ada yang
berbohong, biasanya ketika ada yang menghubungi misalnya melalui media
telepon/HP, malah menuyuruh anaknya berbohong, “Nak bila ada yang yang
menghubungi bapak, bilang saja lagi keluar rumah”. Padahal orang tuanya ada
disitu.
Siapapun bisa berbohong, dari
rakyat biasa sampai pejabat negara, dari anak kecil sampai orang tua, dari
orang miskin sampai orang kaya. Dari zaman dahulu sampai sekarang ini dan
sampai selanjutnya watak pendusta atau pembohong pasti selalu ada. Sekarang
saja, kita bisa merasakan kebohongan demi kebohongan sudah menjadi hal yang
biasa. Sampai-sampai dikatakan ini adalah zaman hoaks (zaman penuh dengan
kebohongan). Sehingga sulit sekali kita dapatkan orang yang benar-benar jujur,
transparan dan dapat dipercaya (amanah).
Dengan melihat fakta yang ada
bahwa kedustaan/kebohongan itu akan selalu ada dari zaman ke zaman, maka dalam
surah Al Mursalat Allah mengancam dengan keras sebanyak 10 kali, betapa
kedustaan itu sangat berbahaya dan mendapatkan neraka wail (celaka, sengsara
dan binasa) bagi pelakunya pada hari kiamat. Ini semua sebagai tindakan
preventif (pencegahan) agar semua manusia meninggalkan kebohongannya.
Walaupun dalam ayat-ayat tersebut
mengkhususkan kecelakaan bagi orang-orang kafir karena mendustakan ayat-ayat
Allah dan ini adalah kedustaan tingkat tinggi. Tetapi berlaku juga bagi
siapapun yang suka berdusta (ingkar dan bohong) baik dalam ucapan maupun dalam
sikapnya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakullah.
Diantara bahaya orang yang suka
berdusta adalah:
Pertama, dijauhi orang.
Orang yang suka berdusta pasti
orang akan menjauhinya. Tidak ada yang mau percaya, bahkan akan dikucilkan dari
masyarakat. Orang-orang pasti kecewa dan marah akibat kedustaan yang sering
dilakukannya.
Kedua, dibenci orang lain.
Orang-orang pasti benci dan tidak
suka melihat kedustaan seseorang. Orang yang suka berdusta pasti menimbulkan
masalah dalam kehidupan. Dusta melahirkan tipu daya, tipu daya melahirkan
petaka. Inilah awal dari kehancuran para pendusta, sehingga orang-orang
membencinya.
Ketiga, hubungan kemanusiaan
menjadi kacau.
Setiap kedustaan pasti
menimbulkan kekacauan. Tidak mungkin keharmonisan bisa terbangun dengan baik,
bila dalam suatu komunitas ada suatu kedustaan. Lihatlah kenyataan betapa
banyak hubungan menjadi hancur berantakan karena kedustaan ini.
Keempat, kerjasama akan macet dan
berantakan.
Bila ada suatu pengkhianatan
akibat kedustaan, maka kerjasama dalam hal apapun pasti tidak akan berlanjut
sesuai dengan harapan. Sia-sialah semua yang telah disepakati selama ini.
Hancurlah harapan-harapan yang telah diidam-idamkan dari awal terbentuknya kerjasama.
Kelima, akan terjerat hukum
penjara di dunia.
Akibat kedustaan bisa tersandung
proses hukum yang menjebloskan ke-penjara. Apalagi kedustaan seorang pejabat
kepada rakyat banyak, cepat atau lambat akan diproses ke meja hijau
(pengadilan) yang berujung kepada hancurnya karir jabatannya, karena harus
mendekam di penjara.
Keenam, di akhirat nanti akan
berada di dasar neraka yang paling dalam.
Inilah akibat yang paling
mengerikan, dimana orang-orang yang suka berdusta (munafiq), nanti di akhirat
Allah tempatkan pada dasar neraka yang paling bawah. Hal ini disebutkan dalam
Al Quran surat An Nisa 4:146,
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ
وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Artinya : “Sesungguhnya
orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari
neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi
mereka”.
Semoga khutbah singkat edisi
jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan
jamaah sekalian.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 1 Sya’ban 1441 H/26 Maret 2020 M
Pembaca : 1098
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 3 APRIL 2020
HIKMAH
DIBALIK VIRUS CORONA (COVID-19)
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Sepanjang sejarah perjalanan
hidup umat manusia di dunia ini, belum pernah mengalami situasi yang segenting
seperti sekarang ini. Dimana dalam waktu yang relatif singkat, puluhan ribu
korban meninggal dunia akibat suatu virus yang teramat kecil bentuknya, tidak
bisa dilihat secara kasat mata, tapi begitu dahsyat menggemparkan umat manusia
seantero dunia. Virus itu dikenal dengan nama virus corona atau covid-19.
Data terbaru yang dilansir laman
CSSE Johns Hopkins University, per pukul 15.30 WIB, tanggal 2 April 2020,
menunjukkan total jumlah kasus Covid-19 di dunia saat ini telah mencapai
939.436 pasien. Secara global, kematian akibat Covid-19 tercatat sudah sebanyak
47.273 jiwa. Adapun pasien Covid-19 yang berhasil sembuh di seluruh dunia
sejumlah 194.405.orang.
Di Indonesia sendiri juga tidak
luput dari serangan virus corona ini. Berdasarkan data yang diperbarui oleh
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada pukul 15.40 WIB, Kamis, 2 April
2020, terdapat penambahan kasus positif baru sebanyak 113 pasien. Penambahan
ini membuat total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.790
pasien. Sebanyak 1.508 pasien positif Covid-19 di tanah air saat ini sedang
menjalani perawatan. Sementara jumlah pasien Covid-19 yang berhasil sembuh
bertambah menjadi 112 orang. Namun, angka kasus kematian pasien positif
Covid-19 di Indonesia juga meningkat menjadi 170 jiwa.
Kaum muslimin sidang jumat yang
berbahagia, Rahimakumullah.
Dengan tingginya jumlah kasus
corona atau covid-19 ini dan korban meninggal hingga puluhan ribu, maka dapat
kita mengambil beberapa hikmah untuk kita jadikan sebagai pembelajaran yang
sangat berharga yaitu :
Pertama, kematian bisa terjadi
kapan saja entah karena ada virus atau yang lainnya.
Banyak sekali penyebab kematian
yang dialamai oleh manusia di dunia ini, ada yang karena sakit, kecelakaan,
kebakaran, terbunuh atau karena adanya serangan virus yang mematikan seperti
virus corona yang melanda dunia seperti sekarang ini.
Bagi kita umat Islam mesti
mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum kematian tersebut datang. Tentu
persiapan yang paling utama adalah dengan menegakkan nilai-nilai takwa dalam
kehidupan. Untuk dapat menegakkan nilai-nilai takwa tersebut hendaknya kita
istiqamah melaksanakan ketentuan syari’at agama secara total (kaffah), baik
dalam bentuk perintah maupun dalam bentuk larangan.
Kedua, mesti selektif dalam
mengkonsumsi makanan/minuman yang halal
Jangan sekali-kali mengkonsumsi
makanan/minuman yang haram, karena ini akan berakibat fatal bagi kesehatan
tubuh manusia, bahkan berdampak pada kematian yang mengerikan. Termasuk virus
Corona ini, muncul karena mengkonsumsi binatang liar yang diharamkan untuk
dimakan . Seperti diketahui, virus corona ini muncul pertama kali di Cina
tepatnya di kota Wuhan. Setelah diadakan penelitian oleh para ahli, ternyata
virus ini dipercaya muncul dari dua binatang liar yaitu musang dan kelelawar.
Menurut WHO sendiri, sebanyak 70 persen patogen penyebab terjadinya penyakit
global yang telah ditemukan dalam 50 tahun belakangan berasal dari hewan.
Untuk menjaga dan memelihara
kesehatan tubuh manusia, sehingga terhindar dari bahaya-bahaya yang tidak
diinginkan, maka melalui kitab suci Al Quran Allah memerintahkan dengan sangat
tegas agar memakan makanan yang halal lagi baik (thoyyib). Perhatikan surat Al
Baqarah ayat 168 berikut ini;
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚإِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya : “Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah
kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu”.
Ketiga, mesti memperhatikan
kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan.
Untuk mencegah makin
merajalelanya penyebaran virus corona dan virus-virus lainnya, para dokter di
seluruh dunia menghimbau agar selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan diri,
tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Ini penting, dengan hidup bersih badan
akan selalu sehat, tempat tinggal menjadi nyaman dan lingkunganpun menjadi
seteril dari virus/kuman yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
Dalam Islam sendiri hidup bersih
itu sangat ditekankan, bahkan dikatakan bersih adalah sebagian dari iman. Di
akhirat nanti yang berhak masuk surga adalah orang-orang yang selalu menjaga
kebersihan lahir maupun batin. Perhatikan hadits Nabi Muhammad SAW,
اَلاِسْلاَمُ
نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْافَاِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ
Artinya : ”Agama Islam itu adalah
agama yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak
akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (HR. Al Baihaqiy)
Keempat, hubungan dalam keluarga
makin akrab dan menyatu dalam kebersamaan
Selama ini banyak orang tua yang
sangat sibuk dengan pekerjaannya, sehingga komunikasi dengan keluarga baik itu
dengan pasangan suami/istri, maupun anak-anaknya menjadi renggang. Orang tua
yang bijak betul-betul memanfaatkan kebersamaan dalam keluarga selama musim
penyebaran corona ini berlangsung.
Nikmatilah suasana keakraban
bersama keluarga, karena bagi kita keluarga adalah segala-galanya. Mungkin
selama ini, karena kesibukan mencari nafkah menyebabkan kurangnya keakraban dan
komunikasi. Sekaranglah saatnya kita betul-betul mengakrabkan diri dengan
keluarganya masing-masing. Mari kita manfaatkan moment-moment penting bersama
keluarga seperti sekarang ini.
Kita berdoa, semoga Allah segera
menghentikan penyebaran virus corona di negara kita Indonesia dan di
negara-negara lain yang ada di dunia, Aamiin yaa Robbal’aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 9 Sya’ban 1441 H/3 April 2020 M
Pembaca : 21.290
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 10 APRIL 2020
SELAMAT
DATANG BULAN RAMADAN 1441 H
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Tidak terasa bulan suci Ramadhan
akan datang sudah diambang pintu sekitar 14 hari lagi. Tentu ini patut kita
syukuri dan bergembira dengan kedatangannya. Bagi orang yang beriman, tentu
bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu semenjak 11 bulan yang lalu.
Ada suasana yang sangat berbeda dengan kehadiran bulan Ramadhan, dimana
biasanya disiang hari kita bebas menikmati beraneka macam makanan dan minuman.
Ternyata selama satu bulan penuh kita berpuasa, menahan rasa haus dan lapar
dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bagi orang yang beriman akan
mampu melewati ujian demi ujian selama berpuasa. Apalagi di tengah situasi yang
berat seperti sekarang ini, dimana adanya virus corona atau covid-19
kemungkinan masih berlanjut, maka ini menjadi salah satu ujian berat yang mesti
kita hadapi. Bagiamanapun beratnya ujian itu, kita akan berusaha menunaikan
ibadah puasa secara sungguh-sungguh penuh sabar dan ikhlas. Inilah diantara
kunci suksesnya ibadah puasa kita. Dengan sabar dan ikhlas kita akan sanggup
mengendalikan hawa nafsu dari keinginan syahwat, keinginan untuk makan dan
minum dan keinginan-keinginan lainnya yang dapat membatalkan ibadah puasa.
Tetapi sebaliknya bagi orang yang
lemah imannya walaupun berstatus sebagai muslim, pasti tidak akan sanggup
melaksanakan puasa selama hidupnya. Inilah makna ayat يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ “Hai orang-orang yang brriman, telah diwajibkan atas kamu untuk
berpuasa”. Karena puasa itu bukanlah hal yang ringan, membutuhkan satu
kemantapan dalam jiwa untuk melaksanakannya.
Ketika jiwanya beriman dengan
iman yang sebenarnya, niscaya akan sanggup melaksanakan ibadah puasa secara
maksimal apapun ujian dan cobaannya. Sebaliknya ketika jiwa imannya lemah
bahkan hilang, niscaya sedikitpun tidak akan sanggup melaksanakan ibadah puasa
walau hanya setengah hari.
Padahal Rasulullah SAW
memberitahukan kepada seluruh umatnya, betapa agungnya bulan Ramadhan. Beliau
bersabda :
أَتَاكُمْ
رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ
تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ
وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ
شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi,
Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah
pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan
dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari
seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak
memperoleh kebajikan apapun.” (Hadits Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2079 dan
Ahmad: 8631. dengan redaksi hadits dari al-Nasa’i).
Oleh karena itu, mari kita
luapkan rasa gembira dihati untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, kemudian
kita bertekad puasa yang akan kita lakukan tahun ini adalah puasa yang terbaik,
berkualitas dan mendapat predikat taqwa disisi Allah Azza Wajalla.
