Buka Puasa Santri Dan Pengurus Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus, Bekasi



Buka Puasa Santri Dan Pengurus Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus, Bekasi

Rabu, 25 Februari 2026

Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan mewarnai kegiatan buka puasa bersama para santri Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta yang bertugas sebagai imam salat tarawih di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus Bekasi, yang berlokasi di Kampung Gabus Ujung RT 004 RW 005, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Acara ini dihadiri oleh para santri yang bertugas di berbagai masjid, santri mukim, para pengurus pondok pesantren, serta pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dan Bekasi, yaitu Drs. KH. Muhammad Suhaidi, S.Q. Turut hadir pula perwakilan dari grup media SinarLIMA yang ikut memantau langsung jalannya kegiatan serta merasakan suasana kebersamaan yang begitu hangat dan penuh makna.

Sebelum waktu berbuka tiba, kegiatan diawali dengan lantunan zikir, tahlil, sholawat, dan doa bersama. Momentum menjelang magrib dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para santri dan jamaah, mengingat waktu tersebut merupakan saat yang mustajab untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lantunan dzikir dan doa yang khusyuk semakin menguatkan keimanan dan memperdalam spiritualitas seluruh yang hadir, sehingga puasa yang dijalani terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan.

Kebahagiaan dalam kebersamaan ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ، فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sebekum berbuka dengan hidangan sederhana seperti kurma dan minuman segar, acara dilanjutkan dengan doa pusaka yang dibaca dengan penuh kekhusyukan, tertib, dan penuh penghayatan. Doa tersebut berisi permohonan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, melindungi dari berbagai keburukan, memperbaiki kehidupan dalam segala aspek, melunasi hutang-hutang, serta menjadikan dakwah Nahdlatul Wathan semakin tersebar luas ke seluruh penjuru alam. Kemudian doa pusaka tersebut disempurnakan dengan sholawat nahdlatain yang dibaca berulang kali menunggu detik-detik tibanya waktu adzan magrib sebagai pertanda berbuka puasa.

Meski hidangan yang disajikan sederhana, suasana kebersamaan, kekeluargaan, dan persatuan terasa begitu kuat menyelimuti seluruh yang yang hadir. Kegiatan buka bersama ini menjadi momen berharga yang tidak hanya mengenyangkan jasmani, tetapi juga menguatkan ruhani dan mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para santri dan pengurus pondok pesantren.

Kegiatan ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan meningkatkan kualitas spiritual selama bulan suci Ramadan.

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"