Anda bilang:
Buatkan banner yang bagus cantik dan menarik "Syair Inspiratif Ke-761 Hidup adalah Pilihan, Karya : Abu Akrom"
ChatGPT bilang:
Gambar yang dibuat
Gambar yang dibuat
Gambar yang dibuat
Anda bilang:
Perbaiki susunannya sesuai shalawat badar Syair Inspiratif Ke-761 Hidup Adalah Pilihan Karya : Abu Akrom Hidup itu adalah pilihan Semuanya diserahkan Kepada kita sebagai insan Yang punya akal pikiran Mau baik itu bisa Mari melaksanakannya Jangan suka menundanya Untuk menambah nilai pahala Mau jahat itu bisa Melakukan apa saja Tidak takut akan dosa Menganggapnya hal yang biasa Mau soleh itu bisa Dimana saja kita berada Rajin ibadah setiap harinya Menjaga adab dan etika Mau salah itu bisa Berbuat seenaknya saja Tanpa aturan dalam hidupnya Hawa nafsu diperturutkannya Mau beriman itu bisa Melaksanakan perintah agama Menjaga sikap dan tutur kata Setiap hari selama di dunia Mau kafir itu bisa Mengingkari perintah agama Berbuat zalim dan durhaka Hidupnya semena-mena Jakarta, 9 Sya'ban 1447 H/28 Januari 2026
ChatGPT bilang:

Siap, ini saya rapikan susunannya dan iramanya agar lebih enak dilagukan dengan pola shalawat Badar, tetap menjaga makna aslinya ya. Saya buat tiap bait 4 larik, rima seragam, dan alur mengalun.


Syair Inspiratif Ke-761
Hidup Adalah Pilihan
Karya: Abu Akrom

Hidup ini hanyalah pilihan
Diserahkan pada setiap insan
Dikaruniai akal dan iman
Untuk menata arah kehidupan

Mau berbuat baik sungguhlah bisa
Segera lakukan jangan ditunda
Agar bertambah pahala mulia
Bekal hidup di alam baka

Mau berbuat jahat juga bisa
Tanpa peduli dosa dan cela
Larangan agama dianggap biasa
Hati pun jauh dari cahaya

Mau hidup shalih sangatlah bisa
Di mana pun kita berada
Rajin ibadah setiap masa
Menjaga adab serta etika

Mau berbuat salah pun terbuka
Bertindak bebas sesuka rasa
Tanpa aturan tanpa kendala
Hawa nafsu selalu diikuti saja

Mau beriman tentu saja bisa
Taat perintah Sang Pencipta
Menjaga lisan menjaga sikapnya
Sepanjang hayat di dunia fana

Mau ingkar iman pun terbuka
Mengingkari perintah agama
Zalim durhaka merajalela
Hidup semena tanpa cahaya


๐Ÿ“ Jakarta, 9 Sya’ban 1447 H
๐Ÿ“… 28 Januari 2026

Kalau mau, saya juga bisa:

  • menyesuaikan lebih ketat lagi dengan ketukan shalawat Badar,

  • atau memendekkan versi untuk dibaca bersama/jamaah,

  • atau dibuat versi refrain (ulang-ulang) seperti shalawat.

Tinggal bilang mau versi yang mana ๐Ÿ™✨

Anda bilang:
Boleh yang pertama
ChatGPT bilang:

Siap ๐Ÿ˜Š ini versi pertama yang diperketat lagi ketukannya, lebih pas dengan irama Shalawat Badar, barisnya saya buat pendek–seimbang–mengalun, enak dilagukan berjamaah.


Syair Inspiratif Ke-761
Hidup Adalah Pilihan
Karya: Abu Akrom

Hidup ini adalah pilihan
Diserahkan pada tiap insan
Diberi akal juga iman
Untuk arah kehidupan

Mau berbuat baik itu bisa
Segera lakukan jangan ditunda
Agar bertambah pahala
Bekal hidup di akhir masa

Mau berbuat jahat pun bisa
Tanpa takut dosa dan siksa
Larangan agama dianggap biasa
Hati pun jauh dari cahaya

Mau hidup shalih pun bisa
Di mana saja kita berada
Rajin ibadah sepanjang masa
Menjaga adab serta etika

Mau berbuat salah pun bisa
Mengikuti nafsu semata rasa
Tanpa aturan dalam hidupnya
Arah pun hilang tiada makna