Akhirnya kita ucapkan “marhaban
yaa ramadhan”, selamat datang bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan
ampunan dari Allah SWT.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 17 Sya’ban 1441 H/10 April 2020 M
Pembaca : 14.471
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 16 APRIL 2020
TIPS
PUASA UNTUK MERAIH PRIBADI YANG MUTTAQIN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Tidak terasa tujuh hari lagi kita
akan melaksanakan ritual ibadah tahunan yang diwajibkan kepada kita sebagai
salah satu rukun Islam yaitu puasa, yang dalam bahasa Arabnya disebut “ashshiyam
atau ashshaum”. Bila kita melihat maknanya dalam segi bahasa “ashshiyam”
artinya menahan atau mencegah. Sedangkan makna “ashshiyam” menurut syari’at
Islam adalah menahan diri dari segala apapun yang dapat membatalkan puasa dari
terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (magrib) disertai dengan
niat, syarat dan rukun tertentu.
Bila kita melihat puasa dari segi pengamalannya adalah termasuk
ibadah yang paling berat diantara ibadah-ibadah wajib lainnya. Bayangkan selama
satu bulan terus menerus kita berpuasa dengan menahan rasa haus mencekik leher
dan lapar melilit perut. Sungguh ini bukan hal yang mudah, membutuhkan
perjuangan yang sangat melelahkan dan menguras energi yang sangat banyak. Dalam
kenyataannya tidak sedikit diantara saudara kita yang mengaku muslim, tapi
tidak menjalankan ibadah puasa, karena beratnya puasa itu dilaksanakan.
Hanya orang-orang yang betul-betul memiliki tingkat iman yang
tinggi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan maksimal. Sementara
bagi orang-orang yang tingkat imannya rendah, tidak akan mungkin dapat
melaksanakan ibadah puasa yang telah diwajibkan kepadanya. Iman itu ibarat
batrai pada HP, jika batrai HP itu terisi penuh, maka HP itu dapat dioprasikan
secara maksimal dan aplikasi apapun dapat digunakan dengan baik dan sempurna
sesuai dengan fungsinya. Itulah sebabanya secara tegas Allah menyampaikan dalam
Al Quran surat Al Baqarah ayat 183, bahwa kewajiban ibadah puasa itu bagi
orang-orang yang memiliki rasa iman di dalam hati.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa”.
Semua ibadah dalam Islam apapun bentuknya mesti dilandasi dengan
nilai iman sebagai pondasi pokok demi suksesnya ibadah tersebut. Iman itu
adalah suatu keyakinan didalam hati bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita
untuk beribadah selama hidup dunia, dimana dengan ibadah ini manusia akan mulia
dan meraih posisi tertinggi yaitu menjadi manusia yang bertaqwa. Inilah tujuan
akhir mengapa setiap manusia diwajibakan beribadah, termasuk ibadah puasa yang
akankita laksanakan beberapa hari lagi. Jadi, jangan mimpi kita beroleh derajat
taqwa bila ibadah kita tinggalkan selama hidup di dunia.
Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, rahimakullah.
Menyongsong akan tibanya bulan suci Ramadhan tahun ini, mari
kita mempersiapkan diri dengan bekal iman dan ilmu yang cukup, agar puasa yang
akan kita lakukan nanti berdampak positif bagi peningkatan kualitas pribadi
yang muttaqin yaitu pribadi yang senantiasa menghiasi diri dengan akhlak
terpuji guna meraih ridha Ilahi. Ada beberapa upaya yang kita lakukan agar
puasa ini benar-benar berdampak positif bagi peningkatan kualitas diri menjadi
pribadi yang muttaqin:
1. Berpuasalah benar-benar berniat karena Allah, bukan karena
yang lain.
2. Jagalah ucapan, pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang
dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
3. Tetaplah semangat menjalani tugas harian, baik tugas kepada
Allah (hablum minallah) atau kepada sesama manusia (hablum minannas).
4. Isilah waktu luang dengan banyak tadarus, zikir dan melakukan
hal-hal yang bermanfaat.
5. Banyaklah berbagi kepada saudara-saudara kita yang
membutuhkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
Demikianlah khutbah singkat ini bisa khatib sampaikan, semoga
dapat kita amalkan demi meraih puasa yang terbaik pada tahun ini. Dan kita
berdoa, semoga Allah SWT dengan kun fayakun-Nya segera mengangkat dan
menghentikan wabah virus corona ini dari bumi Indonesia dan bumi lainnya di
seluruh dunia, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna.
Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 22 Sya’ban 1441 H/16 April 2020 M
Pembaca : 6191
HUTBAH
JUMAT EDISI, 24 APRIL 2020
SYUKUR
TAHUN INI KITA DAPAT BERPUASA
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Alhamdulillah kita menyampaikan
rasa syukur yang setinggi-tingginya kehadirat Allah Robbul Izzati, tahun ini
1441 Hijriyah. kita kembali dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Banyak kita lihat di sekeliling kita, entah itu keluarga, tetangga, teman atau
orang lain, tahun lalu masih bisa melaksanakan ibadah puasa. Tetapi sekarang
mereka telah tiada dipanggil menghadap kepada Allah dan telah berada di suatu
tempat yang bernama alam kubur atau alam barzakh. Apalagi dengan adanya wabah
virus corona atau covid-19 ini. ratusan bahkan ribuan umat muslim yang
meninggal dunia. Kita yang masih hidup sekarang ini masih dipilih oleb Allah
untuk menikmati indahnya melaksanakan ibadah puasa.
Tentu puasa yang kita laksanakan
tahun ini, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelunya. Kalau tahun-tahun
sebelumnya di siang hari kita berpuasa dan malam hari kita bisa shalat tarawih
secara berjamaah di masjid/mushalla terdekat. Tetapi tahun ini dihimbau kepada
seluruh jamaah untuk shalat tarawih di rumah masing-masing, agar virus corona
ini dapat dihentikan penyebarannya, sehingga korbannya tidak merambah ke semua
tempat
Kalau kita mau berpikir dengan
kacamata tauhid, ini adalah bagian dari takdir Allah yang mesti kita hadapi
dengan penuh kesabaran, karena hakekat dari hidup di dunia ini adalah ujian.
Adanya virus corona ini adalah bagian dari ujian yang mesti kita terima dengan
lapang dada dan penuh keikhlasan. Tiada lain ucapan kita yang paling pantas dan
menyejukkan adalah satu kalimat yang Allah ajarkan dalam Al Quran surat Al
Baqarah ayat 156 yaitu :
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ
وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya : ” (yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillaahi wa innaa
ilaihi raaji’uun”,
Adanya wabah virus corona ini
adalah merupakan bagian dari mushibah yang menimpa kita sebagai umat Islam.
Dengan mengucapkan kalimat “Innaa lillaahi wa innaa 1lahi raan’uun”, akan
menyadarkan kita bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya juga
akan kembali. Oleh karena itu mari kita tenang menghadapi seberat apapun ujian
menimpa kita, termasuk ujian menghadapi virus corona ini. Yakinlah cepat atau
lambat pasti ujian ini akan berlalu dan mari kita terus berdoa agar Allah
segera menghentikan penyebaran virus corona ini dan menggantinya dengan sesuatu
yang lebih baik. Ada satu doa yang diajarkan oleh Rasulullalh SAW dalam
menghadapi musibah apapun dan bagus sekali kita baca dalam berbagai kesempatan
yang ada yaitu ;
إنّاَ لِلهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجُرْنِي فِي
مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
“Sesungguhmya kami adalah milik
Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah
padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih
baik daripadanya
Kalau kita bersabar menghadapi
mushibah corona ini, maka Allah akan memberi pahala dan akan menggantinya lebih
baik lagi. Disamping kita berdoa, kita juga terus melakukan upaya lahiriyah
seperti yang telah diinformasikan oleh para ahli kesehatan yaitu selalu mencuci
tangan dengan sabun. menjaga kesehatan badan, tempat dan lingkungan.
menghindari kerumunan dan selalu menggunakan masker ketika keluar numah.
Akhirmya semoga puasa yang kita
lakukan tahun ini, dapat berjalan dengan aman, khusyu” dan sukses, walaupun
ditengah-tengah ujian mnghadapi beratnya mushibah virus corona. Dan semoga
Allah Yang Maha Bijaksana segera menghentikan virus corona ini dari muka bumi,
sehingga kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan sempuma. Aamin Yaa
Robbal’aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 1 Ramadhan 1441 H/24 April 2020 M
Pembaca : 8811
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 1 MEI 2020
MANFAAT
PUASA DARI SEGI JASMANI DAN ROHANI
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Semua ibadah dalam agama Islam
mengandung manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita baik di dunia ini,
lebih-lebih di akhirat nanti. Termasuk ibadah puasa yang sedang kita laksanakan
ini juga mengandung banyak manfaat baik dari segi rohani maupun jasmani.
Dari segi rohani seluruh dosa
kita diampuni, rahmat Allah turun secara sempurna dan kita terbebas dari
belenggu setan yang selama ini membelenggu iman kita. Bagi orang yang benar
niatnya dan benar juga cara berpuasa akan merasakan suasana batin yang benar-benar
nikmat dan bahagia yang susah digambarkan dengan kata-kata.
Maka laksanakanlah puasa ini
sepenuh hati, tanpa ada unsur keterpaksaan sedikitpun. Agar puasa yang kita
laksanakan ini berdampak positif bagi terbentuknya pribadi yang bertaqwa
sebagai target utama diwajibkan berpuasa. Karena pada kenyataannya banyak orang
berpuasa tidak mendapatkan nilai apapun, kecuali hanya merasakan haus dan
lapar. Kalau jenis puasa ini yang kita lakukan, sungguh kita termasuk orang
yang sangat rugi secara spiritual. Demikian Rasulullah SAW memberi peringatan
melalui sabdanya 14 abad yang lalu.
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang
berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar
dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)
Kaum muslimin sidang jumat yang
berbahagia, rahimakumullah
Diantara penyebab puasa tersebut
tidak berdampak apa-apa bagi peningkatan ketaqwaan selama bulan Ramadan adalah
karena tidak bisa menjaga sikap dari dusta, perkataan sia-sia dan makshiat
lainnya. Dan ini banyak kita jumpai selama bulan Ramadhan, padahal mereka dalam
keadaan berpuasa. Padahal hakekat puasa itu bukan hanya menahan nafsu dari
keinginan makan dan minum, tapi lebih dari itu kita menahan lisan dan perbuatan
untuk tidak melakukan perbuatan yang tercela, sehingga puasa kita tahun ini
adalah puasa yang terbaik bila diabandingkan dengan puasa tahun-tahun
sebelumnya. Karena kita tidak tahu mungkin ini adalah puasa yang terakhir dalam
hidup ini, tahun depan bisa jadi kita sudah meninggalkan alam dunia yang fana’
ini. Perhatikan hadis Nabi berikut ini, agar kita benar-benar melaksanakan
ibadah puasa yang berkualitas sehingga tercapai target utamanya yaitu menjadi
manusia yang bertaqwa.
لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا
الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ
عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ
“Puasa bukanlah hanya menahan
makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari
perkataan sia-sia dan keji. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat
usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR.
Ibnu Majah dan Hakim)
Kaum muslimin sidang jamaah
jumat, rahimakumullah.
Manfaat puasa dari segi jasmani
menurut para ahli baik dibidang kesehatan maupun kejiwaan, ternyata puasa ini
akan membuat badan menjadi lebih sehat dan jiwapun menjadi lebih rileks.
Dikutip dari Al-Jazeera,
para ahli menyebut puasa dapat mencegah penyakit seperti kolesterol tinggi,
penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental dan
kesejahteraan tubuh. Dengan tidak mengonsumsi apapun, tubuh kita bisa
berkonsentrasi untuk membuang racun dan mengistirahatkan sistem pencernaan.
Subhanallah, demikianlah
pengakuan jujur dari para ilmuan tentang mukjizat puasa yang sangat berpengaruh
bagi kesehatan tubuh kita. Ternyata puasa ini tidak hanya mengejar nilai pahala
yang kita dapatkan di akhirat nanti, tapi puasa ini juga menjadikan tubuh
jasmani kita menjadi sehat dan bugar selama hidup di dunia.
Semoga ibadah puasa yang kita
laksanakan tahun ini menjadi puasa yang terbaik bagi dunia dan akhirat nanti.
Aamiin yaa robbal’alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 8 Ramadhan 1441 H/1 Mei 2020 M
Pembaca : 1543
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 8 MEI 2020
PUASA
MEDIA EFEKTIF MENGENDALIKAN HAWA NAFSU
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Siapapun kita sebagai manusia
pasti memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu adalah salah satu perangkat tubuh manusia
yang tidak tampak, tetapi keberadaannya merupakan salah satu unsur penting
dalam perjalanan hidup manusia di muka bumi
Kecendrungan hawa nafsu mengajak
manusia berbuat keburukan baik yang bersifat fahsya’ atau munkar. Fahsya’ itu
perilaku buruk yang dapat merugikan diri sendiri seperti zina, mabuk-mabukan.
