Cerita Pendek 8 : Secangkir Kehangatan di Ahad Hujan

 


Cerita Pendek 8 : Secangkir Kehangatan di Ahad Hujan

Ahad, 11 Januari 2026, hujan turun cukup deras sejak pagi. Langit kelabu seolah enggan beranjak, menyelimuti hari dengan udara dingin yang perlahan meresap hingga ke tulang. Seusai menunaikan salat Zuhur di masjid At Tawwabin dekat rumah, saya pulang dengan langkah tenang, membawa serta sisa-sisa kesejukan yang masih menempel di tubuh.

Hujan mulai reda, namun dingin justru terasa semakin nyata. Tubuh membutuhkan penghangat, sesuatu yang sederhana namun menenangkan. Di rumah, secara kebetulan, saya memang menjual aneka makanan, minuman, dan sembako secara kecil-kecilan. Salah satunya adalah kopi ABC susu—kopi favorit yang hampir setiap hari menemani waktu-waktu saya.

Tanpa ragu, pilihan itu pun jatuh pada kopi ABC susu. Saya menyiapkan satu gelas, menuangkan bubuk kopi, lalu menyiramnya dengan air panas. Bagi saya, kopi susu yang pas adalah yang seimbang: rasa kopi tetap terasa, susunya pun hadir lembut, tidak terlalu manis dan tidak pula pahit. Karena itu, saya menambahkan air sedikit lebih banyak agar rasanya benar-benar nyaman di lidah.

Begitu kopi siap, saya langsung menyeruputnya. Hangatnya perlahan menyebar ke seluruh tubuh, mengusir dingin yang sejak pagi bersarang. Hujan di luar rumah seakan menjadi latar yang sempurna bagi secangkir kopi sederhana itu. Mata terasa lebih segar, pikiran kembali jernih, dan semangat pun tumbuh perlahan.

Di tengah cuaca hujan, kopi susu ternyata bukan sekadar minuman, melainkan solusi kecil yang memberi dampak besar. Ia menghangatkan badan, menenangkan hati, dan membantu kita kembali siap menjalani aktivitas sehari-hari.

Pelajarannya sederhana: ketika tubuh dan suasana terasa dingin, kita perlu tahu cara menghangatkan diri—agar semangat kembali bangkit, tidak loyo, tidak lemas. Dan bagi saya, secangkir kopi ABC susu adalah salah satu jawabannya.

Penulis : Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah (Jurnalis media SinarLIMA)

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"