Aksi Bergizi di Sekolah Laboratorium Jakarta, Tanamkan Pola Hidup Sehat dan Cegah Anemia Sejak Remaja

Jakarta — Dalam upaya menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini, peserta didik SMP dan SMK Laboratorium Jakarta mengikuti kegiatan Aksi Bergizi yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, di lingkungan Sekolah Laboratorium Jakarta. Kegiatan ini diawali dengan senam sehat bersama, dilanjutkan dengan edukasi gizi seimbang serta pencegahan anemia yang disampaikan oleh tim dari Puskesmas wilayah Duren Sawit dan Pondok Kopi.

Edukasi utama disampaikan oleh Novita Sari, S.Gz, tenaga gizi dari Puskesmas Duren Sawit, yang menekankan pentingnya penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi remaja. Menurutnya, remaja merupakan kelompok usia yang sangat membutuhkan asupan gizi optimal untuk mendukung pertumbuhan, konsentrasi belajar, serta kesehatan jangka panjang.

“Gizi seimbang bukan lagi konsep 4 sehat 5 sempurna, tetapi pemenuhan kebutuhan makan dalam satu kali makan yang harus mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah. Lima komponen ini perlu dibiasakan agar anak-anak tumbuh lebih sehat,” jelas Novita Sari.

Selain edukasi gizi, kegiatan ini juga menghadirkan dr. Novita Kartika dari Puskesmas Pondok Kopi, yang memberikan penekanan khusus pada pencegahan anemia, terutama bagi remaja putri dan wanita usia subur. Ia mengingatkan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.

Dalam pemaparannya disampaikan beberapa anjuran penting terkait konsumsi TTD, antara lain:

Minum 1 tablet tambah darah seminggu sekali, pada hari yang sama

Diminum setelah makan

Diminum dengan air putih

Tidak diminum bersamaan dengan teh, kopi, atau susu

Setelah minum TTD, dianjurkan mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi

Selain itu, para peserta didik juga mendapatkan pemahaman mengenai 10 Pesan Gizi Seimbang, yaitu:

Mensyukuri dan menikmati aneka ragam jenis makanan

Banyak makan sayur dan cukup buah-buahan

Mengonsumsi lauk pauk berprotein tinggi

Mengonsumsi aneka ragam makanan pokok

Membatasi makanan manis, asin, dan berlemak

Membiasakan sarapan pagi sebelum beraktivitas

Minum air putih yang cukup dan aman

Membiasakan membaca label pada kemasan makanan

Membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

Berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan normal

Dalam sesi wawancara, Novita Sari menjelaskan bahwa kegiatan Aksi Bergizi ini bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari program rutin yang telah dan akan terus dilakukan.

“Aksi gizi ini rutin dilakukan oleh peserta didik SMP dan SMA se-wilayah Duren Sawit sebagai upaya pencegahan anemia. Rangkaian kegiatannya dimulai dari senam bersama, edukasi dari tim Puskesmas, makan bersama dengan bekal sehat bergizi seimbang, hingga minum tablet tambah darah secara bersama-sama untuk remaja putri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa idealnya kegiatan ini dilakukan minimal seminggu sekali di sekolah, meskipun tanpa pendampingan langsung dari Puskesmas. Pihak sekolah diharapkan dapat melakukan monitoring agar kegiatan ini menjadi kebiasaan (habit) yang berkelanjutan.

“Anemia sangat rentan dialami remaja putri, karena pola jajan sembarangan, pola tidur yang tidak teratur, serta gaya hidup yang kurang sehat. Harapannya, kegiatan ini menjadi kebiasaan positif agar remaja putri tidak mengalami anemia,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pencegahan agar anak tetap sehat dapat dilakukan melalui empat hal utama, yakni pola makan gizi seimbang, tidur yang cukup, menghindari makanan tinggi gula, garam, dan minyak, serta melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Melalui kegiatan Aksi Bergizi ini, Sekolah Laboratorium Jakarta bersama Puskesmas setempat berharap dapat membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan, memiliki kebiasaan hidup sehat, serta terhindar dari risiko anemia, sehingga mampu tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun mental.