Sedang mungkar adalah perilaku buruk yang dapat merugikan orang lain seperti
mencuri, membunuh, memperkosa, merusak alam dan lain-lain.
Banyak sekali manusia dengan
kebodohannya mengikuti hawa nafsu tanpa batas yang dibenarkan. Oleh karena itu
hawa nafsu jangan diperturutkan, karena makin diperturutkan akan semakin ganas dan
sulit dihentikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam menginformasikan kepada kita melalui lisan beliau yang mulia, bahwa
hawa nafsu itu sangat serakah dan tidak akan pernah puas. Kalau seandainya
manusia diberi satu lembah penuh berisi emas, tentu ingin lagi yang kedua.
Seandaianya manusia diberi dua lembah penuh berisi emas, tentu ingin lagi yang
ketiga. Demikian seterusnya, tidak akan pernah cukup hingga jasad dipendam
kedalam bumi (mati). Itulah akhir dari keganasan hawa nafsu yang ada pada setiap
diri manusia.
لَوْ أَنَّ
لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ،
وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Seandainya seorang anak Adam
memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama
sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah
mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun
‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)
Dalam Al Quran juga disebutkan,
diantara yang menyebabkan manusia itu lalai dan sombong karena mereka
memperturutkan kehendak hawa nafsu dengan banyaknya harta benda yang mereka
kuasai. Keadaan ini akan terus berlangsung hingga jasad masuk ke liang kubur,
na’udzubillah (At Takatsur 103:1-2).
أَلْهَىٰكُمُ
ٱلتَّكَاثُرُ (١) حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ( ٢)
“Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”.
Bahkan yang paling mengerikan,
jika kebenaran itu menuruti hawa nafsu manusia, maka hancurlah langit dan bumi
beserta isinya, karena pada dasarnya hawa nafsu manusia itu bersifat serakah,
kejam, buas dan ganas. Allah SWT berfirman :
﴿وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلۡحَقُّ أَهۡوَآءَهُمۡ
لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ بَلۡ أَتَيۡنَٰهُم
بِذِكۡرِهِمۡ فَهُمۡ عَن ذِكۡرِهِم مُّعۡرِضُونَ٧١﴾
Artinya: “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka,
pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya
Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi
mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (Al Mu’minun 71)
Diantara cara yang sangat efektif
untuk mengendalikan hawa nafsu jahat itu dengan banyak berpuasa seperti puasa
di bulan suci Ramadhan yang sedang kita laksanakan sekarang ini. Dengan
berpuasa akan terjadi proses pengendalian diri yang luar biasa. Bayangkan
sehari penuh kita tidak boleh makan dan minum dan segala apapun yang dapat
membatalkn puasa hendaknya benar-benar kita jauhi.
Demikian juga ucapan dan sikap
hendaknya kita jaga dari hal-hal yang sia-sia. Inilah yang membuat nafsu jahat
itu tidak berkutik dan akan berubah statusnya dari nafsu ammarah (jahat) menuju
nafsu muthmainnah (baik). Nafsu muthmainnah ini adalah buah terbesar dari puasa
yang kita lakukan. Orang yang menghiasi akhlaknya dengan nafsu muthmainnah,
otomatis akan memiliki pribadi yang bertaqwa yang senantiasa tunduk dan patuh
melaksanakan syariat agama. Dan ketika ajal telah sampai suatu saat nanti,
nafsu muthmainnah itu akan menghadap kepada Allah dalam keadaan diridhai dengan
kenikmatan yang tiada tara di surga yang kekal abadi bersama hamba-hamba Allah
yang saleh. Demikian dijelaskan sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Fajr
28-30:
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ
الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٣٨)
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠)
Artinya : “Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka
masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS.
Al-Fajr: 27-30)
Demikian khutbah jumat pada hari
ini, semoga menjadi suatu pencerahan untuk dapat mengarahkan hawa nafsu menuju
ridha Allah. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 15 Ramadhan 1441 H/8 Mei 2020 M
Pembaca : 1252
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 15 MEI 2020
INDAHNYA
BERBAGI DI BULAN RAMADHAN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Dalam Islam berbagi itu bagian
dari karakteristik seorang muslim. Semua kita dapat berbagi dengan apapun yang
kita miliki. Ada sebagian orang beranggapan bagaimana kita bisa berbagi, gaji
saja pas-pasan, rumah ngontrak, hutang numpuk dan alasan-alasan lainnya.
Padahal berbagi itu tidak mesti dengan harta, bisa dengan ilmu, bisa dengan
tenaga, bisa dengan pikiran dan lain sebagainya.
Alangkah indahnya hidup ini, jika
semua mau saling berbagi dan saling membantu. Yang kaya dengan hartanya berbagi
kepada yang miskin. Yang miskin dengan tenaganya membantu kepada yang kaya.
Yang pintar dengan ilmunya berbagi kepada yang bodoh. Yang bodoh dapat membantu
dengan dukungannya. Yang kuat dengan kekuatannya berbagi kepada yang lemah.
Yang lemah dapat membantu dengan doanya. Demikian seterusnya.
Kita adalah makhluk sosial,
mestinya hidup ini tidak boleh bersikap individualis (mementingkan diri
sendiri). Kita berusaha untuk memberi walaupun kita mungkin dalam kekurangan.
Yang namanya hidup hendaknya kita saling mengisi dan saling melengkapi. Agar
terjadi keseimbangan dan pemerataan dalam strata sosial. Bisa jadi apa yang
kita miliki belum tentu orang lain memiliki. Apa yang kita ketahui belum tentu
orang lain mengetahui, demikian sebaliknya.
Perlu diketahui, bahwa berbagi
adalah suatu cara untuk meraih hidup penuh bahagia dan penuh nikmat. Kita bisa
merasakan kebahagiaan itu, ketika memberi sesuatu, orang yang menerima terlihat
mulutnya senyum gembira, wajahnya cerah-ceria dan mendoakan agar Allah membalas
kebaikan kita. Itulah saat-saat kita merasa bahagia yang tidak bisa diungkapkan
dengan kata-kata.
Ada satu hadis yang sangat
populer sering kita dengar dari para pendakwah. Dari Abu Hurairah -radhiyallahu
‘anhu-, ia berkata bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-
bersabda,
وَ اللَّهُ
فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ
“Allah senantiasa menolong
hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya”. (HR. Muslim No. 2699)
Ternyata menurut redaksi hadis
tersebut pertolongan Allah itu tidak akan pernah datang, kalau kita tidak mau
menolong orang yang sedang dalam kesulitan. Kita bisa melihat kenyataan di
tengah-tengah kehidupan. Orang-orang yang ringan tangan menolong orang yang
sedang dalam kesulitan, hidupnya semakin mulia, rizkinya semakin bertambah, dan
karirnya semakin berkah. Ada seorang pejabat publik selama ini tidak pernah
mengambil gajinya setiap bulan, semua disedekahkan untuk faqir dan miskin,
ternyata sekarang karirnya makin tinggi. Demikian Allah mengangkat derajat
orang-orang yang dermawan. Nabi kita bersabda;
السَّخِيُّ
قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ
وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ
وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَابِدٍ بَخِيلٍ
“Orang dermawan itu dekat dengan
Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka.
Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari
manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih
Allah cintai dari pada seorang ‘alim yang bakhil.” (HR. At Tirmidzi).
Mari kita galakkan gemar berbagi
sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, apalagi dibulan suci Ramadahn tahun
ini, kita tingkatkan kualiatas berbagi kita, agar banyak orang yang tertolong
dari segala derita dan nestapa, sehingga tercipta harmonisasi yang baik dan
indah kepada sesama.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 22 Ramadhan 1441 H/15 Mei 2020 M
Pembaca : 2178
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 22 MEI 2020
TIGA
KEUNTUNGAN ORANG YANG BERPUASA
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia,
Rahimakumullah.
Tidak terasa jumat ini adalah puasa kita yang ke 29 dan sebentar
lagi kita akan mengakhiri kewajiban melaksankan ibadah puasa tahun ini. Ada
suasana gembira kita bisa melaksanakan ibadah puasa secara sempurna, tetapi
disisi lain ada suasana sedih yang mendalam karena sebentar lagi kita akan
berpisah dengan bulan yang sangat agung yaitu bulan suci Ramadhan. Dikatakan
bulan yang sangat agung, karena pada bulan ini diturunkan Al Quran, lailatul
Qadar dan diwajibkan kita berpuasa sebagai salah satu rukun Islam.
Maka sangat beruntung orang Islam yang benar-benar menjalani
ibadah puasa dengan baik dan maksimal. Diantara keuntungan orang yang berpuasa
di bulan Ramadhan yaitu:
Pertama, hawa nafsu dapat terkendali dengan baik.
Dengan puasa satu bulan hawa nafsu itu dapat terkendali dengan
baik karena dididik dan dibina secara intensif, sehingga dapat dengan mudah
melaksanakan ibadah kepada Allah dan mengontrolnya agar tidak berbuat angkara
murka di alam dunia. Karena secara umum hawa nafsu sering kali menjerumuskan
manusia karena keingkaran dan keserakahannya. Dimanapun hawa nafsu itu mendorong
manusia berbuat keburukan dan kerusakan di atas muka bumi. Allah SWT menyatakan
dengan sangat tegas dalam Al Quran surat Ar Rum 41:
ظَهَرَ
الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari
(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Kedua, mendapatkan pahala dan ampunan yang tak terhingga
Ibadah apapun selain puasa mendapatkan ganjaran pahala tertentu
sesuai dengan janji Allah dan Rasulnya. Sedangkan ibadah puasa dilipatkan
gandakan pahalanya hingga tak terhingga, hanya Allah yang mengetahuinya.
Kuncinya adalah melaksankan puasa atas dasar iman dan mengharap ridha Allah.
Dalam sebuah hadits Qudsi, melalui lisan Nabi Allah swt.
berfirman :
كلُّ عملِ ابنِ
آدمَ لهُ إلا الصيامَ ، فإنَّه لي وأنا أُجْزي بهِ
Artinya: “Semua perbuatan manusia untuk manusia kecuali shaum.
Sesungguhnya shaum itu milik-Ku dan Aku yang akan membalasnya”. (HR. Bukhari)
Bahkan diampuni seluruh dosanya, tidak ada yang tersisa
sedikitpum sehingga menjadi bersih dan suci bagaikan bayi yang baru lahir.
Ketiga, mendapatkan predikat menjadi orang yang bertaqwa
Inilah manfaat terbesar yang akan didapatkan bagi orang yang
berpuasa selama satu bulan. Secara otomatis Allah akan mencetak manusia menjadi
pribadi yang bertaqwa yang senantisa taat dan patuh menjalankan syariat agama
dan menghiasi diri dengan nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga ibadah puasa yang telah kita laksanakan dengan sempurna
tahun ini, akan mendapatkan tiga keberuntungan sebagaimana yang telah saya
jelaskan tadi.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 29 Ramadhan 1441 H/22 Mei 2020 M
Pembaca : 462
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 29 MEI 2020
KEUTAMAAN
DAN KEAJAIBAN SHILATURRAHIM
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Semua ajaran Islam itu sebenarnya
memiliki keutamaan sekaligus keajaiban yang luar biasa, baik dilihat dari sisi
lahiriyah maupun bathiniyah. Salah satu ajaran Islam yang luar biasa adalah perintah
untuk melakukan shilaturrahim.
Istilah shilaturrahim berasal
dari Bahasa Arab dan sudah sangat familiyar ditengah-tengah masyarakat. Bila
dilihat dari segi makna, shilah berarti “hubungan”, Ar Rahim berarti “kasih
sayang”.
Berdasarkan makna ini, dapat
ditarik sebuah pengertian bahwa shilaturrahim adalah mengadakan hubungan kasih
sayang kepada sesama dengan datang berkunjung dikediamannya atau ditempat lain
yang telah ditentukan.
Shilaturrahim juga bisa diadakan
dalam satu perkumpulan besar dengan mengundang keluarga, kerabat, tetangga,
sahabat, teman kerja dan lain-lain dalam satu kegiatan yang lazim disebut halal
bihalal.
Perintah shilaturrahim ini ada
dalam Al Quran dan hadits Nabi. Dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 1
disebutkan:
وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ
ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ
Artinya : “Dan bertaqwalah kepada
Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kasih
sayang”
Menurut ayat tersebut, bahwa
dasar shilaturrahim adalah taqwa. Taqwa itu wataknya adalah taat dan patuh
kepada Allah. Ketika shilaturrahim itu didasari dengan rasa taqwa, maka
shilaturrahim itu menjadi sangat bermakna dan bermanfaat dalam kehidupan. Diantara
manfaatnya yaitu rasa saling mencintai dan menyayangi kepada sesama akan
terjaga dan terpelihara sepanjang masa. Sehingga akan terwujud persatuan,
kekompakan dan kebersamaan dalam setiap individu di tengah-tengah masyarakat.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakullah.
Dalam sebuah hadis juga
disebutkan perintah shilaturrahim :
مَنْ اَحَبَّ اَنْ
يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ وَاَنْ يُنْسَاَ لَهُ فِىْ اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang senang
dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali
shilaturrahim”. (HR. Bukhari).