Mau beriman tentu saja bisa
Taat perintah Sang Pencipta
Menjaga lisan menjaga sikapnya
Hingga akhir usia di dunia

Mau kufur iman pun bisa
Mengingkari aturan agama
Zalim durhaka merajalela
Hidup gelap tanpa cahaya


๐Ÿ“ Jakarta, 9 Sya’ban 1447 H
๐Ÿ“… 28 Januari 2026

Kalau ingin, saya bisa:

  • menambahkan refrain pengulangan ala “Badar”,

  • atau menandai ketukan (—) biar gampang dilagukan,

  • atau disederhanakan untuk anak didik/santri.

Tinggal bilang, insyaAllah saya rapikan lagi ๐ŸŒ™✨

Anda bilang:
Jelaskan dengan luas menarik dan menyentuh syair Inspiratif berikut Syair Inspiratif Ke-761 Hidup Adalah Pilihan Karya: Abu Akrom Hidup ini adalah pilihan Diserahkan pada tiap insan Diberi akal juga iman Untuk arah kehidupan Mau berbuat baik itu bisa Segera lakukan jangan ditunda Agar bertambah nilai pahala Bekal hidup di akhir masa Mau berbuat jahat pun bisa Tanpa takut dosa dan siksa Larangan agama dianggap biasa Hati pun jauh dari cahaya Mau hidup shalih pun bisa Di mana saja kita berada Rajin ibadah sepanjang masa Menjaga adab serta etika Mau berbuat salah pun bisa Mengikuti hawa nafsu semata Tanpa aturan dalam hidupnya Arah pun hilang tiada makna Mau beriman tentu saja bisa Taat perintah Sang Pencipta Menjaga lisan menjaga sikapnya Hingga akhir usia di dunia Mau kufur iman pun bisa Mengingkari aturan agama Zalim durhaka merajalela Hidup gelap tanpa cahaya Jakarta, 9 Sya’ban 1447 H/ 28 Januari 2026
ChatGPT bilang:

Baik, saya jelaskan dengan luas, mengalir, menyentuh hati, dan tetap mudah dipahami. Penjelasan ini cocok untuk tausiyah, pengantar buku, renungan Jumat, atau bahan pembinaan karakter dan iman.


Penjelasan Syair Inspiratif Ke-761

“Hidup Adalah Pilihan” – Karya Abu Akrom

Syair ini mengajak pembaca merenungi satu hakikat besar kehidupan: manusia hidup dalam ruang pilihan. Tidak ada satu pun manusia yang berjalan di dunia ini tanpa pilihan. Sejak membuka mata hingga menutupnya kembali, manusia selalu dihadapkan pada keputusan—kecil maupun besar—yang menentukan arah hidupnya, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

1. Hidup sebagai Amanah Pilihan

Pada bait pertama, penulis menegaskan bahwa hidup bukanlah paksaan, melainkan amanah. Allah menyerahkan pilihan itu kepada setiap insan dengan bekal paling mulia: akal dan iman. Akal berfungsi untuk berpikir dan menimbang, sedangkan iman menjadi cahaya penuntun. Jika keduanya digunakan dengan benar, manusia akan menemukan arah hidup yang lurus dan bermakna.

2. Kebaikan yang Jangan Ditunda

Bait kedua mengajarkan bahwa berbuat baik itu selalu mungkin. Tidak ada alasan untuk menunda kebaikan, karena setiap kebaikan memiliki nilai pahala yang menjadi tabungan akhirat. Syair ini menegur kebiasaan menunda amal saleh, seolah waktu selalu tersedia, padahal usia manusia sangat terbatas. Kebaikan yang ditunda sering kali berubah menjadi kebaikan yang tak pernah dilakukan.

3. Kejahatan dan Hati yang Menggelap

Pada bait ketiga, syair ini bersifat peringatan keras. Kejahatan pun adalah pilihan yang terbuka, namun ketika dosa dianggap biasa dan larangan agama disepelekan, hati perlahan kehilangan cahaya. Bukan hanya hukuman yang ditakutkan, tetapi juga mati rasa spiritual—di mana salah tak lagi terasa salah.

