35 khutbah jumat oleh Abu Akrom

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 13 DESEMBER 2019

MANFAAT SHALAT JUMAT

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Entah berapa ratus kali kita mengikuti shalat jumat seperti ini. Mestinya banyak sekali manfaat yang kita rasakan. Tetapi sayang tidak semua umat Islam dapat merasakan manfaatnya, oleh karena menganggap bahwa shalat jumat ini adalah ibadah rutin yang bersifat biasa-biasa saja.

Tentu kita tidak ingin kehadiran kita di tempat ini, tidak mendapatkan apa-apa. Padahal Rasulullah SAW menyampaikan, bahwa Jumat ini dengan Jumat yang berikutnya adalah sebagai sarana terbaik untuk menghapus semua dosa yang pernah kita perbuat satu minggu ini. Beliau bersabda dalam hadits shahihnya:

الصَّلاةُ الْخَمْسُ وَاْلُجمُعَةُ إِلىَ الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بينَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, ini semua menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).

Yang namanya kita sebagai manusia tanpa disadari banyak sekali dosa-dosa yang kita perbuat dalam seminggu ini. Nah dengan kita rajin shalat lima waktu ditambah shalat jumat, maka Allah akan menghapus bersih semua dosa-dosa kita, selama kita tidak bergelimang dalam dosa besar. Kalau kita terlanjur berbuat dosa besar, maka tidak hanya cukup dengan shalat saja, tapi wajib bertaubat memohon ampun kepada Allah dengan banyak membaca istigfar.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Alangkah bersyukurnya kita, jika dosa-dosa yang telah kita perbuat diampuni oleh Allah. Diantara ciri-ciri dosa kita diampuni, kita meraskan adanya kedamaian di dalam hati, ringan dalam beramal shalih, menunjukkan akhlak yang mulia dan selalu ingin bermanfaat bagi sesama. Semua hal ini tidak mudah didapatkan, kecuali bagi orang-orang yang bersih hatinya dari dosa-dosa yang mengotorinya.

Agar shalat Jumat ini benar-benar menjadi sarana untuk menghapus dosa kita, maka mari kita penuhi hal-hal berikut :

1. Sebelum shalat Jumat mandilah terlebih dahulu.

2. Pakailah pakaian yang terbaik dengan memakai wangi-wangian.

3. Datang lebih awal sebelum khatib naik mimbar.

4. Setelah tiba di masjid laksankan shalat sunnat tahiyyatul masjid.

5. Sembari menunggu khatib membacakan khutbah, perbanyaklah zikir dan membaca Al Quran.

6. Dengarkan khatib ketika membaaca khutbah dan jangan melakukan apapun yang bisa merusak pahala jumat, seperti berbicara, bermain HP dan lain-lain.

7. Laksanakan shalat Jumat benar-benar dengan niat yang tulus karena Allah semata-mata.

8. Setelah shalat jumat jangan terburu-buru keluar, berzikirlah semampunya dan berdoalah dengan khusyu’.

Demikain khutbah singkat ini dapat khatib sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan jika ada tutur kata yang tidak tepat, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Jakarta, 16 Rabiul Akhir 1441 H/12 Desember 2019 M

Pembaca : 1103

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 20 DESEMBER 2019

MANFAAT WUDHU’

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Semua syariat Islam yang telah ditetapkan untuk umat ternyata memiliki fungsi dan manfaat yang luar biasa, baik dari sisi duniawi maupun dari sisi ukhrawi. Dari sisi duniawi berdampak positif bagi kemaslahatan pribadai dan sesama. Dari sisi ukhrawi, di akhirat nanti kita ditempatkan di tempat yang mulia yaitu surga Allah SWT.

Diantara syariat yang sangat penting adalah perintah wudhu’ sebelum shalat dan membaca Al Quran. Bila kita melihat dari sisi duniawi kita akan banyak mendapatkan keuntungan diantaranya, wudhu memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Di dalam bukunya Prayers, A Sport for The Body and Soul, Mokhtar Salem menjelaskan, kalau berwudhu yang baik dan benar dapat mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Alasannya, orang yang berwudhu secara otomatis pasti juga membersihkan anggota tubuh dan kulitnya. Ia selalu menjaga kebersihan hidungya dengan istinsyaq, tangannya, wajahnya, hingga kedua kakinya.

Lebih dari itu, Salem menyebutkan kalau berwudhu yang baik dan benar juga bisa mencegah kanker kulit. Setiap hari orang pasti bersentuhan dengan banyak elemen, termasuk bahan-bahan kimia. Dengan berwudhu, maka bahan kimia yang menempel di kulit tersebut akan larut dan hilang.

Sarjana-sarjana luar negeri juga banyak yang meneliti tentang manfaat wudhu. Salah satunya adalah psikiater dan neurolog berkebangsaan Austria, Leopold Werner von Ehrenfels. Berdasarkan hasil penelitiannya, Von Ehrenfels mengatakan bahwa berwudhu menjadikan tubuh selalu sehat. Air wudhu merangsang saraf-saraf tubuh manusia. Hasilnya, tubuh orang yang sering berwudhu selalu sehat. Sama seperti Salem, Von Ehrenfels juga mengemukakan kalau berwudhu dapat mencegah penyakit kulit. Salah satu penyebab penyakit kulit adalah kurangnya menjaga kebersihan kulit. Dengan wudhu lima kali sehari bahkan lebih, maka orang yang berwudhu tersebut secara tidak langsung juga menjaga kebersihan kulitnya. Subhanallah.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Itu dari sisi duniawai. Sedangkan dari sisi ukhrawi lebih dahsyat lagi. Disamping untuk mengangkat hadats kecil, sehingga shalat kita sah, juga dengan berwudhu’ semua dosa dan kesalahan kita berguguran keluar dari seluruh anggota tubuh yang kita basuh. Nabi kita bersabda;

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

Artinya : “Tidaklah, aku tunjukkan kalian atas sesuatu yang Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dengan sebabnya, dan mengangkat derajat pula? Mereka berkata: ya, wahai Rosulullah. Nabi bersabda: “Sempurakan wudhu pada waktu sulit, perbanyak langkah ke masjid-masjid, dan menunggu sholat setelah sholat. Itu lah ribat”. (HR. Muslim)

Ternyata wudhu’ itu bukanlah hal yang spele dan tidak punya makna apa-apa. Ini semua kita dapatkan bila wudhu’ dilaksanakan dengan sempurna, baik itu niatnya maupun tatacaranya. Seseorang yang berwudhu’ dengan asal-asalan, tentu wudhu’nya tidak bernilai apa-apa, disamping wudhu’nya tidak sah juga tidak akan berdampak positif bagi kesehatan tubuhnya.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 21 Desember 1441 H/19 Desember 2019 M

Pembaca : 1233

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 27 DESEMBER 2019

MENGKAJI DIRI TAHUN 2019 MENUJU 2020

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Berbicara tentang mengkaji diri adalah pembicaraan yang sangat penting, karena berhubungan langsung denhan diri pribadi kita masing-masing.

Mari kita mengevaluasi diri tahun 2019 ini, apakah kita benar-benar sudah mengkaji diri seutuhnya atau belum sama sekali. Jika sudah alhamdulillah bersyukurah kepada Allah, mari kita pertahankan dan kita tingkatkan dari waktu kewaktu. Sungguh ini adalah prestasi yang sangat tinggi nilainya dihadapan Allah SWT. Tetapi jika proses mengkaji diri kita belum utuh secara sempurna, maka memasuki tahun baru 2020 ini kita berusaha untuk benar-benar mengkaji diri secara total lahir maupun batin.

Mengkaji diri itu artinya melihat diri sendiri secara utuh yang meliputi 4 unsur pokok yaitu jiwa, hati, pikiran dan sikap hidup sehari-hari.

Pertama, jiwa. Jiwa adalah perangkat batin yang sangat halus tidak bisa dideteksi oleh alat apapun. Jika jiwa itu bersih, maka akan terasa suasana menjadi sangat tenang, lapang dan bahagia. Tetapi jika jiwa itu kotor, maka suasana akan terasa resah, gelisah dan galau. Sedikitpun tidak ada rasa tenang menyelmuti jiwa tersebut. Kalau suasana ini yang kita dapatkan, maka rugilah hidup kita selama di dunia.

Menurut Al Quran untuk mendapatkan jiwa yang bersih itu hanya dengan satu cara yaitu bertaqwa kepada Allah. Orang yang bertaqwa itu adalah orang yang selalu taat menjalankan syariat agama Allah, baik yang bersifat wajib maupun yang bersifat sunnat. Tetapi sebaliknya bila kita durhaka terhadap syariat-Nya, maka pasti jiwa itu kotor. Allah Subhanhu wa Ta’ala berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya”. (QS. Asy Syams 9 -10)

Kedua, hati. Hati adalah pusat suara manusia, jika hati itu bening maka suara yang terdengar adalah suara kebaikan. Tetapi jika hati itu busuk, maka suara yang terdengar adalah suara keburukan. Ini hampir sama dengan jiwa, tergantung keadaannya. Maka beningkan hatimu dengan banyak berzikir dan memohon ampun kepada Allah.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Ramimakullah.

Saking penting namanya hati sampai-sampai imam Al Gazali mengumpamakan hati itu ibarat raja, dan selainnya adalah rakyat. Jika hati itu baik, maka baiklah seluruh tubuh, jika hati itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Demikian nabi bersabda dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Ketiga, pikiran. Pikiran adalah hasil menggunakan akal, maka gunakan akal itu untuk berpikir yang positif. Jangan sekali-kali berpikir yang negatif, ini bisa merusak kesehatan sekaligus merusak program hidup yang akan mengacaukan hubungan kepada sesama. Na’udzubillah.

Penelitian di Stanford University, Amerika Serikat, mengungkapkan hubungan antara pola pikir dan kesehatan. Menurut para ilmuwan, orang yang berpikir negatif mengenai aktivitas fisiknya cenderung menganggap dirinya tidak bugar.

Keempat, sikap. Sikap adalah perilaku jasmani dalam keseharian hidup kita, maka hiasilah perilakumu dengan sifat-sifat yg mulia (akhlakul karimah) seperti taat, patuh, malu, tahu diri, berbakti, peduli, ingat waktu, sopan, jujur, disiplin dan tanggung jawab.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 28 Rabiul Akhir 1441 H/26 Desember 2019 M

Pembaca : 7676

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 10 JANUARI 2020

HARAPAN MENYAMBUT DAN MENGHADAPI

TAHUN BARU 2020

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Ungkapan yang sering kita dengar dari banyak orang dalam menyambut tahun baru adalah, “Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin”.

Inilah fithrah diri manusia, sebenarnya ingin selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Bahkan dalam Al Quran berulangkali memotivasi umat manusia agar terus berpacu berada pada kondisi gemar berbuat baik (Al Baqarah 2:148, Al Maidah 5:48).

 وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواالْخَيْرَاتِۚأَيْنَمَاتَكُونُوايَأْتِبِكُمُاللَّهُ جَمِيعًاۚإِنَّاللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Al Baqarah 148)

Adanya ungkapan menyambut tahun baru menjadi lebih baik tergantung latar belakang profesi, keahlian dan kemampuan mereka. Orang yang sehari-hari bergelut di bidang ekonomi berharap semoga ekonomi makin membaik. Orang yang sehari-hari bergelut di bidang pendidikan berharap agar pendidikan lebih maju dan berkualitas. Orang yang sehari-hari bergelut dibidang kesehatan berharap semoga kesehatan makin hari makin membaik. Demikian seterusnya.

Harapan-harapan tersebut tidak akan pernah tercapai kalau hanya sekedar sebagai selogan pemanis di bibir saja. Mesti lebih gigih lagi berusaha dengan strategi dan tehnik yang lebih bagus. Ini adalah sunnatullah yang tidak bisa dipungkiri. Kalau mau di Indonesia keadaan ekonomi makin maju, suhu politik makin kondusif, hukum tegak dengan lebih adil, pendidikan lebih berkualitas, kesehatan makin membaik dan angka kriminal makin berkurang, maka memasuki tahun baru 2020 ini semua elemen masyarakat dari lapisan bawah sampai lapisan atas, dari rakyat jelata sampai para pejabat, semua mengerahkan segala daya dan upaya secara konsisten untuk meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan bidang dan keahlian masin-masing.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Memasuki tahun baru ini, mari kita berperan sebagai aktor perubahan kearah yang lebih baik, bukan sebagai pengekor yang hanya menunggu perintah. Kita berperan sebagai pemain terbaik, bukan hanya sebagai penonton yang pasif tidak punya kreatif. Kita berbuat sebanyak-banyaknya hal-hal yang manfaat bagi sesama di lingkungan kita masing-masing, bukan berbuat hal-hal yang bersifat keonaran, keresahan, kekacauan dan permusuhan.

Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Tahun baru ini tidak bermakna apa-apa, kalau kita hanya heboh menyambut tahun baru dengan segala pesta pora yang menghambur-hamburkan harta secara berlebihan, sementara dampak positifnya tidak ada sama sekali. Hanya dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas dan disertai doa semua harapan baik itu akan tercapai dengan maksimal, in sya Allah.

Walaupun tahun baru kali ini diawali dengan musibah banjir yang sangat dahsyat melanda berbagai tempat, seperti di Jakarta dan Bekasi dengan puluhan korban meninggal dunia dan rusak parahnya berbagai fasilitas seperti rumah, kendaraan, kantor dan lain-lain, semua itu tidak menyebabkan kita patah semangat untuk mengisi tahun baru ini dengan berbagai macam amaliyah salihah yang kualitasnya lebih baik dari tahun kemarin.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 14 Jumadil Awal 1441 H/26 10 Januari 2020 M

Pembaca : 8451

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 17 JANUARI 2020

HAKEKAT HIDUP DI DUNIA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “hakekat hidup di dunia”.

Untuk mengetahui apa hakekat hidup di dunia ini hendaknya kita meruju’ kepada kitab suci Al Quran surat An Nisa ayat 77:

 قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى

Artinya: “Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.”

Dalam ayat tersebut disampaikan dengan sangat jelas bahwa hakekat kesenangan hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Hidup yang sebenarnya adalah di akhirat bersifat abadi selama-lamanya. Namun kenyataannya banyak manusia di muka bumi ini lebih mementingkan kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat nanti.

Lihatlah manusia untuk urusan dunia rela melakukan apa saja, bahkan demi medapatkan apa yang diinginkan, tidak peduli cara apapun ditempuh baik halal atau haram.

Ada juga orang bekerja sampai larut malam tidak memperhatikan istirahat, bahkan meninggalkan kewajiban shalat lima waktu. Sungguh ini adalah perbuatan zhalim dan melampaui batas sampai-sampai meninggalkan tugas pokoknya yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Islam tidak melarang mau kerja apa saja yang penting dapat mengontrol waktu, jangan sampai dunia ini memperdaya kita.

Diantara penyebab utama seseorang lebih memilih kehidupan dunia dan lupa akan adanya kehidupan akhirat, karena hawa nafsu yang tidak terkendali. Yang namanya hawa nafsu tidak ada puas-puasnya. Ibarat meminum air laut makin diminum makin haus. Itulah sebabnya Nabi kita bersabda mengingatkan betapa serakahnya yang namanya hawa nafsu. Seandainya sesorang dikasih satu ladang emas, maka akan meminta ladang emas berikutnya sampai tidak terbatas. Hanya kematianlah yang akan mengakhiri serakahnya hawa nafsu.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)

Dalam Al Quran surat Al Mu’minun ayat 71 juga disebutkan menggambarkan betapa bahayanya memperturutkan hawa nafsu. Kalau sekiranya kebenaran mengikuti hawa nafsu, maka binasalah langit dan bumi.

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ

Artinya: “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya.”

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Secara umum manusia banyak dihinggapi nafsu ammarah. Inilah jenis nafsu yang paling berbahaya. Nafsu ammarah adalah nafsu yang tidak mau patuh terhadap ajaran agama dan selalu mendorong manusia untuk berbuat keburukan (QS. Yusuf ayat 53). Banyak sekali kerusakan yang ditimbulkan oleh nafsu ammarah ini, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat maupun negara. Juga kerusakan dalam ekosistem baik di darat maupun di laut sehingga terjadinya banjir, longsor dan lain-lain.

Ada satu nafsu yang sangat baik yaitu nafsu muthmainnah sebagaimana disebutkan dalam Al Quran Surat Al Fajr 27-30. Nafsu muthmainnah ini selalu ingin taat dan patuh terhadap aturan agama. Inilah jenis nafsu para nabi dan para wali yang shalih. Mereka senantiasa menjaga kedamaian, komunikasi yang harmonis dan berbuat segala sesuatu yang mengandung manfaat. Ketika ajal tiba nanti, nafsu ini akan dipanggil menghadap kepada Allah dalam keadaan diridhai dan di akhirat nanti dipersilahkan masuk kedalam surga dengan kenikmatan tiada tara, hidup bahagia selama-lamanya.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي  )٣٠(

Artinya : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30

Sebelum khatib mengakhiri khutbah ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah, marilah kita berjuang untuk mendapatkan nafsu muthmainnah dengan melaksankan seluruh syariat Islam secara kaffah (total) agar kita tidak terpedaya oleh kehidupan dunia yang sesaat ini.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 21 Jumadil Awal 1441 H/17 Januari 2020 M

Pembaca :4303

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 24 JANUARI 2020

TIGA HAL TIDAK BOLEH BOSAN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Hidup di dunia ini banyak sekali yang menyebabkan manusia menjadi bosan. Entah karena capek, lelah atau karena sebab lainnya. Dengan kebosanan itu menyebabkan hidup menjadi tidak semangat dan tidak bergaerah, akhirnya harapan dan cita-cita kandas ditengah jalan.

Diantara kebosanan-kebosanan tersebut, ada tiga hal tidak boleh kita merasa bosan apapun yang terjadi. Kita akan terus berjuang melakukannya tanpa kenal lelah hingga akhir kematian, karena untuk ini kita tercipta di atas muka bumi yang fana’ ini.

Pertama, tidak boleh bosan dalam beribadah.

Beribadah adalah tujuan pokok diciptakan manusia. Hal ini dengan sangat jelas Allah cantumkan dalam Al Quran surat Adz Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

Dalam ayat tersebut yang dimaksud dengan mengabdi adalah beribadah kepada Allah. Diantara ibadah yang utama adalah bersifat ritual yang terkait dengan hablum minallah, seperti shalat, dzikir, doa dan membaca Al Quran.

Jika keempat hal ini kita lakukan dengan ikhlas, khusyu’ dan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapat manfaat yang luar biasa baik dari sisi duniawi maupun ukhrawi. Dengan shalat akan mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar, dengan dzikir hati menjadi tenang, dengan doa semua hajat dikabulkan dan dengan membaca Al Quran iman akan terus bertambah.

Ketika manfaat dari ibadah-ibadah ini kita dapatkan, sungguh nikmat dan bahagia terasa meliputi jiwa. Akhirnya menjadi suatu kebutuhan yang mengasyikkan dan tidak akan pernah mau ditinggalkan, bahkan makin semangat dan tekun dalam melaksanakannya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Kedua, tidak boleh bosan dalam belajar.

Perintah belajar itu terdapat dalam surat Al Alaq ayat 1-5:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (٣) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥))

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘Alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.

Belajar itu meliputi tiga hal yaitu membaca, mendengar dan menulis. Dengan membaca akan terbuka wawasan pengetahuan yang luas, dengan mendengar akan bertambah kecerdasan dan dengan menulis akan mempertajam daya ingat.

Belajar itu tidak mesti dibangku sekolah/kuliah. Kita bisa belajar tentang apa saja di alam yang luas ini. Justru alam yang luas ini merupakan kampus pengetahuan raksasa yang takkan pernah habis dipelajari. Fakta menunjukkan banyak sekali ilmuan yang menemukan ilmu-ilmu baru yang spektakuler di alam ini, bukan dikampus/perguruan tinggi tempat mereka belajar.

Dengan mengamati fenomena alam, terjadinya siang dan malam, aneka peristiwa yang terjadi, kehidupan flora dan fauna dan lain sebagainya, itu semua adalah sumber pembelajaran yang dahsyat akan menginspirasi diri kita untuk melakukan riset/penelitian yang menghasilkan karya yang sangat manfaat bagi kehidupan manusia. Inilah makna manusia tercipta oleh Allah sebagai khalifah (pemimpin, pengelola, pemakmur) di muka bumi ini. (QS. Al Baqarah 2:30)

Ketiga, tidak boleh bosan berbuat baik.

Berbuat baik itu pengertiannya luas yaitu apa saja yang dinilai baik, positif dan bermanfaat, itu adalah bagian dari perbuatan baik atau dalam agama disebut amal shalih. Kita dapat berbuat baik dimana saja dan kapan saja. Mulai dari hal-hal yang ringan sampai yang berat. Berbuat baik itu bisa dengan ucapan, sikap ramah atau perbuatan.

Disekitar kita banyak sekali hal-hal baik yang bisa kita lakukan seperti membersihkan rumah, merapikan kamar, mencuci, menyetrika dan lain sebagainya. Di tempat kerja kita bisa merapikan file, membuat perencanaan, diskusi, membuat laporan dan lain sebagainya. Di lingkungan kita bisa menyiram tanaman/pohon, membersihkan got, menyapu, membakar sampah dan lain sebagainya.

Bila berbuat baik ini menjadi budaya dalam keseharian kita, maka amanlah dunia ini. Komunikasi dengan sesama akan terbangun secara aktif. Tempat tinggal, tempat kerja dan lingkungan sekitar menjadi bersih, rapih, nyaman dan menyenangkan. Sehingga suasana hidup menjadi lebih indah, terarah, harmonis dan penuh bahagia.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 27 Jumadil Awal 1441 H/23 Januari 2020 M

Pembaca : 2184

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 31 JANUARI 2020

PERSIAPAN MENUJU KEMATIAN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “Persiapan Menuju Kematian”.

Inilah tema yang sangat penting diantara tema-tema yang lainnya yaitu persiapan menuju kematian. Karena pada akhirnya siapapun kita, walaupun memiliki gelar profesor doktor dengan jabatan tinggi dan memiliki kekayaan berlimpah ruah, toh akan mengalami kematian cepat atau lambat, suka atau tidak suka. 

Ketika kematian itu tiba semua yang kita miliki tidak bernilai apa-apa, hilang dan sirna tanpa bekas sedikitpun. Rumah yang bertahun-tahun kita bangun dengan biaya ratusan juta, kendaran mewah yang harganya miliyaran, emas permata yang bertumpuk-tumpuk, tabungan deposito di bank yang berjumlah triliyunan, kantor mewah tempat bekerja dan orang-orang yang kita cintai seperti anak, istri/suami, semua itu kita tinggalkan tidak berguna sedikitpun. Hanya iman dan amal shalih selama hidup di dunia yang kita bawa mati menghadap kepada Allah.

Semakin kuat kualitas iman kita dan semakin banyak amal shalih yang kita lakukan, niscaya semakin besar pula peluang kita mati dalam keadaan husnul khatimah, dan akan terhindar dari kematian yang bersifat su’ul khatimah. Kematian su’ul khatimah itu adalah kematian yang buruk dengan proses sakaratul maut yang sangat menyakitkan bagaikan ditusuk pedang 300 kali, demikian sabda Nabi.

Ketika iman dan amal shalih ini menyertai di dalam kubur, maka kubur itu akan menjadi tempat yang sangat nikmat, nyaman, enak dan menyenangkan, bagaikan taman diantara taman surga (raudhah min riyadhil jannah). Demikian juga ketika bangkit dari kubur untuk dikumpulkan di padang mahsyar akan mendapatkan naungan diatas terik matahari yang sangat dahsyat diatas kepala kita. Dan puncaknya orang yang memiliki iman dan amal shalih akan masuk surga Firdaus dengan kenikmatan yang tiada tara, kekal abadi didalamnya. Sebagaimana tersebut dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 107-108 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (١.٧) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلاً (١.٨)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya.”

Menurut ayat tersebut bahwa untuk dapat masuk kedalam surga Firdaus, hanya dengan iman dan amal shalih yang telah kita perjuangkan selama hidup di dunia. Dengan demikian dapat kita pahami, bahwa betapa berharganya yang namanya iman dan amal shalih.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Kata iman dan amal shalih seringkali kita membaca dan mendengarnya, namun kebanyakan kita tidak memahaminya secara mendalam. Sehingga kita tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat penting. Padahal dengan iman dan amal shalihlah yang mengantarkan kita kedalam surganya Allah. 

Memang untuk memahami secara mendalam memerlukan pengkajian secara intensif dan berkesinambungan. Karena iman itu bersifat abstrak (tidak terlihat), tapi dapat kita rasakan keberadaannya dengan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan di jagad raya ini. 

Untuk dapat meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, mesti belajar ilmu Aqidah/Tauhid seperti memahami 20 sifat wajib bagi Allah, ditambah asmaul husna yang berjumlah 99 beserta dalil-dalil untuk memperkuatnya, baik dalil naqli maupun dalil aqli. Selanjutnya iman yang sudah dipahami tadi mesti dibuktikan dalam bentuk amal shalih. Amal shalih itu adalah segala macam perbuatan yang dinilai baik, benar dan positif, dan sesuai dengan ajaran Islam.

Iman kita akan diakui keberadaanya jika dibuktikan dalam bentuk amal shalih. Sebaliknya amal shalih kita akan diterima oleh Allah bila didasari rasa iman di dalam hati. Jadi antara iman dan amal shalih tidak boleh dipisah, karena memiliki keterkaitan erat antara keduanya. 

Berdasarkan penjelasan ini, maka jangan mimpi kita akan masuk surga, bila tidak ada iman dan amal shalih selama hidup di dunia. Oleh karena itu selagi kita masih bernafas, mari kita perkuat iman kita dengan ketaatan dan ketundukan kepada Allah terhadap semua ketentuan syariat agama agar menjadi amal shalih yang bernilai ibadah yang besar pahalanya, sehingga kelak kita diperkenankan masuk kedalam surga Firdaus seperti yang dijanjikan dalam surat Al Kahfi ayat 107 – 108 tersebut. 

Akhirnya, semoga khutbah jumat edisi ini menjadi pengingat (alarm) yang sangat berharga untuk mempersiapkan datangnya kematiam secara tiba-tiba, dan semoga kematian kita nanti tergolong husnul khatimah, aamiin. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1441 H/30 Januari 2020 M

Pembaca :3864

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 7 FEBRUARI 2020

SENTUHLAH JIWAMU

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “sentuhlah jiwamu”. Diantara sekian banyak unsur yang ada dalam diri manusia, ada satu unsur yang paling penting yaitu jiwa. Jiwa itu bagian terdalam dalam diri manusia. Dari jiwa dimulai segala sesuatu, jika jiwa itu bersih dan suci maka instruksi yang diberikan adalah melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Jika jiwa itu kotor maka instruksi yang diberikan adalah hal-hal yang buruk dan membawa malapetaka. Maka pantaslah Allah memberi penegasan dalam surah Asy Syams ayat 9-10:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya”.

Betapa banyak orang terganggu jiwanya, sehingga mengalami kerusakan pada akalnya. Orang yang tergangu jiwanya biasanya mengalami stres dan depresi berat, akhirnya menjadi gila. Ini semua terjadi, karena kotornya jiwa manusia.

Saking pentingya namanya jiwa, sampai-sampai WR. Supratman menciptakan sebuah lagu wajib nasional Indonesia Raya, dimana terdapat kalimat pamungkas, “Bangunlah jiwanya bangunlah badannya”. Lagu Indonesia raya ini senantiasa dinyanyikan oleh seluruh guru dan siswa di seluruh Indonesia pada acara upacara bendera setiap hari Senin. Demikian juga snantiasa dinyanyikan untuk mengawali acara-acara penting dalam satu kegiatan.

Hal ini menunjukkan betapa berartinya hidup, bila jiwa terbangun dan terbentuk oleh hal-hal yang positif. Karena jika jiwa rapuh, hancurlah sistem kinerja otak dan organ-organ tubuh lainnya. Sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh manusia.

Bagaimana mungkin Indonesia bisa maju dan menunjukkan eksistensi kemandiriannya, jika jiwa rakyatnya lemah dan rapuh. Seharusnya setiap kita mengamalkan isi lagu tersebut, tetapi sayang tidak semua menjiwainya hanya sekedar sebagai pemanis yang terucap di bibir saja. Karena jiwa tersebut letaknya sangat dalam, kalau boleh diumpamakan lebih dalam dari dasar lautan samudra, maka mesti ada upaya ekstra untuk menyentuhnya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Kalau kita kembali kepada ajaran agama Islam, ada beberapa langkah untuk menyentuhnya yaitu:

Pertama, Perbanyaklah berzikir dan memohon ampun kepada Allah. Dengan berzikir jiwa akan tersentuh dengan sendirinya, karena zikir itu adalah mengingat Allah dengan kalimat suci. Sehingga kesucian zikir itu akan mensucikan jiwa manusia. Ketika jiwa itu suci, maka jiwa mudah tersentuh dengan nasehat atau masukan dari orang lain. Kemudian zikir itu disempurnakan dengan istighfar (memohon ampun) kepada Allah, agar benar-benar jiwa itu bersih dan suci dari segala kotoran dosa.

Kedua, bacalah Al Quran setiap hari secara rutin terutama sehabis shalat lima waktu. Jiwa itu akan mudah tergetar dan dipenuhi rasa iman, bila selalu disentuh dengan ayat-ayat Al Quran. Inilah diantara rahasia besar untuk menentramkan jiwa manusia. Orang-orang yang tidak pernah membaca Al Quran pasti jiwanya kotor, sehingga dari hari kehari jiwa bergoncang menjadi gelisah, galau dan tertekan. Oleh karena itu mari kita selalu menentramkan jiwa kita dengan ayat-ayat Al Quran, agar jiwa kita lapang, damai dan tentram.

Ketiga, banyaklah mendengar taushiah dari guru-guru/ustadz yang kita senangi. Zaman sekarang ini zaman canggih, kalau kita tidak sempat datang ke pengajian bukalah youtube ikuti taushiah ulama-ulama kondang seperti ustadz KH. Zainudin MZ, Ustadz H. Abdul Shomad, Lc, MA, Dr. KH. Tengku Zulkarnain, KH. M. Arifin Ilham, KH. Abdullah Gymnastiar, TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA dan lain-lain. Dari mereka kita akan mendapatkan banyak pelajaran yang mencerahkan jiwa kita.

Keempat, banyaklah melihat orang-orang yang dalam kekurangan tapi tetap semangat, tabah dan sabar menjalani hidup. Lihatlah ada orang miskin, terus gigih berjuang akhirnya menjadi sarjana dan sukses berkiprah dalam pentas nasional. Ada orang cacat tidak punya kaki, tidak punya tangan menjadi juara pada olimpiade tingkat dunia. Ada orang lumpuh dan buta hafal Al Quran. Dan masih banyak lagi contohnya.

Dengan melihat prestasi mereka walaupun dalam kondisi serba kekurangan (cacat), ini bisa membuat hati dan jiwa kita tersentuh dan termotivasi untuk menjadi orang-orang yang sukses dan berprestasi. Kalau mereka saja bisa mengapa kita tidak bisa?. Justru kita mestinya malu dengan mereka.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 12 Jumadil Akhir 1441 H/6 Februari 2020 M

Pembaca : 24531

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 14 FEBRUARI 2020

JAGALAH LIDAHMU

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Hampir seluruh waktu umat manusia di muka bumi ini menggunakan lidahnya untuk berbicara tentang apa saja. Lidah adalah alat yang paling efektif untuk menyampaikan berbagai hal yang dibutuhkan dalam hidup. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari lidah. Dengan lidah akan disampaikan berbagai program untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Dengan lidah akan terbangun komunikasi yang intens di tengah kehidupan. Dengan lidah terbentuk peradaban manusia yang megah dan monumental.

Banyak orang sukses karena kepandaiannya menggunakan lidah. Seorang pembawa acara (host) menjadi terkenal dan kaya, karena kepandaiannya menyusun kata-kata yang rapi, bersemangat dan menarik sehingga acara berlangsung khidmat dan sukses. Seorang pujangga dengan kata-katanya mampu membius para audiens, karena keindahan puisi/syairnya. Seorang penceramah tampil memukau dan disenangi oleh orang banyak, karena kepiawaiannya menyampaikan materi ceramah. Seorang guru yang pandai mengolah kata-katanya, membuat murid menjadi patuh, semangat dan kreatif.

Itulah kehebatan lidah dengan segala multi fungsinya. Bagi orang yang matang akal dan kedewasaannya akan mampu menggunakan lidahnya untuk sesuatu yang berarti. Tetapi sebaliknya, bagi orang yang picik akalnya dan rendah tingkat kedewasaannya akan menggunakan lidahnya secara sembarangan. Digunakan untuk bergibah, memfitnah, berbohong dan mengadu domba. Na’uudzubillaah.

Banyak sekali kita melihat orang-orang tidak pandai menjaga lidahnya, sehingga muncullah berbagai keburukan tersebar di masyarakat. Adanya salah paham, perkelahian, tidak bertegur sapa bertahun-tahun, hubungan tidak harmonis dan komunikasi menjadi macet. Itu semua terjadi karena mereka tidak pandai menjaga lidahnya. Saking pentingnya menjaga lidah sampai-sampai menjadi alat ukur bagi keimanan seseorang. Nabi kita bersabda;

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Nabi kita Muhammad SAW paham betul dampak bahaya dari lidah yang tidak terkontrol, sehingga mengaitkan dengan keimanan seseorang. Jangan sampai nilai iman kita hancur karena lidah kita sendiri. Orang hidup mulia dan terhormat karena lidahnya berbicara penuh kesopanan, sebaliknya orang hidup hina dan tidak terhormat karena lidahnya kotor berbicara penuh hinaan, cacian dan kebencian. Na’udzubillah.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Islam agama yang indah mengatur segala sesuatu penuh keindahan, termasuk dalam hal berbicara, Islam mengaturnya dengan sangat indah. Dalam Al Quran disebutkan;

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Wahai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”. (QS. Al Ahzab 33:70)

Ada pepatah arab mengatakan; “Jika pedang melukai tubuh, masih ada harapan untuk sembuh. Jika ucapan melukai hati, kemana obat hendak dicari”. Betapa banyak orang terluka hatinya, karena ucapan yang sangat menyakitkan. Rusaklah hubungan persaudaraan yang selama ini dibangun. Yang tadinya hidup bersama, menjadi berpisah tidak bertegur sapa. Yang tadinya bersahabat, menjadi musuh berat. Yang tadinya berkawan, menjadi lawan. Yang tadinya bersatu, menjadi berseteru. Yang tadinya akur, menjadi hancur.

Kita adalah makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain dalam keadaan apapun jua. Maka dari itu, mari kita berupaya menjaga lidah kita, agar tercipta kerukunan dan perdamaian selama hidup di alam dunia.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Jakarta, 17 Jumadil Akhir 1441 H/14 Februari 2020 M

Pembaca : 2853

 

 

                                         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 21 FEBRUARI 2020

MENGGAPAI HIDUP BERKAH

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Banyak sekali orang berharap agar hidup selalu diliputi penuh berkah. Biasanya hidup berkah itu selalu diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat materi. Ada orang beranggapan kalau harta benda setiap hari bertambah, itu dikatakan berkah. Kalau ada orang naik jabatannya, luas kekuasaannya dan banyak pengikutnya dikatakan hidupnya berkah. Padahal tidak demikian.

Para ulama sudah memberikan pengertian tentang makna berkah yaitu “albarokatu ziyadatul khair” artinya “berkah itu adalah bertambahnya nilai kebaikan.” Dari pengertian ini dapat kita pahami dengan jelas bahwa apapun yang kita terima atau apapun yang kita lakukan yang menyebabkan nilai kebaikan kita menjadi bertambah, baik dihadapan manusia lebih-lebih dihadapan Allah, sesungguhnya kita sudah mendapatkan nilai berkah secara otomatis.

Bertambahnya nilai kebaikan itu artinya bertambahnya nilai manfaat bagi diri dan orang lain. Ketika kita punya harta yang banyak, kemudian kita bantu orang-orang yang membutuhkan sehingga menjadi manfaat, maka sesungguhnya kita telah mendapatkan berkah dalam hidup. Manfaat untuk kita diantaranya mencegah bala’, jauh dari penyakit, hidup makin tentram dan in sya Allah rizki akan berlipat ganda menjadi 700 kali lipat. (Al Baqarah 2:261). Manfaat untuk orang miskin diantaranya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka seperti makan, minum, pakaian dan lain-lain.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗوَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗوَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 261)

Demikian juga bagi para pejabat atau penguasa, bila dengan jabatannya itu rakyat hidupnya makin makmur dan sejahtera, sesungguhnya pejabat tersebut telah mendapatkan hidup berkah.

Orang miskin juga bisa mendapatkan berkah bahkan bisa jadi lebih banyak berkah yang didapatkan dari orang kaya. Ketika orang miskin bersabar, tetap berbuat baik dan istiqomah taat dalam ibadah, maka sesungguhnya orang miskin tersebut mendapatkan berkah. Dan puncak keberkahan itu akan dirasakan di akhirat nanti, dimana Allah akan masukkan ke dalam surga lebih awal 40 tahun dari orang kaya, karena tidak ada hisab harta dihadapan Ilahi Robbi. Nabi kita bersabda :

إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ الأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا

“Sesungguhnya kaum muhajirin yang miskin, mereka mendahului masuk surga pada hari kiamat, 40 tahun sebelum orang kaya.” (HR. Ahmad 6735, Muslim 7654, dan Ibnu Hibban 678).

Kaum muslimin sidang jamaah jumat, rahimakumullah.

Lalu apa kiat-kiat agar kita selalu mendapatkan hidup penuh berkah di dunia ini?

Pertama, pastikan apa yang kita lakukan itu adalah halal dan tidak menyimpang dari syariat agama Islam.