Menurut hadits tersebut
dinyatakan dengan sangat jelas bahwa diantara keutamaan dan keajaiban
shilaturrahim adalah Allah akan melapangkan rizki dan memanjangkan umur manusia.
Ini adalah fakta yang tak
terbantahkan, siapapun dapat membuktikan bahwa dengan shilaturrahim berbagai
rizki akan didapatkan. Tuan rumah secara reflek menyuguhkan apapun
makanan/minuman yang ada. Bahkan banyak yang mendapatkan pekerjaan dari hasil
shilaturrahim. Tamu biasanya berdiskusi dan minta tolong apakah ada lowongan
pekerjaan. Atau bisa jadi bisnis makin lancar dan usaha makin maju dari sebab
shilaturrahim.
Ternyata dari kegiatan
shilaturrahim tersebut banyak sekali manfaat yang kita dapatkan. Yang tak kalah
hebatnya, Allah akan memperpanjang usia kita dan memberkahinya, mengapa? Karena
dalam shilaturrahim ada suasana penuh keakraban, keramahan, kesantunan dan
keterbukaan. Dan juga ada harapan sekaligus doa, “semoga kita selalu sehat,
rizki lancar, hidup penuh berkah dan dipanjangkan umurnya oleh Allah”. Demikian
harapan dan doa yang umumnya disampaikan mengakhiri kegiatan
shilaturrahim.
Itulah keutamaan dan keajaiban
dari shilaturrahim yang Allah dan Rasul perintahkan kepada kita umat Islam.
Oleh karena itu mari kita mengagendakan diri untuk selalu bershilaturrahim di
sela-sela kesibukan kita. Apalagi dibulan Syawwal ini masih dalam suasana idul
fithri, kita manfaatkan betul untuk banyak bersilaturrahim kepada orang yang
kita kenal maupun orang yang tidak kita kenal.
Walaupun suasana saat ini masih
mewabahnya pandemi covid 19, tentu shilaturrahim tidak bisa dilakukan secara
terbuka dan bertemu berhadap-hadapan sebagaimana biasanya, tapi bisa dilakukan
melalui media yang ada seperti telepon, WA, zoom dan lain sebagainya.
Karena terbatasnya waktu, inilah
khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan, semoga besar arti dan manfaatnya
untuk kita semua. Aamiin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 5 Syawwal 1441 H/28 Mei 2020 M
Pembaca : 3133
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 5 JUNI 2020
KEKUATAN
DOA SETELAH BULAN RAMADHAN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Masalah hidup di dunia tidak ada
habis-habisnya. Ada yang bermasalah karena sakit, hutang mencekik, pekerjaan
susah, rumah tangga yang berantakan, komunukasi tidak lancar dan lain
sebagainya. Semua kita menginginkan masalah apapun yang menimpa dapat segera
selesai dengan tuntas. Ternyata dalam faktanya tidak semua masalah bisa
diselesaikan, karena kita adalah makhluk yang lemah dan terbatas.
Kita membutuhkan kekuatan super
untuk menyelesaikan semua masalah berat yang menimpa. Tentu bagi orang beriman
yang memiliki tingkat tauhid yang mapan, sedikitpun tidak pernah menyerah.
Setelah melakukan berbagai ikhtiar kemudian hasilnya mentok, barulah dia berdoa
kepada Allah penuh khusyu’ dan tawaddhu’ memohon petunjuk dan jalan keluar
untuk mengatasi masalahnya.
Itulah yang disebut kekuatan
power yaitu kekuatan dari segala kekuatan ada pada doa. Semua agama mengajarkan
berbagai macam doa untuk keselamatan, kejayaan dan kesuksesan dalam segala hal.
Dalam segala tugas, keadaan dan situasi yang bagaimanapun tetap disertai doa.
Coba lihat ajaran Islam dalam seluruh rangkaian ibadah selalu ada doa.
Tujuannya agar ibadah yang kita lakukan sempurna pahalanya, sempurna manfaatnya
dan sempurna keberkahannya.
Pantaslah junjungan kita Nabi
Muhammad SAW bersabda,
الدُّعَاءُ
مُخُّ الْعِبَادَةِ
“Doa itu otaknya ibadah” (HR Attirmidzi). Ibadah tanpa doa,
niscaya ibadah itu cacat tidak bermakna. Seperti badan kita, walaupun badan
kita kekar dan gagah perkasa jika tidak ada otak/kepala, maka badan itu tidak
berguna sama sekali.
Ada satu hadits lagi yang secara
logika seakan tidak ada korelasi yaitu “addu’au silahul mu’min artinya doa itu
senjatanya seorang mu’min” (HR Al Hakim). Bagaimana kok doa dijadikan sebagai
sebuah senjata. Ya itulah kekuatan doa, bila Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya,
kekuatan apapun yang akan menghancurkan kehidupan seseorang tidak akan pernah
terjadi. Bahkan doa mampu merubah taqdir Allah dari taqdir yang buruk menjadi
taqdir yang baik. Maka bagi siapapun diantara kita yang nasib hidupnya masih
banyak mengalami kesulitan, cobalah terus berdoa dengan khusyu penuh
pengharapan, in sya Allah apapun yang kita inginkan akan diijabah oleh Allah
pada waktunya yang tepat. Demikian firman Allah dalam surat Ghafir ayat 60:
وَقَالَ
رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّالَّذِينَ
يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya : “Dan Tuhan kalian
berfirman, ‘Berdo’alah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan bagi
kalian.’ Sesungguhnya, orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku, akan
masuk neraka dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).
Semoga seluruh doa kita selama ini adalah doa terbaik yang
diijabah oleh Allah ta’ala. Lebih-lebih 13 hari yang lalu kita telah berhasil
melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, tentu banyak sekali doa yang telah
kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Diantaranya doa yang sangat popular dan
terus kita baca berulang-ulang terutama sehabis shalat tarawih yaitu;
اَللّٰهُمَّ
اِنِّيْ اَسْاَلُكَ رَضَاكَ وَالـْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ
وَالنَّارِ
Dalam doa tersebut berisi memohon agar Allah menganugrahkan
kepada kita dimasukkan kedalam surga dengan ridha-Nya dan memohon perlindungan
dari adzab neraka. Sungguh doa ini sangat tinggi nilainya dan inilah cita-cita
tertinggi yang menjadi tujuan dan harapan kita sebagai kaum muslimin. Dimana
dengan puasa yang kita lakukan selama satu bulan kemarin dengan segala ujian
yang berat dapat membentuk kepribadian kita menjadi pribadi yang bertaqwa demi
tercapainya ridha Allah dengan dimasukkan kita kedalam surga-Nya. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ
مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Bekasi,12 Ramadhan 1441 H/4 Juni 2020 M
Pembaca : 5980
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 12 JUNI 2020
MENCARI
KETENANGAN DIRI MENGHADAPI COVID 19
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat
secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah
kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad
SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir
di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Setiap manusia mendambakan hidup
yang tenang dimanapun berada. Hidup tenang itu adalah hidup yang nyaman
terbebas dari tekanan dan belenggu yang menghimpit jiwa.
Berbagai cara manusia agar bisa
hidup tenang. Ada yang ke pantai, puncak, taman bunga dan berbagai obyek wisata
lainnya. Bahkan ada yang ke diskotik dengan segala pesta narkoba. Ada juga yang
ke dukun (paranomal) untuk meminta bantuan. Ada juga yang mengkonsumsi narkoba
hingga mengalami over dosis, na’udzubillah. Entah berapa puluh/ratus juta yang
dihabiskan untuk mencari hidup yang tenang.
Memang pada saat itu kita
merasakan ketenangan, tapi itu semua hanya semu bersifat sementara, setelah itu
suasana jiwa kembali kacau bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Ketahuilah sesungguhnya harta
benda di dunia dan dengan segala perhiasannya tidak akan sanggup membuat hati
kita tenang dalam arti yang sebenarnya.
Kalau kita kembali kepada konsep
Al Quran, bahwa untuk mendapatkan hati yang tenang hanya ada satu cara yaitu
zikrullah. Hal ini telah disebutkan dengan jelas dalam kitab suci Al Quran
surat Ar Ra’du ayat 28.
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنّ ُ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِۗأَلَابِذِكْرِٱللَّه ِتَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya : “(yaitu) orang-orang
yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.”
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakullah.
Zikrullah adalah mengingat dan
menyebut nama Allah baik dengan hati maupun dengan lisan. Zikir itu adalah
kebutuhan hati yang sangat penting. Hati adalah alat terbaik untuk melakukan
hubungan khusus kepada Allah SWT. Allah itu Maha Suci, mesti mendekati-Nya
dengan hati yang suci. Agar hati itu selalu suci hendaknya diisi dengan
zikrullah. Dengan zikrullah ini akan membuat hati menjadi tenang
setenang-tenangnya.
Inilah sesungguhnya yang dicari
oleh manusia. Al Quran adalah panduan tebaik dan terlengkap dalam mengatasi
segala peroblematika hidup. Diantara problematika hidup yang paling banyak
dihinggapi manusia adalah rasa tidak tenang. Rasa tidak tenang ini biasanya
muncul karena adanya suatu masalah atau musibah yang datang menimpa. Apalagi sampai
saat ini pandemi covid 19 masih mewabah di negeri kita, maka diantara solusi
yang terbaik agar jiwa kita senantiasa tenang, tabah dan selalu waspada adalah
dengan banyak berzikir kepada Allah. Kalau rasa tidak tenang ini terus menerus
dibiarkan, maka pasti akan menyerang sistem kinerja tubuh. Diantaranya akal
pikiran kita akan terganggu, jantung kita berdetak kacau dan darah mengalir
tidak normal, sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit, seperti
stres, depresi, bahkan bisa menyebabkan kematian yang tidak kita inginkan,
na’uzdubillah.
Karena itu Al Quran membimbing
kita untuk banyak berzikir baik di waktu pagi, siang, sore maupun malam, agar
hati kita selalu tenang tidak ada tekanan dan himpitan mendera dalam hidup. Dan
in sya Allah virus corona ini akan berakhir dengan segera dari bumi Indonesia
tercinta.
Zikir itu banyak macam dan
ragamnya, bisa astagfirullah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar dan lain
sebagainya. Amalkan zikir-zikir tersebut sebanyak yang kita mampu agar hati kita
selalu diliputi rasa tenang dalam arti yang sebenarnya.
Semoga khutbah singkat ini mampu mencerahkan jiwa kita, agar
senantiasa menjadi jiwa yang tenang (muthmainnah) hingga akhir kematian kita
nanti. Aamiin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 20 Sayawwal 1441 H/12 Juni 2020 M
Pembaca :12.234
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 19 JUNI 2020
TETAP
SEMANGAT BEKERJA WALAUPUN MASIH PANDEMI
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ
مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Bekerja adalah suatu usaha untuk
mendapatkan penghasilan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari selama hidup di
dunia. Walaupun saat masih dalam suasana pandemi covid 19, kita tetap semangat
bekerja. Tentu dengan memperhatikan protocol kesehatan yang telah ditetapkan
oleh pemerintah, diantaranya selalu menggunakan masker, sering cuci tangan
dengan sabun dan jaga jarak aman. Semua ini kita lakukan agar kita terhindar
dan selamat dari terjangkitnya virus corona.
Bekerja itu adalah sesuatu yang
mulia dan diperintahkan dalam agama Islam. Islam tidak menginginkan umatnya
hidup dalam pengangguran. Allah itu Maha Kaya membentangkan segala macam
karunia di alam dunia. Apalagi kita tinggal di Indonesia dengan sumber kekayaan
alam berlimpah ruah, mulai dari emas, batu bara, minyak, buah-buahan, ikan,
sayur-sayuran, mutiara, pasir dan lain sebagainya. Semestinya tidak ada warga
yang miskin dan melarat kalau semua berjuang untuk mendapatkan berbagai macam
rizki di Indonesia.
Kuncinya ada pada kesungguhan
diri kita, apakah kita mau mendapatkan bagian rizki dari Allah atau kita tidak
mendapatkan apa-apa sama sekali. Tentu kalau kita ingin mendapatkan rizki, kita
kerahkan segenap kemampuan kita untuk mencari rizki sebanyak mungkin dimanapun
adanya.
Kita bisa melihat orang-orang
disekitar kita, bagi mereka yang peras keringat banting tulang, selalu
mendapatkan rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masalah besar kecilnya
pendapatan, itu terserah izin dan kehendak dari Allah. Yang penting kita terus
berikhtiar mencari rizki selama hidup di dunia.
Ada orang yang tidak puas bekerja
di Indonesia, karena dipandang standar upah/gaji terlalu rendah, sementara
kebutuhan hidup makin membengkak, akhirnya mereka merantau keluar negeri.
Banyak juga yang sukses, dimana dari hasil kerja tersebut, mereka bisa
menyekolahkan anak-anak mereka hingga sarjana. Ada yang membangun masjid, ada
yang membangun pondok pesantren, ada yang membangun tempat-tempat usaha, dan
lain sebagainya. Itulah berkah dari orang yang giat bekerja, selalu ada saja
rizki yang didapatkan setiap hari.
