Tafsir Pendekatan Syair Al-Baqarah 114 Yang Lebih Zalim Perilakunya
Tafsir Pendekatan Syair Al-Baqarah 114
Yang Lebih Zalim Perilakunya
Karya: Abu Akrom
Tiada seorang pun di dunia
Yang lebih zalim perilakunya
Mereka menghalangi manusia
Berzikir di masjid rumah-Nya
Berzikir itu luas maknanya
Menyebut nama Allah Yang Esa
Shalat berjamaah fardhu yang lima
Membaca Al-Qur’an kalam mulia
Termasuk zalim perbuatannya
Mengosongkan masjid yang ada
Menghalangi ibadah di dalamnya
Bahkan berani merobohkannya
Tidak sepatutnya semena-mena
Atas perbuatan zalim mereka
Mestinya takut Allah Ta‘ala
Takut terhadap azab derita
Mereka pasti hidup terhina
Mendapatkan azab di dunia
Juga azab di dalam neraka
Sangat berat, pedih membara
Bekasi, 8 Rajab 1447 H/28 Desember 2025 M
Prolog Penjabaran Tafsir Syair Al-Baqarah: 114
Al-Baqarah ayat 114 merupakan ayat yang menegaskan puncak kezaliman manusia, yaitu menghalangi manusia dari beribadah di masjid-masjid Allah dan berusaha merusaknya. Syair ini disusun sebagai tafsir dengan pendekatan sastra dakwah agar pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih menyentuh, mudah diingat, dan membekas dalam hati. Penjabaran berikut disajikan secara runtut sesuai bait syair, agar makna ayat dapat ditangkap secara utuh dan kontekstual.
Puncak Kezaliman Terhadap Ibadah
Tiada seorang pun di dunia
Yang lebih zalim perilakunya
Mereka menghalangi manusia
Berzikir di masjid rumah-Nya
Bait ini menggambarkan bentuk kezaliman tertinggi menurut Al-Qur’an. Allah menilai bahwa menghalangi manusia dari berzikir di masjid merupakan kejahatan besar karena perbuatan tersebut memutus hubungan hamba dengan Tuhannya. Masjid sebagai rumah Allah menjadi pusat ibadah dan ketundukan, sehingga setiap upaya menghalangi aktivitas tersebut—baik secara terang-terangan maupun terselubung—termasuk perbuatan zalim yang sangat berat.
Makna Luas Zikir dalam Kehidupan Umat
Berzikir itu luas maknanya
Menyebut nama Allah Yang Esa
Shalat berjamaah fardhu yang lima
Membaca Al-Qur’an kalam mulia
Bait ini menjelaskan bahwa zikir tidak terbatas pada ucapan lisan semata. Dalam ajaran Islam, zikir mencakup seluruh bentuk ibadah, khususnya shalat berjamaah dan membaca Al-Qur’an. Masjid menjadi tempat utama untuk semua aktivitas tersebut. Oleh karena itu, menghalangi salah satu bentuk ibadah ini berarti menghalangi zikir kepada Allah, sekaligus merampas hak umat untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Merusak Masjid Secara Fungsi dan Bangunan
Termasuk zalim perbuatannya
Mengosongkan masjid yang ada
Menghalangi ibadah di dalamnya
Bahkan berani merobohkannya
Bait ini menegaskan bahwa perusakan masjid tidak hanya bermakna penghancuran bangunan secara fisik. Mengosongkan masjid dari jamaah, mematikan kegiatan ibadah, serta membatasi peran masjid sebagai pusat dakwah dan pendidikan juga termasuk perusakan yang nyata. Adapun merobohkan masjid secara fisik merupakan bentuk kezaliman yang paling kasar dan terang-terangan terhadap syiar Islam.
Peringatan agar Tidak Berlaku Sewenang-wenang
Tidak sepatutnya semena-mena
Atas perbuatan zalim mereka
Mestinya takut Allah Ta‘ala
Takut terhadap azab derita
Bait ini berisi nasihat dan peringatan keras agar manusia tidak bersikap sewenang-wenang terhadap urusan agama. Kekuasaan, jabatan, atau kepentingan apa pun tidak boleh digunakan untuk menekan ibadah. Rasa takut kepada Allah menjadi benteng utama agar seseorang tidak melampaui batas dan tetap menjaga kehormatan rumah Allah.
Balasan Kehinaan Dunia dan Azab Akhirat
Mereka pasti hidup terhina
Mendapatkan azab di dunia
Juga azab di dalam neraka
Sangat berat, pedih membara
Bait terakhir menjelaskan konsekuensi dari kezaliman tersebut. Kehinaan di dunia dapat berupa hilangnya keberkahan hidup, ketenteraman, dan kehormatan. Sedangkan di akhirat, Allah menjanjikan azab yang sangat berat dan pedih. Ini menunjukkan bahwa kezaliman terhadap masjid dan ibadah merupakan dosa besar yang berdampak panjang, baik di dunia maupun di akhirat.

Comments
Post a Comment