Kedua, awali seluruh aktifitas yang kita lakukan dengan membaca basmalah (bismillaahir rahmaanir rahiim).

Ketiga, berniatlah dengan baik yaitu semata-mata untuk beribadah dengan tulus ikhlas karena Allah bukan karena yang lain.

Keempat, lakukan segala sesuatu didasari dengan ilmu agar aktifitas tersebut berjalan dengan lancar dan sempurna.

Kelima, banyaklah berdoa agar semua yang kita lakukan itu mendatangkan berkah berlimpah dari Allah ‘Azza Wajalla. 

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 25 Jumadil Akhir 1441 H/20 Februari 2020 M

Pembaca : 5898

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 28 FEBRUARI 2020

DAHSYATNYA SAKARATUL MAUT

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “Dahsyatnya Sakaratul Maut”

Siapapun kita pada akhirnya pasti mengalami apa yang disebut dengan sakaratul maut. Inilah saat yang paling menegangkan dan menakutkan bagi semua manusia di muka bumi. Seluruh anggota badan yang selama ini kita rawat habis-habisan, tidak berdaya sedikitpun menghadapai dahsyatnya sakaratul maut. Sementara ruh menjerit dan merintih menahan rasa sakit tiada tara ketika dicabut oleh malaikat maut. Tentu bagi orang kafir akan merasakan betapa sakitnya sakaratul maut bagaikan ditusuk pedang sebanyak 300 kali, demikian hadis Nabi riwayat At Tirmidzi. Hal ini diperkuat oleh firman Allah ta’aala surat An Nazi’at ayat 1:

 وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًا

Artinya: “Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan amat keras” (An Nazi’at 79:1)

Berbeda dengan ruh orang yang beriman yang selalu dekat kepada Allah, tentu akan merasakan sakaratul maut yang mudah, indah dan menyenangkan, bagaikan mencabut sehelai rambut dari tepung, karena malaikat mencabut nyawa dengan lemah lembut. Inilah penegasan Allah dalam Al Quran surat An Nazi’at ayat 2;

وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا 

Artinya: “Demi malaikat yang mencabut nyawa dengan perlahan-lahan.” (An Nazi’at 79:2)

Itulah sebabnya para guru kita mengajarkan sebuah doa yang sangat terkenal, “Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut, ya Allah permudahkanlah kepada kami dalam menghadapi sakaratul maut”.

Tetapi tidak semua merasakan indahnya sakaratul maut. Hal ini terkait erat dengan persiapan kita sebelum datangnya sakaratul maut. Kalau kita mengikuti konsep Al Quran sesuai dengan surat Al Ashr ayat 1-3,  ada empat langkah yang mesti kita lakukan untuk mendapatkan kemudahan dalam menghadapi sakaratul maut sehingga kematian kita nanti in sya Allah husnul khatimah;

Pertama, perkuat terus iman jangan sampai kendor. Kita semua merasakan betapa berharganya nilai iman terutama disaat sakaratul maut nanti. Imanlah yang menuntun kita agar tenang dan sabar menghadapi sakaratul maut. Dari mulutnya in sya Allah terucap kalimat indah yaitu Laa Ilaaha illallah muhammadur Rasulullah.

Kedua, gemar beramal saleh. Beramal saleh adalah melakukan seluruh aktifititas kehidupan yang dinilai baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Amal saleh itu luas dan tak terbatas, kita bisa melakukan dimana saja dan kapan saja tentu sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam syariat agama Islam.

Ketiga, saling menasehati dalam kebenaran. Tidak ada manusia yang sempurna, semua kita membutuhkan saran, nasehat dan masukan dari orang-orang disekitar kita. Barangkali ada hal-hal yang salah yang mesti diperbaiki. Sehingga ucapan dan perbuatan kita selalu berada pada nilai kebenaran (al haq)

Ke empat, saling menasehati dalam kesabaran. Dalam keadaan tertentu seringkali kita berbuat emosional, ceroboh, tidak tahan menerima cobaan dan melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Dalam keadaan demikian, biasanya orang-orang disekitar kita akan mengucapkan kata-kata “sabar ya, in sya Allah anda akan mampu menjalani dengan aman dan selamat”.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 3 Rajab 1441 H/27 Februari 2020 M

Pembaca : 2885

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 6 MARET 2020

MANFAATKAN KESEHATAN DENGAN MAKSIMAL

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “Manfaatkan kesehatan dengan maksimal”

Kita tahu betapa sehat itu sangat mahal. Berbagai cara manusia menjaga kesehatannya, mulai dari makan teratur, tidur teratur, berolah raga dan lain sebagainya.Tapi nyatanya kalau waktu datangya sakit, tidak bisa dihindari.

Sakit itu bagian dari sunnatullah yang berlaku bagi semua manusia. Oleh karena itu Nabi kita yang agung memberi warning dengan sabdanya;

وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ

“Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”. (HR. Al Hakim). 

Biasanya banyak manusia kita saksikan ketika sehat, menyia-nyiakan waktu dengan sesuatu yang tidak penting. Bermain kelewat batas, nongkrong-nongkrong dengan tujuan tidak jelas, begadang sampai pagi, bermain game hingga lupa waktu, bersantai-santai dan bersanda gurau sampai lupa ibadah kepada Allah. Ini semua adalah termasuk bagian dari sifat gafilun (lalai, lengah, lupa diri), sehingga tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang bermakna.

Kesehatan yang kita miliki merupakan amanah dari Allah dan kelak di akhirat akan ditanya digunakan untuk apa?. Tentu kita ingin selama masih hidup di dunia, kesehatan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk melakukan segala macam kebaikan, baik yang berhubungan kepada Allah (hamblum minallah), maupun yang berhubungan kepada sesama manusia (hablum minannas). Karena kita tidak tahu penyakit apa yang akan kita alami suatu hari nanti. Bisa jadi penyakit struk, diabetes, jantung, ginjal dan lain-lain. Kita hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu memberi kesehatan untuk kita. Aamiin. 

Jangan sampai ketika sakit parah kita baru sadar, selama ini banyak menyia-nyiakan kesehatan. Kalau kita sakit, tidak mungkin dapat berbuat baik secara maksimal. Barulah kita sadar betapa nikmat sehat itu sangat berharga.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Dalam hidup ini, agama Islam sangat rapi mengatur hidup manusia dalam segala bidang, baik dalam bidang aqidah, akhlak, fiqih maupun muamalah. Hal ini bertujuan agar manusia disibukkan oleh sesuatu yang sangat baik dan positif, sehingga benar-benar manusia mampu menunjukkan eksistensi sebagai khalifah di muka bumi.

Alangkah bersyukurnya kita sebagai manusia dijadikan khalifah, ini adalah amanah yang sangat mulia untuk kita. Diantara semua planet yang ada, bumi adalah tempat yang paling istimewa. Di bumi seluruh Nabi dan Rasul diutus. Di bumi semua kitab diturunkan. Di bumi segala karunia Allah dibentangkan. Di bumi semua makhluk diciptakan. Maka bumi ini membutuhkan khalifah untuk dapat mengelola, membangun, mengembangkan dan memanfaatkan hasil bumi seluas-luasnya untuk kemaslahatan seluruh makhluk yang tinggal di muka bumi.

Diantara semua makhluk yang ada, manusialah yang dipercaya menjadi khalifah (pemimpin, pengelola dan pengatur) bumi ini, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah 30 :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰئِكَةِإِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَاءَوَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُلَك َقَالَ إِنِّى أَعْلَمُ مَالَاتَعْلَمُونَ

Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Maka, mari kita gunakan semaksimal mungkin segenap potensi yang kita miliki untuk kebaikan dan kemakmuran hidup di muka bumi, selagi diberi badan yang sehat oleh Allah. Semoga semua pengabdian kita tercatat sebagai amal saleh yang besar pahalanya disisi Allah.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 10 Rajab 1441 H/5 Maret 2020 M

Pembaca : 5189

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 13 MARET 2020

NIKMATNYA BERSUJUD

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah kali ini tema yang akan khatib sampaikan adalah tentang “Nikmatnya Bersujud”

Semua manusia dalam melakukan segala sesuatu pasti ingin mendapatkan suatu kenikmatan yang akan membuat akal dan jiwa terpuaskan secara bersamaan. Tetapi dalam kenyataannya tidak semua mendapatkan suatu kenikmatan sesuai dengan harapan.

Seorang guru merasa nikmat dalam mengajar ketika ilmu yang diajarkan dapat diserap dengan baik oleh murid-muridnya. Seorang pedagang merasa nikmat manakala dagangannya laku dan mendapat untung yang banyak. Pejabat merasa nikmat karena dengan jabatannya banyak membantu rakyat untuk hidup sejahtera. Seorang petani merasa nikmat ketika padi tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil panen berlimpah. Seorang nelayan merasa nikmat ketika mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak. Demikian juga seorang yang shalat akan mendapatkan puncak kenikmatan ketika bersujud kepada Allah.

Sujud adalah lambang ketundukan, kepatuhan dan kepasrahan kepada Allah Tuhan Semesta Alam. Inilah saat-saat seorang hamba merasa sangat dekat kepada Allah. Ketika hati benar-benar terasa dekat kepada Allah, maka muncullah suasana hati yang penuh dengan kenikmatan. Maka pantaslah nabi kita bersabda:


أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim, no. 482)

Dari hadis tersebut dapatlah dipahami bahwa hati seorang hamba kepada Allah begitu sangat dekat tidak ada jarak sedikitpun. Inilah yang menyebabkan betapa nikmatnya hati tersebut, sehingga ada suasana yang sangat lapang, tenang dan bahagia tidak bisa diukir dengan kata-kata. Inilah sesungguhnya diantara hikmah diwajibkan shalat lima waktu, dimana dalam shalat lima waktu terdapat sujud yang dilakukan berulang-ulang. Jika kita menghitungnya sehari semalam minimal 34 kali kita bersujud kepada Allah. Sungguh kita akan mendapatkan puncak kenikmatan yang melahirkan ketenangan, kedamaian dan kesejukan dalam arti yang sebenarnya. Tentu suasana ini tidak mungkin akan didapatkan, kecuali bagi orang yang istiqamah secara tulus dan ikhlas melaksanakan ibadah shalat lima waktu sehari semalam.

Sesungguhnya kenyataan ini telah dibuktikan secara langsung oleh seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texsas, Amerika Serikat yaitu Prof. Dr. Fidelma O’leary. Wanita asli Texsas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texsas telah menemukan kedamaian dalam Islam. Dr. Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.

Setelah mengadakan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika posisi sujud. Ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.

Setelah penelitian itu, Dr. Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi dengan rekan-rekannya yang Muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr. Fidelma mengikrarkan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah SWT berkenan memberinya hidayah atau petunjuk pada iman. Keyakinannya pada agama Islam yang baru dianutnya itu demikian besar.

Kesimpulannya, siapapun yang benar-benar bersujud secara benar dan kontinu akan merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa selama hidupnya dan memperoleh kesehatan yang prima terutama dibagian kepala, akan terhindar dari kebiasaan sakit kepala seperti pusing, vertigo dan lain-lain, karena darah terpompa secara sempurna dari jantung ke kepala.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 17 Rajab 1441 H/12 Maret 2020 M

Pembaca : 2501

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 20 MARET 2020

KEBERKAHAN WAKTU FAJAR

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al Isra ayat 78:


أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيلِ وَقُرءَانَ ٱلفَجْرِ إِنَّ قُرءَانَ ٱلفَجرِكَانَ مَشهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sungguh shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al Isra [17]: 78).


Pada ayat di atas, Allah menjelaskan perintah shalat lima waktu, dan secara khusus menyebut keistimewaan shalat fajar atau shalat subuh, bahwa pada saat itu, doa semua orang yang melaksanakannya diamini para malaikat yang bertugas secara bergantian siang dan malam, dan melaporkan kebaikan mereka kepada Allah SAW. Nabi SAW bersabda,


وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِى صَلَاةِ الصُّبْحِ

“Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada saat shalat shubuh itu” (HR. Al Bukhari dari Abu Hurairah r.a).


Akan lebih baik, jika kita bangun sebelum subuh, sebab pada saat itu kita tidak hanya mendapat doa dan apresiasi malaikat, tapi juga menambah kesehatan dan kecerdasan. Otak bekerja lebih baik dan mudah untuk mengingat sesuatu pada tengah malam sampai pagi hari. Allah berfirman,


﴿إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡـٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا٦  

 

“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (untuk mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan” (QS. Al Muzzammil [73]: 6).


Udara yang bersih dan kaya oksigen saat itu dapat mengoptimalkan metabolisme tubuh, mengurangi resiko serangan jantung, dan mencegah kerusakan paru-paru. Nabi SAW berdoa,


اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

“Wahai Allah, berkahilah umatku pada pagi hari mereka.”


Orang yang bangun terlambat agak siang berarti kehilangan jatah udara bersih dan jatah doa dari Nabi SAW. Dahsyatnya waktu fajar, menjelang subuh, sampai Allah menamakan salah satu surah al-Quran dgn nama al-Fajr. Allah bersumpah dengan waktu tersebut. Walfajr. Banyak sekali diantara kita mengejar materi dunia yang tak seberapa dengan susah payah, dengan keletihan dan kesulitan yang besar. Tapi sering kita abaikan waktu fajar yang diberkahi dan disaksikan oleh para malaikat itu. Ibadah sholat yg hanya 2 rokaat itu ternyata lebih berat dari langkah kaki dan kendaraan bermotor kita yang melaju memburu materi.


Bahkan , banyak diantara kita yg tega membiarkan anak-anak yg sudah akil balig dan dewasa tidak sholat. Tidak mengerjakan kewajiban fardu ain mereka. Kita biarkan mereka tertidur hingga subuh berlalu. Mereka dibangunkan dan orang tuanya risau ketika anak2 mereka terlambat ke sekolah. Dua-duanya penting. Tapi, sholat adalah urusan keselamtan dunia akhirat.


Jamaah yang Allah muliakan


Keistimewaan mereka yang subuh jamaah di masjid banyak sekali. Diantara fadilah yang Allah berikan adalah:


 
رَوَى مُسْلِمٌ مِنْ حَدِيثِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ: أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ»

 

“Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Utsman bin Affan ra., bahwanya Nabi Saw bersabda: siapa yang shalat Isya berjamaah sama dengan ia shalat Sunnah setengah malam dan siapa yang shalat subuh berjamah sama dengan ia shalat Sunnah semalam full.


hadirin yang terhormat.


Ketika bangun tidur, minumlah dengan posisi duduk segelas air putih sedikit demi sedikit sebelum sikat gigi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang sewaktu tidur. Sebab, selama tidur, aktivitas tubuh kita sejatinya tidak berhenti. Bacalah basmalah sebelum minum, dan hamdalah setelah minum. Lakukan yang sama untuk tegukan kedua dan ketiga. Minum dengan sekali tegukan dapat merusak liver dan ginjal. Nabi SAW selalu minum segelas air dengan tiga kali tegukan (HR. Muslim dari Anas bin Malik ra). Dengan cara itu, maka selama masih ada air yang tersisa dalam tubuh, kita akan dijauhkan dari perbuatan dosa. Demikian menurut Syekh Mutawalli As Syarawi ketika menjelaskan tafsir Al Quran Surat Al Baqarah ayat 152:


فَٱذكُرُونِي أَذكُركُم وَٱشكُرُواْلِي وَلَا تَكفُرُونِ

“Maka, ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingatmu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”


Pergilah ke masjid untuk shalat subuh dengan berjalan kaki atau bersepeda, sambil menghirup udara segar. Bacalah shalawat nabi, “Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad”. Ketika masuk dan keluar masjid dengan memohon ampunan dan dibukanya semua pintu rahmat Allah “Allahummaftah li abwaba rahmatik”.


Setelah itu sholatlah sunnah fajr atau qabliyah Subuh. Shalat ini jangan sampai terlewatkan. Ia termasuk kategori shalat sunnah yang muakkadah, yang Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkannya. Disabdakan:

 رَوَى مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا –: أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»

“Riwayat Imam Muslim dari hadits sayyidah Aisyah ra., bahwasanya Nabi Saw bersabda: dua rakaat Sunnah Fajr lebih baik dari dunia beserta isinya”.

 

Jika waktu memungkinkan, janganlah keluar masjid sebelum matahari terbit. Sekali lagi, jika tidak mengganggu aktivitas keseharian kita. Sebab, aktifitas zikir sampai matahari terbit, kemudian ditutup dengan shalat dua rakaat atau yang disebut Shalat Isyraq, itulah yang mendatangkan pahala haji dan umrah yang dihadiahkan kepada Anda dengan sempurna. Nabi SAW bersabda,


مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Siapa yang shalat Shubuh dengan berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah, pahala yang sempurna, sempurna, dan sempurna” (HR. Al Tirmidzi).


hadirin yang terhormat.

Sebagai penutup khutbah, saya kutipkan firman Allah SWT dalam Surat Al Waqi’ah ayat 10:

 ﴿وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ١٠ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ١١  

 

“Orang yang paling awal, itulah orang yang paling awal”. Orang yang datang ke masjid paling awal, dialah yang masuk surga paling awal. Jika Anda orang paling awal menolong orang miskin di sekitar Anda, maka Andalah orang yang paling awal ditolong Allah hari itu. Selamat berlomba bangun paling pagi untuk siap terbang paling tinggi menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang diberikah petunjuk hidayah taufik kekuatan untuk dapat menghidupkan waktu subuh dengan ibadah-ibadah kita kepada Allah Swt

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Penulis : Khairuddin Khairy

Pembaca : 760

KHUTBAH JUMAT EDISI, 27 MARET 2020

BAHAYA BERDUSTA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Berdusta atau berbohong adalah jenis penyakit hati yang sudah merajalela di tengah masyarakat. Berbagai cara orang berdusta, bisa dengan ucapan, tulisan atau isyarat.

Diantara tujuan orang berdusta adalah agar apa yang diinginkan mudah tercapai dan sukses dalam segala usaha. Seorang pedagang yang curang akan mengatakan ini adalah barang berkualitas bagus, padahal kualitasnya jelek. Atau mengurangi timbangan tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya.

Seorang yang belum berkuasa (menjabat) biasanya ketika kampanye beraneka janji manis disampaikan demi meraih suara yang signifikan. Ternyata begitu berkuasa banyak janji-janjinya yang tidak ditepati.

Orang tua juga ada yang berbohong, biasanya ketika ada yang menghubungi misalnya melalui media telepon/HP, malah menuyuruh anaknya berbohong, “Nak bila ada yang yang menghubungi bapak, bilang saja lagi keluar rumah”. Padahal orang tuanya ada disitu.

Siapapun bisa berbohong, dari rakyat biasa sampai pejabat negara, dari anak kecil sampai orang tua, dari orang miskin sampai orang kaya. Dari zaman dahulu sampai sekarang ini dan sampai selanjutnya watak pendusta atau pembohong pasti selalu ada. Sekarang saja, kita bisa merasakan kebohongan demi kebohongan sudah menjadi hal yang biasa. Sampai-sampai dikatakan ini adalah zaman hoaks (zaman penuh dengan kebohongan). Sehingga sulit sekali kita dapatkan orang yang benar-benar jujur, transparan dan dapat dipercaya (amanah).