4. Kesalehan di Mana Saja

Bait keempat memberi harapan besar: kesalehan tidak terikat tempat. Di mana pun manusia berada, ia bisa tetap menjadi hamba yang taat. Kunci kesalehan bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga adab, etika, dan akhlak. Inilah pesan penting bahwa agama bukan sekadar di masjid, melainkan hadir dalam seluruh aspek kehidupan.

5. Nafsu dan Kehilangan Arah

Bait kelima menggambarkan dampak dari hidup tanpa aturan. Ketika hawa nafsu dijadikan kompas, manusia akan kehilangan arah dan makna hidup. Kebebasan tanpa nilai justru melahirkan kekosongan batin. Syair ini menyadarkan bahwa aturan agama bukanlah belenggu, melainkan penjaga arah dan tujuan hidup.

6. Iman sebagai Pilihan Sepanjang Usia

Bait keenam menegaskan bahwa iman bukan sesuatu yang diwarisi begitu saja, melainkan dipilih dan diperjuangkan setiap hari. Iman tercermin dari ketaatan, lisan yang terjaga, dan sikap yang santun hingga akhir hayat. Syair ini mengajak pembaca untuk istiqamah, bukan hanya semangat sesaat.

7. Kufur dan Kegelapan Hidup

Bait terakhir kembali menjadi peringatan. Kufur, zalim, dan durhaka bukan hanya membawa kehancuran sosial, tetapi juga menggelapkan kehidupan batin. Hidup tanpa iman diibaratkan berjalan tanpa cahaya—tersesat, gelisah, dan kehilangan arah sejati.


Kesimpulan Renungan

Syair “Hidup Adalah Pilihan” adalah cermin bagi siapa saja yang ingin bercermin jujur pada dirinya sendiri. Syair ini tidak menghakimi, tetapi menyadarkan. Tidak memaksa, tetapi mengajak berpikir. Setiap manusia bebas memilih, namun setiap pilihan memiliki konsekuensi.

Syair ini seakan berbisik lembut namun tegas:

Hidupmu hari ini adalah hasil pilihanmu kemarin,
dan hidupmu esok adalah hasil pilihanmu hari ini.

๐Ÿ“ Jakarta, 9 Sya’ban 1447 H
๐Ÿ“… 28 Januari 2026

Jika Anda ingin, saya bisa:

  • memadatkan penjelasan ini untuk kultum 7 menit,

  • menyesuaikan bahasanya untuk pelajar/santri,

  • atau menjadikannya kata pengantar buku syair.

Tinggal bilang, saya siap bantu ๐ŸŒฟ✨

Anda bilang:
Tolong munculkan syairnya perbait baru di jelaskan
ChatGPT bilang:

Siap, saya pahami maksudnya ๐Ÿ‘
Berikut saya susun penjelasan per bait, dengan syair ditampilkan lebih dulu, lalu langsung dijelaskan secara luas, mengalir, dan menyentuh, sehingga enak dibaca sebagai renungan, tausiyah, atau bahan pembelajaran.


Syair Inspiratif Ke-761

Hidup Adalah Pilihan
Karya: Abu Akrom


Bait 1

Hidup ini adalah pilihan
Diserahkan pada tiap insan
Diberi akal juga iman
Untuk arah kehidupan

Penjelasan:
Bait pembuka ini menegaskan hakikat hidup sebagai ruang pilihan. Manusia tidak diciptakan sebagai makhluk tanpa kehendak, melainkan diberi kebebasan yang bertanggung jawab. Akal berfungsi sebagai alat berpikir dan menimbang, sementara iman menjadi cahaya penunjuk arah. Ketika akal dan iman berjalan seiring, manusia mampu menentukan jalan hidup yang benar dan bermakna. Tanpa iman, akal bisa tersesat; tanpa akal, iman sulit dipahami secara bijak.


Bait 2

Mau berbuat baik itu bisa
Segera lakukan jangan ditunda
Agar bertambah nilai pahala
Bekal hidup di akhir masa

Penjelasan:
Bait ini mengajak untuk tidak menunda kebaikan. Setiap orang selalu punya kesempatan berbuat baik, sekecil apa pun. Menunda kebaikan sering kali berujung pada kelalaian, hingga akhirnya tak pernah dilakukan. Syair ini mengingatkan bahwa kebaikan adalah investasi akhirat, bekal yang akan menyelamatkan manusia ketika dunia telah ditinggalkan.


