Telah Berpulang ke Rahmatullah, H. Rahman Wilaatmaja: Sosok Teladan dan Pembina Yayasan Cita Cahaya Kautsar

 


Telah Berpulang ke Rahmatullah, H. Rahman Wilaatmaja: Sosok Teladan dan Pembina Yayasan Cita Cahaya Kautsar

JAKARTA, SinarLIMA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta dan warga Kampung Pisangan, Cakung. Salah satu tokoh masyarakat yang dikenal santun dan berdedikasi tinggi, Bapak H. Rahman Wilaatmaja, telah berpulang ke Rahmatullah pada Jumat, 27 Maret 2026, dalam usia 68 tahun.

Almarhum merupakan Pembina Yayasan Cita Cahaya Kautsar dan tinggal di lingkungan RT 001 RW 003, Kampung Pisangan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Kepergian beliau meninggalkan kesan mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jamaah dan para tokoh agama di wilayah tersebut.

Khidmah di Nahdlatul Wathan Jakarta

Dalam riwayat perjalanannya, H. Rahman Wilaatmaja dikenal sebagai jamaah aktif Majelis Ta’lim Nahdlatul Wathan sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Kedekatan beliau dengan institusi pendidikan ini sangat erat, terutama hubungannya dengan pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, Drs. KH. Muhammad Suhaidi.

Kecintaan almarhum terhadap nilai-nilai NW dibuktikan dengan komitmennya menyekolahkan seluruh putra-putrinya di lingkungan pendidikan Nahdlatul Wathan Jakarta, mulai dari jenjang TPA hingga TK. Bahkan, salah satu putri beliau yang bernama Endah, hingga saat ini masih melanjutkan pengabdian sang ayah dengan menjadi guru di TK Nahdlatul Wathan Jakarta.

Sosok Pemimpin dan Orang Tua yang Visioner

Semasa hidupnya, almarhum pernah mengemban amanah sebagai Ketua RT 001 RW 003. Di mata warga, beliau adalah sosok pemimpin yang ramah, peduli, dan selalu mengedepankan musyawarah serta hal-hal positif.

Bagi anak-anaknya, H. Rahman adalah inspirasi utama. Beliau sangat memperhatikan pendidikan formal dan agama, hingga berhasil mengantarkan seluruh putra-putrinya menyandang gelar sarjana. Kedisiplinannya dalam beribadah dan sikap santunnya menjadi warisan berharga (legacy) yang kini diteruskan kepada anak dan cucunya.

Doa untuk Almarhum

Kepergian beliau di hari Jumat yang mulia menjadi doa tersendiri bagi para pelayat. Keluarga besar SinarLIMA dan seluruh jamaah mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menjadikan alam kuburnya sebagai taman di antara taman surga.

Semoga kelak almarhum mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.

Lahu Al-Fatihah...

(Redaksi)


Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"