Dengan melihat fakta yang ada bahwa kedustaan/kebohongan itu akan selalu ada dari zaman ke zaman, maka dalam surah Al Mursalat Allah mengancam dengan keras sebanyak 10 kali, betapa kedustaan itu sangat berbahaya dan mendapatkan neraka wail (celaka, sengsara dan binasa) bagi pelakunya pada hari kiamat. Ini semua sebagai tindakan preventif (pencegahan) agar semua manusia meninggalkan kebohongannya.

Walaupun dalam ayat-ayat tersebut mengkhususkan kecelakaan bagi orang-orang kafir karena mendustakan ayat-ayat Allah dan ini adalah kedustaan tingkat tinggi. Tetapi berlaku juga bagi siapapun yang suka berdusta (ingkar dan bohong) baik dalam ucapan maupun dalam sikapnya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Diantara bahaya orang yang suka berdusta adalah:

Pertama, dijauhi orang.

Orang yang suka berdusta pasti orang akan menjauhinya. Tidak ada yang mau percaya, bahkan akan dikucilkan dari masyarakat. Orang-orang pasti kecewa dan marah akibat kedustaan yang sering dilakukannya.

Kedua, dibenci orang lain.

Orang-orang pasti benci dan tidak suka melihat kedustaan seseorang. Orang yang suka berdusta pasti menimbulkan masalah dalam kehidupan. Dusta melahirkan tipu daya, tipu daya melahirkan petaka. Inilah awal dari kehancuran para pendusta, sehingga orang-orang membencinya.

Ketiga, hubungan kemanusiaan menjadi kacau.

Setiap kedustaan pasti menimbulkan kekacauan. Tidak mungkin keharmonisan bisa terbangun dengan baik, bila dalam suatu komunitas ada suatu kedustaan. Lihatlah kenyataan betapa banyak hubungan menjadi hancur berantakan karena kedustaan ini.

Keempat, kerjasama akan macet dan berantakan.

Bila ada suatu pengkhianatan akibat kedustaan, maka kerjasama dalam hal apapun pasti tidak akan berlanjut sesuai dengan harapan. Sia-sialah semua yang telah disepakati selama ini. Hancurlah harapan-harapan yang telah diidam-idamkan dari awal terbentuknya kerjasama.

Kelima, akan terjerat hukum penjara di dunia.

Akibat kedustaan bisa tersandung proses hukum yang menjebloskan ke-penjara. Apalagi kedustaan seorang pejabat kepada rakyat banyak, cepat atau lambat akan diproses ke meja hijau (pengadilan) yang berujung kepada hancurnya karir jabatannya, karena harus mendekam di penjara.

Keenam, di akhirat nanti akan berada di dasar neraka yang paling dalam.

Inilah akibat yang paling mengerikan, dimana orang-orang yang suka berdusta (munafiq), nanti di akhirat Allah tempatkan pada dasar neraka yang paling bawah. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat An Nisa 4:146,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.

Semoga khutbah singkat edisi jumat ini, menjadi tambahan ilmu yang besar faedahnya bagi diri khatib dan jamaah sekalian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 1 Sya’ban 1441 H/26 Maret 2020 M

Pembaca : 1098

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 3 APRIL 2020

HIKMAH DIBALIK VIRUS CORONA (COVID-19)

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Sepanjang sejarah perjalanan hidup umat manusia di dunia ini, belum pernah mengalami situasi yang segenting seperti sekarang ini. Dimana dalam waktu yang relatif singkat, puluhan ribu korban meninggal dunia akibat suatu virus yang teramat kecil bentuknya, tidak bisa dilihat secara kasat mata, tapi begitu dahsyat menggemparkan umat manusia seantero dunia. Virus itu dikenal dengan nama virus corona atau covid-19.

Data terbaru yang dilansir laman CSSE Johns Hopkins University, per pukul 15.30 WIB, tanggal 2 April 2020, menunjukkan total jumlah kasus Covid-19 di dunia saat ini telah mencapai 939.436 pasien. Secara global, kematian akibat Covid-19 tercatat sudah sebanyak 47.273 jiwa. Adapun pasien Covid-19 yang berhasil sembuh di seluruh dunia sejumlah 194.405.orang.

Di Indonesia sendiri juga tidak luput dari serangan virus corona ini. Berdasarkan data yang diperbarui oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada pukul 15.40 WIB, Kamis, 2 April 2020, terdapat penambahan kasus positif baru sebanyak 113 pasien. Penambahan ini membuat total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.790 pasien. Sebanyak 1.508 pasien positif Covid-19 di tanah air saat ini sedang menjalani perawatan. Sementara jumlah pasien Covid-19 yang berhasil sembuh bertambah menjadi 112 orang. Namun, angka kasus kematian pasien positif Covid-19 di Indonesia juga meningkat menjadi 170 jiwa.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Dengan tingginya jumlah kasus corona atau covid-19 ini dan korban meninggal hingga puluhan ribu, maka dapat kita mengambil beberapa hikmah untuk kita jadikan sebagai pembelajaran yang sangat berharga yaitu :

Pertama, kematian bisa terjadi kapan saja entah karena ada virus atau yang lainnya.

Banyak sekali penyebab kematian yang dialamai oleh manusia di dunia ini, ada yang karena sakit, kecelakaan, kebakaran, terbunuh atau karena adanya serangan virus yang mematikan seperti virus corona yang melanda dunia seperti sekarang ini.

Bagi kita umat Islam mesti mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum kematian tersebut datang. Tentu persiapan yang paling utama adalah dengan menegakkan nilai-nilai takwa dalam kehidupan. Untuk dapat menegakkan nilai-nilai takwa tersebut hendaknya kita istiqamah melaksanakan ketentuan syari’at agama secara total (kaffah), baik dalam bentuk perintah maupun dalam bentuk larangan.

Kedua, mesti selektif dalam mengkonsumsi makanan/minuman yang halal

Jangan sekali-kali mengkonsumsi makanan/minuman yang haram, karena ini akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh manusia, bahkan berdampak pada kematian yang mengerikan. Termasuk virus Corona ini, muncul karena mengkonsumsi binatang liar yang diharamkan untuk dimakan . Seperti diketahui, virus corona ini muncul pertama kali di Cina tepatnya di kota Wuhan. Setelah diadakan penelitian oleh para ahli, ternyata virus ini dipercaya muncul dari dua binatang liar yaitu musang dan kelelawar. Menurut WHO sendiri, sebanyak 70 persen patogen penyebab terjadinya penyakit global yang telah ditemukan dalam 50 tahun belakangan berasal dari hewan.

Untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh manusia, sehingga terhindar dari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan, maka melalui kitab suci Al Quran Allah memerintahkan dengan sangat tegas agar memakan makanan yang halal lagi baik (thoyyib). Perhatikan surat Al Baqarah ayat 168 berikut ini;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚإِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Ketiga, mesti memperhatikan kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan.

Untuk mencegah makin merajalelanya penyebaran virus corona dan virus-virus lainnya, para dokter di seluruh dunia menghimbau agar selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Ini penting, dengan hidup bersih badan akan selalu sehat, tempat tinggal menjadi nyaman dan lingkunganpun menjadi seteril dari virus/kuman yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Dalam Islam sendiri hidup bersih itu sangat ditekankan, bahkan dikatakan bersih adalah sebagian dari iman. Di akhirat nanti yang berhak masuk surga adalah orang-orang yang selalu menjaga kebersihan lahir maupun batin. Perhatikan hadits Nabi Muhammad SAW,

اَلاِسْلاَمُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْافَاِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ

Artinya : ”Agama Islam itu adalah agama yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (HR. Al Baihaqiy)

Keempat, hubungan dalam keluarga makin akrab dan menyatu dalam kebersamaan

Selama ini banyak orang tua yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, sehingga komunikasi dengan keluarga baik itu dengan pasangan suami/istri, maupun anak-anaknya menjadi renggang. Orang tua yang bijak betul-betul memanfaatkan kebersamaan dalam keluarga selama musim penyebaran corona ini berlangsung.

Nikmatilah suasana keakraban bersama keluarga, karena bagi kita keluarga adalah segala-galanya. Mungkin selama ini, karena kesibukan mencari nafkah menyebabkan kurangnya keakraban dan komunikasi. Sekaranglah saatnya kita betul-betul mengakrabkan diri dengan keluarganya masing-masing. Mari kita manfaatkan moment-moment penting bersama keluarga seperti sekarang ini.

Kita berdoa, semoga Allah segera menghentikan penyebaran virus corona di negara kita Indonesia dan di negara-negara lain yang ada di dunia, Aamiin yaa Robbal’aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 9 Sya’ban 1441 H/3 April 2020 M

Pembaca : 21.290

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 10  APRIL 2020

SELAMAT DATANG BULAN RAMADAN 1441 H

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Tidak terasa bulan suci Ramadhan akan datang sudah diambang pintu sekitar 14 hari lagi. Tentu ini patut kita syukuri dan bergembira dengan kedatangannya. Bagi orang yang beriman, tentu bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu semenjak 11 bulan yang lalu. Ada suasana yang sangat berbeda dengan kehadiran bulan Ramadhan, dimana biasanya disiang hari kita bebas menikmati beraneka macam makanan dan minuman. Ternyata selama satu bulan penuh kita berpuasa, menahan rasa haus dan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bagi orang yang beriman akan mampu melewati ujian demi ujian selama berpuasa. Apalagi di tengah situasi yang berat seperti sekarang ini, dimana adanya virus corona atau covid-19 kemungkinan masih berlanjut, maka ini menjadi salah satu ujian berat yang mesti kita hadapi. Bagiamanapun beratnya ujian itu, kita akan berusaha menunaikan ibadah puasa secara sungguh-sungguh penuh sabar dan ikhlas. Inilah diantara kunci suksesnya ibadah puasa kita. Dengan sabar dan ikhlas kita akan sanggup mengendalikan hawa nafsu dari keinginan syahwat, keinginan untuk makan dan minum dan keinginan-keinginan lainnya yang dapat membatalkan ibadah puasa.

Tetapi sebaliknya bagi orang yang lemah imannya walaupun berstatus sebagai muslim, pasti tidak akan sanggup melaksanakan puasa selama hidupnya. Inilah makna ayat يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ “Hai orang-orang yang brriman, telah diwajibkan atas kamu untuk berpuasa”. Karena puasa itu bukanlah hal yang ringan, membutuhkan satu kemantapan dalam jiwa untuk melaksanakannya.

Ketika jiwanya beriman dengan iman yang sebenarnya, niscaya akan sanggup melaksanakan ibadah puasa secara maksimal apapun ujian dan cobaannya. Sebaliknya ketika jiwa imannya lemah bahkan hilang, niscaya sedikitpun tidak akan sanggup melaksanakan ibadah puasa walau hanya setengah hari.

Padahal Rasulullah SAW memberitahukan kepada seluruh umatnya, betapa agungnya bulan Ramadhan. Beliau bersabda :

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun.” (Hadits Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2079 dan Ahmad: 8631. dengan redaksi hadits dari al-Nasa’i).

Oleh karena itu, mari kita luapkan rasa gembira dihati untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, kemudian kita bertekad puasa yang akan kita lakukan tahun ini adalah puasa yang terbaik, berkualitas dan mendapat predikat taqwa disisi Allah Azza Wajalla.

Akhirnya kita ucapkan “marhaban yaa ramadhan”, selamat datang bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 17 Sya’ban 1441 H/10 April 2020 M

Pembaca : 14.471

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 16 APRIL 2020

TIPS PUASA UNTUK MERAIH PRIBADI YANG MUTTAQIN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Tidak terasa tujuh hari lagi kita akan melaksanakan ritual ibadah tahunan yang diwajibkan kepada kita sebagai salah satu rukun Islam yaitu puasa, yang dalam bahasa Arabnya disebut “ashshiyam atau ashshaum”. Bila kita melihat maknanya dalam segi bahasa “ashshiyam” artinya menahan atau mencegah. Sedangkan makna “ashshiyam” menurut syari’at Islam adalah menahan diri dari segala apapun yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar (subuh) sampai tenggelamnya matahari (magrib) disertai dengan niat, syarat dan rukun tertentu.

Bila kita melihat puasa dari segi pengamalannya adalah termasuk ibadah yang paling berat diantara ibadah-ibadah wajib lainnya. Bayangkan selama satu bulan terus menerus kita berpuasa dengan menahan rasa haus mencekik leher dan lapar melilit perut. Sungguh ini bukan hal yang mudah, membutuhkan perjuangan yang sangat melelahkan dan menguras energi yang sangat banyak. Dalam kenyataannya tidak sedikit diantara saudara kita yang mengaku muslim, tapi tidak menjalankan ibadah puasa, karena beratnya puasa itu dilaksanakan.

Hanya orang-orang yang betul-betul memiliki tingkat iman yang tinggi yang dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan maksimal. Sementara bagi orang-orang yang tingkat imannya rendah, tidak akan mungkin dapat melaksanakan ibadah puasa yang telah diwajibkan kepadanya. Iman itu ibarat batrai pada HP, jika batrai HP itu terisi penuh, maka HP itu dapat dioprasikan secara maksimal dan aplikasi apapun dapat digunakan dengan baik dan sempurna sesuai dengan fungsinya. Itulah sebabanya secara tegas Allah menyampaikan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183, bahwa kewajiban ibadah puasa itu bagi orang-orang yang memiliki rasa iman di dalam hati.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Semua ibadah dalam Islam apapun bentuknya mesti dilandasi dengan nilai iman sebagai pondasi pokok demi suksesnya ibadah tersebut. Iman itu adalah suatu keyakinan didalam hati bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita untuk beribadah selama hidup dunia, dimana dengan ibadah ini manusia akan mulia dan meraih posisi tertinggi yaitu menjadi manusia yang bertaqwa. Inilah tujuan akhir mengapa setiap manusia diwajibakan beribadah, termasuk ibadah puasa yang akankita laksanakan beberapa hari lagi. Jadi, jangan mimpi kita beroleh derajat taqwa bila ibadah kita tinggalkan selama hidup di dunia.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Menyongsong akan tibanya bulan suci Ramadhan tahun ini, mari kita mempersiapkan diri dengan bekal iman dan ilmu yang cukup, agar puasa yang akan kita lakukan nanti berdampak positif bagi peningkatan kualitas pribadi yang muttaqin yaitu pribadi yang senantiasa menghiasi diri dengan akhlak terpuji guna meraih ridha Ilahi. Ada beberapa upaya yang kita lakukan agar puasa ini benar-benar berdampak positif bagi peningkatan kualitas diri menjadi pribadi yang muttaqin:

1. Berpuasalah benar-benar berniat karena Allah, bukan karena yang lain.

2. Jagalah ucapan, pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

3. Tetaplah semangat menjalani tugas harian, baik tugas kepada Allah (hablum minallah) atau kepada sesama manusia (hablum minannas).

4. Isilah waktu luang dengan banyak tadarus, zikir dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

5. Banyaklah berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Demikianlah khutbah singkat ini bisa khatib sampaikan, semoga dapat kita amalkan demi meraih puasa yang terbaik pada tahun ini. Dan kita berdoa, semoga Allah SWT dengan kun fayakun-Nya segera mengangkat dan menghentikan wabah virus corona ini dari bumi Indonesia dan bumi lainnya di seluruh dunia, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 22 Sya’ban 1441 H/16 April 2020 M

Pembaca : 6191

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HUTBAH JUMAT EDISI, 24 APRIL 2020

SYUKUR TAHUN INI KITA DAPAT BERPUASA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Alhamdulillah kita menyampaikan rasa syukur yang setinggi-tingginya kehadirat Allah Robbul Izzati, tahun ini 1441 Hijriyah. kita kembali dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Banyak kita lihat di sekeliling kita, entah itu keluarga, tetangga, teman atau orang lain, tahun lalu masih bisa melaksanakan ibadah puasa. Tetapi sekarang mereka telah tiada dipanggil menghadap kepada Allah dan telah berada di suatu tempat yang bernama alam kubur atau alam barzakh. Apalagi dengan adanya wabah virus corona atau covid-19 ini. ratusan bahkan ribuan umat muslim yang meninggal dunia. Kita yang masih hidup sekarang ini masih dipilih oleb Allah untuk menikmati indahnya melaksanakan ibadah puasa.

Tentu puasa yang kita laksanakan tahun ini, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelunya. Kalau tahun-tahun sebelumnya di siang hari kita berpuasa dan malam hari kita bisa shalat tarawih secara berjamaah di masjid/mushalla terdekat. Tetapi tahun ini dihimbau kepada seluruh jamaah untuk shalat tarawih di rumah masing-masing, agar virus corona ini dapat dihentikan penyebarannya, sehingga korbannya tidak merambah ke semua tempat

Kalau kita mau berpikir dengan kacamata tauhid, ini adalah bagian dari takdir Allah yang mesti kita hadapi dengan penuh kesabaran, karena hakekat dari hidup di dunia ini adalah ujian. Adanya virus corona ini adalah bagian dari ujian yang mesti kita terima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan. Tiada lain ucapan kita yang paling pantas dan menyejukkan adalah satu kalimat yang Allah ajarkan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 156 yaitu :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya : ” (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”,

Adanya wabah virus corona ini adalah merupakan bagian dari mushibah yang menimpa kita sebagai umat Islam. Dengan mengucapkan kalimat “Innaa lillaahi wa innaa 1lahi raan’uun”, akan menyadarkan kita bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya juga akan kembali. Oleh karena itu mari kita tenang menghadapi seberat apapun ujian menimpa kita, termasuk ujian menghadapi virus corona ini. Yakinlah cepat atau lambat pasti ujian ini akan berlalu dan mari kita terus berdoa agar Allah segera menghentikan penyebaran virus corona ini dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Ada satu doa yang diajarkan oleh Rasulullalh SAW dalam menghadapi musibah apapun dan bagus sekali kita baca dalam berbagai kesempatan yang ada yaitu ;

إنّاَ لِلهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجُرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

“Sesungguhmya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya

Kalau kita bersabar menghadapi mushibah corona ini, maka Allah akan memberi pahala dan akan menggantinya lebih baik lagi. Disamping kita berdoa, kita juga terus melakukan upaya lahiriyah seperti yang telah diinformasikan oleh para ahli kesehatan yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun. menjaga kesehatan badan, tempat dan lingkungan. menghindari kerumunan dan selalu menggunakan masker ketika keluar numah.

Akhirmya semoga puasa yang kita lakukan tahun ini, dapat berjalan dengan aman, khusyu” dan sukses, walaupun ditengah-tengah ujian mnghadapi beratnya mushibah virus corona. Dan semoga Allah Yang Maha Bijaksana segera menghentikan virus corona ini dari muka bumi, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan sempuma. Aamin Yaa Robbal’aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 1 Ramadhan 1441 H/24 April 2020 M

Pembaca : 8811

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 1 MEI 2020

MANFAAT PUASA DARI SEGI JASMANI DAN ROHANI

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Semua ibadah dalam agama Islam mengandung manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita baik di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti. Termasuk ibadah puasa yang sedang kita laksanakan ini juga mengandung banyak manfaat baik dari segi rohani maupun jasmani.

