Doa Mengalir Menjelang Magrib: Hizib Nahdlatul Wathan dan Tahlil 7 Hari untuk Ibunda Kapolda NTB Menggetarkan Hati di Sekretariat PW NWDI DKI Jakarta
- Get link
- X
- Other Apps
Doa Mengalir Menjelang Magrib: Hizib Nahdlatul Wathan dan Tahlil 7 Hari untuk Ibunda Kapolda NTB Menggetarkan Hati di Sekretariat PW NWDI DKI Jakarta
Jakarta, Kamis (5/3/2026) — Menjelang detik-detik berbuka puasa yang penuh keberkahan, suasana haru dan khusyuk menyelimuti Sekretariat PW NWDI DKI Jakarta di Pisangan, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis sore (5 Maret 2026). Tepat pukul 16.30 WIB, para santri, asatidz, dan jamaah berkumpul dalam satu majelis doa untuk melaksanakan Hizib Nahdlatul Wathan, zikir, dan tahlil, yang diniatkan khusus untuk almarhumah Hj. Sainah binti Sadirun, ibunda tercinta dari Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, S.H., S.I.K.
Majelis doa yang penuh makna ini dipimpin langsung oleh Ketua PW NWDI DKI Jakarta, Dr. H. Muslihan Habib, M.A.. Lantunan hizib, zikir, dan kalimat tahlil menggema dengan penuh penghayatan, menghadirkan suasana spiritual yang sangat menyentuh hati. Setiap kalimat yang dilafalkan seolah menjadi doa yang terbang menuju langit, memohon rahmat Allah SWT bagi almarhumah.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai peringatan tujuh hari wafatnya almarhumah, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Nahdlatul Wathan. Majelis ini juga menjadi wujud empati dan penghormatan kepada keluarga Irjen Pol Hadi Gunawan, yang selama ini dikenal sebagai penasehat NWDI DKI Jakarta.
Selama ini, Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan dikenal memiliki perhatian yang besar terhadap perkembangan dan kemajuan NWDI DKI Jakarta. Beliau kerap memberikan masukan, dukungan, serta perhatian moral bagi perjalanan organisasi ini. Bahkan dalam berbagai kesempatan, beliau juga turut membantu dan mendukung perjuangan NWDI DKI Jakarta agar terus berkembang dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.
Di tengah suasana Ramadan yang suci, majelis ini menjadi momen refleksi mendalam bagi para hadirin. Tidak sedikit yang menundukkan kepala, meneteskan air mata, dan meresapi makna kehidupan yang sesungguhnya. Sebab kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Ia hanya menunggu waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai takdir yang pasti.
Sebagaimana kabar duka yang telah disampaikan keluarga:
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 04.02 WITA di RS Bhayangkara Mataram, Nusa Tenggara Barat, ibunda tercinta:
Hj. Sainah binti Sadirun.
Dalam majelis yang khusyuk tersebut, para jamaah dengan penuh harap memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala kesalahan dan kekhilafannya, melapangkan alam kuburnya, serta menjadikannya sebagai salah satu penghuni surga-Nya.
Doa juga dipanjatkan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.
Di penghujung majelis, doa dipanjatkan dengan penuh harap dan ketundukan:
Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah segala kesalahannya.
Majelis doa ini menjadi pengingat yang begitu dalam bahwa hidup hanyalah perjalanan singkat menuju kehidupan yang abadi, dan setiap jiwa pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.
Semoga almarhumah husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. ๐คฒ (Amr/Red)
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment