Khutbah Jum'at Edisi 9 Januari 2026 "Muhasabah Awal Tahun: Menata Hati dan Menata Amal"
Khutbah Jum'at Edisi 9 Januari 2026 "Muhasabah Awal Tahun: Menata Hati dan Menata Amal"
بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam, yang hingga detik ini masih melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, dan nikmat umur yang berlanjut.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh…
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, dengan sebenar-benar takwa; menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.
Alhamdulillāh, kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berada di awal tahun baru 2026. Ini adalah nikmat yang sangat besar, bahkan termasuk nikmat yang sering kita lupakan. Mengapa disebut nikmat yang besar? Karena bertambahnya tahun berarti bertambahnya usia, dan bertambahnya usia berarti bertambah pula kesempatan kita untuk beramal, untuk memperbaiki diri, untuk mendekatkan hati dan amal kita kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
Setiap detik, menit, jam, hari, dan bulan yang Allah izinkan kita lalui pada tahun 2026 ini sejatinya adalah modal akhirat. Kita tentu berharap, tahun ini bukan sekadar berlalu, tetapi menjadi tahun yang berkualitas, tahun yang bernilai, tahun yang penuh keberkahan, yang kelak kita petik hasilnya bukan hanya di dunia, tetapi lebih-lebih di akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Agar tahun 2026 ini benar-benar bermakna di hadapan Allah, maka cukup dua perkara besar yang harus kita jaga dan kita benahi:
Pertama: Menata Hati
Kedua: Menata Amal
Menata hati harus didahulukan, karena hati adalah pusat penilaian amal. Hati adalah perangkat batin yang menjadi penentu diterima atau tertolaknya seluruh ibadah dan perbuatan kita. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Artinya:
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa baik buruknya amal bukan pertama-tama ditentukan oleh banyaknya perbuatan, tetapi oleh kualitas hati yang melandasinya.
Oleh karena itu, setiap amal saleh yang kita lakukan—selama ia dibenarkan oleh syariat—harus dimulai dengan hati yang ikhlas, hati yang bersih, hati yang lurus, semata-mata mengharap rida Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Allah mengingatkan kita:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Artinya:
"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun akan kehilangan makna. Tanpa hati yang bersih, amal saleh bisa berubah menjadi sia-sia.
Yang lebih berat lagi, jamaah sekalian, adalah menjaga keikhlasan itu agar tidak berubah di tengah jalan. Bisa jadi di awal kita beramal karena Allah, namun di tengah perjalanan muncul bisikan dunia: ingin dipuji, ingin disanjung, ingin dikenal, ingin populer, ingin dianggap hebat. Maka di sinilah muhasabah kita di awal tahun ini: Apakah niat kita masih lurus dari awal sampai akhir? Apakah hati kita tetap suci dalam setiap amal?
Jamaah Jumat rahimakumullah
Setelah menata hati, barulah kita masuk pada perkara yang kedua, yaitu menata amal perbuatan.
Jangan sampai hati kita sudah kita benahi, niat kita sudah kita luruskan, tetapi amal kita justru menyimpang dari tuntunan syariat. Inilah yang Allah peringatkan sebagai sifat kemunafikan: lain di hati, lain di ucapan, dan lain pula dalam perbuatan.
Amal yang baik bukan hanya amal yang niatnya ikhlas, tetapi juga amal yang benar caranya, sesuai dengan ilmu dan tuntunan agama Islam. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Artinya:
"Barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
(QS. Al-Kahfi: 110)
Amal saleh adalah amal yang ikhlas niatnya dan benar caranya. Amal tanpa ilmu akan tersesat, dan ilmu tanpa amal akan sia-sia.
Ketahuilah, jamaah sekalian, Allah tidak melihat rupa kita, tidak melihat seberapa indah jasad kita, tidak melihat seberapa banyak harta yang kita miliki. Yang Allah lihat dan nilai adalah hati dan amal perbuatan kita. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian."
(HR. Muslim)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita sadari, tidak seorang pun dari kita mengetahui apakah tahun 2026 ini akan menjadi tahun terakhir kita di atas muka bumi. Bisa jadi, tahun ini adalah tahun perpisahan kita dengan dunia, dan setelah itu kita telah berada di alam barzakh.
Maka berbahagialah orang yang menjadikan tahun ini sebagai tahun muhasabah, tahun memperbaiki hati, tahun menjaga amal, tahun mendekatkan diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya pendekatan.
Di akhir khutbah ini, marilah kita berjuang bersama:
-
Menata hati kita, agar tidak tercemar oleh niat-niat buruk dan kepentingan duniawi.
-
Menjaga amal perbuatan kita, agar tidak tercampur dengan keburukan, kezaliman, dan kemungkaran.
Karena rusaknya niat dan rusaknya amal bukan hanya merusak hubungan kita dengan sesama manusia, tetapi juga membinasakan kehidupan kita di dunia dan di akhirat, na‘ūdzu billāhi min dzālik.
Semoga khutbah singkat ini menjadi cermin muhasabah bagi kita semua, menjadi bekal untuk mengisi tahun 2026, sehingga kita termasuk hamba-hamba Allah yang beruntung lahir dan batin, selamat di dunia dan dimuliakan di akhirat. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.
Bekasi, 12 Rajab 1447 H/1 Januari 2026 M
Penulis : Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM/Ust. Amrullah, Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta

Comments
Post a Comment