Dari segi rohani seluruh dosa kita diampuni, rahmat Allah turun secara sempurna dan kita terbebas dari belenggu setan yang selama ini membelenggu iman kita. Bagi orang yang benar niatnya dan benar juga cara berpuasa akan merasakan suasana batin yang benar-benar nikmat dan bahagia yang susah digambarkan dengan kata-kata.

Maka laksanakanlah puasa ini sepenuh hati, tanpa ada unsur keterpaksaan sedikitpun. Agar puasa yang kita laksanakan ini berdampak positif bagi terbentuknya pribadi yang bertaqwa sebagai target utama diwajibkan berpuasa. Karena pada kenyataannya banyak orang berpuasa tidak mendapatkan nilai apapun, kecuali hanya merasakan haus dan lapar. Kalau jenis puasa ini yang kita lakukan, sungguh kita termasuk orang yang sangat rugi secara spiritual. Demikian Rasulullah SAW memberi peringatan melalui sabdanya 14 abad yang lalu.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, rahimakumullah

Diantara penyebab puasa tersebut tidak berdampak apa-apa bagi peningkatan ketaqwaan selama bulan Ramadan adalah karena tidak bisa menjaga sikap dari dusta, perkataan sia-sia dan makshiat lainnya. Dan ini banyak kita jumpai selama bulan Ramadhan, padahal mereka dalam keadaan berpuasa. Padahal hakekat puasa itu bukan hanya menahan nafsu dari keinginan makan dan minum, tapi lebih dari itu kita menahan lisan dan perbuatan untuk tidak melakukan perbuatan yang tercela, sehingga puasa kita tahun ini adalah puasa yang terbaik bila diabandingkan dengan puasa tahun-tahun sebelumnya. Karena kita tidak tahu mungkin ini adalah puasa yang terakhir dalam hidup ini, tahun depan bisa jadi kita sudah meninggalkan alam dunia yang fana’ ini. Perhatikan hadis Nabi berikut ini, agar kita benar-benar melaksanakan ibadah puasa yang berkualitas sehingga tercapai target utamanya yaitu menjadi manusia yang bertaqwa.

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

Kaum muslimin sidang jamaah jumat, rahimakumullah.

Manfaat puasa dari segi jasmani menurut para ahli baik dibidang kesehatan maupun kejiwaan, ternyata puasa ini akan membuat badan menjadi lebih sehat dan jiwapun menjadi lebih rileks.

Dikutip dari Al-Jazeera, para ahli menyebut puasa dapat mencegah penyakit seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan tubuh. Dengan tidak mengonsumsi apapun, tubuh kita bisa berkonsentrasi untuk membuang racun dan mengistirahatkan sistem pencernaan.

Subhanallah, demikianlah pengakuan jujur dari para ilmuan tentang mukjizat puasa yang sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh kita. Ternyata puasa ini tidak hanya mengejar nilai pahala yang kita dapatkan di akhirat nanti, tapi puasa ini juga menjadikan tubuh jasmani kita menjadi sehat dan bugar selama hidup di dunia.

Semoga ibadah puasa yang kita laksanakan tahun ini menjadi puasa yang terbaik bagi dunia dan akhirat nanti. Aamiin yaa robbal’alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 8 Ramadhan 1441 H/1 Mei 2020 M

Pembaca : 1543

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 8 MEI 2020

PUASA MEDIA EFEKTIF MENGENDALIKAN HAWA NAFSU

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Siapapun kita sebagai manusia pasti memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu adalah salah satu perangkat tubuh manusia yang tidak tampak, tetapi keberadaannya merupakan salah satu unsur penting dalam perjalanan hidup manusia di muka bumi

Kecendrungan hawa nafsu mengajak manusia berbuat keburukan baik yang bersifat fahsya’ atau munkar. Fahsya’ itu perilaku buruk yang dapat merugikan diri sendiri seperti zina, mabuk-mabukan. Sedang mungkar adalah perilaku buruk yang dapat merugikan orang lain seperti mencuri, membunuh, memperkosa, merusak alam dan lain-lain.

Banyak sekali manusia dengan kebodohannya mengikuti hawa nafsu tanpa batas yang dibenarkan. Oleh karena itu hawa nafsu jangan diperturutkan, karena makin diperturutkan akan semakin ganas dan sulit dihentikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menginformasikan kepada kita melalui lisan beliau yang mulia, bahwa hawa nafsu itu sangat serakah dan tidak akan pernah puas. Kalau seandainya manusia diberi satu lembah penuh berisi emas, tentu ingin lagi yang kedua. Seandaianya manusia diberi dua lembah penuh berisi emas, tentu ingin lagi yang ketiga. Demikian seterusnya, tidak akan pernah cukup hingga jasad dipendam kedalam bumi (mati). Itulah akhir dari keganasan hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia.

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)

Dalam Al Quran juga disebutkan, diantara yang menyebabkan manusia itu lalai dan sombong karena mereka memperturutkan kehendak hawa nafsu dengan banyaknya harta benda yang mereka kuasai. Keadaan ini akan terus berlangsung hingga jasad masuk ke liang kubur, na’udzubillah (At Takatsur 103:1-2).

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ (١) حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ ( ٢)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”.

Bahkan yang paling mengerikan, jika kebenaran itu menuruti hawa nafsu manusia, maka hancurlah langit dan bumi beserta isinya, karena pada dasarnya hawa nafsu manusia itu bersifat serakah, kejam, buas dan ganas. Allah SWT berfirman :

﴿وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلۡحَقُّ أَهۡوَآءَهُمۡ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ بَلۡ أَتَيۡنَٰهُم بِذِكۡرِهِمۡ فَهُمۡ عَن ذِكۡرِهِم مُّعۡرِضُونَ٧١  

Artinya: “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (Al Mu’minun 71)

Diantara cara yang sangat efektif untuk mengendalikan hawa nafsu jahat itu dengan banyak berpuasa seperti puasa di bulan suci Ramadhan yang sedang kita laksanakan sekarang ini. Dengan berpuasa akan terjadi proses pengendalian diri yang luar biasa. Bayangkan sehari penuh kita tidak boleh makan dan minum dan segala apapun yang dapat membatalkn puasa hendaknya benar-benar kita jauhi.

Demikian juga ucapan dan sikap hendaknya kita jaga dari hal-hal yang sia-sia. Inilah yang membuat nafsu jahat itu tidak berkutik dan akan berubah statusnya dari nafsu ammarah (jahat) menuju nafsu muthmainnah (baik). Nafsu muthmainnah ini adalah buah terbesar dari puasa yang kita lakukan. Orang yang menghiasi akhlaknya dengan nafsu muthmainnah, otomatis akan memiliki pribadi yang bertaqwa yang senantiasa tunduk dan patuh melaksanakan syariat agama. Dan ketika ajal telah sampai suatu saat nanti, nafsu muthmainnah itu akan menghadap kepada Allah dalam keadaan diridhai dengan kenikmatan yang tiada tara di surga yang kekal abadi bersama hamba-hamba Allah yang saleh. Demikian dijelaskan sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Fajr 28-30:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٣٨) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩) وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠)

Artinya : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Demikian khutbah jumat pada hari ini, semoga menjadi suatu pencerahan untuk dapat mengarahkan hawa nafsu menuju ridha Allah. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 15 Ramadhan 1441 H/8 Mei 2020 M

Pembaca : 1252

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 15 MEI 2020

INDAHNYA BERBAGI DI BULAN RAMADHAN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.         

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Dalam Islam berbagi itu bagian dari karakteristik seorang muslim. Semua kita dapat berbagi dengan apapun yang kita miliki. Ada sebagian orang beranggapan bagaimana kita bisa berbagi, gaji saja pas-pasan, rumah ngontrak, hutang numpuk dan alasan-alasan lainnya. Padahal berbagi itu tidak mesti dengan harta, bisa dengan ilmu, bisa dengan tenaga, bisa dengan pikiran dan lain sebagainya.

Alangkah indahnya hidup ini, jika semua mau saling berbagi dan saling membantu. Yang kaya dengan hartanya berbagi kepada yang miskin. Yang miskin dengan tenaganya membantu kepada yang kaya. Yang pintar dengan ilmunya berbagi kepada yang bodoh. Yang bodoh dapat membantu dengan dukungannya. Yang kuat dengan kekuatannya berbagi kepada yang lemah. Yang lemah dapat membantu dengan doanya. Demikian seterusnya.

Kita adalah makhluk sosial, mestinya hidup ini tidak boleh bersikap individualis (mementingkan diri sendiri). Kita berusaha untuk memberi walaupun kita mungkin dalam kekurangan. Yang namanya hidup hendaknya kita saling mengisi dan saling melengkapi. Agar terjadi keseimbangan dan pemerataan dalam strata sosial. Bisa jadi apa yang kita miliki belum tentu orang lain memiliki. Apa yang kita ketahui belum tentu orang lain mengetahui, demikian sebaliknya.

Perlu diketahui, bahwa berbagi adalah suatu cara untuk meraih hidup penuh bahagia dan penuh nikmat. Kita bisa merasakan kebahagiaan itu, ketika memberi sesuatu, orang yang menerima terlihat mulutnya senyum gembira, wajahnya cerah-ceria dan mendoakan agar Allah membalas kebaikan kita. Itulah saat-saat kita merasa bahagia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Ada satu hadis yang sangat populer sering kita dengar dari para pendakwah. Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwasanya Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

وَ اللَّهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ

“Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya”. (HR. Muslim No. 2699)

Ternyata menurut redaksi hadis tersebut pertolongan Allah itu tidak akan pernah datang, kalau kita tidak mau menolong orang yang sedang dalam kesulitan. Kita bisa melihat kenyataan di tengah-tengah kehidupan. Orang-orang yang ringan tangan menolong orang yang sedang dalam kesulitan, hidupnya semakin mulia, rizkinya semakin bertambah, dan karirnya semakin berkah. Ada seorang pejabat publik selama ini tidak pernah mengambil gajinya setiap bulan, semua disedekahkan untuk faqir dan miskin, ternyata sekarang karirnya makin tinggi. Demikian Allah mengangkat derajat orang-orang yang dermawan. Nabi kita bersabda;

السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَابِدٍ بَخِيلٍ

“Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih Allah cintai dari pada seorang ‘alim yang bakhil.” (HR. At Tirmidzi).

Mari kita galakkan gemar berbagi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, apalagi dibulan suci Ramadahn tahun ini, kita tingkatkan kualiatas berbagi kita, agar banyak orang yang tertolong dari segala derita dan nestapa, sehingga tercipta harmonisasi yang baik dan indah kepada sesama.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 22 Ramadhan 1441 H/15 Mei 2020 M

Pembaca : 2178

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 22 MEI 2020

TIGA KEUNTUNGAN ORANG YANG BERPUASA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.         

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Tidak terasa jumat ini adalah puasa kita yang ke 29 dan sebentar lagi kita akan mengakhiri kewajiban melaksankan ibadah puasa tahun ini. Ada suasana gembira kita bisa melaksanakan ibadah puasa secara sempurna, tetapi disisi lain ada suasana sedih yang mendalam karena sebentar lagi kita akan berpisah dengan bulan yang sangat agung yaitu bulan suci Ramadhan. Dikatakan bulan yang sangat agung, karena pada bulan ini diturunkan Al Quran, lailatul Qadar dan diwajibkan kita berpuasa sebagai salah satu rukun Islam.

Maka sangat beruntung orang Islam yang benar-benar menjalani ibadah puasa dengan baik dan maksimal. Diantara keuntungan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan yaitu:

Pertama, hawa nafsu dapat terkendali dengan baik.

Dengan puasa satu bulan hawa nafsu itu dapat terkendali dengan baik karena dididik dan dibina secara intensif, sehingga dapat dengan mudah melaksanakan ibadah kepada Allah dan mengontrolnya agar tidak berbuat angkara murka di alam dunia. Karena secara umum hawa nafsu sering kali menjerumuskan manusia karena keingkaran dan keserakahannya. Dimanapun hawa nafsu itu mendorong manusia berbuat keburukan dan kerusakan di atas muka bumi. Allah SWT menyatakan dengan sangat tegas dalam Al Quran surat Ar Rum 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Kedua, mendapatkan pahala dan ampunan yang tak terhingga

Ibadah apapun selain puasa mendapatkan ganjaran pahala tertentu sesuai dengan janji Allah dan Rasulnya. Sedangkan ibadah puasa dilipatkan gandakan pahalanya hingga tak terhingga, hanya Allah yang mengetahuinya. Kuncinya adalah melaksankan puasa atas dasar iman dan mengharap ridha Allah.

Dalam sebuah hadits Qudsi, melalui lisan Nabi Allah swt. berfirman :

كلُّ عملِ ابنِ آدمَ لهُ إلا الصيامَ ، فإنَّه لي وأنا أُجْزي بهِ

Artinya: “Semua perbuatan manusia untuk manusia kecuali shaum. Sesungguhnya shaum itu milik-Ku dan Aku yang akan membalasnya”. (HR. Bukhari)

Bahkan diampuni seluruh dosanya, tidak ada yang tersisa sedikitpum sehingga menjadi bersih dan suci bagaikan bayi yang baru lahir.

Ketiga, mendapatkan predikat menjadi orang yang bertaqwa

Inilah manfaat terbesar yang akan didapatkan bagi orang yang berpuasa selama satu bulan. Secara otomatis Allah akan mencetak manusia menjadi pribadi yang bertaqwa yang senantisa taat dan patuh menjalankan syariat agama dan menghiasi diri dengan nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga ibadah puasa yang telah kita laksanakan dengan sempurna tahun ini, akan mendapatkan tiga keberuntungan sebagaimana yang telah saya jelaskan tadi.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 29 Ramadhan 1441 H/22 Mei 2020 M

Pembaca : 462

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 29 MEI 2020

KEUTAMAAN DAN KEAJAIBAN SHILATURRAHIM

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Semua ajaran Islam itu sebenarnya memiliki keutamaan sekaligus keajaiban yang luar biasa, baik dilihat dari sisi lahiriyah maupun bathiniyah. Salah satu ajaran Islam yang luar biasa adalah perintah untuk melakukan shilaturrahim. 

Istilah shilaturrahim berasal dari Bahasa Arab dan sudah sangat familiyar ditengah-tengah masyarakat. Bila dilihat dari segi makna, shilah berarti “hubungan”, Ar Rahim berarti “kasih sayang”. 

Berdasarkan makna ini, dapat ditarik sebuah pengertian bahwa shilaturrahim adalah mengadakan hubungan kasih sayang kepada sesama dengan datang berkunjung dikediamannya atau ditempat lain yang telah ditentukan.

Shilaturrahim juga bisa diadakan dalam satu perkumpulan besar dengan mengundang keluarga, kerabat, tetangga, sahabat, teman kerja dan lain-lain dalam satu kegiatan yang lazim disebut halal bihalal. 

Perintah shilaturrahim ini ada dalam Al Quran dan hadits Nabi. Dalam Al Quran Surat An Nisa ayat 1 disebutkan: 

وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ  

Artinya : “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan peliharalah hubungan kasih sayang” 

Menurut ayat tersebut, bahwa dasar shilaturrahim adalah taqwa. Taqwa itu wataknya adalah taat dan patuh kepada Allah. Ketika shilaturrahim itu didasari dengan rasa taqwa, maka shilaturrahim itu menjadi sangat bermakna dan bermanfaat dalam kehidupan. Diantara manfaatnya yaitu rasa saling mencintai dan menyayangi kepada sesama akan terjaga dan terpelihara sepanjang masa. Sehingga akan terwujud persatuan, kekompakan dan kebersamaan dalam setiap individu di tengah-tengah masyarakat.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Dalam sebuah hadis juga disebutkan perintah shilaturrahim :

 

مَنْ اَحَبَّ اَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ وَاَنْ يُنْسَاَ لَهُ فِىْ اَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 

“Barang siapa yang senang dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali shilaturrahim”. (HR. Bukhari). 

Menurut hadits tersebut dinyatakan dengan sangat jelas bahwa diantara keutamaan dan keajaiban shilaturrahim adalah Allah akan melapangkan rizki dan memanjangkan umur manusia. 

Ini adalah fakta yang tak terbantahkan, siapapun dapat membuktikan bahwa dengan shilaturrahim berbagai rizki akan didapatkan. Tuan rumah secara reflek menyuguhkan apapun makanan/minuman yang ada. Bahkan banyak yang mendapatkan pekerjaan dari hasil shilaturrahim. Tamu biasanya berdiskusi dan minta tolong apakah ada lowongan pekerjaan. Atau bisa jadi bisnis makin lancar dan usaha makin maju dari sebab shilaturrahim.

Ternyata dari kegiatan shilaturrahim tersebut banyak sekali manfaat yang kita dapatkan. Yang tak kalah hebatnya, Allah akan memperpanjang usia kita dan memberkahinya, mengapa? Karena dalam shilaturrahim ada suasana penuh keakraban, keramahan, kesantunan dan keterbukaan. Dan juga ada harapan sekaligus doa, “semoga kita selalu sehat, rizki lancar, hidup penuh berkah dan dipanjangkan umurnya oleh Allah”. Demikian harapan dan doa yang umumnya disampaikan mengakhiri kegiatan shilaturrahim. 

Itulah keutamaan dan keajaiban dari shilaturrahim yang Allah dan Rasul perintahkan kepada kita umat Islam. Oleh karena itu mari kita mengagendakan diri untuk selalu bershilaturrahim di sela-sela kesibukan kita. Apalagi dibulan Syawwal ini masih dalam suasana idul fithri, kita manfaatkan betul untuk banyak bersilaturrahim kepada orang yang kita kenal maupun orang yang tidak kita kenal.

Walaupun suasana saat ini masih mewabahnya pandemi covid 19, tentu shilaturrahim tidak bisa dilakukan secara terbuka dan bertemu berhadap-hadapan sebagaimana biasanya, tapi bisa dilakukan melalui media yang ada seperti telepon, WA, zoom dan lain sebagainya.

Karena terbatasnya waktu, inilah khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan, semoga besar arti dan manfaatnya untuk kita semua. Aamiin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Bekasi, 5 Syawwal 1441 H/28 Mei 2020 M

Pembaca : 3133

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 5 JUNI 2020

KEKUATAN DOA SETELAH BULAN RAMADHAN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Masalah hidup di dunia tidak ada habis-habisnya. Ada yang bermasalah karena sakit, hutang mencekik, pekerjaan susah, rumah tangga yang berantakan, komunukasi tidak lancar dan lain sebagainya. Semua kita menginginkan masalah apapun yang menimpa dapat segera selesai dengan tuntas. Ternyata dalam faktanya tidak semua masalah bisa diselesaikan, karena kita adalah makhluk yang lemah dan terbatas.