Kaum muslimin sidang jumat yang
berbahagia rahimakumullah.
Ada beberapa tips yang mesti kita
ketahui, agar kita selalu semangat dalam bekerja:
Pertama, bekerja itu adalah
bagian dari perintah agama, hal ini disebutkan dalam Al Quran suarat At Taubah
9:105. Orang yang malas bekerja berarti telah mengingkari perintah Allah
sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut.
وَقُلِ
ٱعْمَلُوا فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَۖوَسَتُرَدُّونَ
إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu,
maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu,
dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan
yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS.
At Taubah 9:105)
Kedua, niatkanlah bekerja adalah
bagian ibadah harian untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah Ta’ala.
Inilah diantara faktor penting seseorang bekerja, sehingga selalu termotivasi
dan semangat dalam bekerja.
Ketiga, bekerjalah sesuai bidang
kemampuan/keahlian yang dimiliki. Sedapat mungkin kita bekerja sesuai kemampuan
dan keahlian yang dimiliki, agar benar-benar pekerjaan tersebut dinikmati
karena adanya korelasi antara kemampuan dan pekerjaan.
Keempat, ingatlah tujuan dalam
bekerja. Disamping untuk beribadah juga untuk memenuhi kebutuhan diri, keluarga,
anak dan istri. Sehingga akan tercukupi semua keinginan, harapan dan cita-cita.
Kelima, dalam bekerja lakukan
berbagai kreativitas dan inovasi sehingga tidak mudah jenuh dalam melakukan
pekerjaan.
Keenam, jika dirasa pekerjaan
terlalu berat, jangan memaksakan diri, istirahatlah sejenak untuk berpikir
bagaimana bisa menyelesaikan pekerjaan ini. Mungkin bisa menggunakan alat
tertentu atau berkonsultasi kepada orang lain yang dipandang mampu membantu
pekerjaan kita.
Ketujuh, lakukan evaluasi
terhadap hasil pekerjaan yang kita lakukan. Dengan mengevaluasi, akan diketahui
kelemahan dan kekurangan yang ada, sehingga muncul keinginan untuk terus
memperbaiki kinerja kita demi peningkatan kualitas hasil pekerjaan.
Kedelapan, berdoalah
sebanyak-banyaknya melalui shalat dhuha, agar Allah berkenan memberi rizki dari
segala arah yang tidak terduga (min haitsu laa yahtasib).
Demikian khutbah Jumat yang bisa
khatib sampaikan, semoga menjadi tambahan ilmu dan dapat kita amalkan dalam
kehidupan sehari-hari. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Jakarta, 26
Syawwal 1441 H/18 Juni 2020 M
Pembaca : 2963
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 26 JUNI 2020
NIKMAT
TUHAN MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Pada khutbah jumat kali ini, kita
akan membahas satu pertanyaan yang sangat penting. Pertanyaan ini bukan
sembarang pertanyaan, karena datangnya bukan dari manusia atau makhluk lainnya.
Melainkan datang dari penguasa tunggal jagat raya, pencipta semua makhluk dan
pengatur segala sesuatu yaitu Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan kita semua.
Pertanyaan tersebut adalah, “Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”
(Fabiayyi aalaai Robbikumaa tukadzdzibaan). Pertanyaan ini diulang
sebanyak 31 kali terdapat dalam surah Ar Rahman dimulai dari ayat 13 sampai 37.
Tentu kita jadi bertanya-tanya,
mengapa pertanyaan ini diulang-ulang?. Bagi orang yang yang kuat imannya dan
cerdas akalnya, pasti sadar betapa nikmat Allah itu sangat banyak jumlahnya dan
mustahil dapat dihitung walaupun dengan alat komputer secanggih apapun.
Demikian Allah menjelaskan dalam Al Quran surat Ibrahim 14:34 dan surat An Nahl
16:18.
وَءَاتَىٰ كُم
مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّوا
نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَاتُحْصُوهَاۗإِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ
لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Artinya : “Dan Dia telah
memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya.
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.
Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”
(Ibrahim 14:34)
Coba kita mengingat sebelum kita
lahir, ketika berada di alam rahim ibu selama 9 bulan 10 hari. Walaupun kita
tinggal di tempat yang sempit tanpa ada pentilasi udara sedikitpun, tetapi kita
merasa aman, nyaman dan nikmat berada di dalamnya.
Demikian juga ketika lahir ke
dunia ini, kita bisa melihat apapun yang kita inginkan, kita bisa mendengar
segala macam suara, kita bisa mencium apa saja, kita bisa bicara dengan lancar,
tangan kita bisa memegang segala sesuatu, kaki bisa melangkah kearah mana saja
yang kita mau dan lain-lain masih banyak lagi. Ini senua nikmat yang tak
terhingga banyaknya. Belum lagi kita punya harta benda seperti rumah,
kendaraan, sawah, ladang, kebun dan lain-lain. Ini adalah nikmat-nikmat yang
sangat besar tercurah kepada kita. Sehingga sangat wajar Allah mempertanyakan
nikmat Tuhan nanakah yang kamu dustakan. Tentu jawabannya tidak ada satu
nikmatpun yang kita dustakan.
Diantara maksud pertanyaan
tersebut diulang-ulang, agar manusia terketuk pintu hatinya untuk banyak bersyukur
kepada Allah. Mengakui semua nikmat yang kita terima, lalu dipergunakan nikmat
tersebut pada jalan yang dibenarkan. Bukan untuk hal-hal yang diharamkan
seperti judi, mabuk-mabukan, foya-foya, dugem dan senang-senang secara
berlebihan.
Dalam segala apapun nikmat Allah
selalu menyertai, bahkan ketika sakit sekalipun terdapat nikmat tersembunyi
yang tidak semua orang menyadarinya yaitu Allah akan mengampuni dosa-dosa kita,
apabila kita bersabar dan tidak mengeluh. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ
مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ
سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Tidaklah seorang muslim tertimpa
suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya
dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakullah.
Perlu diketahui, jika kita pandai
bersyukur kepada Allah walaupun nikmat tersebut sedikit, niscaya Allah akan
menambahi dan memberkahinya. Tetapi jika kita tidak pandai bersyukur walaupun
nikmat tersebut banyak, niscaya Allah akan menghancurkannya dengan siksa yang
sangat pedih, na’udzubillah. (Ibrahim 14:7)
وَإِذْ
تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖوَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: “Dan (ingatlah juga),
tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Mari kita selalu bersyukur dalam
keadaan apapun, agar hidup kita menjadi aman, selamat, bahagia, penuh berkah
dan kelak Allah memasukkan kita kedalam surga yang penuh dengan kenikmatan.
Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 3 Zulqa’dah 1441 H/24 Juni 2020 M
Pembaca : 4433
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 3 JULI 2020
SEMUA
MEMBUTUHKAN BIMBINGAN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Semua manusia di muka bumi ini
membutuhkan bimbingan dan pengajaran dari para guru, para dosen, para kiyai,
para ustadz dan para pimpinan.
Dalam bidang ilmu apapun manusia
tidak bisa menguasai secara baik, benar, utuh dan sempurna, jika tidak
dibimbing oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Jangankan memahami ilmu yang
benar, memahami ilmu yang sesatpun memerlukan yang namanya bimbingan. Bisa jadi
orang yang belajar ilmu sesat terlihat lebih rapi dan lebih cakap dalam
mengembangkan ajaran sesatnya, karena mereka benar-benar mendapat bimbingan
dari pemimpin atau atasannya. Sementara kita yang mengaku mempelajari ilmu yang
benar, malah kita tidak serius untuk memahami ilmu tersebut. Sehingga dari
waktu kewaktu terjadi kelemahan dan kekurangan diberbagai bidang kehidupan.
Oleh karena itu mulai saat ini, mari kita benar-benar serius dan fokus untuk
mengikuti bimbingan, pengajaran dan pelatihan, sehingga kita menjadi manusia
yang cerdas, berakhlak, berprestasi, sukses dan bermanfaat bagi kehidupan.
Dalam ajaran Islam bimbingan itu
mesti lengkap dan utuh, agar kita menjadi manusia fi ahsani taqwim
(sebaik-sebaik ciptaan) bukan menjadi manusia asfala saafiliin (rendah, hina
dan tidak bermartabat). (QS At Tin 95:4-5).
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakumullah.
Ada empat hal yang mesti mendapat
bimbingan dalam diri manusia secara serius, sungguh-sungguh dan terus menerus
(istiqamah) yaitu:
Pertama ruh (jiwa). Ruh ini mesti
dibimbing dengan kalimat tauhid (la ilaha illallah) sampai benar-benar meresap.
Kita mesti belajar dari guru-guru kita tentang hakekat dzat Allah, shifat Allah
dan af’al Allah, agar tauhidnya benar-benar tangguh, tidak bergeser sedikitpun
walau diterjang badai kehidupan bagaimanapun besarnya. Makin besar ujian
dan cobaannya, makin kokoh dan makin mapan ketauhidannya.
Kedua, hati (qalb). Hati ini
mesti dibimbing oleh guru-guru yang shalih, agar selalu bersih tidak ada
penyakit seperti iri, dengki, dendam, egois, sombong dan lain sebagainya.
Hati yang bersih akan membuat
suasana menjadi lega, plong, tulus dan bahagia. Sementara hati yang kotor
membuat tertekan, gelisah dan menderita.
Perlu diketahui bahwa hati yang bersih (qalbun salim) inilah
yang akan bermanfaat dihadapan Allah di akhirat nanti. Dimana pada waktu itu
tidak bermanfaat lagi harta benda dan anak, kecuali orang yang menghadap kepada
Allah dengan hati yang bersih. Demikian Allah firmankan dalam Al Quran surat
Asy Syu’ara ayat 88-89 :
يَوْمَ
لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ, إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak
berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.
Ketiga, akal. Akal hendaknya
selalu dibimbing agar cerdas, pintar dan waras. Manusia mesti menempuh
pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Makin tinggi
tingkat pendidikannya, makin cerdas pula pemikirannya. Sehingga tidak mudah
dibodoh-bodohi orang lain. Orang yang berakal akan memikirkan hal-hal yang maju
dan terbaik dalam hidup. Berpikir tentang masa depan demi kemaslahatan hidup
dalam keluarga, bangsa dan agama.
Keempat, jasad. Jasad ini mesti
dibimbing dengan akhlakul karimah, keahlian dan keterampilan. Seluruh organ
tubuh difungsikan sebaik-baiknya dengan sikap yang mulia, ucapan yang mulia,
etika dan adab yabg mulia. Juga memiliki keahlian sesuai dengan bakat dan
bidang yang disenangi. Juga terampil dengan melahirkan karya-karya nyata yang
bermanfaat dan menghasilkan produk-produk yang mengagumkan. Sehingga keberadaan
kita di muka bumi ini memberi andil yang besar bagi kebaikan dan kemaslahatan
hidup kepada sesama (rahmatal lil’aalamiin).
Semoga uraian khutbah jumat ini, mencerahkan akal dan nurani
kita, sehingga menjadi makhluk yang cerdas di muka bumi. Aamiin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 10 Dzulqa’dah 1441 H/1 Juli 2020 M
Pembaca : 6748
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 10 JULI 2020
MENJADI
ORANG BERSAHAJA
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Ada sebuah ungkapan pepatah bijak
yang patut kita pahami: “Hidup yang teratur dan sederhana adalah ciri hidup
yang diinginkan Tuhan, dan hidup yang kacau dan rumit adalah hidup yang diinginkan
setan”.
Dari pepatah bijak ini dapat kita
pahami bahwa hidup secara teratur dan sederhana atau bersahaja adalah hidup
yang terbaik, karena Allah sangat menyukainya. Sebaliknya hidup yang kacau,
berlebih-lebihan, suka mempersulit diri dan mempersulit orang lain adalah
bagian dari keinginan setan.
Hidup yang bersahaja itu adalah
hidup tidak melampaui batas. Walaupun secara materi sangat kaya, tapi tidak
membuat lupa diri, tidak berpenampilan congkak, biasa-biasa saja. Bahkan banyak
orang mengira bahwa orang tersebut adalah orang miskin, karena sikapnya tidak
menunjukkan bahwa dia adalah orang kaya.
Agar kita mampu hidup bersahaja di tengah-tengah limpahan harta,
membutuhkan pengendalian diri secara intensif, karena secara umum manusia
ketika memiliki segala sesuatu muncul rasa congkak dan berbangga diri secara
berlebih-lebihan. Ingatlah bahwa hidup berlebih-lebihan dalam segala hal apapun
sangat dibenci dan dilarang oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al
Quran surat Al A’raf ayat 31:
يَا
بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا
تُسْرِفُوا ۚإِنَّهُ
لَايُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya; “Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan
jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan”. (al-A’raf/7:31).
Kaum muslimin sidang jumat yang
berbahagia, rahimakumullah
Dengan melihat betapa kerasnya
larangan Allah terhadap orang-orang yang suka berlebih-lebihan, tentu kita ingin
agar hidup kita senantiasa bersahaja atau sederhana dalam segala apapun.
