Khutbah Jum'at Edisi 27 Maret 2026 “Silaturahmi sebagai Penyempurna Ibadah Ramadan dan Kunci Keberkahan Hidup”
- Get link
- X
- Other Apps
KHUTBAH PERTAMA
Khutbah Jum'at Edisi 27 Maret 2026 “Silaturahmi sebagai Penyempurna Ibadah Ramadan dan Kunci Keberkahan Hidup”
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul di hari Jumat yang penuh keberkahan ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, hidup kita akan dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan yang hakiki.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Ali ‘Imran: 102)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Baru saja kita meninggalkan bulan Ramadan. Bulan yang penuh ampunan, penuh rahmat, dan penuh keberkahan. Kita telah berjuang menahan lapar dan dahaga, menahan amarah, serta memperbanyak ibadah siang dan malam.
Dan hari ini kita patut bersyukur, karena tidak semua orang diberi kemampuan untuk menyelesaikan ibadah tersebut. Betapa banyak orang yang sehat jasmaninya, kuat fisiknya, bahkan berkecukupan makan dan minumnya, namun tidak mampu berpuasa. Mengapa demikian? Karena kekuatan ibadah bukan terletak pada fisik, melainkan pada iman dan keikhlasan yang Allah tanamkan di dalam hati.
Oleh karena itu, keberhasilan kita dalam Ramadan adalah karunia besar yang harus kita jaga dan kita sempurnakan.
Jamaah sekalian,
Kita merayakan Idul Fitri sebagai tanda kemenangan. Kita kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian. Namun perlu kita sadari, kesucian itu belumlah sempurna jika hubungan kita dengan sesama manusia masih ternodai oleh kesalahan, pertengkaran, atau bahkan permusuhan.
Karena itulah, Islam mengajarkan bahwa setelah kita memperbaiki hubungan dengan Allah, kita juga harus memperbaiki hubungan dengan manusia. Dan salah satu jalan terindah yang diajarkan Islam adalah silaturahmi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (nama-Nya) kalian saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.”
(QS. An-Nisa: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa menjaga silaturahmi adalah bagian dari ketakwaan kepada Allah.
Jamaah yang berbahagia,
Silaturahmi bukan sekadar tradisi yang kita lakukan setiap tahun. Ia adalah ibadah yang memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan kita.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari No. 5986 dan Muslim No. 2557)
Perhatikanlah, jamaah sekalian…
Silaturahmi bukan hanya mendatangkan pahala di akhirat, tetapi juga menghadirkan keberkahan di dunia:
rezeki menjadi lapang
hidup menjadi lebih tenang
umur menjadi lebih berkah
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Menariknya, apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ini juga dibuktikan oleh penelitian modern. Studi panjang dari Harvard University menunjukkan bahwa orang-orang yang menjaga hubungan sosial dengan baik memiliki kehidupan yang:
lebih bahagia
lebih sehat secara fisik dan mental
lebih semangat dalam menjalani hidup
serta cenderung berumur lebih panjang
Penelitian ini dipimpin oleh Robert Waldinger, yang menyimpulkan bahwa hubungan yang hangat dengan sesama manusia adalah kunci utama kebahagiaan dan kesehatan.
Subhanallah…
Islam telah mengajarkan ini jauh sebelum dunia modern mengetahuinya.
Jamaah yang berbahagia,
Di zaman sekarang, kita memang dimudahkan dengan teknologi. Kita bisa berkomunikasi melalui telepon genggam, pesan singkat, dan media sosial. Namun semua itu tidak mampu menggantikan kehangatan silaturahmi secara langsung.
Silaturahmi sejati adalah ketika kita:
datang berkunjung
bertatap muka
berjabat tangan
dan saling memaafkan dengan tulus
Momentum bulan Syawal ini adalah kesempatan emas. Jangan sampai kita menyia-nyiakannya. Jangan sampai kita telah bersih dari dosa kepada Allah, tetapi masih menyimpan jarak dengan sesama manusia.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Agar silaturahmi kita benar-benar menjadi penyempurna ibadah Ramadan dan bernilai ibadah di sisi Allah, maka perlu kita perhatikan adab-adabnya:
Niatkan dengan ikhlas karena Allah, bukan karena kepentingan dunia
Mengucapkan salam ketika datang
Menjaga sikap, tutur kata, dan menghormati tuan rumah
Fokus dalam berinteraksi, tidak sibuk dengan HP
Tidak berlama-lama agar tidak merepotkan
Saling memaafkan dengan tulus dan mendoakan kebaikan
Jika semua ini kita lakukan, maka silaturahmi kita bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi amal yang mendatangkan rahmat, keberkahan, dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jamaah yang berbahagia,
Marilah kita jadikan bulan Syawal ini sebagai momentum untuk menyambung kembali hubungan yang sempat terputus, melembutkan hati yang sempat keras, dan mempererat ukhuwah yang sempat renggang.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang mampu menyempurnakan ibadah Ramadan dengan silaturahmi, dan mendapatkan keberkahan dalam hidup kita.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.
Bekasi, 6 Syawal 1447 H/26 Maret 2026 M
Penulis : Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
- Get link
- X
- Other Apps
.png)
Comments
Post a Comment