Cerpen Ke-19: Livin yang Kembali Aktif

 


Cerpen Ke-19: Livin yang Kembali Aktif

Siang itu, Selasa, 20 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, saya bersama istri berangkat ke Bank Mandiri yang berada di Desa Satria Mekar Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, tepatnya di kawasan Perumahan Villa Mutiara Gading 2. Tujuan kami sederhana namun penting, yaitu mengaktifkan kembali aplikasi Livin’ by Mandiri milik istri saya tercinta, Fahrunisa, yang sudah cukup lama tidak dapat digunakan.

Sebenarnya, istri saya telah berulang kali mencoba mengaktifkan kembali aplikasi tersebut secara mandiri. Namun, setiap upaya selalu berujung gagal. Pada akhirnya, muncul pemberitahuan yang menyarankan agar segera mendatangi kantor Bank Mandiri terdekat untuk menonaktifkan dan mengaktifkan ulang aplikasi tersebut.

Meski kondisi tubuh saya saat itu belum sepenuhnya pulih—flu, demam, dan batuk masih terasa akibat dua hari sebelumnya ikut bersiaga membantu penanganan banjir di Perumahan Villa Gading Harapan 2 Blok A—kami tetap berangkat. Ada dorongan kuat untuk segera menyelesaikan urusan ini, dengan keyakinan bahwa selama disiasati dan tidak memaksakan diri berlebihan, insya Allah keadaan tidak akan semakin memburuk.

Sesampainya di Bank Mandiri, istri saya langsung menyampaikan permasalahan aplikasi Livin’ by Mandiri kepada petugas keamanan.

“Pak, sudah dua bulan aplikasi Livin’ by Mandiri saya tidak aktif. Saya sudah mencoba berkali-kali, tapi selalu gagal dan disarankan datang ke bank,” ujar istri saya.

Petugas keamanan tersebut dengan ramah menanggapi, meminta nomor ponsel istri saya, lalu membimbing langkah-langkah yang harus dilakukan. Kami mengikuti arahannya dengan saksama.

Alhamdulillah, tak butuh waktu lama. Masalah yang selama ini terasa rumit justru dapat diselesaikan dengan cepat. Aplikasi Livin’ by Mandiri pun kembali aktif tanpa harus bertemu dengan petugas customer service.

Saya pun bertanya dengan heran, “Mas, kok bisa ya langsung aktif? Padahal sebelumnya istri saya mencoba berkali-kali dengan cara yang sama, tapi selalu gagal.”

Petugas keamanan itu tersenyum sambil bercanda, “Takut kali sama saya, Pak.”

Saya tertawa kecil mendengarnya. “Oh, begitu ya,” jawab saya sambil tersenyum.

Setelah semuanya beres, kami pun segera meninggalkan Bank Mandiri dan pulang ke rumah dengan perasaan lega.

Dari cerita singkat ini, ada pelajaran berharga yang bisa dipetik. Bahwa tidak semua persoalan dapat kita selesaikan sendiri. Ada kalanya kita membutuhkan bantuan orang lain yang lebih memahami kesulitan yang kita hadapi. Dan meskipun kondisi tubuh sedang kurang prima, selama disikapi dengan bijak dan penuh keyakinan, usaha yang dilakukan dengan niat baik insya Allah akan berbuah kebaikan pula.

Penulis : Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah (Jurnalis media SinarLIMA dan guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta dan SMP Laboratorium Jakarta)

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"