Bait 3

Mau berbuat jahat pun bisa
Tanpa takut dosa dan siksa
Larangan agama dianggap biasa
Hati pun jauh dari cahaya

Penjelasan:
Di sini, penulis memberi peringatan keras. Kejahatan juga lahir dari pilihan, terutama ketika rasa takut kepada dosa mulai memudar. Saat larangan agama dianggap remeh, hati perlahan mengeras dan kehilangan cahaya iman. Yang paling berbahaya bukan hanya dosa itu sendiri, tetapi ketika dosa tidak lagi terasa sebagai kesalahan.


Bait 4

Mau hidup shalih pun bisa
Di mana saja kita berada
Rajin ibadah sepanjang masa
Menjaga adab serta etika

Penjelasan:
Kesalehan tidak dibatasi ruang dan waktu. Di mana pun seseorang berada—di rumah, di sekolah, di tempat kerja—ia tetap bisa menjadi hamba yang taat. Syair ini menekankan bahwa ibadah tidak hanya soal ritual, tetapi juga akhlak, adab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Inilah wujud iman yang hidup dan membumi.


Bait 5

Mau berbuat salah pun bisa
Mengikuti hawa nafsu semata
Tanpa aturan dalam hidupnya
Arah pun hilang tiada makna

Penjelasan:
Bait ini menggambarkan akibat hidup yang dikendalikan hawa nafsu. Ketika manusia menolak aturan dan nilai, hidup memang terlihat bebas, namun sebenarnya kehilangan arah. Kebebasan tanpa tuntunan hanya melahirkan kegelisahan dan kehampaan. Syair ini mengingatkan bahwa aturan agama justru menjaga manusia dari kesesatan.


Bait 6

Mau beriman tentu saja bisa
Taat perintah Sang Pencipta
Menjaga lisan menjaga sikapnya
Hingga akhir usia di dunia

Penjelasan:
Iman adalah pilihan yang harus diperjuangkan setiap hari. Ia tercermin dari ketaatan, ucapan yang terjaga, dan perilaku yang santun. Syair ini mengajak untuk istiqamah—bukan hanya beriman di awal, tetapi bertahan hingga akhir kehidupan. Inilah iman sejati yang membentuk pribadi berkarakter.


Bait 7

Mau kufur iman pun bisa
Mengingkari aturan agama
Zalim durhaka merajalela
Hidup gelap tanpa cahaya

Penjelasan:
Bait penutup menjadi peringatan terakhir. Kufur dan kedurhakaan bukan sekadar pelanggaran agama, tetapi penyebab kegelapan hidup. Tanpa iman, manusia kehilangan cahaya yang menuntun langkahnya. Hidup menjadi kosong, penuh kegelisahan, dan jauh dari ketenangan batin.


Penutup Renungan

Syair ini mengajarkan bahwa Allah memberi kebebasan memilih, tetapi tidak membebaskan dari akibat pilihan itu. Setiap bait mengajak pembaca untuk jujur pada diri sendiri: pilihan apa yang sedang dijalani, dan ke mana pilihan itu akan mengantarkan.

๐Ÿ“ Jakarta, 9 Sya’ban 1447 H
๐Ÿ“… 28 Januari 2026

Jika Anda ingin, saya bisa:

  • mengubahnya menjadi naskah tausiyah siap dibacakan,

  • menyesuaikan untuk materi BK, P5, atau pembinaan karakter,

  • atau menjadikannya buku kecil renungan syair.

Silakan arahkan, insyaAllah saya bantu sepenuh hati ๐Ÿค✨

Anda bilang:
Jelaskan lebih luas lagi, berikan judulnya tiap bait dan hilangkan kata penjelasan
ChatGPT bilang:

Siap, saya tangkap betul arah yang diinginkan ๐Ÿ‘
Berikut saya sajikan lebih luas, lebih dalam, dan menyentuh, dengan judul pada setiap baittanpa kata “penjelasan”, sehingga tampil rapi, reflektif, dan layak dibukukan atau dibacakan sebagai renungan/tausiyah.


