Tafsir Pendekatan Syair Al-Baqarah Ayat 240 “Wasiat Suami Kepada Istri”

 


Tafsir Pendekatan Syair Al-Baqarah Ayat 240

“Wasiat Suami Kepada Istri”

Karya: Abu Akrom 

Ayat 240 Surah Al-Baqarah berbicara tentang wasiat bagi istri yang ditinggal wafat oleh suaminya: jaminan nafkah, tempat tinggal, kehormatan, serta keadilan yang penuh kasih. Syair ini menghadirkan ayat tersebut bukan dalam bahasa hukum yang kaku, tetapi dalam bahasa rasa, agar nilai-nilainya hidup di hati.


Bait Pertama

Bismillah pesan Ilahi
Wasiat cinta suci hakiki
Istri dijaga penuh hormat
Disaksikan para malaikat

Ulasan:

Syair dibuka dengan Bismillah, menandakan bahwa urusan keluarga, pernikahan, bahkan perpisahan karena wafat, semuanya berada dalam naungan nama Allah. Wasiat dalam ayat ini bukan sekadar aturan hukum, tetapi pesan cinta Ilahi—cinta yang suci dan tulus, melampaui kematian.

Penjagaan terhadap istri bukan hanya soal materi, tetapi kehormatan, martabat, dan rasa aman. Baris terakhir menegaskan dimensi spiritual: setiap sikap adil dan zalim dalam keluarga disaksikan oleh malaikat. Ini mengingatkan bahwa tanggung jawab suami tidak berhenti di dunia, tetapi bernilai akhirat.


Bait Kedua

Nafkah setahun ditetapkan
Tempat tinggal dimuliakan
Syariat hadir penuh rahmat
Dicatat rapi oleh malaikat

Ulasan:

Bait ini secara langsung merefleksikan kandungan QS Al-Baqarah: 240, yaitu nafkah dan tempat tinggal selama setahun bagi istri yang ditinggal wafat. Syair menegaskan bahwa syariat Islam tidak kejam dan tidak abai, justru hadir dengan kasih dan empati.

Islam tidak membiarkan seorang istri menghadapi duka sekaligus kesulitan hidup. Semua hak itu “ditetapkan”, bukan sekadar anjuran. Kalimat dicatat rapi oleh malaikat menguatkan pesan moral: hak yang diabaikan akan dimintai pertanggungjawaban, dan hak yang ditunaikan menjadi amal abadi.


Bait Ketiga

Jika ia memilih melangkah
Tanpa dosa tanpa salah
Allah Maha Adil dan dekat
Menjadi saksi para malaikat

Ulasan:

Ayat ini sering disalahpahami, dan syair ini meluruskannya dengan lembut. Islam memberi ruang kebebasan yang bermartabat bagi perempuan. Jika sang istri memilih keluar dari rumah atau menentukan jalan hidupnya sendiri setelah masa tertentu, tidak ada dosa selama sesuai tuntunan.

Allah digambarkan Maha Adil dan dekat, artinya keadilan Allah tidak jauh dari realitas hidup manusia. Malaikat kembali disebut sebagai saksi, menegaskan bahwa kebebasan dalam Islam selalu berjalan bersama tanggung jawab dan ketakwaan.


Bait Keempat

Hukum Tuhan penuh hikmah
Menjaga jiwa menata rumah
Kasih-Nya luas tiada sekat
Dijaga aman oleh malaikat

Ulasan:

Bait ini memperluas makna ayat: hukum Allah bukan sekadar aturan, melainkan hikmah yang menjaga jiwa dan menata kehidupan keluarga. Syariat hadir untuk melindungi manusia dari luka batin, ketidakadilan, dan kekacauan sosial.

Kasih Allah digambarkan luas tiada sekat, menunjukkan bahwa aturan ini bukan beban, tetapi perlindungan. Penjagaan malaikat kembali menegaskan bahwa keluarga yang dibangun di atas hukum Allah berada dalam lingkaran aman dan keberkahan.


Bait Kelima

Ya Allah kuatkan iman
Agar adil dalam kehidupan
Hingga hidup kami selamat
Dalam doa para malaikat

Ulasan:

Syair ditutup dengan doa, karena iman adalah kunci keadilan. Tanpa iman, hukum bisa diabaikan; tanpa iman, amanah bisa dikhianati. Bait ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar memahami ayat, tetapi menghidupkannya dalam sikap dan perilaku.

Keselamatan hidup—di dunia dan akhirat—dikaitkan dengan doa malaikat. Ini menegaskan bahwa keadilan dalam keluarga adalah ibadah besar, yang mengundang doa dan rahmat dari langit.


Penutup Reflektif

Syair ini berhasil menjembatani teks Al-Qur’an, rasa kemanusiaan, dan nilai pendidikan karakter. Ia mengajarkan bahwa pernikahan dalam Islam bukan hanya ikatan cinta, tetapi amanah hingga setelah wafat. Melalui bahasa syair, QS Al-Baqarah 240 hadir sebagai pelukan kasih, bukan sekadar pasal hukum.

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"