Diantara upaya kita agar hidup selalu bersahaja adalah :
Pertama, ingatlah bahwa harta
adalah titipan dari Allah. Harta yang kita nikmati itu sejatinya bukanlah milik
kita. Maka tidak pantas rasanya kita membusungkan dada, pamer dan
berbangga-bangga, sementara disekeliling kita masih banyak yang hidup dalam
kemiskinan.
Kedua, dalam harta itu ada hak
fakir miskin. Tidak halal bagi kita untuk menahan hak-hak mereka, wajib kita
keluarkan 2.5 % dari harta yang kita miliki. Orang yang pelit akan mendapat doa
yang sangat mengerikan dari malaikat yaitu :
اَللَّهُمَّ
أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.
Artinya : “Ya Allah, hancurkanlah
harta orang yang kikir.’” (HR. Al-Bukhari, kitab Az-Zakaah, no. 1442).
Ketiga, ingatlah bahwa harta yang
kita miliki itu akan ditanya di akhirat, dari mana kita dapatkan dan kemana
kita belanjakan. Kalau kita dapatkan dari cara yang haram, tentu ini akan
menjadi penghalang kita masuk surga. Atau kita dapatkan dari jalan yang halal
lalu kita belanjakan di jalan haram, inipun akan membuat hidup kita menjadi
celaka di akhirat nanti. Na’udzubillah.
Keempat, banyak berkomunikasi
dengan orang-orang yang tidak mampu. Dengan sering berkomunikasi dengan
orang-orang yang tidak mampu, akan muncul kesadaran betapa tidak pantasnya kita
menunjukkan kemewahan dan kegelamoran, sementara mereka sehari-hari hidup dalam
keprihatinan.
Kelima, perbanyaklah bersyukur.
Bersyukur adalah sikap untuk selalu mengingat semua nikmat yang telah Allah
berikan dan menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya untuk taat kepada-Nya.
Dengan bersyukur, kita tidak mau menggunakan nikmat itu untuk sesuatu yang
bersifat berlebih-lebihan dengan sikap pamer, foya-foya dan boros. Inilah yang
membuat seseorang akan hancur citranya, karena telah melakukan tindakan yang
tidak bersahaja.
Demikian khutbah Jumat yang bisa
khatib sampaikan, semoga menjadi tambahan ilmu yang sangat berharga dan dapat
kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 17 Dzulqa’dah 1441 H/8 Juli 2020 M
Pembaca : 3650
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 17 JULI 2020
BERHARGANYA
NILAI PERSAUDARAAN DITENGAH PANDEMI
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Allah SWT berfirman dalam surat
An Nisa ayat 1 :
﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي
خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا
رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ
وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا١﴾
Artinya : “Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan
dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah
memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah
kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama
lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisa 4 : 1)
Berdasarkan ayat tersebut
mestinya dalam kehidupan di dunia, semua umat dapat menjaga hubungan
persaudaran yang hakiki hingga ajal menjemput nanti, karena sesungguhnya kita
berasal dari diri yang satu yaitu Adam. Dari Adam Allah ciptakan pasangan
hidupnya yaitu Hawa dan dari Adam dan Hawa berkembang biaklah manusia tersebar
luas ke seluruh bumi, sehingga terciptalah hubungan persaudaraan yang terjalain
atas dasar kasih sayang antara satu dengan lainnya.
Persaudaraan itu sangat penting
dan sangat berharga. Saking berharganya, tidak bisa tergantikan oleh harta
benda sebanyak apapun. Persaudaraan itu bersifat saling mengikat yaitu mengikat
hati, jiwa, raga dan akal. Sehingga terjadi hubungan yang sangat dekat antara
satu dengan lainnya. Oleh karena itu persaudaraan tidak boleh terputus oleh
hal-hal yang bersifat merusak, seperti dengki, egois, mau menang sendiri,
dendam, buruk sangka dan segala sifat buruk lainnya.
Alangkah nikmatnya hidup ini,
bila hubungan persaudaraan itu terus terjalin sepanjang masa. Akan tercipta
suasana yang damai, aman dan bahagia. Tidak ada tauran, perkelahian, pembunuhan
dan peperangan. Mungkinkah ini terjadi? Semua kembali kepada diri kita. Allah
bekali hidup kita dengan hati dan akal pikiran. Dua alat itu mestinya kita
gunakan sebaik-baiknya untuk selalu membangun persaudaraan yang indah. Dalam hati
mestinya ada nurani yang memancarkan cahaya ilahi berupa cinta dan belas kasih.
Dalam akal mestinya ada pikiran jernih, positif dan mencerdaskan.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakumullah.
Dalam Islam persaudaraan itu
mencakup tiga hal yaitu;
Pertama, persaudaraan yang
bersifat kemanusiaan (ukhuwah basyariyah). Persaudaraan jenis ini tidak melihat
agama, suku dan bangsa. Semua saling menjaga hubungan kemanusiaan, saling
membantu, saling menghormati dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.
Apalagi saat ini pandemi covid 19 masih mewabah melanda umat manusia, maka mari
kita saling menjaga, jangan sampai virus corona ini makin merajalela merenggut
nyawa saudara-saudara kita. Sekiranya di tengah-tengah kita ada yang positif
terkena virus corona ini, mari kita dengan sigap, tulus dan ikhlas membantu
meringankan beban penderitaan mereka, sehigga mereka segera sembuh dan pulih
kembali.
Kedua, persaudaraan yang bersifat
nasionalisme dalam satu negara (ukhuwah wathaniyah). Kita adalah satu bangsa yang
diikat dengan semangat ingin selalu bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian
dan kebersamaaan. Walaupun kita berbeda-beda agama, bahasa, pemikiran, budaya
dan suku, tapi kita tetap satu kesatuan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan
Republik Indonesia).
Ketiga, persaudaraan yang
bersifat satu aqidah (ukhuwah Islamiyah). Kita sesama muslim adalah bersaudara,
maka dilarang saling membenci, membelakangi dan tidak bertegur sapa. Kita rawat
persaudaraan islam ini sampai hari kiamat, karena inilah persaudaraan yang
sesungguhnya. Orang-orang Islam akan bertemu di surga nanti, bila selama di
dunia rukun, bersatu dan tidak berpecah belah. Maka untuk mengikat persaudaraan
ini agar terus terbina dengan baik, tidak ada lain caranya, kecuali dengan
memperkuat tali agama Allah.
Tali agama Allah itu adalah Islam
yang ajarannya bersumber dari dua kitab suci yaitu Al Quran dan Hadits. Selama
kita berpegang teguh kepada Al Quran dan Hadits, tidak boleh ada yang
memisahkan persaudaraan sesama muslim. Terlepas mereka itu miskin atau kaya,
rakyat jelata atau pejabat negara, selama mereka itu muslim, mereka adalah
saudara kita dari dunia sampai ke surga.
Semoga uraian khutbah Jumat yang
khatib sampaikan ini, dapat mencerahkan akal dan nurani kita sehingga menjadi
insan yang senantiasa menjaga persaudaraan yang hakiki dan abadi sepanjang
masa. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 25 Dzulqa’dah 1441 H/16 Juli 2020 M
Pembaca : 1919
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 25 JULI 2020
ISLAM
AGAMA RAHMATAL LIL’ALAMIN
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Di dunia ini banyak sekali agama
yang kita kenal dengan segala ajarannya. Ternyata hanya satu agama yang
benar-benar menyeluruh, luas dan komprehensif, membahas segala sesuatu mulai
dari ilmu yang bersifat duniawi sampai ilmu yang bersifat ukhrawi. Itulah agama
Islam. Islam dengan dua sumber ajaran utama yaitu kitab Al Quran dan Hadist
Nabi, menjadikan setiap umat Islam mesti berperan secara aktif untuk
menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya. Karena tidak ada satu
ayat atau satu haditspun yang mengajarkan kejahatan di muka bumi ini.
Semua kebaikan itu bila terus
diaktualisasikan dalam hidup, maka dunia ini akan diliputi suasana penuh
rahmat. Itulah Islam rahmatal lil’aalamiin. Islam rahmatal lil’aalamiin adalah
Islam yang menampilkan keindahan dengan sifat-sifat mulia. Sifat-sifat mulia itu
tergambar dengan sangat jelas pada salah satu ayat dalam Al Quran surat Ali
Imran ayat 159.
﴿فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ
لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ
عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ
فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ١٥٩﴾
Artinya : “Maka disebabkan rahmat
dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu
bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran 3 : 159)
Menurut ayat tersebut, ada lima
kunci pokok untuk dapat menjadikan Islam berwajah Rahmatal lil’aalamiin yaitu :
Pertama, lemah lembut (linta
lahum). Lemah lembut adalah sifat yang menunjukkan kasih sayang kepada sesama.
Tipe orang seperti ini tidak suka berbuat kasar, keras, bringas, kejam, arogan
dan mau menang sendiri, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Inilah sifat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang yang bersikap lemah lembut
terlihat dari penampilannya, sangat ramah, tidak mudah marah, penuh perhatian
dan peduli terhadap orang lain.
Kedua, pemaaf (fa’fu ‘anhum).
Sifat pemaaf itu sifat yang sulit dilakukan, tidak semua orang mampu
melakukannya, membutuhkan suatu keberanian dengan jiwa yang lapang.
Hati manusia itu sangat sensitif,
mudah tersinggung, mudah tersakiti dan mudah terluka. Biasanya ketika hati itu
terluka, sangat berat rasanya memaafkan kesalahan orang. Akan muncul rasa
benci, dendam dan marah berkecamuk dalam hati. Sehingga hidup ini terasa penuh
tekanan dan himpitan tiada henti. Maka solusinya adalah berani memaafkan dengan
mengikhlaskan semua keburukan yang telah menimpa diri kita, niscaya hati kita
menjadi lapang dan damai.
Ketiga, doakan mereka agar Allah
mengampuni perbuatan buruk mereka (wastagfir lahum). Inilah akhlak tertinggi
dalam Islam, walaupun pribadi kita dihina, dicela, difitnah, dikriminalisasi,
disamping kita maafkan juga kita mohonkan ampun kepada Allah, semoga Allah
mengampuni mereka dan memberi hidayah kejalan yang benar.
Keempat, bermusyawarah dalam
suatu urusan (wasyawirhum fil amr). Bermusyawarah adalah berdiskusi untuk
menyamakan persepsi sehingga dapat mengambil suatu keputusan yang mendatangkan
maslahat bagi sesama. Orang yang suka musyawarah, tidak akan mengalami
kebuntuan dalam menghadapi masalah sebesar apapun. Selalu ada jalan keluar yang
tak terduga, sehingga masalah tersebut segera dapat terselesaikan dengan arif
dan bijaksana.
Kelima, berserah diri kepada
Allah (fatawakkal ‘alallah). Berserah diri kepada Allah setelah melakukan
berbagai ikhtiar adalah satu jalan terbaik untuk mendapatkan cinta dari Allah.
Alangkah bahagianya hidup, bila Allah mencintai kita dan kitapun mencintai
Allah. Allah tidak pernah mengkhianati cinta kita, bila kita selalu berserah
diri kepada-Nya. Inilah yang membuat kita tegar menghadapi keadaan bagaimanapun
sulit dan berat, sehingga seorang muslim pantang surut mundur kebelakang
menghindar dari keadaan tersebut.
Inilah lima resep yang sangat
ampuh untuk menampilkan Islam yang berwajah rahmatal lil’aalamiin. Kalau semua
umat Islam memperaktikkan kelima resep tersebut, damailah dunia ini. Semua
dapat merasakan betapa Islam adalah agama yang indah, tidak ada satu makhlukpun
yang teraniaya. Semua bahagia, semua selamat dan semua mendapatkan berkah
berlimpah ruah dari Allah Subhanahu Wata’aalaa.
Semoga khutbah singkat pada Jumat
ini mampu mencerahkan akal, pikiran dan nurani kita, sehingga kita menjadi
insan yang cerdas dan dapat menampilkan Islam yang rahmatal lilaalaiin di muka
bumi. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 2 Dzulhijjah 1441 H/23 Juli 2020 M
Pembaca : 916
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 31 JULI 2020
EMPAT
KALIMAT SUCI DALAM IDUL ADHA
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua
yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari
beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Gemuruh takbir, tahlil, tahmid
dan tasbih berkumandang seantero dunia mulai dari magrib malam idul adha dan
akan diteruskan tiga hari kedepan. Kita bertakbir karena yang maha besar itu
hanya Allah. Kita bertahlil karena Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan adalah
Allah. Kita bertahmid karena yang berhak dipuji hanya Allah. Dan kita bertasbih
karena yang maha suci itu adalah Allah. Inilah empat kalimat pokok sebagai
pengakuan yang tulus untuk membasmi segala keangkuhan, kedengkian, kesedihan,
keputusasaan dan keraguan yang terkadang kerap kali menodai kesucian jiwa dan
kejernihan akal pikiran kita.