Kita membutuhkan kekuatan super untuk menyelesaikan semua masalah berat yang menimpa. Tentu bagi orang beriman yang memiliki tingkat tauhid yang mapan, sedikitpun tidak pernah menyerah. Setelah melakukan berbagai ikhtiar kemudian hasilnya mentok, barulah dia berdoa kepada Allah penuh khusyu’ dan tawaddhu’ memohon petunjuk dan jalan keluar untuk mengatasi masalahnya.

Itulah yang disebut kekuatan power yaitu kekuatan dari segala kekuatan ada pada doa. Semua agama mengajarkan berbagai macam doa untuk keselamatan, kejayaan dan kesuksesan dalam segala hal. Dalam segala tugas, keadaan dan situasi yang bagaimanapun tetap disertai doa. Coba lihat ajaran Islam dalam seluruh rangkaian ibadah selalu ada doa. Tujuannya agar ibadah yang kita lakukan sempurna pahalanya, sempurna manfaatnya dan sempurna keberkahannya.

Pantaslah junjungan kita Nabi Muhammad SAW bersabda,

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

“Doa itu otaknya ibadah” (HR Attirmidzi). Ibadah tanpa doa, niscaya ibadah itu cacat tidak bermakna. Seperti badan kita, walaupun badan kita kekar dan gagah perkasa jika tidak ada otak/kepala, maka badan itu tidak berguna sama sekali.

Ada satu hadits lagi yang secara logika seakan tidak ada korelasi yaitu “addu’au silahul mu’min artinya doa itu senjatanya seorang mu’min” (HR Al Hakim). Bagaimana kok doa dijadikan sebagai sebuah senjata. Ya itulah kekuatan doa, bila Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya, kekuatan apapun yang akan menghancurkan kehidupan seseorang tidak akan pernah terjadi. Bahkan doa mampu merubah taqdir Allah dari taqdir yang buruk menjadi taqdir yang baik. Maka bagi siapapun diantara kita yang nasib hidupnya masih banyak mengalami kesulitan, cobalah terus berdoa dengan khusyu penuh pengharapan, in sya Allah apapun yang kita inginkan akan diijabah oleh Allah pada waktunya yang tepat. Demikian firman Allah dalam surat Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّالَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya : “Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdo’alah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian.’ Sesungguhnya, orang-orang yang sombong dari beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Semoga seluruh doa kita selama ini adalah doa terbaik yang diijabah oleh Allah ta’ala. Lebih-lebih 13 hari yang lalu kita telah berhasil melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, tentu banyak sekali doa yang telah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Diantaranya doa yang sangat popular dan terus kita baca berulang-ulang terutama sehabis shalat tarawih yaitu;

 

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَسْاَلُكَ رَضَاكَ وَالـْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

 

Dalam doa tersebut berisi memohon agar Allah menganugrahkan kepada kita dimasukkan kedalam surga dengan ridha-Nya dan memohon perlindungan dari adzab neraka. Sungguh doa ini sangat tinggi nilainya dan inilah cita-cita tertinggi yang menjadi tujuan dan harapan kita sebagai kaum muslimin. Dimana dengan puasa yang kita lakukan selama satu bulan kemarin dengan segala ujian yang berat dapat membentuk kepribadian kita menjadi pribadi yang bertaqwa demi tercapainya ridha Allah dengan dimasukkan kita kedalam surga-Nya. Aamiin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Bekasi,12 Ramadhan 1441 H/4 Juni 2020 M

Pembaca : 5980

KHUTBAH JUMAT EDISI, 12 JUNI 2020

MENCARI KETENANGAN DIRI MENGHADAPI COVID 19

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Setiap manusia mendambakan hidup yang tenang dimanapun berada. Hidup tenang itu adalah hidup yang nyaman terbebas dari tekanan dan belenggu yang menghimpit jiwa.

Berbagai cara manusia agar bisa hidup tenang. Ada yang ke pantai, puncak, taman bunga dan berbagai obyek wisata lainnya. Bahkan ada yang ke diskotik dengan segala pesta narkoba. Ada juga yang ke dukun (paranomal) untuk meminta bantuan. Ada juga yang mengkonsumsi narkoba hingga mengalami over dosis, na’udzubillah. Entah berapa puluh/ratus juta yang dihabiskan untuk mencari hidup yang tenang.

Memang pada saat itu kita merasakan ketenangan, tapi itu semua hanya semu bersifat sementara, setelah itu suasana jiwa kembali kacau bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Ketahuilah sesungguhnya harta benda di dunia dan dengan segala perhiasannya tidak akan sanggup membuat hati kita tenang dalam arti yang sebenarnya.

Kalau kita kembali kepada konsep Al Quran, bahwa untuk mendapatkan hati yang tenang hanya ada satu cara yaitu zikrullah. Hal ini telah disebutkan dengan jelas dalam kitab suci Al Quran surat Ar Ra’du ayat 28.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنّ ُ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِۗأَلَابِذِكْرِٱللَّه ِتَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.”

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Zikrullah adalah mengingat dan menyebut nama Allah baik dengan hati maupun dengan lisan. Zikir itu adalah kebutuhan hati yang sangat penting. Hati adalah alat terbaik untuk melakukan hubungan khusus kepada Allah SWT. Allah itu Maha Suci, mesti mendekati-Nya dengan hati yang suci. Agar hati itu selalu suci hendaknya diisi dengan zikrullah. Dengan zikrullah ini akan membuat hati menjadi tenang setenang-tenangnya.

Inilah sesungguhnya yang dicari oleh manusia. Al Quran adalah panduan tebaik dan terlengkap dalam mengatasi segala peroblematika hidup. Diantara problematika hidup yang paling banyak dihinggapi manusia adalah rasa tidak tenang. Rasa tidak tenang ini biasanya muncul karena adanya suatu masalah atau musibah yang datang menimpa. Apalagi sampai saat ini pandemi covid 19 masih mewabah di negeri kita, maka diantara solusi yang terbaik agar jiwa kita senantiasa tenang, tabah dan selalu waspada adalah dengan banyak berzikir kepada Allah. Kalau rasa tidak tenang ini terus menerus dibiarkan, maka pasti akan menyerang sistem kinerja tubuh. Diantaranya akal pikiran kita akan terganggu, jantung kita berdetak kacau dan darah mengalir tidak normal, sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit, seperti stres, depresi, bahkan bisa menyebabkan kematian yang tidak kita inginkan, na’uzdubillah.

Karena itu Al Quran membimbing kita untuk banyak berzikir baik di waktu pagi, siang, sore maupun malam, agar hati kita selalu tenang tidak ada tekanan dan himpitan mendera dalam hidup. Dan in sya Allah virus corona ini akan berakhir dengan segera dari bumi Indonesia tercinta.

Zikir itu banyak macam dan ragamnya, bisa astagfirullah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar dan lain sebagainya. Amalkan zikir-zikir tersebut sebanyak yang kita mampu agar hati kita selalu diliputi rasa tenang dalam arti yang sebenarnya.

Semoga khutbah singkat ini mampu mencerahkan jiwa kita, agar senantiasa menjadi jiwa yang tenang (muthmainnah) hingga akhir kematian kita nanti. Aamiin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Bekasi, 20 Sayawwal 1441 H/12 Juni 2020 M

Pembaca :12.234

KHUTBAH JUMAT EDISI, 19 JUNI 2020

TETAP SEMANGAT BEKERJA WALAUPUN MASIH PANDEMI

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Bekerja adalah suatu usaha untuk mendapatkan penghasilan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari selama hidup di dunia. Walaupun saat masih dalam suasana pandemi covid 19, kita tetap semangat bekerja. Tentu dengan memperhatikan protocol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, diantaranya selalu menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak aman. Semua ini kita lakukan agar kita terhindar dan selamat dari terjangkitnya virus corona.

Bekerja itu adalah sesuatu yang mulia dan diperintahkan dalam agama Islam. Islam tidak menginginkan umatnya hidup dalam pengangguran. Allah itu Maha Kaya membentangkan segala macam karunia di alam dunia. Apalagi kita tinggal di Indonesia dengan sumber kekayaan alam berlimpah ruah, mulai dari emas, batu bara, minyak, buah-buahan, ikan, sayur-sayuran, mutiara, pasir dan lain sebagainya. Semestinya tidak ada warga yang miskin dan melarat kalau semua berjuang untuk mendapatkan berbagai macam rizki di Indonesia.

Kuncinya ada pada kesungguhan diri kita, apakah kita mau mendapatkan bagian rizki dari Allah atau kita tidak mendapatkan apa-apa sama sekali. Tentu kalau kita ingin mendapatkan rizki, kita kerahkan segenap kemampuan kita untuk mencari rizki sebanyak mungkin dimanapun adanya.

Kita bisa melihat orang-orang disekitar kita, bagi mereka yang peras keringat banting tulang, selalu mendapatkan rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Masalah besar kecilnya pendapatan, itu terserah izin dan kehendak dari Allah. Yang penting kita terus berikhtiar mencari rizki selama hidup di dunia.

Ada orang yang tidak puas bekerja di Indonesia, karena dipandang standar upah/gaji terlalu rendah, sementara kebutuhan hidup makin membengkak, akhirnya mereka merantau keluar negeri. Banyak juga yang sukses, dimana dari hasil kerja tersebut, mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka hingga sarjana. Ada yang membangun masjid, ada yang membangun pondok pesantren, ada yang membangun tempat-tempat usaha, dan lain sebagainya. Itulah berkah dari orang yang giat bekerja, selalu ada saja rizki yang didapatkan setiap hari.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia rahimakumullah.

Ada beberapa tips yang mesti kita ketahui, agar kita selalu semangat dalam bekerja:

Pertama, bekerja itu adalah bagian dari perintah agama, hal ini disebutkan dalam Al Quran suarat At Taubah 9:105. Orang yang malas bekerja berarti telah mengingkari perintah Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut.

وَقُلِ ٱعْمَلُوا فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَۖوَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At Taubah 9:105)

Kedua, niatkanlah bekerja adalah bagian ibadah harian untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah Ta’ala. Inilah diantara faktor penting seseorang bekerja, sehingga selalu termotivasi dan semangat dalam bekerja.

Ketiga, bekerjalah sesuai bidang kemampuan/keahlian yang dimiliki. Sedapat mungkin kita bekerja sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki, agar benar-benar pekerjaan tersebut dinikmati karena adanya korelasi antara kemampuan dan pekerjaan.

Keempat, ingatlah tujuan dalam bekerja. Disamping untuk beribadah juga untuk memenuhi kebutuhan diri, keluarga, anak dan istri. Sehingga akan tercukupi semua keinginan, harapan dan cita-cita.

Kelima, dalam bekerja lakukan berbagai kreativitas dan inovasi sehingga tidak mudah jenuh dalam melakukan pekerjaan.

Keenam, jika dirasa pekerjaan terlalu berat, jangan memaksakan diri, istirahatlah sejenak untuk berpikir bagaimana bisa menyelesaikan pekerjaan ini. Mungkin bisa menggunakan alat tertentu atau berkonsultasi kepada orang lain yang dipandang mampu membantu pekerjaan kita.

Ketujuh, lakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan yang kita lakukan. Dengan mengevaluasi, akan diketahui kelemahan dan kekurangan yang ada, sehingga muncul keinginan untuk terus memperbaiki kinerja kita demi peningkatan kualitas hasil pekerjaan.

Kedelapan, berdoalah sebanyak-banyaknya melalui shalat dhuha, agar Allah berkenan memberi rizki dari segala arah yang tidak terduga (min haitsu laa yahtasib).

Demikian khutbah Jumat yang bisa khatib sampaikan, semoga menjadi tambahan ilmu dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jakarta, 26 Syawwal 1441 H/18 Juni 2020 M

Pembaca : 2963

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 26 JUNI 2020

NIKMAT TUHAN MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Pada khutbah jumat kali ini, kita akan membahas satu pertanyaan yang sangat penting. Pertanyaan ini bukan sembarang pertanyaan, karena datangnya bukan dari manusia atau makhluk lainnya. Melainkan datang dari penguasa tunggal jagat raya, pencipta semua makhluk dan pengatur segala sesuatu yaitu Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan kita semua. Pertanyaan tersebut adalah, “Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?” (Fabiayyi aalaai Robbikumaa tukadzdzibaan).  Pertanyaan ini diulang sebanyak 31 kali terdapat dalam surah Ar Rahman dimulai dari ayat 13 sampai 37.

Tentu kita jadi bertanya-tanya, mengapa pertanyaan ini diulang-ulang?. Bagi orang yang yang kuat imannya dan cerdas akalnya, pasti sadar betapa nikmat Allah itu sangat banyak jumlahnya dan mustahil dapat dihitung walaupun dengan alat komputer secanggih apapun. Demikian Allah menjelaskan dalam Al Quran surat Ibrahim 14:34 dan surat An Nahl 16:18.

وَءَاتَىٰ كُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ  وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَاتُحْصُوهَاۗإِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Artinya : “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Ibrahim 14:34)

Coba kita mengingat sebelum kita lahir, ketika berada di alam rahim ibu selama 9 bulan 10 hari. Walaupun kita tinggal di tempat yang sempit tanpa ada pentilasi udara sedikitpun, tetapi kita merasa aman, nyaman dan nikmat berada di dalamnya.

Demikian juga ketika lahir ke dunia ini, kita bisa melihat apapun yang kita inginkan, kita bisa mendengar segala macam suara, kita bisa mencium apa saja, kita bisa bicara dengan lancar, tangan kita bisa memegang segala sesuatu, kaki bisa melangkah kearah mana saja yang kita mau dan lain-lain masih banyak lagi. Ini senua nikmat yang tak terhingga banyaknya. Belum lagi kita punya harta benda seperti rumah, kendaraan, sawah, ladang, kebun dan lain-lain. Ini adalah nikmat-nikmat yang sangat besar tercurah kepada kita. Sehingga sangat wajar Allah mempertanyakan nikmat Tuhan nanakah yang kamu dustakan. Tentu jawabannya tidak ada satu nikmatpun yang kita dustakan.

Diantara maksud pertanyaan tersebut diulang-ulang, agar manusia terketuk pintu hatinya untuk banyak bersyukur kepada Allah. Mengakui semua nikmat yang kita terima, lalu dipergunakan nikmat tersebut pada jalan yang dibenarkan. Bukan untuk hal-hal yang diharamkan seperti judi, mabuk-mabukan, foya-foya, dugem dan senang-senang secara berlebihan.

Dalam segala apapun nikmat Allah selalu menyertai, bahkan ketika sakit sekalipun terdapat nikmat tersembunyi yang tidak semua orang menyadarinya yaitu Allah akan mengampuni dosa-dosa kita, apabila kita bersabar dan tidak mengeluh. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakullah.

Perlu diketahui, jika kita pandai bersyukur kepada Allah walaupun nikmat tersebut sedikit, niscaya Allah akan menambahi dan memberkahinya. Tetapi jika kita tidak pandai bersyukur walaupun nikmat tersebut banyak, niscaya Allah akan menghancurkannya dengan siksa yang sangat pedih, na’udzubillah. (Ibrahim 14:7)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖوَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Mari kita selalu bersyukur dalam keadaan apapun, agar hidup kita menjadi aman, selamat, bahagia, penuh berkah dan kelak Allah memasukkan kita kedalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 3 Zulqa’dah 1441 H/24 Juni 2020 M

Pembaca : 4433

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 3 JULI 2020

SEMUA MEMBUTUHKAN  BIMBINGAN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Semua manusia di muka bumi ini membutuhkan bimbingan dan pengajaran dari para guru, para dosen, para kiyai, para ustadz dan para pimpinan. 

Dalam bidang ilmu apapun manusia tidak bisa menguasai secara baik, benar, utuh dan sempurna, jika tidak dibimbing oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Jangankan memahami ilmu yang benar, memahami ilmu yang sesatpun memerlukan yang namanya bimbingan. Bisa jadi orang yang belajar ilmu sesat terlihat lebih rapi dan lebih cakap dalam mengembangkan ajaran sesatnya, karena mereka benar-benar mendapat bimbingan dari pemimpin atau atasannya. Sementara kita yang mengaku mempelajari ilmu yang benar, malah kita tidak serius untuk memahami ilmu tersebut. Sehingga dari waktu kewaktu terjadi kelemahan dan kekurangan diberbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu mulai saat ini, mari kita benar-benar serius dan fokus untuk mengikuti bimbingan, pengajaran dan pelatihan, sehingga kita menjadi manusia yang cerdas, berakhlak, berprestasi, sukses dan bermanfaat bagi kehidupan.

Dalam ajaran Islam bimbingan itu mesti lengkap dan utuh, agar kita menjadi manusia fi ahsani taqwim (sebaik-sebaik ciptaan) bukan menjadi manusia asfala saafiliin (rendah, hina dan tidak bermartabat). (QS At Tin 95:4-5).

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Ada empat hal yang mesti mendapat bimbingan dalam diri manusia secara serius, sungguh-sungguh dan terus menerus (istiqamah) yaitu:

Pertama ruh (jiwa). Ruh ini mesti dibimbing dengan kalimat tauhid (la ilaha illallah) sampai benar-benar meresap. Kita mesti belajar dari guru-guru kita tentang hakekat dzat Allah, shifat Allah dan af’al Allah, agar tauhidnya benar-benar tangguh, tidak bergeser sedikitpun walau diterjang badai kehidupan bagaimanapun besarnya.  Makin besar ujian dan cobaannya, makin kokoh dan makin mapan ketauhidannya.

Kedua, hati (qalb). Hati ini mesti dibimbing oleh guru-guru yang shalih, agar selalu bersih tidak ada penyakit seperti iri, dengki, dendam, egois, sombong dan lain sebagainya. 

Hati yang bersih akan membuat suasana menjadi lega, plong, tulus dan bahagia. Sementara hati yang kotor membuat tertekan, gelisah dan menderita.

Perlu diketahui bahwa hati yang bersih (qalbun salim) inilah yang akan bermanfaat dihadapan Allah di akhirat nanti. Dimana pada waktu itu tidak bermanfaat lagi harta benda dan anak, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih. Demikian Allah firmankan dalam Al Quran surat Asy Syu’ara ayat 88-89 :

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ, إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.

 

Ketiga, akal. Akal hendaknya selalu dibimbing agar cerdas, pintar dan waras. Manusia mesti menempuh pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Makin tinggi tingkat pendidikannya, makin cerdas pula pemikirannya. Sehingga tidak mudah dibodoh-bodohi orang lain. Orang yang berakal akan memikirkan hal-hal yang maju dan terbaik dalam hidup. Berpikir tentang masa depan demi kemaslahatan hidup dalam keluarga, bangsa dan agama.

Keempat, jasad. Jasad ini mesti dibimbing dengan akhlakul karimah, keahlian dan keterampilan. Seluruh organ tubuh difungsikan sebaik-baiknya dengan sikap yang mulia, ucapan yang mulia, etika dan adab yabg mulia. Juga memiliki keahlian sesuai dengan bakat dan bidang yang disenangi. Juga terampil dengan melahirkan karya-karya nyata yang bermanfaat dan menghasilkan produk-produk yang mengagumkan. Sehingga keberadaan kita di muka bumi ini memberi andil yang besar bagi kebaikan dan kemaslahatan hidup kepada sesama (rahmatal lil’aalamiin).

