Viral Itu Bonus, Konsistensi Itu Harus, Jadi Materi Favorit di Raker Yayasan Pendidikan Acprilesma

 


Viral Itu Bonus, Konsistensi Itu Harus, Jadi Materi Favorit di Raker Yayasan Pendidikan Acprilesma

Bogor, Sinar5News.com — Materi bertajuk “Viral Itu Bonus, Konsistensi Itu Harus” menjadi salah satu sesi yang paling menyita perhatian dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) Yayasan Pendidikan Acprilesma yang digelar pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Raya Puncak Pass KM 17, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Materi ini disampaikan oleh Haikal Basyari, seorang content creator yang aktif mengedukasi masyarakat tentang dunia konten digital. Dalam pemaparannya, Haikal menekankan pentingnya konsistensi dalam membuat konten, khususnya konten edukatif, dibandingkan sekadar mengejar viral semata.

Menurut Haikal, langkah awal dalam membuat konten adalah menentukan tema yang sesuai dengan profesi dan lingkungan. Ia mencontohkan peran guru yang dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi sekaligus inspirasi, baik melalui konten cara mengajar yang menarik, membangun kedekatan dengan peserta didik, maupun menampilkan sosok guru yang menginspirasi.

Selain itu, Haikal juga mendorong para pendidik untuk aktif mempromosikan sekolah melalui konten positif dengan menampilkan potensi, bakat, dan prestasi peserta didik. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat luas.


aptio Para peserta raker dengan khidmat dan semangat mengikuti raker dan menerima dengan seksama semua materi yang disampaikan nara sumber [/caption]

Dalam sesi tersebut, Haikal menegaskan bahwa konten tidak harus sempurna untuk dipublikasikan. Yang terpenting, pesan utama dapat tersampaikan dengan baik. Menunggu kesempurnaan justru kerap menjadi penghambat seseorang untuk memulai dan berani mengekspresikan gagasannya di ruang publik.

“Kunci utamanya adalah konsistensi. Jangan angin-anginan dan jangan mudah malas. Jika dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan, insya Allah peluang konten untuk diterima masyarakat luas akan semakin besar, dan viral itu akan datang sebagai bonus,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama membuat konten bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan menyampaikan pesan-pesan edukasi dan nilai-nilai kebaikan yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini selaras dengan visi pendidikan Yayasan Pendidikan Acprilesma yang mengedepankan pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik.

Dalam konteks pendidikan, Haikal menilai konten digital dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan keunggulan Sekolah Laboratorium Jakarta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Acprilesma, mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMK, khususnya dalam membangun budaya akhlak dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sejumlah peserta raker mengajukan pertanyaan terkait strategi membuat konten yang menarik, kendala yang sering dihadapi, serta cara agar konten dapat diterima masyarakat luas. Seluruh pertanyaan dijawab dengan lugas dan sederhana oleh Haikal Basyari, sehingga mudah dipahami dan memberikan gambaran praktis bagi para peserta.

Melalui materi ini, diharapkan para guru dan tenaga pendidik Yayasan Pendidikan Acprilesma semakin termotivasi untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan promosi positif dunia pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi penerus yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Redaktur media SinarLIMA (Sinar5News.com), Marolah Abu Akrom 

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"