Betapa kalimat-kalimat suci ini
mengetuk pintu hati kita agar benar-benar sadar, sesungguhnya kita adalah
makhluk hina tidak mengerti apa-apa. Kita bisa melihat, bergerak, berjalan,
menikmati indahnya dunia karena kebaikan Allah yang diberikan kepada kita. Maka
amat sangat disayangkan kalau kalimat-kalimat agung itu tidak meresap dan
merasuk kedalam jiwa. Kalimat-kalimat ini sangat berat timbangannnya kelak di
akherat, bahkan dikatakan jika ditimbang dengan bumi beserta isinya maka masih
lebih berat kalimat-kalimat tersebut. Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَلِمَتَانِ
خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى
الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (رواه
البخاري)
Dari Abu Hurairah ra berkata,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan
di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Allah yang Maha Rahman, yaitu
Subhaanallahul ‘azhiim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Bukhari)
Untuk memantapkan ke empat
kalimat suci tersebut, sehingga menjadi kalimat yang kokoh tidak tergoyahkan
walau badai kehidupan sebesar apapun menimpa, maka kita harus selalu menuntun
hidup kita dengan ayat-ayat Allah dalam Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk
terbaik dalam hidup di dunia. Ibarat kuda jika ingin kuda itu ditaruh disebuah
tempat, harus diikat dengan ikatan yang kuat sehingga tidak lari kemana-kemana.
Diantara ayat Al Quran sebagai
pengikat yang sangat kuat agar kalimat tersebut benar-benar istiqomah
bersemayam di dalam hati adalah tiga ayat yang terdapat dalam surah Al Kautsar
yaitu :
إنَّا
أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ
الْأَبْتَرُ
Artinya : “Sesungguhnya kami
Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat Karena
Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah
yang terputus”. (QS Al Kautsar 1-3).
Dalam ayat tersebut dikatakan
sesungguhnya Allah memberikan nikmat yang banyak. Diantara nikmat yang banyak
itu, yang paling tinggi adalah nikmat iman dan diantara upaya kita untuk terus
memperkokoh keimanan didalam hati adalah dengan banyak membaca empat kalimat
tersebut. Karena keempat kalimat itu adalah kalimat suci yang akan mensucikan
jiwa manusia, sehingga dari jiwa yang suci itu akan muncul kualitas iman yang
kokoh, dari iman yang kokoh akan berbuah taqwa. Inilah nikmat tertinggi yang
wajib kita syukuri.
Dan wujud syukur yang paling
utama, disamping kita banyak mengucapkan Alhamdulillah, juga disempurnakan
dalam amaliyah shalat lima waktu ditambah shalat sunnah lainnya. Shalat itu
mengaktifkan seluruh unsur yang ada dalam tubuh kita. Lisan kita membaca
kalimat suci, pikiran tertuju untuk memahami, hati menghayati setiap bacaan dan
seluruh tubuh digerakkan untuk menyembah Allah ‘azza wajalla. Inilah ibadah
yang paling banyak dilakukan oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW,
sehingga istri beliau yang bernama ‘Aisyah sedikit protes tentang ibadah shalat
beliau yang sangat lama dan dalam jumlah rakaat yang banyak. “Wahai baginda,
surga sudah dijamin oleh Allah, karena engkau adalah kekasih-Nya. Kalau boleh
saya sarankan, janganlah memaksakan diri beribadah shalat, berdoa dan membaca
istigfar sebanyak ini.” Maka Rasulullah dengan tawaddhu menjawab; “Afala akuunu
‘abdan syakuura artinya aku melakukan hal ini adalah sebagai tanda syukurku
kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepadaku”. Demikian kurang
lebih makna bebasnya (Bahar Al Anwar, jilid 10 hal. 40).
Demikian besar nikmat Allah terus
menerus tercurah kepada kita, jika dihitung dengan alat komputer secanggih
apapun, niscaya kita tidak akan pernah mampu menghitungnya. Maka disamping kita
diperintahkan untuk shalat sebagai tanda syukur, juga kita diperintahkan untuk
melakukan qurban.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakumullah.
Qurban itu terbagi menjadi tiga
yaitu qurban harta, jiwa dan raga. Qurban dalam bentuk harta, kita menyisihkan
sebagian rizqi kita untuk membeli seekor kambing, sapi atau unta sebagai wujud
syukur kepada Allah atas nikmat rizqi yang begitu banyak tercurah kepada kita.
Qurban jenis ini dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mampu
melaksanakannya. Bahkan Nabi mengancam jika ada orang yang mampu berqurban
kemudian tidak dilaksanakannya, maka dia tidak pantas mendekati masjid atau
mushalla (HR. Ahmad)
مَنْ
وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Selanjutnya qurban dalam bentuk jiwa yaitu qurban yang bersifat
non materi. Qurban jenis ini tidak tertentu waktunya kapapun kita bisa
berqurban. Qurban jiwa adalah jiwa kita harus rela melakukan apa saja demi
kemaslahatan bersama, jiwa itu adalah ketulusan, kesabaran dan keistiqomahan.
Qurban tenaga adalah kita kerahkan tenaga kita penuh semangat untuk membantu
orang-orang yang membutuhkan, sehingga keberadaan kita menjadi sangat bermakna
ditengah-tengah masyarakat.
Sebagai penutup dari surah Al
Kautsar, dijelaskan bahwa orang-orang yang memiliki watak pembenci, pasti akan
terputus nilai rahmat dan berkah dari Allah.
Inilah mentalitas seorang hamba
Allah yang tangguh, walaupun dibenci, dimusuhi, diancam, dihina, difitnah tetap
tegar jiwanya, senantiasa bersabar dan berlapang dada, tetap berada pada jalan
yang lurus, karena yaqin sesungguhnya Allah selalu bersama dimanapun berada.
Sebaliknya orang-orang yang berhati jahat yang selalu membenci dan memusuhi
akan mendapatkan kerugian yang nyata yaitu terputusnya nilai berkah dan rahmat
Allah. Sehingga apapun yang mereka usahakan tidak bernilai apa-apa sia-sia
dihadapan Allah.
Ini menjadi peringatan keras bagi
siapapun yang didalam hatinya ada kebencian, hidupnya tidak akan menemukan
kedamaian. Hatinya terhimpit dan tertekan oleh kebusukan hatinya. Semoga kita
terhindar dari keadaan hati yang rusak seperti ini. Maka melalui momentum idul
adha hari ini, kita bersama-sama mengingat segala nikmat Allah kemudian kita
syukuri dengan syukur yang sebenarnya melalui ucapan Alhamdulillah, kemudian
disempurnakan dengan memperbanyak shalat dan berqurban dengan penuh ikhlas.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 8 Dzulhijjah 1441 H/29 Juli 2020 M
Pembaca : 5666
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 7 AGUSTUS 2020
TIPS
MENJADI PRIBADI YANG ISTIQOMAH
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat
secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah
kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad
SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir
di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Kata istiqomah kerapkali kita
dengar secara replek dari orang-orang yang ada disekitar kita dan sudah menjadi
bagian dari bahasa sehari-hari terutama bagi umat Islam yang ingin selalu
istiqamah dalam segala hal yang baik, positif dan bermanfaat.
Setelah kita lacak dalam berbagai
literatur yang ada ternyata kata istiqomah ini berasal dari bahasa arab yang
artinya tegak dan lurus. Dari makna ini dapat kita maknai istiqomah itu adalah
sikap tegak dalam pendirian dan lurus dalam tindakan. Lalu pendirian apa yang
kita tegakkan dan tindakan lurus apa yang kita lakukan? Tentu pendirian yang
bernilai kebenaran dan lurus dalam setiap tindakan baik berupa hati, pikiran,
lisan maupun sikap yang dilakukan secara sungguh-sungguh, konsekwen, tidak
angin-anginan dan berlaku sepanjang masa hingga ajal menjemput. Untuk lebih
memantapkan makna istiqamah ini, perhatikanlah firman Allah dalam surat Hud 112
dan Fushshilat 30 :
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُبِمَاتَعْمَلُونَبَصِيرٌ
Artinya : “Maka tetaplah kamu
pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang
telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia
Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Hud 11:112)
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakumullah.
Memang untuk dapat mencapai
tingkat istiqomah dan menjadi karakter dalam hidup, sangatah berat, tidak semua
orang dapat mencapainya. Ada orang yang awalnya istiqomah namun ditengah
perjalanan istiqomahnya hilang. Ada orang awalnya tidak istiqomah kemudian
ditengah perjalanan istiqomah lalu mendekati kamatian ternyata hilang istiqomahnya.
Ada orang tidak pernah istiqomah tapi menjelang ajal bisa istiqomah. Ada orang
mulai aqil balig sampai akhir hidup tetap istiqomah.
Diantara ke empat tingkat
istiqomah tersebut ada dua yang lulus yaitu nomor tiga dan empat. Dan tingkat
istiqomah yang paling tinggi adalah nomor empat, ini adalah tingkat istiqomah
para nabi dan para wali. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti keistiqomahan mereka
walaupun sangat berat.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, rahimakumullah.
Pada khutbah jumat edisi kali
ini, khatib akan menyampaikan 5 tips yang bisa kita ikhtiarkan untuk menjadi
pribadi yang selalu istiqomah hingga akhir kematian nanti yaitu;
Pertama niat. Niat itu keinginan
yang sangat kuat dari dalam hati untuk selalu istiqomah dalam menjalankan
syari’at Islam.
Segala apapun di dunia ini
berawal mula dari niat, kalau niat kita salah maka salah pula akibatnya dan
berakhir pada kerugian yang nyata. Tetapi sebaliknya jika niat kita benar, maka
akan berdampak positif bagi kebaikan hidup kita dari dunia sampai akhirat
nanti. Sama halnya dengan sikap istiqamah ini, bila benar-benar berniat untuk
selalu istiqamah, maka keistiqamahan itu akan terwujud secara nyata dan
berdampak positif bagi keteguhan dalam memegang prinsip dan nilai-nilai ajaran
Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadits Nabi.
Kedua riyadhah. Riyadhah adalah
berlatih secara terus menerus sampai istiqomah ini menjadi karakter yang
melekat dalam diri pribadi kita.Tidak mungkin pribadi istiqomah ini akan
menjadi karakter yang permanen, tanpa melalui latihan yang panjang dan
melelahkan.
Contoh untuk dapat beribadah
shalat tepat waktu dan berjamaah butuh latihan yang tidak ringan. Demikian juga
puasa, membaca Al Quran, sedekah dan lain-lain, semua ajaran Islam itu dapat terlaksana
secara baik dan maksimal melalui proses latihan secara terus menerus, karena
akan banyak mendapatkan tantangan, ujian dan godaan baik dari setan maupun hawa
nafsu.
Ketiga perdalam ilmu kita tentang
keutamaan istiqomah. Ini penting diperhatikan, makin paham tentang keutamaan
istiqomah, maka makin termotivasi untuk mencapainya. Bila kita melihat
keutamaan istiqomah itu, tidak kurang dari 15 keutamaan yang akan kita dapatkan
diantaranya dapat menenangkan batin, amalan yang dicintai Allah, merupakan ciri
dasar orang mukmin, mendapat jalan yang lurus, dilapangkan rizki, wujud
bersyukur atas nikmat Allah dan lain-lain.
Saking tingginya kutamaan
istiqomah ini sampai-sampai ada pepatah arab yang sangat terkenal dan ini
sering disampaikan oleh para ulama dan guru-guru kita :
اَلْإِسْـتِقَـامَةِ
خَيْرٌ مِـنْ اَلْفِ كَــرَامَةٍ # ثُبُــوْتُ الْكـَـرَامَةِ بـِدَوَامِ
Artinya : “Istiqamah lebih utama
dari seribu karomah, dan tumbuhnya karomah dengan menjaga Istiqamah”.
Keempat banyak bergaul dengan
orang shalih, sehingga terbimbing keistiqomahan kita. Biasanya manusia itu
sangat mudah terpengaruh oleh pergaulan dan ini sering kita jumpai di
tengah-tengah masyarakat. Apabila kita bergaul dengan orang-orang shalih yang
senantiasa istiqomah dalam kebaikan, maka nilai keistiqomahan akan menular
kepada kita. Tetapi sebaliknya bila kita bergaul dengan orang-orang yang salah
dan malas-malasan dalam beribadah dan berbuat kebaikan, maka cepat atau lambat
kitapun akan terpengaruh oleh perilaku mereka yang negative itu. Na’udzubillahi
mindzalik.
Kelima banyak berdoa kepada Allah
agar selalu istiqomah sampai akhir hayat. Ini adalah cara yang paling
menentukan untuk dapat menggapai pribadi yang istiqomah dalam melaksanakan
nilai-nilai kebaikan dari ajaran Islam. Karena ternyata istiqomah ini sangat
berat untuk dilakukan, sampai-sampai dalam satu riwayat Nabi sendiri mengalami
uban pada rambutnya, saking beratnya yang namanya istiqomah terutama istiqomah
dalam beriman kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua
larangan-Nya.