Semoga uraian khutbah jumat ini, mencerahkan akal dan nurani kita, sehingga menjadi makhluk yang cerdas di muka bumi. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 10 Dzulqa’dah 1441 H/1 Juli 2020 M

Pembaca : 6748

KHUTBAH JUMAT EDISI, 10 JULI 2020

MENJADI ORANG BERSAHAJA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Ada sebuah ungkapan pepatah bijak yang patut kita pahami: “Hidup yang teratur dan sederhana adalah ciri hidup yang diinginkan Tuhan, dan hidup yang kacau dan rumit adalah hidup yang diinginkan setan”.

Dari pepatah bijak ini dapat kita pahami bahwa hidup secara teratur dan sederhana atau bersahaja adalah hidup yang terbaik, karena Allah sangat menyukainya. Sebaliknya hidup yang kacau, berlebih-lebihan, suka mempersulit diri dan mempersulit orang lain adalah bagian dari keinginan setan.

Hidup yang bersahaja itu adalah hidup tidak melampaui batas. Walaupun secara materi sangat kaya, tapi tidak membuat lupa diri, tidak berpenampilan congkak, biasa-biasa saja. Bahkan banyak orang mengira bahwa orang tersebut adalah orang miskin, karena sikapnya tidak menunjukkan bahwa dia adalah orang kaya.

Agar kita mampu hidup bersahaja di tengah-tengah limpahan harta, membutuhkan pengendalian diri secara intensif, karena secara umum manusia ketika memiliki segala sesuatu muncul rasa congkak dan berbangga diri secara berlebih-lebihan. Ingatlah bahwa hidup berlebih-lebihan dalam segala hal apapun sangat dibenci dan dilarang oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al A’raf ayat 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚإِنَّهُ لَايُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya; “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (al-A’raf/7:31).

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, rahimakumullah

Dengan melihat betapa kerasnya larangan Allah terhadap orang-orang yang suka berlebih-lebihan, tentu kita ingin agar hidup kita senantiasa bersahaja atau sederhana dalam segala apapun. Diantara upaya kita agar hidup selalu bersahaja adalah :

Pertama, ingatlah bahwa harta adalah titipan dari Allah. Harta yang kita nikmati itu sejatinya bukanlah milik kita. Maka tidak pantas rasanya kita membusungkan dada, pamer dan berbangga-bangga, sementara disekeliling kita masih banyak yang hidup dalam kemiskinan.

Kedua, dalam harta itu ada hak fakir miskin. Tidak halal bagi kita untuk menahan hak-hak mereka, wajib kita keluarkan 2.5 % dari harta yang kita miliki. Orang yang pelit akan mendapat doa yang sangat mengerikan dari malaikat yaitu :

اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

Artinya : “Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir.’” (HR. Al-Bukhari, kitab Az-Zakaah, no. 1442).

Ketiga, ingatlah bahwa harta yang kita miliki itu akan ditanya di akhirat, dari mana kita dapatkan dan kemana kita belanjakan. Kalau kita dapatkan dari cara yang haram, tentu ini akan menjadi penghalang kita masuk surga. Atau kita dapatkan dari jalan yang halal lalu kita belanjakan di jalan haram, inipun akan membuat hidup kita menjadi celaka di akhirat nanti. Na’udzubillah.

Keempat, banyak berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak mampu. Dengan sering berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak mampu, akan muncul kesadaran betapa tidak pantasnya kita menunjukkan kemewahan dan kegelamoran, sementara mereka sehari-hari hidup dalam keprihatinan.

Kelima, perbanyaklah bersyukur. Bersyukur adalah sikap untuk selalu mengingat semua nikmat yang telah Allah berikan dan menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya untuk taat kepada-Nya. Dengan bersyukur, kita tidak mau menggunakan nikmat itu untuk sesuatu yang bersifat berlebih-lebihan dengan sikap pamer, foya-foya dan boros. Inilah yang membuat seseorang akan hancur citranya, karena telah melakukan tindakan yang tidak bersahaja.

Demikian khutbah Jumat yang bisa khatib sampaikan, semoga menjadi tambahan ilmu yang sangat berharga dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 17 Dzulqa’dah 1441 H/8 Juli 2020 M

Pembaca : 3650

KHUTBAH JUMAT EDISI, 17 JULI 2020

BERHARGANYA NILAI PERSAUDARAAN DITENGAH PANDEMI

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Allah SWT berfirman dalam surat An Nisa ayat 1 :

﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا١

 Artinya : “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisa 4 : 1)

Berdasarkan ayat tersebut mestinya dalam kehidupan di dunia, semua umat dapat menjaga hubungan persaudaran yang hakiki hingga ajal menjemput nanti, karena sesungguhnya kita berasal dari diri yang satu yaitu Adam. Dari Adam Allah ciptakan pasangan hidupnya yaitu Hawa dan dari Adam dan Hawa berkembang biaklah manusia tersebar luas ke seluruh bumi, sehingga terciptalah hubungan persaudaraan yang terjalain atas dasar kasih sayang antara satu dengan lainnya.

Persaudaraan itu sangat penting dan sangat berharga. Saking berharganya, tidak bisa tergantikan oleh harta benda sebanyak apapun. Persaudaraan itu bersifat saling mengikat yaitu mengikat hati, jiwa, raga dan akal. Sehingga terjadi hubungan yang sangat dekat antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu persaudaraan tidak boleh terputus oleh hal-hal yang bersifat merusak, seperti dengki, egois, mau menang sendiri, dendam, buruk sangka dan segala sifat buruk lainnya.

Alangkah nikmatnya hidup ini, bila hubungan persaudaraan itu terus terjalin sepanjang masa. Akan tercipta suasana yang damai, aman dan bahagia. Tidak ada tauran, perkelahian, pembunuhan dan peperangan. Mungkinkah ini terjadi? Semua kembali kepada diri kita. Allah bekali hidup kita dengan hati dan akal pikiran. Dua alat itu mestinya kita gunakan sebaik-baiknya untuk selalu membangun persaudaraan yang indah. Dalam hati mestinya ada nurani yang memancarkan cahaya ilahi berupa cinta dan belas kasih. Dalam akal mestinya ada pikiran jernih, positif dan mencerdaskan.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Dalam Islam persaudaraan itu mencakup tiga hal yaitu;

Pertama, persaudaraan yang bersifat kemanusiaan (ukhuwah basyariyah). Persaudaraan jenis ini tidak melihat agama, suku dan bangsa. Semua saling menjaga hubungan kemanusiaan, saling membantu, saling menghormati dan saling menghargai satu dengan yang lainnya. Apalagi saat ini pandemi covid 19 masih mewabah melanda umat manusia, maka mari kita saling menjaga, jangan sampai virus corona ini makin merajalela merenggut nyawa saudara-saudara kita. Sekiranya di tengah-tengah kita ada yang positif terkena virus corona ini, mari kita dengan sigap, tulus dan ikhlas membantu meringankan beban penderitaan mereka, sehigga mereka segera sembuh dan pulih kembali.

Kedua, persaudaraan yang bersifat nasionalisme dalam satu negara (ukhuwah wathaniyah). Kita adalah satu bangsa yang diikat dengan semangat ingin selalu bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian dan kebersamaaan. Walaupun kita berbeda-beda agama, bahasa, pemikiran, budaya dan suku, tapi kita tetap satu kesatuan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Ketiga, persaudaraan yang bersifat satu aqidah (ukhuwah Islamiyah). Kita sesama muslim adalah bersaudara, maka dilarang saling membenci, membelakangi dan tidak bertegur sapa. Kita rawat persaudaraan islam ini sampai hari kiamat, karena inilah persaudaraan yang sesungguhnya. Orang-orang Islam akan bertemu di surga nanti, bila selama di dunia rukun, bersatu dan tidak berpecah belah. Maka untuk mengikat persaudaraan ini agar terus terbina dengan baik, tidak ada lain caranya, kecuali dengan memperkuat tali agama Allah.

Tali agama Allah itu adalah Islam yang ajarannya bersumber dari dua kitab suci yaitu Al Quran dan Hadits. Selama kita berpegang teguh kepada Al Quran dan Hadits, tidak boleh ada yang memisahkan persaudaraan sesama muslim. Terlepas mereka itu miskin atau kaya, rakyat jelata atau pejabat negara, selama mereka itu muslim, mereka adalah saudara kita dari dunia sampai ke surga.

Semoga uraian khutbah Jumat yang khatib sampaikan ini, dapat mencerahkan akal dan nurani kita sehingga menjadi insan yang senantiasa menjaga persaudaraan yang hakiki dan abadi sepanjang masa. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 25 Dzulqa’dah 1441 H/16 Juli 2020 M

Pembaca : 1919

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 25 JULI 2020

ISLAM AGAMA RAHMATAL LIL’ALAMIN

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Di dunia ini banyak sekali agama yang kita kenal dengan segala ajarannya. Ternyata hanya satu agama yang benar-benar menyeluruh, luas dan komprehensif, membahas segala sesuatu mulai dari ilmu yang bersifat duniawi sampai ilmu yang bersifat ukhrawi. Itulah agama Islam. Islam dengan dua sumber ajaran utama yaitu kitab Al Quran dan Hadist Nabi, menjadikan setiap umat Islam mesti berperan secara aktif untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya. Karena tidak ada satu ayat atau satu haditspun yang mengajarkan kejahatan di muka bumi ini.

Semua kebaikan itu bila terus diaktualisasikan dalam hidup, maka dunia ini akan diliputi suasana penuh rahmat. Itulah Islam rahmatal lil’aalamiin. Islam rahmatal lil’aalamiin adalah Islam yang menampilkan keindahan dengan sifat-sifat mulia. Sifat-sifat mulia itu tergambar dengan sangat jelas pada salah satu ayat dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 159.

﴿فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ١٥٩

Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran 3 : 159)

Menurut ayat tersebut, ada lima kunci pokok untuk dapat menjadikan Islam berwajah Rahmatal lil’aalamiin yaitu :

Pertama, lemah lembut (linta lahum). Lemah lembut adalah sifat yang menunjukkan kasih sayang kepada sesama. Tipe orang seperti ini tidak suka berbuat kasar, keras, bringas, kejam, arogan dan mau menang sendiri, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Inilah sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang yang bersikap lemah lembut terlihat dari penampilannya, sangat ramah, tidak mudah marah, penuh perhatian dan peduli terhadap orang lain.

Kedua, pemaaf (fa’fu ‘anhum). Sifat pemaaf itu sifat yang sulit dilakukan, tidak semua orang mampu melakukannya, membutuhkan suatu keberanian dengan jiwa yang lapang.

Hati manusia itu sangat sensitif, mudah tersinggung, mudah tersakiti dan mudah terluka. Biasanya ketika hati itu terluka, sangat berat rasanya memaafkan kesalahan orang. Akan muncul rasa benci, dendam dan marah berkecamuk dalam hati. Sehingga hidup ini terasa penuh tekanan dan himpitan tiada henti. Maka solusinya adalah berani memaafkan dengan mengikhlaskan semua keburukan yang telah menimpa diri kita, niscaya hati kita menjadi lapang dan damai.

Ketiga, doakan mereka agar Allah mengampuni perbuatan buruk mereka (wastagfir lahum). Inilah akhlak tertinggi dalam Islam, walaupun pribadi kita dihina, dicela, difitnah, dikriminalisasi, disamping kita maafkan juga kita mohonkan ampun kepada Allah, semoga Allah mengampuni mereka dan memberi hidayah kejalan yang benar.

Keempat, bermusyawarah dalam suatu urusan (wasyawirhum fil amr). Bermusyawarah adalah berdiskusi untuk menyamakan persepsi sehingga dapat mengambil suatu keputusan yang mendatangkan maslahat bagi sesama. Orang yang suka musyawarah, tidak akan mengalami kebuntuan dalam menghadapi masalah sebesar apapun. Selalu ada jalan keluar yang tak terduga, sehingga masalah tersebut segera dapat terselesaikan dengan arif dan bijaksana.

Kelima, berserah diri kepada Allah (fatawakkal ‘alallah). Berserah diri kepada Allah setelah melakukan berbagai ikhtiar adalah satu jalan terbaik untuk mendapatkan cinta dari Allah. Alangkah bahagianya hidup, bila Allah mencintai kita dan kitapun mencintai Allah. Allah tidak pernah mengkhianati cinta kita, bila kita selalu berserah diri kepada-Nya. Inilah yang membuat kita tegar menghadapi keadaan bagaimanapun sulit dan berat, sehingga seorang muslim pantang surut mundur kebelakang menghindar dari keadaan tersebut.

Inilah lima resep yang sangat ampuh untuk menampilkan Islam yang berwajah rahmatal lil’aalamiin. Kalau semua umat Islam memperaktikkan kelima resep tersebut, damailah dunia ini. Semua dapat merasakan betapa Islam adalah agama yang indah, tidak ada satu makhlukpun yang teraniaya. Semua bahagia, semua selamat dan semua mendapatkan berkah berlimpah ruah dari Allah Subhanahu Wata’aalaa.

Semoga khutbah singkat pada Jumat ini mampu mencerahkan akal, pikiran dan nurani kita, sehingga kita menjadi insan yang cerdas dan dapat menampilkan Islam yang rahmatal lilaalaiin di muka bumi. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 2 Dzulhijjah 1441 H/23 Juli 2020 M

Pembaca : 916

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 31 JULI 2020

EMPAT KALIMAT SUCI DALAM IDUL ADHA

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Gemuruh takbir, tahlil, tahmid dan tasbih berkumandang seantero dunia mulai dari magrib malam idul adha dan akan diteruskan tiga hari kedepan. Kita bertakbir karena yang maha besar itu hanya Allah. Kita bertahlil karena Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan adalah Allah. Kita bertahmid karena yang berhak dipuji hanya Allah. Dan kita bertasbih karena yang maha suci itu adalah Allah. Inilah empat kalimat pokok sebagai pengakuan yang tulus untuk membasmi segala keangkuhan, kedengkian, kesedihan, keputusasaan dan keraguan yang terkadang kerap kali menodai kesucian jiwa dan kejernihan akal pikiran kita.

Betapa kalimat-kalimat suci ini mengetuk pintu hati kita agar benar-benar sadar, sesungguhnya kita adalah makhluk hina tidak mengerti apa-apa. Kita bisa melihat, bergerak, berjalan, menikmati indahnya dunia karena kebaikan Allah yang diberikan kepada kita. Maka amat sangat disayangkan kalau kalimat-kalimat agung itu tidak meresap dan merasuk kedalam jiwa. Kalimat-kalimat ini sangat berat timbangannnya kelak di akherat, bahkan dikatakan jika ditimbang dengan bumi beserta isinya maka masih lebih berat kalimat-kalimat tersebut. Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai Allah yang Maha Rahman, yaitu Subhaanallahul ‘azhiim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Bukhari)

Untuk memantapkan ke empat kalimat suci tersebut, sehingga menjadi kalimat yang kokoh tidak tergoyahkan walau badai kehidupan sebesar apapun menimpa, maka kita harus selalu menuntun hidup kita dengan ayat-ayat Allah dalam Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk terbaik dalam hidup di dunia. Ibarat kuda jika ingin kuda itu ditaruh disebuah tempat, harus diikat dengan ikatan yang kuat sehingga tidak lari kemana-kemana.

Diantara ayat Al Quran sebagai pengikat yang sangat kuat agar kalimat tersebut benar-benar istiqomah bersemayam di dalam hati adalah tiga ayat yang terdapat dalam surah Al Kautsar yaitu :

إنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Artinya : “Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”. (QS Al Kautsar 1-3).

Dalam ayat tersebut dikatakan sesungguhnya Allah memberikan nikmat yang banyak. Diantara nikmat yang banyak itu, yang paling tinggi adalah nikmat iman dan diantara upaya kita untuk terus memperkokoh keimanan didalam hati adalah dengan banyak membaca empat kalimat tersebut. Karena keempat kalimat itu adalah kalimat suci yang akan mensucikan jiwa manusia, sehingga dari jiwa yang suci itu akan muncul kualitas iman yang kokoh, dari iman yang kokoh akan berbuah taqwa. Inilah nikmat tertinggi yang wajib kita syukuri.

Dan wujud syukur yang paling utama, disamping kita banyak mengucapkan Alhamdulillah, juga disempurnakan dalam amaliyah shalat lima waktu ditambah shalat sunnah lainnya. Shalat itu mengaktifkan seluruh unsur yang ada dalam tubuh kita. Lisan kita membaca kalimat suci, pikiran tertuju untuk memahami, hati menghayati setiap bacaan dan seluruh tubuh digerakkan untuk menyembah Allah ‘azza wajalla. Inilah ibadah yang paling banyak dilakukan oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, sehingga istri beliau yang bernama ‘Aisyah sedikit protes tentang ibadah shalat beliau yang sangat lama dan dalam jumlah rakaat yang banyak. “Wahai baginda, surga sudah dijamin oleh Allah, karena engkau adalah kekasih-Nya. Kalau boleh saya sarankan, janganlah memaksakan diri beribadah shalat, berdoa dan membaca istigfar sebanyak ini.” Maka Rasulullah dengan tawaddhu menjawab; “Afala akuunu ‘abdan syakuura artinya aku melakukan hal ini adalah sebagai tanda syukurku kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepadaku”. Demikian kurang lebih makna bebasnya (Bahar Al Anwar, jilid 10 hal. 40).

Demikian besar nikmat Allah terus menerus tercurah kepada kita, jika dihitung dengan alat komputer secanggih apapun, niscaya kita tidak akan pernah mampu menghitungnya. Maka disamping kita diperintahkan untuk shalat sebagai tanda syukur, juga kita diperintahkan untuk melakukan qurban.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Qurban itu terbagi menjadi tiga yaitu qurban harta, jiwa dan raga. Qurban dalam bentuk harta, kita menyisihkan sebagian rizqi kita untuk membeli seekor kambing, sapi atau unta sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat rizqi yang begitu banyak tercurah kepada kita. Qurban jenis ini dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mampu melaksanakannya. Bahkan Nabi mengancam jika ada orang yang mampu berqurban kemudian tidak dilaksanakannya, maka dia tidak pantas mendekati masjid atau mushalla (HR. Ahmad)

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

 

Selanjutnya qurban dalam bentuk jiwa yaitu qurban yang bersifat non materi. Qurban jenis ini tidak tertentu waktunya kapapun kita bisa berqurban. Qurban jiwa adalah jiwa kita harus rela melakukan apa saja demi kemaslahatan bersama, jiwa itu adalah ketulusan, kesabaran dan keistiqomahan. Qurban tenaga adalah kita kerahkan tenaga kita penuh semangat untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, sehingga keberadaan kita menjadi sangat bermakna ditengah-tengah masyarakat.

Sebagai penutup dari surah Al Kautsar, dijelaskan bahwa orang-orang yang memiliki watak pembenci, pasti akan terputus nilai rahmat dan berkah dari Allah.

