Abu Akrom Serahkan Dua Buku Inspiratif kepada Pimpinan Pesantren, Momentum Hari Guru Nasional Penuh Makna

 


Abu Akrom Serahkan Dua Buku Inspiratif kepada Pimpinan Pesantren, Momentum Hari Guru Nasional Penuh Makna

Bekasi, Rabu 25 Februari 2026 — Momentum Hari Guru Nasional tahun ini menjadi sangat istimewa bagi seorang penulis dan pegiat literasi, Marolah Abu Akrom, atau yang akrab disapa Ustadz Amrullah di tengah masyarakat umum dan di kalangan santri. Pada hari yang penuh makna tersebut, ia menyerahkan dua karya bukunya kepada pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus, yakni Drs. KH. Muhammad Suhaidi SQ.

Penyerahan dilakukan selepas berbuka puasa di kediaman beliau yang berada di lingkungan pesantren Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus. Dua buku yang diserahkan tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang kepenulisan Abu Akrom, yakni buku ke-11 berjudul “100 Syair Membentuk Karakter Islami” dan buku ke-17 berjudul “Penjelasan Mars Nahdlatul Wathan: Nilai Iman, Akhlak, dan Kebangsaan”.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Drs. KH. Muhammad Suhaidi SQ tampak sangat bahagia, terharu, dan bersyukur menerima kedua karya tersebut. Kebahagiaan itu tidak terlepas dari peran beliau yang sejak awal memberikan arahan, motivasi, serta dukungan penuh terhadap perjalanan kepenulisan Marolah Abu Akrom (Ustadz Amrullah).

Kisah ini berawal dari keinginan kuat Abu Akrom untuk diakui sebagai penyair di Indonesia. Dengan ratusan bahkan ribuan karya tulis, termasuk syair yang telah dipublikasikan melalui media SinarLIMA sejak tahun 2019, ia kemudian meminta masukan langsung kepada sang kyai mengenai langkah terbaik untuk mengembangkan karyanya.

Beberapa bulan yang lalu, bertepatan dengan kegiatan LDKS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta yang dilaksanakan di lingkungan pesantren Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus, berlangsung sebuah pertemuan yang sangat berkesan. Dalam pertemuan tersebut yang berlangsung sekitar satu jam, Drs. KH. Muhammad Suhaidi SQ memberikan nasihat yang sangat membekas:

“Buat saja bukunya. Tidak perlu memikirkan biaya terlebih dahulu. InsyaAllah akan ada waktunya pengakuan itu datang.”

Tidak hanya memberikan motivasi, beliau juga menunjukkan dukungan nyata dengan memberikan satu rim kertas untuk mencetak buku serta mendoakan agar cita-cita Abu Akrom menjadi penyair yang diakui secara luas dapat terwujud.

Nasihat tersebut menjadi titik balik yang membangkitkan semangat Marolah Abu Akrom (Ustadz Amrullah) untuk terus berkarya. Hingga tahun 2026 ini, ia telah berhasil menulis 21 buku serta menyusun sekitar 742 syair yang siap dikembangkan menjadi karya-karya berikutnya.

Meski demikian, ia menyadari bahwa karya-karya tersebut masih dalam tahap publikasi terbatas dan belum dicetak secara nasional dalam jumlah besar. Oleh karena itu, melalui media SinarLIMA (Sinar5News.com), ia juga menyampaikan harapan kepada para dermawan dan pihak-pihak yang peduli terhadap dunia literasi agar dapat memberikan dukungan sebagai sponsor penerbitan.

“Semoga karya-karya ini bisa menjadi bacaan yang bermanfaat, mencerdaskan, dan memberikan wawasan bagi masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di mancanegara,” ungkapnya penuh harap.

Penyerahan dua buku ini menjadi bukti nyata bahwa bimbingan seorang guru mampu melahirkan karya besar dari muridnya. Dukungan moral, doa, dan arahan yang tulus telah menjadi energi utama dalam perjalanan literasi Abu Akrom.

Dengan semangat yang terus menyala, Marolah Abu Akrom atau Ustadz Amrullah berkomitmen untuk terus menulis dan melahirkan ratusan buku sebagai kontribusi nyata bagi umat. Sebuah langkah besar dalam menyebarkan ilmu, memperkuat karakter, dan membangun peradaban yang lebih maju.

Sebagaimana diyakini, dengan ilmu pengetahuan, Allah SWT akan mengangkat derajat manusia. Dari sinilah diharapkan bangsa Indonesia mampu terus maju dan bersaing di kancah internasional.

Penulis: Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah (Jurnalis media SinarLIMA, penulis Khutbah Jumat, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan SMP Laboratorium Jakarta)

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"