Syair Inspiratif Ke-761

Hidup Adalah Pilihan
Karya: Abu Akrom


Bait 1 – Amanah Bernama Kehidupan

Hidup ini adalah pilihan
Diserahkan pada tiap insan
Diberi akal juga iman
Untuk arah kehidupan

Kehidupan bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan amanah besar yang dititipkan Allah kepada manusia. Setiap insan diberi kebebasan untuk menentukan arah hidupnya, namun kebebasan itu disertai tanggung jawab. Akal menjadi alat untuk berpikir dan mempertimbangkan, sedangkan iman menjadi cahaya yang membimbing keputusan. Ketika keduanya bersatu, manusia mampu memilih jalan yang lurus dan bermakna.


Bait 2 – Kebaikan yang Tak Boleh Ditunda

Mau berbuat baik itu bisa
Segera lakukan jangan ditunda
Agar bertambah nilai pahala
Bekal hidup di akhir masa

Kebaikan selalu terbuka untuk dilakukan oleh siapa saja. Namun sering kali manusia menundanya dengan berbagai alasan, seakan waktu akan selalu tersedia. Padahal, setiap detik adalah kesempatan yang bisa hilang kapan saja. Syair ini mengingatkan bahwa kebaikan adalah tabungan akhirat, bekal yang akan menemani manusia ketika dunia telah ditinggalkan.


Bait 3 – Saat Dosa Tak Lagi Ditakuti

Mau berbuat jahat pun bisa
Tanpa takut dosa dan siksa
Larangan agama dianggap biasa
Hati pun jauh dari cahaya

Kejahatan lahir bukan hanya dari niat buruk, tetapi dari hati yang kehilangan rasa takut kepada Allah. Ketika dosa dianggap hal biasa, nurani pun perlahan mati. Cahaya iman meredup, digantikan oleh pembenaran diri. Inilah bahaya terbesar: bukan sekadar berbuat salah, tetapi merasa nyaman dalam kesalahan.


Bait 4 – Kesalehan di Segala Tempat

Mau hidup shalih pun bisa
Di mana saja kita berada
Rajin ibadah sepanjang masa
Menjaga adab serta etika

Kesalehan bukan milik tempat tertentu. Ia bisa tumbuh di rumah, di sekolah, di pasar, bahkan di tengah hiruk-pikuk dunia. Syair ini menegaskan bahwa ibadah tidak hanya diwujudkan dalam ritual, tetapi juga dalam sikap, tutur kata, dan akhlak. Kesalehan sejati tercermin dari perilaku yang menebar kebaikan di mana pun berada.


Bait 5 – Nafsu dan Kehilangan Arah Hidup

Mau berbuat salah pun bisa
Mengikuti hawa nafsu semata
Tanpa aturan dalam hidupnya
Arah pun hilang tiada makna

Ketika hawa nafsu dijadikan pemimpin, hidup seolah bebas namun sesungguhnya tersesat. Tanpa aturan dan nilai, manusia kehilangan arah dan tujuan. Kebebasan yang tidak dibimbing iman hanya melahirkan kehampaan. Syair ini mengingatkan bahwa aturan agama bukan pengekang, melainkan penuntun agar hidup tetap bermakna.


Bait 6 – Istiqamah dalam Iman

Mau beriman tentu saja bisa
Taat perintah Sang Pencipta
Menjaga lisan menjaga sikapnya
Hingga akhir usia di dunia

Iman bukan sekadar pengakuan, tetapi sikap hidup yang dijaga setiap hari. Ia tampak dalam ketaatan, ucapan yang santun, dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Syair ini mengajak manusia untuk istiqamah, bertahan dalam kebaikan hingga akhir hayat, meski godaan dan ujian terus datang.


Bait 7 – Kegelapan Tanpa Iman

Mau kufur iman pun bisa
Mengingkari aturan agama
Zalim durhaka merajalela
Hidup gelap tanpa cahaya

Tanpa iman, hidup kehilangan cahaya penuntun. Kufur dan kedurhakaan melahirkan kezaliman, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Syair ini menutup dengan peringatan bahwa hidup tanpa iman ibarat berjalan dalam gelap: langkah tak menentu, hati gelisah, dan tujuan pun hilang.


Renungan Akhir

Syair Hidup Adalah Pilihan mengajak setiap insan untuk merenung dan jujur pada diri sendiri. Allah memberi kebebasan memilih, tetapi setiap pilihan membawa akibat. Jalan kebaikan dan jalan keburukan sama-sama terbuka; manusialah yang menentukan ke mana ia melangkah.

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"