Inilah mentalitas seorang hamba Allah yang tangguh, walaupun dibenci, dimusuhi, diancam, dihina, difitnah tetap tegar jiwanya, senantiasa bersabar dan berlapang dada, tetap berada pada jalan yang lurus, karena yaqin sesungguhnya Allah selalu bersama dimanapun berada. Sebaliknya orang-orang yang berhati jahat yang selalu membenci dan memusuhi akan mendapatkan kerugian yang nyata yaitu terputusnya nilai berkah dan rahmat Allah. Sehingga apapun yang mereka usahakan tidak bernilai apa-apa sia-sia dihadapan Allah.

Ini menjadi peringatan keras bagi siapapun yang didalam hatinya ada kebencian, hidupnya tidak akan menemukan kedamaian. Hatinya terhimpit dan tertekan oleh kebusukan hatinya. Semoga kita terhindar dari keadaan hati yang rusak seperti ini. Maka melalui momentum idul adha hari ini, kita bersama-sama mengingat segala nikmat Allah kemudian kita syukuri dengan syukur yang sebenarnya melalui ucapan Alhamdulillah, kemudian disempurnakan dengan memperbanyak shalat dan berqurban dengan penuh ikhlas.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 8 Dzulhijjah 1441 H/29 Juli 2020 M

Pembaca : 5666

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 7 AGUSTUS 2020

TIPS MENJADI PRIBADI YANG ISTIQOMAH

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Kata istiqomah kerapkali kita dengar secara replek dari orang-orang yang ada disekitar kita dan sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari terutama bagi umat Islam yang ingin selalu istiqamah dalam segala hal yang baik, positif dan bermanfaat.

Setelah kita lacak dalam berbagai literatur yang ada ternyata kata istiqomah ini berasal dari bahasa arab yang artinya tegak dan lurus. Dari makna ini dapat kita maknai istiqomah itu adalah sikap tegak dalam pendirian dan lurus dalam tindakan. Lalu pendirian apa yang kita tegakkan dan tindakan lurus apa yang kita lakukan? Tentu pendirian yang bernilai kebenaran dan lurus dalam setiap tindakan baik berupa hati, pikiran, lisan maupun sikap yang dilakukan secara sungguh-sungguh, konsekwen, tidak angin-anginan dan berlaku sepanjang masa hingga ajal menjemput. Untuk lebih memantapkan makna istiqamah ini, perhatikanlah firman Allah dalam surat Hud 112 dan Fushshilat 30 :

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا  إِنَّهُبِمَاتَعْمَلُونَبَصِيرٌ

Artinya : “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Hud 11:112)

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Memang untuk dapat mencapai tingkat istiqomah dan menjadi karakter dalam hidup, sangatah berat, tidak semua orang dapat mencapainya. Ada orang yang awalnya istiqomah namun ditengah perjalanan istiqomahnya hilang. Ada orang awalnya tidak istiqomah kemudian ditengah perjalanan istiqomah lalu mendekati kamatian ternyata hilang istiqomahnya. Ada orang tidak pernah istiqomah tapi menjelang ajal bisa istiqomah. Ada orang mulai aqil balig sampai akhir hidup tetap istiqomah.

Diantara ke empat tingkat istiqomah tersebut ada dua yang lulus yaitu nomor tiga dan empat. Dan tingkat istiqomah yang paling tinggi adalah nomor empat, ini adalah tingkat istiqomah para nabi dan para wali. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti keistiqomahan mereka walaupun sangat berat.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, rahimakumullah.

Pada khutbah jumat edisi kali ini, khatib akan menyampaikan 5 tips yang bisa kita ikhtiarkan untuk menjadi pribadi yang selalu istiqomah hingga akhir kematian nanti yaitu;

Pertama niat. Niat itu keinginan yang sangat kuat dari dalam hati untuk selalu istiqomah dalam menjalankan syari’at Islam.

Segala apapun di dunia ini berawal mula dari niat, kalau niat kita salah maka salah pula akibatnya dan berakhir pada kerugian yang nyata. Tetapi sebaliknya jika niat kita benar, maka akan berdampak positif bagi kebaikan hidup kita dari dunia sampai akhirat nanti. Sama halnya dengan sikap istiqamah ini, bila benar-benar berniat untuk selalu istiqamah, maka keistiqamahan itu akan terwujud secara nyata dan berdampak positif bagi keteguhan dalam memegang prinsip dan nilai-nilai ajaran Islam yang berlandaskan Al Quran dan Hadits Nabi.

Kedua riyadhah. Riyadhah adalah berlatih secara terus menerus sampai istiqomah ini menjadi karakter yang melekat dalam diri pribadi kita.Tidak mungkin pribadi istiqomah ini akan menjadi karakter yang permanen, tanpa melalui latihan yang panjang dan melelahkan.

Contoh untuk dapat beribadah shalat tepat waktu dan berjamaah butuh latihan yang tidak ringan. Demikian juga puasa, membaca Al Quran, sedekah dan lain-lain, semua ajaran Islam itu dapat terlaksana secara baik dan maksimal melalui proses latihan secara terus menerus, karena akan banyak mendapatkan tantangan, ujian dan godaan baik dari setan maupun hawa nafsu.

Ketiga perdalam ilmu kita tentang keutamaan istiqomah. Ini penting diperhatikan, makin paham tentang keutamaan istiqomah, maka makin termotivasi untuk mencapainya. Bila kita melihat keutamaan istiqomah itu, tidak kurang dari 15 keutamaan yang akan kita dapatkan diantaranya dapat menenangkan batin, amalan yang dicintai Allah, merupakan ciri dasar orang mukmin, mendapat jalan yang lurus, dilapangkan rizki, wujud bersyukur atas nikmat Allah dan lain-lain.

Saking tingginya kutamaan istiqomah ini sampai-sampai ada pepatah arab yang sangat terkenal dan ini sering disampaikan oleh para ulama dan guru-guru kita :

اَلْإِسْـتِقَـامَةِ خَيْرٌ مِـنْ اَلْفِ كَــرَامَةٍ # ثُبُــوْتُ الْكـَـرَامَةِ بـِدَوَامِ

Artinya : “Istiqamah lebih utama dari seribu karomah, dan tumbuhnya karomah dengan menjaga Istiqamah”.

Keempat banyak bergaul dengan orang shalih, sehingga terbimbing keistiqomahan kita. Biasanya manusia itu sangat mudah terpengaruh oleh pergaulan dan ini sering kita jumpai di tengah-tengah masyarakat. Apabila kita bergaul dengan orang-orang shalih yang senantiasa istiqomah dalam kebaikan, maka nilai keistiqomahan akan menular kepada kita. Tetapi sebaliknya bila kita bergaul dengan orang-orang yang salah dan malas-malasan dalam beribadah dan berbuat kebaikan, maka cepat atau lambat kitapun akan terpengaruh oleh perilaku mereka yang negative itu. Na’udzubillahi mindzalik.

Kelima banyak berdoa kepada Allah agar selalu istiqomah sampai akhir hayat. Ini adalah cara yang paling menentukan untuk dapat menggapai pribadi yang istiqomah dalam melaksanakan nilai-nilai kebaikan dari ajaran Islam. Karena ternyata istiqomah ini sangat berat untuk dilakukan, sampai-sampai dalam satu riwayat Nabi sendiri mengalami uban pada rambutnya, saking beratnya yang namanya istiqomah terutama istiqomah dalam beriman kepada Allah dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Ada satu doa yang pernah diajarkan oleh seorang tokoh pahlawan nasional dan ulama besar yaitu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri organisasi Nahdlatul Wathan di Lombok NTB. Diantara isi doa ini adalah memohon kepada Allah agar menjadi hamba yang senantiasa istiqomah hingga akhir kematin nanti :

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ اْلاِسْتِقَامَةَ وَاْلاِخْلاَصَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَسَلاَمَة َالدَّارَيْنِ وَاحْفَظْنَا مِنَ اْلاٰفَاتِ الدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ.

“Ya Allah kami memohon kepada-Mu agar selalu istiqomah, ikhlas, husnul khotimah, selamat dan terpelihara dari siksa dunia dan siksa akhirat”

Semoga khutbah singkat yang khotib sampaikan ini dapat menjadi bekal terbaik untuk dapat meraih pribadi yang istiqomah dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 16 Dzulhijjah 1441 H/6 Agustus 2020 M

Pembaca :2676

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH JUMAT EDISI, 14 AGUSTUS 2020

MAKNA KEMERDEKAAN RI KE 75

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari qiyamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Menghawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Setiap kita pasti ingin hidup bebas, bebas dari belenggu penjajahan baik penjajahan dalam bentuk fisik maupun penjajahan dalam bentuk non fisik.


Penjajahan dalam bentuk fisik sudah ditunjukkan kebiadabannya oleh para penjajah Belanda dan Jepang. Bayangkan kita dijajah tiga abad lebih lamanya, sungguh ini waktu yang sangat lama. Kekayaan alam kita dikuras tiada batas, rakyat kita ditindas tanpa perikemanusiaan. Sungguh betapa sengsara dan menderitanya rakyat Indonesia pada waktu itu.


Dengan kebangkitan para ulama, santri, pemuda dan rakyat secara serentak melakukan perlawanan habis-habisan, tidak peduli mau hidup mau mati tidak masalah karena rakyat sudah bosan dijajah terus menerus. Mereka menggunakan persenjataan manual seadanya seperti bambu runcing, keris, pedang, tombak dan lain-lain. Dengan gemuruh takbir memenuhi bumi Indonesia, maju melawan para penjajah hingga akhirnya kita menang. Tidak terhitung berapa nyawa berguguran menjadi syuhada. Semua itu mereka lakukan karena didorong rasa cinta kepada tanah air dan rela mengorbankan nyawa demi terbebas dari belenggu penjajah.


Alhamdulillah sekarang kita telah menikmati udara kemerdekaan, dan in sya Allah tepat hari Senin, 17 Agustus 2020 adalah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75. Sungguh ini adalah nikmat yang sangat besar yang wajib kita syukuri. Ini adalah hasil para pejunag yang telah gigih mengorbankan segala-galanya demi terbebasnya dari cengkraman kaki tangan para penjajah yang sangat biadab. Kita doakan semoga arwah para pejuang yang telah gugur menjadi syuhada, ditempatkan pada tempat yang terbaik disisi Allah yaitu surga yang indah dan kekal abadi.

 

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Lalu apakah dengan terbebasnya kita dari penjajah Belanda dan Jepang hidup kita akan terus merdeka? Tidak, karena ada satu jenis penjajahan yang akan selalu ada menghantui diri kita dimanapun, baik siang maupun malam yaitu penjajahan yang bersifat non fisik.

Penjajahan yang bersifat non fisik terkait dengan sifat kepribadian kita. Dalam diri manusia ada hawa nafsu yang sangat keras jajahannya tidak kalah bahanya dengan penjajahan yang bersifat fisik.Saking beratnya penjajahan hawa nafsu ini, sampai Rasulullah SAW menyatakan dalam sabdanya,

 

رَجَعْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ

Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran akbar (yang lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.”(HR. Baihaqi)

Ucapan tersebut beliau sampaikan setelah menang melawan kafir Quraisy dalam perang Badar yang sangat dahsyat.

Hawa nafsu itu tidak pernah mau tunduk walaupun itu perintah Allah dan Radu-Nya. Tidak ada cara lain kecuali kita berjuang melawannya. Apapun kemauannya jangan diikuti, hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 28 :

 

﴿وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا٢٨

 

Artinya : “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (Al Kahfi 18:28)


Demikianlah Allah menuntun kita dalam Al Quran. Bahkan saking bahayannya hawa nafsu ini kalau diikuti bisa menghancurkan bumi dan langit beserta isinya (Al Mukminun 71). Lihatlah kerusakan di darat dan di laut karena ulah hawa nafsu manusia yang tidak terkendali (Ar Rum 41).

 

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 

Artinya :Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar Rum 30:41)


Perjuangan melawan penjajahan hawa nafsu ini adalah perjuangan yang tidak ada habisnya, karena setiap hari selalu mengajak kita untuk berbuat hal-hal yang menyimpang. Kalau kita selalu menang melawan hawa nafsu, maka nafsu itu akan menjadi tunduk dan patuh kepada aturan syariat agama Islam. Ketika hawa nafsu itu tunduk, maka berubahlah statusnya dari nafsu ammarah (nafsu jahat yang ditunggangi setan) menjadi nafsu muthmainnah (nafsu yang membuat hati damai dan tenang) karena mendapat bimbingan dari Allah.


Demikian khutbah singkat yang bisa khatib sampaikan, semoga hawa nafsu kita terus dapat dikendalikan untuk taat dan patuh kepada aturan syariat Islam yang diamanahkan kepada kita, sehingga kita benar-benar merdeka melawan kejahatan hawa nafsu. Aamiin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bekasi, 23 Dzulhijjah 1441 H/13 Agustus 2020

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.أَمَّا بَعْدُ:

 

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعاَلَى, إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ, وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىٰىيَوْمِ الدِّيْنِ, وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

 

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Asqalani, Ahmad bin Ali bin Hajar. (2000). Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari. Kairo: Dar al-Hadits.

Al-Baqi, Muhammad Fuad Abdul. (1945). Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur'an al-Karim. Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriyyah.

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. (2002). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Thauq an-Najah.

Al-Ghazali, Abu Hamid. (2011). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Ma'rifah.

Al-Jazeera. (2020). Health Benefits of Fasting: Preventing Heart Disease and Obesity. Qatar: Al-Jazeera Media Network.

Al-Munajjid, Muhammad Shalih. (2002). Arba'una Nashihan li Ishlahi al-Buyut. Riyadh: Dar al-Wathan.

Al-Nawawi, Yahya bin Syaraf. (1930). Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj. Kairo: Al-Mathba'ah al-Mishriyyah.

Al-Qur'anul Karim. (2015). Al-Qur'an dan Terjemahannya (Edisi Disempurnakan). Madinah: Kompleks Percetakan Mushaf Raja Fahd.

An-Nasa'i, Ahmad bin Syu'aib. (2001). Sunan an-Nasa'i. Riyadh: Darussalam.

Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. (2000). Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.

Ash-Shawi, Muhammad Mutawalli. (1991). Tafsir Asy-Syarawi. Kairo: Matabi’ Akhbar al-Yaum.

As-Suyuti, Jalaluddin. (2003). Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an. Beirut: Dar al-Fikr.

At-Tirmidzi, Muhammad bin Isa. (1998). Sunan at-Tirmidzi. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.

Az-Zuhaili, Wahbah. (1991). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Crum, A. J., & Zayas, V. (2017). Mindset and Health Research. California: Stanford University Press.

Departemen Agama RI. (2010). Himpunan Khutbah Jumat: Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia. (2020). Data Sebaran Kasus Nasional. Jakarta: BNPB.

Haikal, Muhammad Husain. (1935). Hayat Muhammad. Kairo: Maktabah an-Nahdhah al-Mishriyyah.

Hamka, Abdul Malik Karim Amrullah. (1981). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: PT Panjimas.

Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. (1999). Tafsir al-Qur'an al-Adzim. Riyadh: Dar Thayyibah.

Ibnu Majah, Abu Abdullah Muhammad. (2009). Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar ar-Risalah al-Alamiyyah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. (2015). Tathbiq at-Thibb an-Nabawi. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Madjid, Nurcholish. (2008). Islam, Doktrin, dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.

Majelis Ulama Indonesia. (2020). Fatwa Terkait Pelaksanaan Ibadah di Masa Pandemi COVID-19. Jakarta: Sekretariat MUI.

Muslim bin al-Hajjaj. (2006). Shahih Muslim. Riyadh: Darussalam.

 Quthb, Sayyid. (1952). Fi Zilal al-Qur'an. Kairo: Dar asy-Syuruq.

Rais, M. Amien. (1998). Tauhid Sosial: Doktrin Perjuangan Muhammadiyah. Jakarta: Banteng Online.

Salem, Mokhtar. (1987). Prayers: A Sport for the Body and Soul. Kairo: Al-Ghad al-Arabi.

Shihab, M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.

Syalabi, Ahmad. (2003). Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: PT Al-Husna Zikra.

Von Ehrenfels, Leopold Werner. (1953). The Anthropology of Ablution. New York: McGraw-Hill.

World Health Organization (WHO). (2020). Zoonotic Diseases: Origin of Pathogens from Wildlife Animals. Jenewa: WHO Press.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama lengkap penulis, yaitu Marolah, S.Ag, MM  (Abu Akrom)  lahir di  Lombok, pada tanggal 3 April 1974 dari pasangan Bapak Mainah (Alm) dan Ibu Ridoan. Penulis berkebangsaan Indonesia dan beragama Islam, telah memiliki seorang istri yaitu Fakhrunnisa dan telah dikarunia tiga orang anak, yaitu Muhammad Akromul  Fithrah,  Abdul

Quddus Al Majidi dan Maulidia Fakhma Hayati. Kini penulis beralamat di Jalan Raya Gabus Perumahan Vila Gading Harapan 2, Blok A5 No. 17 Sriamur, Tambun Utara Bekasi, Jawa Barat. 

            Adapun riwayat pendidikan penulis, yaitu pada tahun 1987 lulus dari SDN 03 Sikur. Melanjutkan di MTs NW Sikur lulus pada tahun 1989. Melanjutkan ke MA NW Pancor lulus tahun 1992. Melanjutkan kuliah S1 jurusan Pendidikan Agama Islam di Instititut Agama Islam Al Aqidah lulus tahun 1999. Melanjutkan kuliah S2 Jurusan Manajemen Pendidikan di kampus IMNI lulus tahun 2010.

          Dalam kesehariannya penulis bertugas sebagai  Direktur Rumah Al Quran Laboratorium dan Pengasuh Pondok Pesantren  Nahdlatul Wathan Jakarta. Disamping tugas tersebut penulis juga  bertugas sebagai guru BK (Bimbingan Konseling) di SMP Laboratorium Jakarta dan guru Bahasa Arab di SMP NW Jakarta.

          Penulis aktif menulis di berbagai media sosial dan telah menghasilkan beberapa karya diataranya; Belajar Tilawah Al Quran,  Pedoman Ibadah, TGB Calon Pemimpin RI 2019, Kumpulan Syair 100 Karakter NW Sejati yang sangat menginspirasi, Mengenal Sosok Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudik, MM, Ph.D Dalam Untaian Syair Yang Penuh Hikmah, 50 Karakter Insan Mulia, Makna Acprilesma Dalam Gubahan Syair, Kumpulan Syair Yang Mencerahkan dan Mencerdaskan dan PPOT 1 Syair Indah dan Inspiratif 18 Sikap Terpuji, Metode Al Akrom 5 Jam Bisa Membaca Al Quran dan 35 Khutbah Jumat Populer di SinarLIMA.

          Penulis juga aktif mengisi kajian-kajian diantaranya kajian tahsin Al Quran di Masjid Darul Arqom Jakarta, Mengajar Seni Baca Al Quran di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, mengisi kuliah Shubuh setiap hari Sabtu dan Ahad di Masjid At Tawwabin Perumahan VGH 2 Tambun Utara Bekasi..

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"

Khutbah Jumat: Waktu adalah Amanah, Jangan Disia-siakan