Menghidupkan Ruang BK sebagai Pusat Pendampingan Peserta Didik

 


Menghidupkan Ruang BK sebagai Pusat Pendampingan Peserta Didik

Selasa pagi, 6 Januari 2026, saya mengikuti rapat koordinasi di SMP Laboratorium Jakarta. Di tengah suasana awal tahun yang tenang, terselip sebuah pesan sederhana namun bermakna dari kepala sekolah yang diwakili oleh Bapak Momon Darmawan: ruang Bimbingan Konseling harus dihidupkan, bukan sekadar difungsikan.

Ruang BK bukan hanya tempat menyelesaikan masalah, tetapi ruang aman bagi peserta didik untuk bercerita, berkonsultasi, dan menemukan arah. Banyak dari mereka tidak sedang bermasalah, hanya sedang mencari jawaban di usia yang rawan kebingungan. Jika tidak didampingi, kegelisahan kecil bisa menyeret mereka pada pilihan yang keliru.

Amanah itu tidak ditujukan hanya kepada guru BK. Wali kelas dan guru-guru lain juga diharapkan hadir, memanfaatkan ruang tersebut untuk memberi arahan dan pencerahan. Dengan kebersamaan dan kepedulian, ruang BK dapat menjadi tempat tumbuhnya kedewasaan dan keberanian.

Dari pertemuan singkat itu, saya menyadari bahwa setiap fasilitas di sekolah adalah titipan. Ketika dimaksimalkan dengan niat baik, ruang sederhana pun mampu menjadi cahaya—menuntun peserta didik agar tidak terombang-ambing dan mampu menghadapi masa depan dengan lebih bijak.

Penulis: Marolah Abu Akrom/Ust. Amrullah 

Comments

Popular posts from this blog

Khutbah Jum’at Edisi 19 Desember 2025 “Hidup Tergantung Prasangka"

Khutbah Jum'at Edisi 11 April 2025 "Halal Bihalal Dan Funsinya"

Khutbah Jum’at Edisi 3 Oktober September 2025 "Hakikat Hidup Adalah Ujian"