Ada satu doa yang pernah
diajarkan oleh seorang tokoh pahlawan nasional dan ulama besar yaitu Maulana
Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri organisasi Nahdlatul
Wathan di Lombok NTB. Diantara isi doa ini adalah memohon kepada Allah agar
menjadi hamba yang senantiasa istiqomah hingga akhir kematin nanti :
اَللَّهُمَّ
اِنَّا نَسْاَلُكَ اْلاِسْتِقَامَةَ وَاْلاِخْلاَصَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ
وَسَلاَمَة َالدَّارَيْنِ وَاحْفَظْنَا مِنَ اْلاٰفَاتِ الدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ.
“Ya Allah kami memohon kepada-Mu
agar selalu istiqomah, ikhlas, husnul khotimah, selamat dan terpelihara dari
siksa dunia dan siksa akhirat”
Semoga khutbah singkat yang
khotib sampaikan ini dapat menjadi bekal terbaik untuk dapat meraih pribadi
yang istiqomah dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi,
16 Dzulhijjah 1441 H/6 Agustus 2020 M
Pembaca
:2676
KHUTBAH
JUMAT EDISI, 14 AGUSTUS 2020
MAKNA
KEMERDEKAAN RI KE 75
بِسْمِ اللهِ
وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ
صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ
اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Puji dan syukur Alhamdulillah
marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini
kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat
Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam
marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar
Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang
hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau.
Aamiin.
Menghawali khutbah singkat pada
kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan
kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kaum muslimin
sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.
Setiap kita pasti ingin hidup bebas, bebas dari belenggu penjajahan baik
penjajahan dalam bentuk fisik maupun penjajahan dalam bentuk non fisik.
Penjajahan dalam bentuk fisik sudah ditunjukkan
kebiadabannya oleh para penjajah Belanda dan Jepang. Bayangkan kita dijajah
tiga abad lebih lamanya, sungguh ini waktu yang sangat lama. Kekayaan alam kita
dikuras tiada batas, rakyat kita ditindas tanpa perikemanusiaan. Sungguh betapa
sengsara dan menderitanya rakyat Indonesia pada waktu itu.
Dengan kebangkitan para ulama, santri, pemuda
dan rakyat secara serentak melakukan perlawanan habis-habisan, tidak peduli mau
hidup mau mati tidak masalah karena rakyat sudah bosan dijajah terus menerus.
Mereka menggunakan persenjataan manual seadanya seperti bambu runcing, keris,
pedang, tombak dan lain-lain. Dengan gemuruh takbir memenuhi bumi Indonesia,
maju melawan para penjajah hingga akhirnya kita menang. Tidak terhitung berapa
nyawa berguguran menjadi syuhada. Semua itu mereka lakukan karena didorong rasa
cinta kepada tanah air dan rela mengorbankan nyawa demi terbebas dari belenggu
penjajah.
Alhamdulillah sekarang kita telah menikmati
udara kemerdekaan, dan in sya Allah tepat hari Senin, 17 Agustus 2020 adalah
hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75. Sungguh ini adalah
nikmat yang sangat besar yang wajib kita syukuri. Ini adalah hasil para pejunag
yang telah gigih mengorbankan segala-galanya demi terbebasnya dari cengkraman
kaki tangan para penjajah yang sangat biadab. Kita doakan semoga arwah para pejuang
yang telah gugur menjadi syuhada, ditempatkan pada tempat yang terbaik disisi
Allah yaitu surga yang indah dan kekal abadi.
Kaum muslimin sidang jamaah jumat
yang berbahagia, Rahimakumullah.
Lalu apakah dengan terbebasnya kita dari penjajah Belanda dan Jepang
hidup kita akan terus merdeka? Tidak, karena ada satu jenis penjajahan yang
akan selalu ada menghantui diri kita dimanapun, baik siang maupun malam yaitu
penjajahan yang bersifat non fisik.
Penjajahan yang bersifat non fisik terkait dengan sifat kepribadian
kita. Dalam diri manusia ada hawa nafsu yang sangat keras jajahannya tidak
kalah bahanya dengan penjajahan yang bersifat fisik.Saking beratnya penjajahan
hawa nafsu ini, sampai Rasulullah SAW menyatakan dalam sabdanya,
رَجَعْتُمْ
مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ
الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ
Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran
kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran
akbar (yang lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad
(memerangi) hawa nafsu.”(HR. Baihaqi)
Ucapan tersebut beliau
sampaikan setelah menang melawan kafir Quraisy dalam perang Badar yang sangat
dahsyat.
Hawa nafsu itu tidak pernah mau tunduk walaupun itu perintah Allah dan
Radu-Nya. Tidak ada cara lain kecuali kita berjuang melawannya. Apapun
kemauannya jangan diikuti, hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Kahfi
ayat 28 :
﴿وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ
يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ
ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ
هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا٢٨﴾
Artinya : “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan
orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap
keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena)
mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang
hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya
dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (Al Kahfi 18:28)
Demikianlah Allah menuntun kita dalam Al
Quran. Bahkan saking bahayannya hawa nafsu ini kalau diikuti bisa menghancurkan
bumi dan langit beserta isinya (Al Mukminun 71). Lihatlah kerusakan di darat
dan di laut karena ulah hawa nafsu manusia yang tidak terkendali (Ar Rum 41).
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى
ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ
ٱلَّذِى عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya :Telah nampak kerusakan di
darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah
merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang benar). (Ar Rum 30:41)
Perjuangan melawan penjajahan hawa nafsu
ini adalah perjuangan yang tidak ada habisnya, karena setiap hari selalu
mengajak kita untuk berbuat hal-hal yang menyimpang. Kalau kita selalu menang
melawan hawa nafsu, maka nafsu itu akan menjadi tunduk dan patuh kepada aturan
syariat agama Islam. Ketika hawa nafsu itu tunduk, maka berubahlah statusnya
dari nafsu ammarah (nafsu jahat yang ditunggangi setan) menjadi nafsu
muthmainnah (nafsu yang membuat hati damai dan tenang) karena mendapat
bimbingan dari Allah.
Demikian khutbah singkat yang bisa khatib
sampaikan, semoga hawa nafsu kita terus dapat dikendalikan untuk taat dan patuh
kepada aturan syariat Islam yang diamanahkan kepada kita, sehingga kita
benar-benar merdeka melawan kejahatan hawa nafsu. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Bekasi, 23 Dzulhijjah 1441 H/13
Agustus 2020
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ
وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
كِثيْرًا.أَمَّا بَعْدُ:
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ,
اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ
اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ
بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ
النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰىيَوْمِ
الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ
اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ
اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ
الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا
اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ
وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا
خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ
اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا
اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ
اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ
اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Asqalani, Ahmad bin Ali bin Hajar. (2000). Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari. Kairo:
Dar al-Hadits.
Al-Baqi,
Muhammad Fuad Abdul. (1945). Al-Mu'jam al-Mufahras li
Alfazh al-Qur'an al-Karim. Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriyyah.
Al-Bukhari,
Muhammad bin Ismail. (2002). Shahih al-Bukhari.
Beirut: Dar Thauq an-Najah.
Al-Ghazali,
Abu Hamid. (2011). Ihya’ Ulumuddin.
Beirut: Dar al-Ma'rifah.
Al-Jazeera. (2020). Health Benefits of Fasting: Preventing Heart
Disease and Obesity. Qatar: Al-Jazeera Media Network.
Al-Munajjid,
Muhammad Shalih. (2002). Arba'una Nashihan li
Ishlahi al-Buyut. Riyadh: Dar al-Wathan.
Al-Nawawi,
Yahya bin Syaraf. (1930). Al-Minhaj Syarh Shahih
Muslim bin al-Hajjaj. Kairo: Al-Mathba'ah al-Mishriyyah.
Al-Qur'anul
Karim. (2015). Al-Qur'an dan
Terjemahannya (Edisi Disempurnakan). Madinah: Kompleks Percetakan Mushaf
Raja Fahd.
An-Nasa'i,
Ahmad bin Syu'aib. (2001). Sunan an-Nasa'i. Riyadh:
Darussalam.
Ash-Shiddieqy,
Teungku Muhammad Hasbi. (2000). Tafsir
Al-Qur'anul Majid An-Nur. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.
Ash-Shawi,
Muhammad Mutawalli. (1991). Tafsir Asy-Syarawi.
Kairo: Matabi’ Akhbar al-Yaum.
As-Suyuti,
Jalaluddin. (2003). Al-Itqan fi Ulum
al-Qur'an. Beirut: Dar al-Fikr.
At-Tirmidzi,
Muhammad bin Isa. (1998). Sunan at-Tirmidzi.
Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.
Az-Zuhaili,
Wahbah. (1991). Al-Fiqh al-Islami wa
Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.
Crum,
A. J., & Zayas, V. (2017). Mindset
and Health Research. California: Stanford University Press.
Departemen
Agama RI. (2010). Himpunan Khutbah Jumat:
Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan
Masyarakat Islam.
Gugus
Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia. (2020). Data Sebaran Kasus Nasional. Jakarta: BNPB.
Haikal,
Muhammad Husain. (1935). Hayat Muhammad.
Kairo: Maktabah an-Nahdhah al-Mishriyyah.
Hamka,
Abdul Malik Karim Amrullah. (1981). Tafsir
Al-Azhar. Jakarta: PT Panjimas.
Ibnu
Katsir, Ismail bin Umar. (1999). Tafsir
al-Qur'an al-Adzim. Riyadh: Dar Thayyibah.
Ibnu
Majah, Abu Abdullah Muhammad.
(2009). Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar ar-Risalah al-Alamiyyah.
Ibnu
Qayyim al-Jauziyyah. (2015). Tathbiq at-Thibb
an-Nabawi. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Kementerian
Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan
Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Madjid,
Nurcholish. (2008). Islam, Doktrin, dan
Peradaban. Jakarta: Paramadina.
Majelis
Ulama Indonesia. (2020). Fatwa Terkait
Pelaksanaan Ibadah di Masa Pandemi COVID-19. Jakarta: Sekretariat MUI.
Muslim
bin al-Hajjaj. (2006). Shahih Muslim.
Riyadh: Darussalam.
Quthb, Sayyid. (1952). Fi Zilal al-Qur'an. Kairo: Dar asy-Syuruq.
Rais,
M. Amien. (1998). Tauhid Sosial: Doktrin
Perjuangan Muhammadiyah. Jakarta: Banteng Online.
Salem,
Mokhtar. (1987). Prayers: A Sport for the
Body and Soul. Kairo: Al-Ghad al-Arabi.
Shihab,
M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan,
Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
Syalabi,
Ahmad. (2003). Sejarah dan Kebudayaan
Islam. Jakarta: PT Al-Husna Zikra.
Von
Ehrenfels, Leopold Werner. (1953). The
Anthropology of Ablution. New York: McGraw-Hill.
World
Health Organization (WHO). (2020). Zoonotic
Diseases: Origin of Pathogens from Wildlife Animals. Jenewa: WHO Press.
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Quddus Al Majidi dan
Maulidia Fakhma Hayati. Kini penulis beralamat di Jalan Raya Gabus Perumahan
Vila Gading Harapan 2, Blok A5 No. 17 Sriamur, Tambun Utara Bekasi, Jawa
Barat.
Adapun riwayat pendidikan penulis, yaitu pada tahun 1987 lulus dari SDN 03
Sikur. Melanjutkan di MTs NW Sikur lulus pada tahun 1989. Melanjutkan ke MA NW
Pancor lulus tahun 1992. Melanjutkan kuliah S1 jurusan Pendidikan Agama Islam
di Instititut Agama Islam Al Aqidah lulus tahun 1999. Melanjutkan kuliah S2
Jurusan Manajemen Pendidikan di kampus IMNI lulus tahun 2010.
Dalam
kesehariannya penulis bertugas sebagai
Direktur Rumah Al Quran Laboratorium dan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Disamping tugas
tersebut penulis juga bertugas sebagai
guru BK (Bimbingan Konseling) di SMP Laboratorium Jakarta dan guru Bahasa Arab
di SMP NW Jakarta.
Penulis
aktif menulis di berbagai media sosial dan telah menghasilkan beberapa karya
diataranya; Belajar Tilawah Al Quran,
Pedoman Ibadah, TGB Calon Pemimpin RI 2019, Kumpulan Syair 100 Karakter
NW Sejati yang sangat menginspirasi, Mengenal Sosok Prof. Dr. H. Agustitin
Setyobudik, MM, Ph.D Dalam Untaian Syair Yang Penuh Hikmah, 50 Karakter Insan
Mulia, Makna Acprilesma Dalam Gubahan Syair, Kumpulan Syair Yang Mencerahkan
dan Mencerdaskan dan PPOT 1 Syair Indah dan Inspiratif 18 Sikap Terpuji, Metode
Al Akrom 5 Jam Bisa Membaca Al Quran dan 35 Khutbah Jumat Populer di SinarLIMA.
Penulis
juga aktif mengisi kajian-kajian diantaranya kajian tahsin Al Quran di Masjid
Darul Arqom Jakarta, Mengajar Seni Baca Al Quran di Pondok Pesantren Nahdlatul
Wathan Jakarta, mengisi kuliah Shubuh setiap hari Sabtu dan Ahad di Masjid At
Tawwabin Perumahan VGH 2 Tambun Utara Bekasi..
Comments
Post a Comment