Kalau Bapak mau, saya bisa:

Menyesuaikan gaya bahasanya lebih formal media online atau lebih ringan untuk website sekolah

Menambahkan judul alternatif atau lead berita versi singkat

Menyisipkan kutipan langsung (quote) agar terasa lebih jurnalistik

Tinggal bilang saja ๐Ÿ‘

Anda bilang:

Tambahkan bahwa kegiatan ini didukung dan disupport oleh ibu Farida Farhah, Kasatlak pendidikan duren Sawit yang memberikan penguatan agar perhatian terhadap gizi seimbang ini benar-benar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu juga beliau membawa salah seorang alumni SMK laboratorium Jakarta yaitu Timur Muhammad santosa yang saat ini kuliah di Kampus : London School of Public Relations Jurusan : Digital Media & Futuristic Global Design (D4) Semester : 1 dengan penuh semangat dan gembira memberikan motivasi dan semangat kepada adik-adiknya agar terus belajar dan bersifat kegiatan ini supaya semuanya sehat dan kuat dalam beraktivitas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 07.00 hingga seleaai

ChatGPT bilang:

Siap, Pak ๐Ÿ‘

Berikut berita yang sudah diperbarui, ditambahkan dukungan dari Ibu Farida Farhah serta motivasi dari alumni Timur Muhammad Santosa, dan dirapikan hingga penutup termasuk waktu pelaksanaan kegiatan.

Aksi Bergizi di Sekolah Laboratorium Jakarta, Tanamkan Pola Hidup Sehat dan Cegah Anemia Sejak Remaja

Jakarta — Dalam upaya menanamkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini, peserta didik SMP dan SMK Laboratorium Jakarta mengikuti kegiatan Aksi Bergizi yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, di lingkungan Sekolah Laboratorium Jakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini diisi dengan senam sehat bersama, edukasi gizi seimbang, serta kampanye pencegahan anemia bagi remaja.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ibu Farida Farhah, selaku Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, yang turut hadir memberikan penguatan kepada seluruh peserta didik. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa perhatian terhadap gizi seimbang tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemahaman tentang gizi seimbang harus menjadi kebiasaan hidup, bukan hanya dipraktikkan di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar. Anak-anak kita harus tumbuh sehat, kuat, dan siap beraktivitas,” tegas Ibu Farida Farhah.

Menambah semangat kegiatan, Ibu Farida Farhah juga menghadirkan salah seorang alumni SMK Laboratorium Jakarta, yaitu Timur Muhammad Santosa, yang saat ini menempuh pendidikan di London School of Public Relations (LSPR), Program Studi Digital Media & Futuristic Global Design (D4), Semester 1. Kehadiran alumni ini menjadi inspirasi tersendiri bagi para peserta didik.

Dengan penuh semangat dan kegembiraan, Timur Muhammad Santosa memberikan motivasi kepada adik-adiknya agar terus giat belajar, menjaga kesehatan, serta menjadikan kegiatan Aksi Bergizi sebagai kebiasaan positif.

“Kalau tubuh kita sehat, kita bisa belajar lebih fokus, berkarya lebih maksimal, dan meraih masa depan yang lebih baik. Jadi jangan anggap sepele kegiatan seperti ini,” pesannya kepada para peserta didik.

Edukasi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Novita Sari, S.Gz, tenaga gizi dari Puskesmas Duren Sawit, yang menjelaskan pentingnya penerapan gizi seimbang bagi remaja. Ia menekankan bahwa gizi seimbang bukan lagi konsep 4 sehat 5 sempurna, melainkan pemenuhan kebutuhan makan dalam satu kali makan yang mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah.

Selain itu, dr. Novita Kartika dari Puskesmas Pondok Kopi memberikan penekanan khusus pada pencegahan anemia, terutama bagi remaja putri dan wanita usia subur. Ia mengingatkan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin dengan ketentuan:

Minum 1 tablet tambah darah seminggu sekali pada hari yang sama

Diminum setelah makan

Diminum dengan air putih

Tidak diminum bersamaan dengan teh, kopi, atau susu

Setelah minum TTD dianjurkan mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C

Para peserta didik juga dibekali 10 Pesan Gizi Seimbang, mulai dari membiasakan konsumsi aneka ragam makanan, memperbanyak sayur dan buah, membatasi makanan manis, asin, dan berlemak, hingga membiasakan olahraga teratur dan menjaga berat badan normal.

Dalam sesi wawancara, Novita Sari menjelaskan bahwa Aksi Bergizi ini merupakan program yang telah dan akan terus dilakukan secara rutin oleh peserta didik SMP dan SMA se-Wilayah Duren Sawit sebagai upaya nyata pencegahan anemia.

“Rangkaian kegiatannya dimulai dari senam bersama, edukasi gizi, makan bersama dengan bekal sehat gizi seimbang, hingga minum tablet tambah darah secara bersama-sama. Harapannya kegiatan ini menjadi kebiasaan yang terus dilakukan di sekolah, meskipun tanpa pendampingan langsung dari Puskesmas,” jelasnya.

Melalui kegiatan Aksi Bergizi ini, Sekolah Laboratorium Jakarta bersama Puskesmas dan dukungan Kasatlak Pendidikan Duren Sawit berharap dapat membentuk generasi muda yang lebih sadar gizi, terhindar dari anemia, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan siap berprestasi.

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"